Senin, 24 Pebruari 2020 - 09:36 WIB

8 LSM Hukum Surati Pengadilan Terkait Perkara La Nyalla

Oleh : Indah Pratiwi | Jumat, 23 Desember 2016 | 09:41 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.com - Jakarta, Delapan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bidang hukum yang memantau persidangan perkara dana hibah Kadin Jatim yang didakwakan kepada Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti memberikan pendapat publik kepada majelis hakim yang mengadili perkara tersebut. Pendapat tersebut disampaikan melalui amicus curiae atau sahabat pengadilan.

Gabungan LSM hukum yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH) Indonesia itu terdiri atas Masyarakat Indonesia Pemantau Anti-Kriminalisasi Hukum, Komite Anti-Korupsi Indonesia, Indonesia Development Monitoring, Masyarakat Pemantauan Peradilan Indonesia, dan Komite Pungli dan Suap Indonesia. Selain itu, ada Jaringan Mahasiswa Hukum untuk Keadian, Masyarakat Peduli Hukum dan Politik Indonesia, Indonesia Prosecutor Watch. AMPUH mengharapkan hakim agar membebaskan La Nyalla dari dakwaan primair maupun subsidair.

Baca Juga: La Nyalla Tidak Terbukti Bersalah Harus Diputuskan Bebas

“Kami mengajukan sebagai amicus curiae atau sahabat pengadilan karena ingin mengajukan pendapat terhadap jalannya kasus La Nyalla terkait dana hibah Kadin Jatim. Bagi kami, ini momentum yang pas untuk memberikan pendapat sekaligus memperjelas kepada publik mana kasus hukum yang benar-benar murni hukum dan mana yang bias dengan kepentingan nonhukum. Kami sudah berkirim surat ke PN Jakarta Pusat, Kamis,” ujar Koordinator Ampuh, Budi Prawira di Jakarta, Kamis (22/12/2016).

Budi memaparkan, penggunaan amicus curiae adalah hal yang biasa dalam peradilan sebagai bentuk partisipasi publik. “Kami sama sekali tidak mengintervensi independensi hakim. Mekanisme ini kami tempuh untuk memberikan pendapat masyarakat. Sehingga kami mengharapkan putusan hakim bisa lebih holistik, karena didasarkan pada pertimbangan yang lebih lengkap, mendalam dan menggunakan pendekatan yang menyeluruh, termasuk menggali nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat seperti diatur dalam Pasal 5 ayat (1) UU 48/2009 tentang Kekuasaan Kehakiman,” ungkap Budi.

Baca Juga: Rahasia Besar Kejagung Membedakan Kasus La Nyalla Dan Tri Wiyasa Terbongkar

Ia juga menambahkan, pihaknya bersama delapan NGO bidang hukum yang tergabung dalam AMPUH memang memantau jalannya persidangan perkara La Nyalla. Dan atas amatan tersebut, AMPUH sampai pada kesimpulan adanya praktik non-hukum dalam perkara tersebut. “Sebab, patut diduga telah terjadi praktik penyalagunaan hukum dan kekuasaan dalam perkara yang didakwakan kepada La Nyalla,” ujarnya.

Kronologi Kasus

Seperti diketahui, perkara La Nyalla sejatinya adalah perkara lawas yang telah diputus di pengadilan pada Desember 2015. Terpidananya adalah dua wakil ketua umum Kadin Jatim, yakni Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring. Perkara tersebut telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Dalam dakwaan maupun putusan perkara disebutkan, Diar dan Nelson adalah pelaku tindak pidana dan tidak ada pelaku peserta (deelneming) yang lain selain keduanya.

Tapi kemudian, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim kembali membuka perkara tersebut, dan menetapkan La Nyalla sebagai tersangka penggunaan dana hibah Kadin Jatim. Kejaksaan mengklaim menemukan bukti baru. Kejati Jatim menerbitkan serangkaian surat perintah penyidikan (Sprindik) dan penetapan tersangka terhadap La Nyalla. Atas penetapan tersangka tersebut, La Nyalla mengajukan permohonan praperadilan, di mana pengadilan kemudian memutuskan bahwa penetapan La Nyalla sebagai tersangka adalah tidak sah dan perkara dana hibah Kadin Jatim sudah tidak dapat dibuka kembali. Sudah ada tiga putusan pengadilan yang menyatakan hal tersebut, yaitu putusan 7 Maret 2016, 12 April 2016, dan 23 Mei 2016.

“Kalau kita mengikuti perkembangan kasus ini, terlihat jelas bahwa Kejaksaan tidak menjalankan putusan pengadilan. Kejaksaan menutup mata dengan tujuan hanya untuk membawa La Nyalla ke persidangan. Dari sini, kita bisa tahu ada bias kepentingan non-hukum yang sangat kental mewarnai jalannya kasus ini,” tegas Budi Prawira.

Terkait bukti baru yang diklaim penyidik, dalam fakta di persidangan ternyata tidak ada satupun bukti baru yang didalilkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam mendakwa La Nyalla. “Justru sebaliknya, alat bukti yang dulu digunakan dalam perkara di pers, Jumat(23/12/2016).


Persidangan dengan terdakwa Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring malah tidak dimasukkan sebagai bukti dalam perkara La Nyalla. Yakni dokumen Nota Kesepahaman atau MoU antara Gubernur Jatim dengan Ketua Umum Kadin Jatim,” jelas Budi.

Semua saksi fakta yang dihadirkan JPU pun, sambung Budi, tidak ada satu pun yang menyaksikan dan menyebutkan bahwa La Nyalla melakukan apa yang didalilkan dalam dakwaan jaksa. “Di persidangan terungkap bahwa tidak satu pun saksi menyebutkan La Nyalla terlibat bersama-sama dengan Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring dalam melakukan tindak pidana korupsi dana hibah Kadin Jatim,” tegas Budi.

Baca Juga: PLEDOI La Nyalla Terhadap Surat Tuntutan Jaksa Penuntut Umum

Budi menegaskan, “pemaksaan” kasus inilah yang kemudian membuat publik berspekulasi bahwa perkara ini kental dengan kepentingan non-hukum. Penyidik Kejati Jatim dan JPU hanya bertujuan menghukum La Nyalla dengan kekuasaan yang melekat pada institusi Kejaksaan. “Padahal, semua fakta dan data berkata sebaliknya, yaitu La Nyalla tidak terlibat. Sehingga kami sebagai masyarakat hukum sangat wajar jika mengambil kesimpulan bahwa proses penegakan hukum perkara ini patut diduga telah terjadi tindakan penyalahgunaan hukum dan penyalahgunaan kekuasaan,” papar Budi.

Budi mengingatkan majelis hakim untuk benar-benar bersikap adil. Ada adagium “lebih baik membebaskan seribu penjahat daripada menghukum satu orang tidak bersalah”. ”Kami berharap perkara ini menjadi momentum untuk memulihkan kepercayaan publik kepada sistem hukum, khususnya dunia peradilan. Jangan sampai orang yang tidak terlibat perkara, orang yang tidak bersalah, dipaksakan bersalah karena adanya kepentingan non-hukum,” tegas Budi.

Dengan dasar itulah, Budi bersama sejumlah LSM bidang hukum mengharapkan hakim agar membebaskan La Nyalla dari dakwaan primair maupun subsidair. “Kami berharap hakim membebaskan orang yang tidak bersalah, dalam hal ini La Nyalla,” terang Budi seraya menambahkan bahwa penggunaan amicus curiae semata-mata untuk memperjuangkan penegakan hukum dan perlindungan serta pemenuhan keadilan sekaligus turut berpartisipasi membantu hakim dalam merumuskan putusan yang adil.

 

Penulis: Budi Prawira
Kontak: 081291299922





Fokus : Dugaan Korupsi Dana Hibah Kadin Jatim



Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






38 menit yang lalu

PARAH...! Gara-gara ANIES Sepelein Masalah Banjir, RSCM Akhirnya Terendam...

Beritacenter.COM - Hujan deras yang belakangan terjadi di wilaya DKI Jakarta membuat beberapa daerah terendam banjir..
1 jam yang lalu

Kasus Pembunuhan Ibu Kost di Tulungagung "Terbongkar" Polisi Berhasil Ciduk Pria Berinisial RD

Beritacenter.COM - Kasus pembunuhan ibu kost di Tulungagung yang sempat membuat gempar akhirnya terbongkar. Tim..
2 jam yang lalu

Culik Bocah Ingusan, Guru Honorer Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - ZA (39) asal Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi, Banyuasin, harus berurusan dengan pihak..
2 jam yang lalu

Gagahi Pacaranya Sebanyak 6 Kali, Seorang Pemuda Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - MK (18), warga Jalan Pumpungan Gang Lima Surabaya,harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah..
11 jam yang lalu

Bareskrim Polri Tangkap 1 Tersangka Lain Kasus Penipuan Putri Arab Pricess Lolowah

Beritacenter.COM - Bareskrim Polri meringkus satu tersangka kasus penipuan terhadap putri Arab Saudi, Princess..
12 jam yang lalu

Soal Banjir di RSCM, Ketua DPRD DKI : Saluran Air Tersumbat, Bikin Macet Air

Beritacenter.COM - Hujan deras yang belakangan terjadi berimbas banjir yang menggenangi area sekitaran Rumah Sakit..
13 jam yang lalu

Banjir Jakarta Buat Elektabilitas Anies Turun, PKS: Harapan Publik Begitu Tinggi

Menarik sebenarnya berarti harapan publik begitu tinggi ke Anies Baswedan. Banjir Semarang Anies disalahi, banjir ibu..
14 jam yang lalu

'Hamil di Kolam Renang' Jadi Olok-olokan, Komisi VIII: Jadi Pelajaran, Selektif Pilih Komisioner

Saya kira yang bersangkutan harus sensitif dan peka terhadap tuntutan masyarakat, terutama netizen. Apa yang..
15 jam yang lalu

Komisioner KPAI 'Sitti' Minta Maaf soal Statement 'Wanita Bisa Hamil di Kolam Renang'

Beritacenter.COM - Belum lama ini, muncul statemen yang menyebutkan soal perempuan bisa hamil saat berenang di kolam..
17 jam yang lalu

Warga Digegerkan Temuan Mayat Wanita Bergelang Persija Ngambang di Sungai Ciliwung Bogor

Beritacenter.COM - Warga dikejutkan temuan mayat perempuan mengambang di Sungai Ciliwung, Kelurahan Sempur, Kecamatan..
18 jam yang lalu

Hendak Tawuran, Puluhan Siswa SMP Brebes Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Polisi mengamankan puluhan pelajar SMP yang diduga hendak tawuran di jalur pantura Brebes, Jawa..
18 jam yang lalu

Polda DIY Tangkap 1 Tersangka Terkait Tewasnya 10 Siswa SMPN 1 Turi saat Susur Sungai

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian terus mendalami penyebab meninggalnya 10 siswa SMPN 1 Turi saat..
21 jam yang lalu

Banjir Jakarta, Sepeda Motor Masuk Tol Wiyoto Wiyono

Beritacenter.COM - Petugas kepolisian mengalihkan lalu lintas Jl Yos Sudarso karena tergenang air. Untuk sementara..
22 jam yang lalu

Inilah Identitas 10 Siswa SMP Yang Tewas Saat Kegiatan Pramuka

Beritacenter.COM - Jasad 10 siswa SMPN Turi 1 Sleman berhasi ditemukan TIM SAR. Terakhir 2 korban ditemukan pagi..
23 jam yang lalu

Hindari Jalan Underpass Tol Cawang Terendam Banjir

Beritacenter.COM - Akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Jakarta dini hari, Underpass Tol Cawang terendam..
1 hari yang lalu

Jakarta Banjir Lagi, 55 RW Tergenang Air

Beritacenter.COM - Hujan deras mengguyur wilayah Jabodetabek membuat sejumlah titik di Jakarta tergenang air. Wilayah..
1 hari yang lalu

Aksi 212 Tidak Memiliki Manfaat

Aksi 212 yang digelar Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan kroninya guna menuntut pemberantasan korupsi dianggap tidak..
1 hari yang lalu

Menolak Kepulangan ISIS Eks WNI Adalah Pilihan Bijak dan Tepat

Pemerintah telah menyatakan sikap tegas untuk menolak kepulangan ISIS eks WNI. Keputusan tersebut adalah pilihan..
1 hari yang lalu

Gara-gara Belum Ngopi, Mobil Panther Tabrak Toko Dan Penjual Juice Hingga Dua Orang Luka Serius...

Beritacenter.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di di Jalan Raya Sutorejo, Kecamatan Mulyorejo Surabaya, sebuah mobil..
1 hari yang lalu

Gasak Kayu Jati Di Kawasan Hutan, Dua Kakek Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Mono (60) dan Mulyadi (55), keduanya warga Desa Sumber Addi Kecamatan Mantup Lamongan, berhasil..
1 hari yang lalu

Lagi Asik Pakai Sabu-sabu Pengemudi Ojol Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Mohammad Kholil (42), warga Desa Bondoyudo, Kecamatan Sukodono Lumajang, harus berurusan dengan..
1 hari yang lalu

Madura Resmi Rekrut Mantan Pemain Persija dan Bhayangkara

Berirtacenter.COM - Madura United resmi mendatangkan pemain asing terbarunya, Bruno Matos jelang Liga 1 musim 2020...

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi