Minggu, 12 Juli 2020 - 22:14 WIB

Semua Pihak Khawatir Melihat Persekusi yang Dilakukan FPI

Lalu, bagaimana pendapat para petinggi di negara ini? Apakah mereka diam saja? Apakah mereka ikut mendukung gerakan FPI yang terkesan "liar" dan "banci" ini? Tidak.

Sari Intan Putri | Jumat, 02 Juni 2017 | 16:02 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.com - Disaat Bulan Ramadhan, seharusnya banyak kegiatan positif yang dilakukan oleh masyarakat beragama Islam pada khususnya. Namun, ormas yang mengatas namakan Islam dalam hal ini FPI, malah tidak berbuat demikian. Baru-baru ini kita dengar persekusi yang dilakukan oleh FPI.

FPI sendiri sudah terang-terangan mengatakan bahwa akan menindak tegas setiap orang yang telah diduga menghina atau merendahkan Agama dan atau Ulama. Hal itu disampaikan oleh Habib Novel.

"Jadi kita tidak akan diamkan, siapapun, agama manapun, etnis manapun, suku manapun yang ketika dia sudah menghina agama Islam, menghina ulama, menghina al-Quran, maka akan kita kejar ke manapun," ucap Habib Novel saat diminta pendapat terkait video anggota FPI yang menganiaya dan mengintimidasi anak yang masih di bawah umur.

Lalu, bagaimana pendapat para petinggi di negara ini? Apakah mereka diam saja? Apakah mereka ikut mendukung gerakan FPI yang terkesan "liar" dan "banci" ini? Tidak. Para petinggi di negeri ini langsung angkat bicara. Mereka terkesan sangat tidak setuju terhadap pergerakan FPI yang dinilai sudah sangat menyalahi aturan Undang-Undang yang berlaku.

Berikut tanggapan-tanggapan para petinggi di negeri ini.

1. Jenderal Pol Tito (Kapolri)

Tito Karnavian angkat bicara menegenai kegiatan FPI yang dinilai melanggar ketentuan dan ketertiban di masyarakat tersebut. Tito mengingatkan kepada masyarakat yang merasa tersinggung oleh ucapan orang lain di media sosial, seharusnya melaporkan ke polisi. Jangan turun tangan sendiri.

"Mengenai persekusi, saya perintahkan kepada seluruh jajaran kepolisian kalau ada yang melakukan upaya itu, jangan takut. Saya akan tindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar Tito usai acara buka puasa bersama di Pancoran, Jaksel, Kamis (1/5/17).

Sudah sangat jelas perintah dan tanggapan dari Tito. Kemudian Tito menjelaskan bahwa ada beberapa yang sudah dilakukan proses hukum, di antaranya di Jaktim ada anak umum 15-16 tahun yang gara-gara dia menulis kemudian ada dugaan dia dipaksa, didatangi, digeruduk. Kapolres Jaktim sudah diperintahkan untuk lakukan penangkapan ada satu orang.

(Baca Juga : Satu Lagi Terduga Pelaku Persekusi Remaja di Cipinang Diciduk Polisi)

2. Agus Hermanto (Wakil Ketua DPR )

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menegaskan persekusi tidak boleh dilakukan karena tak sesuai dengan aturan undang-undang. Agus mengimbau masyarakat menaati aturan.

"Persekusi itu tentunya tidak boleh dilaksanakan. Karena ini kan tidak sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku, tidak sesuai dengan aturan hukum. Untuk aparat penegakan hukum, ada aparat keamanan, ada," ujar Agus di gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (2/6/17).

"Ini semuanya kita kembalikan pada aturan. Negara kita kan negara hukum. Ya kita harus menaati seluruhnya, termasuk media, termasuk saya. Semuanya adalah bagian dari negara hukum," kata Agus.

(Baca juga : GP Ansor : Lawan Prilaku FPI Persekusi Orang, Kalau Dibiarkan Bisa Ngelunjak)

3. Djarot Saiful Hidayat (Plt Gubernur DKI)

Plt Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat ikut menyoroti aksi persekusi yang dilakukan terhadap anak-anak. Dia menyebut tindakan perburuan oleh sekelompok orang terhadap orang lain itu tidak patut.

"Ini kan sebetulnya tindakan yang tidak patut. Kita itu negara hukum, jadi silakan pada pihak yang berwenang dalam hal ini kepolisian tidak boleh setiap orang dari kita main hakim sendiri. kemudian menebar ketakutan atau intimidasi kepada pihak yang lain siapa pun itu," kata Djarot di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (2/6/17).

"Kalaupun ada yang tidak menyenangkan, unggahnya tak menyenangkan laporkan ke kepolisian. Jangan main hakim sendiri, itu contoh tidak baik siapapun itu dan harus tindak tegas kepolisian," ujarnya.

(Baca Juga : Kapolri : Soal Persekusi, Polisi jangan takut tindak tegas pelaku)

4. Sandiaga Uno (Wagub terpilih DKI Jakarta)

Tidak jauh beda dengan tanggapan para petinggi sebelumnya, Wagub terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno juaga sangat mengkhawatirkan kegiatan yang telah dilakukan oleh FPI tersebut. Sandiaga juga meminta agar segera dan secepatnya ada tindakan tegas untuk mencegah hal tersebut. Karena menurut dirinya, bila tidak segera dicegah, hal ini akan menjamur dan nantinya akan semakin susah untuk dihentikan.

"Kita nggak bisa membiarkan kegiatan-kegiatan yang sangat negatif ini menjadi menjamur di seluruh Indonesia. Khususnya di Jakarta kita harus punya suatu program yang khusus memastikan bukan hanya mendeteksi tapi mencegah," kata Sandiaga di Gedung BEI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (2/6/17).

"Kita melihat satu hal yang sangat penting adalah masalah edukasi dan keterlibatan masayarakat. Karena ini sudah di level mengkhawatirkan," ujarnya.

5. Romahurmuziy (Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan)

Ketua Umum PPP juga sangat tidak setuju dengan perbuatan keji yang dilakukan oleh FPI tersebut. Romi ingin segera kegiatan yang tidak legal tersebut segera dihentikan. Karena Hal tersebut akan membawa dampak yang negatif. Apalagi bila melihat korbannya, kebanyakan dari anak yang masih di bawah umur. Akan berpengaruh pada mental psikis nya.

Romi melanjutkan dampak negatif lainnya, jika tindakan persekusi ini dibiarkan akan ada tindakan trial by mass di mana-mana. Apabila tindakan persekusi terus berlanjut maka negeri ini bisa berubah menjadi mobokrasi yakni kekuasaan yang dijalankan oleh kerumunan.

"Jika terus berlanjut, negeri ini bisa berubah menjadi mobokrasi, kekuasaan yang dijalankan oleh kerumunan. Persekusi ini membahayakan tatanan," kata Romi.

Dia pun mengimbau agar semua orang yang merasa dirugikan atau melihat segala tindakan berbau SARA untuk melapor ke polisi. Kepolisian harus memiliki kepedulian untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut.

6. Arist Merdeka Sirait (Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak)

Arist menyebut tindakan yang dilakukan oknum ormas itu berlebihan. Pasalnya dalam video yang tersebar itu, ada pemukulan kepada M.

"Sesekali (M) dipukul kepalanya dan ditampar wajahnya untuk menirukan atau mengulang pernyataan yang dilakukan oleh interogatornya tanpa terlihat didampingi orangtua, terlebih pihak Kepolisian, adalah merupakan tindakan belebihan," jelas Arist.

Sebagai lembaga perlindungan anak, Arist mengatakan siap memberikan pendampingan hukum dan terapi psikososial bagi M. Komnas PA juga berencana menemui pimpinan FPI.

"Jika diperlukan, Komnas Perlindungan Anak segera akan memberikan pendampingan hukum dan terapi psikososial bagi M dan quick investigator Komnas Anak Segera menemui M dan keluarganya, juga kepada pimpinan FPI dan Ketua RW Cipinang Muara," pungkasnya.

"Tindakan sekelompok orang yang mengaku bergabung dalam salah satu ormas Islam (FPI) yang telah melakukan persekusi terhadap anak M (15) di Cipinang Muara Jakarta Timur yang dituduh melakukan penghinaan terhadap Ketua FPI HRS di media sosial, adalah perbuatan yang seharusnya tidak perlu terjadi dan merupakan tindakan kekerasan," ungkapnya.





Fokus : Persekusi



Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Berangkat ke Pasuruan Demi Pekerjaan, Gadis asal Surabaya Malah Diperkosa

Beritacenter.COM - Nahas, nasib yang menimpa gadis berinisial WA (24) asal Surabaya, Jawa Timur. Dijanjikan pekerjaan..
2 jam yang lalu

Polisi Tangkap Pengedar Hingga Ungkap 1 Hektar Ladang Ganja di Bandung

Beritacenter.COM - Polisi berhasil mengungka keberadaan ladang ganja diatas lahan perkebunan seluas satu hektare di..
4 jam yang lalu

Pasca Longsor Parapat Sumut, Polisi: Warga Hati-hati, Diatas Roda 4 Belum Diizinkan Melintas

Sudah lancar, tetapi kami masih memberlakukan aturan sementara, kendaraan diatas roda empat tidak melintas dari sana
5 jam yang lalu

Hati-Hati ! 7 Makanan Ini Dapat Meningkatkan Kadar Gula di Tubuh Secara Cepat

Beritacenter.COM - Menjaga pola makanan dalam diri kita sangatlah penting agar kita terhindar dari berbagai macam..
6 jam yang lalu

Kawasan Padat Penduduk di Kemayoran Terbakar, 23 Mobil Damkar Dikerahkan

Beritacenter.COM - Kebakaran melanda pemukiman penduduk di Jalan Dakota, Kamayoran, Jakarta Pusat. Sebanyak 23 mobil..
8 jam yang lalu

Gempa 5,0 Magnitudo Guncang Wilayah Sumsel, BMKG : Tak Berpotensi Tsunami

Beritacenter.COM - Gempa dengan kekuatan 5,0 magnitudo mengguncang wilayah Sumatera Selatan. Gempa tersebut tidak..
8 jam yang lalu

KKP Siap Beri Modal Kelompok Nelayan Pembudidaya Lobster

Beritacenter.COM - Kemeterian Kelautan dan Perikanan (KKP) siap membantu kelompok nelayan pembudidaya lobster yang..
9 jam yang lalu

PON 2021, Bentuk Bukti Nyata Pemerintah Peduli Papua...

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Papua Alexander Kapisa mengatakan anggaran tersebut terbagi ke..
9 jam yang lalu

KNPB Maybrat Bantah Bunuh Warga Sipil, Panglima Kodap IV Sorong Raya : Jangan Saling Tuduh Menuduh Setelah Melempar batu...

Saya Panglima Kodap IV Sorong Raya, BRIJEN DENNY MOOS bertanggung jawab atas pembunuhan saudara FRINS SEWA. Kami TPNB..
9 jam yang lalu

Ketua Himpunan Mahasiswa Mamberamo Tengah Menolak Keras Sosialisasi ULMWP

Penolakan ini disampaikan dengan tegas oleh Ketua Himpunan Masyarakat Pelajar Mamberamo Tengah (Mamteng) kepada..
9 jam yang lalu

Luar Biasa... Ini Komitmen Presiden Joko Widodo untuk Papua dan Papua Barat...

Komitmen tersebut dilanjutkan dengan dikeluarkannya Inpres No. 9 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Bagi..
10 jam yang lalu

Ketua Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua Ungkap Masyarakat Papua Dukung Penuh Otsus Jilid II

Lanjut Ali, Ia sebagai orang asli papua sangat mendukung Otsus Jilid II, namun sarannya agar Pemerintah dapat..
10 jam yang lalu

Fokus Papua Saat Ini Bangun SDM Unggul yang Mampu Bersaing dengan Daerah Lain...

Ia mengemukakan hal itu saat mengunjungi para mahasiswa asal Papua yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta,..
10 jam yang lalu

Tak Ada Data Pendukung yang Menyatakan Otsus Gagal...

Tenaga Ahli Deputi V Kantor Staf Presiden Laus Rumayom menyampaikan, persoalan otsus adalah hak setiap orang. Tetapi..
10 jam yang lalu

Otsus Papua JAMIN Berikan Kesejahteraan Bagi Semua Orang Khususnya Warga ASLI Papua...

Anggota DPR Dapil Papua, John Siffy Mirin, mengatakan meski masih banyak yang harus dievaluasi harus diakui Otsus..
11 jam yang lalu

MANTAB... Ribuan Orang Asli Papua Ini Kuliah Hingga ke Luar Negeri...

Meki Nawipa, Bupati Kabupaten Paniai, menyampaikan, Gubernur Papua telah mengirimkan pemuda Papua terbaik untuk..
11 jam yang lalu

Inilah Beberapa Keberhasilan Otsus Papua di Berbagai Daerah yang Tak diketahui Banyak Orang...

Dimana menurut Gubernur keberhasilan pembangunan yang dilakukan selama 3 tahun pelaksanaan Otonomi Khusus jangan di..
11 jam yang lalu

Titik Rangsang Pria Yang Wajib Diketahui Wanita

Beritacenter.COM - Istri wajib mengetahui titik rangsang suaminya saat di ranjang. Area sensitif yang juga disebut..
13 jam yang lalu

Aktor Terkenal India Amitabh Bachchan Terinfeksi Corona

Beritacenter.COM - Bintang Bollywood, Amitabh Bachchan dikabarkan positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19...
15 jam yang lalu

Heboh Mobil RI 2 Kehabisan Bensin, Ini Faktanya

Beritacenter.COM - Potongan video kendaraan dinas Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin viral disosial media lantaran..
1 hari yang lalu

PENTING! Ini yang Mendasari KKP Legalkan Kebijakan Ekspor Benih Lobster

BeritaCenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melegalkan kebijakan ekspor benih lobster...
1 hari yang lalu

Soal Kebijakan Ekspor Benur, KKP: Demi Perekonomian Nelayan Kecil, Budidaya Juga Lanjut

BeritaCenter.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan bahwa kebijakan yang membolehkan ekspor..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi