Wednesday, 22 May 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Demokrasi Indonesia Jangan Dicampuri Dan Dirusak Oleh Nafsu

Indah Pratiwi - 18/04/2017 09:09

Beritacenter.com - Tamasya Al-Maidah merupakan aksi yang tidak diperlukan lantaran tamasya tersebut hanya akan menimbulkan gejolak emosi yang sangat tidak sehat dan dapat membahayakan Pilkada DKI Jakarta menjadi terganggu.

Menurut seorang Cendikiawan Muslim, Ahmad Syafii Maarif atau dikenal Buya Syafii bahwa dalam berdemokrasi tetaplah menjunjung tinggi hak asasi. Saling menghormati dan saling menghargai serta saling intropeksi merupakan nilai-nilai luhur yang harus dimiliki bangsa Indonesia.

"Pilkada ini biasanya berlangsung dengan damai kan sudah ada deklarasi. Mengapa masih ada Al-Maidah lagi? Ini akan menimbulkan gejolak emosi yang tidak sehat. Bisa membahayakan Pilkada ini. Yang kita inginkan Pilkada itu aman, tertib, damai, langsung dan tidak ada seorang pun pemilih merasa terganggu," ujar Buya Syafii, Selasa(18/4/2017).

Baca Juga: MN KAHMI: Hentikan Segala Bentuk Fitnah Dan Caci Maki

Buya mengatakan, syahwat kekuasaan sering kali tidak bisa terbendung baik dari masing-masing calon maupun pada pengikut simpatisannya. Ia mengharapkan agar masyarakat Indonesia tidak menghabiskan energinya untuk Jakarta.

"Ya, karena syahwat kekuasaan sering tidak terbendung. Apakah itu dari Paslon,pengikutnya, maupun simpatisannya. Jadi menurut saya sudahlah jangan dihabiskan energi untuk Jakarta ini. Itu tidak sehat. Walaupun ibukota itu penting, mari kita anggap soal yang lumrah(biasa)," ungkapnya.

Menurutnya, ia mengharapkan agar masyarakat sekarang harus mulai tertib dan mulai disiplin. Dengarkan himbauan Presiden, Wakil Presiden, Kapolri demi kebaikan bersama karena ini milik bersama.

"Salah satunya agar masyarakat ini mulai tertiblah, mulai disiplin. Dengarkan himbauan Kapolri, Presiden dan Wakil Presiden untuk kebaikan bersama. Ini milik bersama. Jangan kita mau monopoli kekuasaan kebenaran Indonesia ini. Kita ada Undang-undang, ada rambu-rambunya, harus kita taati. Jangan hilangkan itu. Apalagi untuk provkoasi, tidak benar sudah. Demokrasi ini sudah kelelahan di Indonesia ini. Karena demokrasi kita belum sepenuhnya sehat, tetapi demokrasi ini harus kita rawat, kita pelihara, jangan dicampuri dan dirusak oleh nafsu-nafsu," keluhnya.



Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA