Rabu, 11 Desember 2019 - 18:04 WIB

8 LSM Hukum Surati Pengadilan Terkait Perkara La Nyalla

Oleh : Indah Pratiwi | Jumat, 23 Desember 2016 | 09:41 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.com - Jakarta, Delapan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bidang hukum yang memantau persidangan perkara dana hibah Kadin Jatim yang didakwakan kepada Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti memberikan pendapat publik kepada majelis hakim yang mengadili perkara tersebut. Pendapat tersebut disampaikan melalui amicus curiae atau sahabat pengadilan.

Gabungan LSM hukum yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH) Indonesia itu terdiri atas Masyarakat Indonesia Pemantau Anti-Kriminalisasi Hukum, Komite Anti-Korupsi Indonesia, Indonesia Development Monitoring, Masyarakat Pemantauan Peradilan Indonesia, dan Komite Pungli dan Suap Indonesia. Selain itu, ada Jaringan Mahasiswa Hukum untuk Keadian, Masyarakat Peduli Hukum dan Politik Indonesia, Indonesia Prosecutor Watch. AMPUH mengharapkan hakim agar membebaskan La Nyalla dari dakwaan primair maupun subsidair.

Baca Juga: La Nyalla Tidak Terbukti Bersalah Harus Diputuskan Bebas

“Kami mengajukan sebagai amicus curiae atau sahabat pengadilan karena ingin mengajukan pendapat terhadap jalannya kasus La Nyalla terkait dana hibah Kadin Jatim. Bagi kami, ini momentum yang pas untuk memberikan pendapat sekaligus memperjelas kepada publik mana kasus hukum yang benar-benar murni hukum dan mana yang bias dengan kepentingan nonhukum. Kami sudah berkirim surat ke PN Jakarta Pusat, Kamis,” ujar Koordinator Ampuh, Budi Prawira di Jakarta, Kamis (22/12/2016).

Budi memaparkan, penggunaan amicus curiae adalah hal yang biasa dalam peradilan sebagai bentuk partisipasi publik. “Kami sama sekali tidak mengintervensi independensi hakim. Mekanisme ini kami tempuh untuk memberikan pendapat masyarakat. Sehingga kami mengharapkan putusan hakim bisa lebih holistik, karena didasarkan pada pertimbangan yang lebih lengkap, mendalam dan menggunakan pendekatan yang menyeluruh, termasuk menggali nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat seperti diatur dalam Pasal 5 ayat (1) UU 48/2009 tentang Kekuasaan Kehakiman,” ungkap Budi.

Baca Juga: Rahasia Besar Kejagung Membedakan Kasus La Nyalla Dan Tri Wiyasa Terbongkar

Ia juga menambahkan, pihaknya bersama delapan NGO bidang hukum yang tergabung dalam AMPUH memang memantau jalannya persidangan perkara La Nyalla. Dan atas amatan tersebut, AMPUH sampai pada kesimpulan adanya praktik non-hukum dalam perkara tersebut. “Sebab, patut diduga telah terjadi praktik penyalagunaan hukum dan kekuasaan dalam perkara yang didakwakan kepada La Nyalla,” ujarnya.

Kronologi Kasus

Seperti diketahui, perkara La Nyalla sejatinya adalah perkara lawas yang telah diputus di pengadilan pada Desember 2015. Terpidananya adalah dua wakil ketua umum Kadin Jatim, yakni Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring. Perkara tersebut telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Dalam dakwaan maupun putusan perkara disebutkan, Diar dan Nelson adalah pelaku tindak pidana dan tidak ada pelaku peserta (deelneming) yang lain selain keduanya.

Tapi kemudian, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim kembali membuka perkara tersebut, dan menetapkan La Nyalla sebagai tersangka penggunaan dana hibah Kadin Jatim. Kejaksaan mengklaim menemukan bukti baru. Kejati Jatim menerbitkan serangkaian surat perintah penyidikan (Sprindik) dan penetapan tersangka terhadap La Nyalla. Atas penetapan tersangka tersebut, La Nyalla mengajukan permohonan praperadilan, di mana pengadilan kemudian memutuskan bahwa penetapan La Nyalla sebagai tersangka adalah tidak sah dan perkara dana hibah Kadin Jatim sudah tidak dapat dibuka kembali. Sudah ada tiga putusan pengadilan yang menyatakan hal tersebut, yaitu putusan 7 Maret 2016, 12 April 2016, dan 23 Mei 2016.

“Kalau kita mengikuti perkembangan kasus ini, terlihat jelas bahwa Kejaksaan tidak menjalankan putusan pengadilan. Kejaksaan menutup mata dengan tujuan hanya untuk membawa La Nyalla ke persidangan. Dari sini, kita bisa tahu ada bias kepentingan non-hukum yang sangat kental mewarnai jalannya kasus ini,” tegas Budi Prawira.

Terkait bukti baru yang diklaim penyidik, dalam fakta di persidangan ternyata tidak ada satupun bukti baru yang didalilkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam mendakwa La Nyalla. “Justru sebaliknya, alat bukti yang dulu digunakan dalam perkara di pers, Jumat(23/12/2016).


Persidangan dengan terdakwa Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring malah tidak dimasukkan sebagai bukti dalam perkara La Nyalla. Yakni dokumen Nota Kesepahaman atau MoU antara Gubernur Jatim dengan Ketua Umum Kadin Jatim,” jelas Budi.

Semua saksi fakta yang dihadirkan JPU pun, sambung Budi, tidak ada satu pun yang menyaksikan dan menyebutkan bahwa La Nyalla melakukan apa yang didalilkan dalam dakwaan jaksa. “Di persidangan terungkap bahwa tidak satu pun saksi menyebutkan La Nyalla terlibat bersama-sama dengan Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring dalam melakukan tindak pidana korupsi dana hibah Kadin Jatim,” tegas Budi.

Baca Juga: PLEDOI La Nyalla Terhadap Surat Tuntutan Jaksa Penuntut Umum

Budi menegaskan, “pemaksaan” kasus inilah yang kemudian membuat publik berspekulasi bahwa perkara ini kental dengan kepentingan non-hukum. Penyidik Kejati Jatim dan JPU hanya bertujuan menghukum La Nyalla dengan kekuasaan yang melekat pada institusi Kejaksaan. “Padahal, semua fakta dan data berkata sebaliknya, yaitu La Nyalla tidak terlibat. Sehingga kami sebagai masyarakat hukum sangat wajar jika mengambil kesimpulan bahwa proses penegakan hukum perkara ini patut diduga telah terjadi tindakan penyalahgunaan hukum dan penyalahgunaan kekuasaan,” papar Budi.

Budi mengingatkan majelis hakim untuk benar-benar bersikap adil. Ada adagium “lebih baik membebaskan seribu penjahat daripada menghukum satu orang tidak bersalah”. ”Kami berharap perkara ini menjadi momentum untuk memulihkan kepercayaan publik kepada sistem hukum, khususnya dunia peradilan. Jangan sampai orang yang tidak terlibat perkara, orang yang tidak bersalah, dipaksakan bersalah karena adanya kepentingan non-hukum,” tegas Budi.

Dengan dasar itulah, Budi bersama sejumlah LSM bidang hukum mengharapkan hakim agar membebaskan La Nyalla dari dakwaan primair maupun subsidair. “Kami berharap hakim membebaskan orang yang tidak bersalah, dalam hal ini La Nyalla,” terang Budi seraya menambahkan bahwa penggunaan amicus curiae semata-mata untuk memperjuangkan penegakan hukum dan perlindungan serta pemenuhan keadilan sekaligus turut berpartisipasi membantu hakim dalam merumuskan putusan yang adil.

 

Penulis: Budi Prawira
Kontak: 081291299922





Fokus : Dugaan Korupsi Dana Hibah Kadin Jatim



Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






4 menit yang lalu

PDIP Tegaskan Tidak Akan Calonkan Eks Napi Kasus Korupsi di Pilkada 2020

Beritacenter.COM - Sekertaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa partainya tidak akan menerima seseorang..
19 menit yang lalu

Dua Kuli Bangunan Tewas Usai Tersetrum Kabel Melintang di Rumah Ustaz di Garut

Beritacenter.COM - Tersetrum saat bekerja di salah satu rumah warga, dua kuli bangunan bernama Maman (41) dan Ajid..
35 menit yang lalu

Si Dungu Rocky Gerung "Mengaku Faham Pancasila"

Ia menuduh Presiden Jokowi tak faham Pancasila. Kata Jokowi rakyat tahu Jokowi lah yang Faham Pancasila. Begitu..
1 jam yang lalu

Keren... Beberapa Atlet Indonesia Berhasil Catat Rekor Baru di SEA Games 2019

Diketahui juga jika dari seluruh pertandingan SEA Games ke-30 tersebut, ada sekitar 31 rekor baru yang berhasil..
1 jam yang lalu

Satu Warga Lamongan Tewas Usai Pesta Miras, Dua Alami Kritis

Beritacenter.COM - Tiga warga Lamongan, Jawa Timur tak berdaya usai melakukan pesta minuman keras jenis arak Jawa...
1 jam yang lalu

Terbukti Bersalah, Jaksa Tuntut 3 Kurir Ganja 309 Kg di Cilegon Hukuman Mati

Beritacenter.COM - Tiga kurir ganja yang dibekuk Badan Narkotika Nasional (BNN) di Cilegon, Banten, yakni Misbahudin,..
2 jam yang lalu

Diduga Kesetrum Chas HP, Pemuda di Bandung Ditemukan Tewas

Beritacenter.COM - Seorang pemuda bernama Krisnanda (21) warga Kampung Sirnasari RT 03/06, Desa Ciburuy, Kecamatan..
2 jam yang lalu

Ngaku Aparat, DPO Begal Bersenpi di Pasuruan Dipincangi Polisi

Beritacenter.COM - Tim Resmob Suropati Polres Pasuruan membekuk DPO begal motor yang kerap mengaku sebagai aparat...
2 jam yang lalu

Hati-hati Provokasi PKS...! Manfaatkan Kasus Novel Untuk Mencari Dukungan

Beritacenter.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuat narasi negatif di Hari Antikorupsi Sedunia. Mereka..
2 jam yang lalu

Pemerintah Turki Pulangkan Terduga Anggota ISIS ke Negara Asalnya

Diketahui juga jika Kementrian Dalam Negeri Turki mengatakan jika tak memberikan penjelasan lebih detail dan menolak..
2 jam yang lalu

Petinggi Garuda Polisikan Akun @digeeembok Terkait Pencemaran Nama Baik

Beritacenter.COM - Akun media sosial @digeeembok dipolisikan oleh Vice Presiden (VP) Awak Kabin Garuda Indonesia,..
3 jam yang lalu

Jelang Natal dan Tahun Baru, 1.500 Aparat Gabungan Disiagakan di Medan

Beritacenter.COM - Sebanyak 1.500 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru..
3 jam yang lalu

Jelang Tahun 2020, Tersebar Isu WhatsApp Tak Berikan Dukungan bagi Beberapa Smartphone...

Menjelang tahun 2020, WhatsApp dihebohkan dengan kabar kurang sedap. Akan banyak smartphone yang tidak lagi didukung..
3 jam yang lalu

Pemerintah Akan Tambah 71 Proyek Strategis Nasional

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini mengkaji 71 usulan proyek pembangunan infrastruktur yang..
4 jam yang lalu

Polisi Tegaskan Selebaran DPO Pelaku Persekusi terhadap Banser NU di Jaksel Hoaks

Beritacenter.COM - Polda Metro Jaya menegaskan bahwa selebaran berisi daftar pencarian orang (DPO) pelaku persekusi..
4 jam yang lalu

Presiden Jokowi Telah Tunjuk Orang Terbaik untuk Jadi Dewan Pengawas KPK

Lebih lanjut Fadjroel Rahman menyebutkan jika sosok-sosok dewan pengawas KPK yang dipilih Jokowi sudah sesuai dengan..
4 jam yang lalu

Kapolri Anugerahkan Penghargaan kepada Komjen Firli

Diketahui juga jika penghargaan tersebut diberikan berdasarkan surat telegram resmi (ST) nomor ST/3244/XII/KEP/2019.
4 jam yang lalu

Iran Ancam Serang Israel dari Libanon

Beritacenter.COM - Komandan Senior Korps Pasukan Khusus Garda Revolusi Iran Mayor Jenderal Morteza Qurbani memberikan..
4 jam yang lalu

Soal Kasus Novel Baswedan, Polri Yakin Segera Terungkap

Beritacenter.COM - Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal optimis pihaknya akan bekerja maksimal dan mengungkap siapa..
5 jam yang lalu

Anggota TGUPP Eks Ketua KPK Minta Gaji Dobel, KPK Kok Diem Bae...

Beritacenter.COM - Pemilik akun twitter @TheArieAir membagikan artikel berjudul “Anggota DPRD DKI..
5 jam yang lalu

Siap-siap Ujian Nasional Bakal Dihapus

Beritacenter.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim resmi mengumumkan akan menghapus Ujian Nasional..
5 jam yang lalu

Gara-Gara Minum Miras, Agus Tewas Jatuh Ke Sungai

Beritacenter.COM - Penemuan mayat Agus (35), warga Dusun Jurang Kwali, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, sempat..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi