Kamis, 27 Pebruari 2020 - 21:13 WIB

Semua Pihak Khawatir Melihat Persekusi yang Dilakukan FPI

Lalu, bagaimana pendapat para petinggi di negara ini? Apakah mereka diam saja? Apakah mereka ikut mendukung gerakan FPI yang terkesan "liar" dan "banci" ini? Tidak.

Sari Intan Putri | Jumat, 02 Juni 2017 | 16:02 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.com - Disaat Bulan Ramadhan, seharusnya banyak kegiatan positif yang dilakukan oleh masyarakat beragama Islam pada khususnya. Namun, ormas yang mengatas namakan Islam dalam hal ini FPI, malah tidak berbuat demikian. Baru-baru ini kita dengar persekusi yang dilakukan oleh FPI.

FPI sendiri sudah terang-terangan mengatakan bahwa akan menindak tegas setiap orang yang telah diduga menghina atau merendahkan Agama dan atau Ulama. Hal itu disampaikan oleh Habib Novel.

"Jadi kita tidak akan diamkan, siapapun, agama manapun, etnis manapun, suku manapun yang ketika dia sudah menghina agama Islam, menghina ulama, menghina al-Quran, maka akan kita kejar ke manapun," ucap Habib Novel saat diminta pendapat terkait video anggota FPI yang menganiaya dan mengintimidasi anak yang masih di bawah umur.

Lalu, bagaimana pendapat para petinggi di negara ini? Apakah mereka diam saja? Apakah mereka ikut mendukung gerakan FPI yang terkesan "liar" dan "banci" ini? Tidak. Para petinggi di negeri ini langsung angkat bicara. Mereka terkesan sangat tidak setuju terhadap pergerakan FPI yang dinilai sudah sangat menyalahi aturan Undang-Undang yang berlaku.

Berikut tanggapan-tanggapan para petinggi di negeri ini.

1. Jenderal Pol Tito (Kapolri)

Tito Karnavian angkat bicara menegenai kegiatan FPI yang dinilai melanggar ketentuan dan ketertiban di masyarakat tersebut. Tito mengingatkan kepada masyarakat yang merasa tersinggung oleh ucapan orang lain di media sosial, seharusnya melaporkan ke polisi. Jangan turun tangan sendiri.

"Mengenai persekusi, saya perintahkan kepada seluruh jajaran kepolisian kalau ada yang melakukan upaya itu, jangan takut. Saya akan tindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar Tito usai acara buka puasa bersama di Pancoran, Jaksel, Kamis (1/5/17).

Sudah sangat jelas perintah dan tanggapan dari Tito. Kemudian Tito menjelaskan bahwa ada beberapa yang sudah dilakukan proses hukum, di antaranya di Jaktim ada anak umum 15-16 tahun yang gara-gara dia menulis kemudian ada dugaan dia dipaksa, didatangi, digeruduk. Kapolres Jaktim sudah diperintahkan untuk lakukan penangkapan ada satu orang.

(Baca Juga : Satu Lagi Terduga Pelaku Persekusi Remaja di Cipinang Diciduk Polisi)

2. Agus Hermanto (Wakil Ketua DPR )

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menegaskan persekusi tidak boleh dilakukan karena tak sesuai dengan aturan undang-undang. Agus mengimbau masyarakat menaati aturan.

"Persekusi itu tentunya tidak boleh dilaksanakan. Karena ini kan tidak sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku, tidak sesuai dengan aturan hukum. Untuk aparat penegakan hukum, ada aparat keamanan, ada," ujar Agus di gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (2/6/17).

"Ini semuanya kita kembalikan pada aturan. Negara kita kan negara hukum. Ya kita harus menaati seluruhnya, termasuk media, termasuk saya. Semuanya adalah bagian dari negara hukum," kata Agus.

(Baca juga : GP Ansor : Lawan Prilaku FPI Persekusi Orang, Kalau Dibiarkan Bisa Ngelunjak)

3. Djarot Saiful Hidayat (Plt Gubernur DKI)

Plt Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat ikut menyoroti aksi persekusi yang dilakukan terhadap anak-anak. Dia menyebut tindakan perburuan oleh sekelompok orang terhadap orang lain itu tidak patut.

"Ini kan sebetulnya tindakan yang tidak patut. Kita itu negara hukum, jadi silakan pada pihak yang berwenang dalam hal ini kepolisian tidak boleh setiap orang dari kita main hakim sendiri. kemudian menebar ketakutan atau intimidasi kepada pihak yang lain siapa pun itu," kata Djarot di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (2/6/17).

"Kalaupun ada yang tidak menyenangkan, unggahnya tak menyenangkan laporkan ke kepolisian. Jangan main hakim sendiri, itu contoh tidak baik siapapun itu dan harus tindak tegas kepolisian," ujarnya.

(Baca Juga : Kapolri : Soal Persekusi, Polisi jangan takut tindak tegas pelaku)

4. Sandiaga Uno (Wagub terpilih DKI Jakarta)

Tidak jauh beda dengan tanggapan para petinggi sebelumnya, Wagub terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno juaga sangat mengkhawatirkan kegiatan yang telah dilakukan oleh FPI tersebut. Sandiaga juga meminta agar segera dan secepatnya ada tindakan tegas untuk mencegah hal tersebut. Karena menurut dirinya, bila tidak segera dicegah, hal ini akan menjamur dan nantinya akan semakin susah untuk dihentikan.

"Kita nggak bisa membiarkan kegiatan-kegiatan yang sangat negatif ini menjadi menjamur di seluruh Indonesia. Khususnya di Jakarta kita harus punya suatu program yang khusus memastikan bukan hanya mendeteksi tapi mencegah," kata Sandiaga di Gedung BEI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (2/6/17).

"Kita melihat satu hal yang sangat penting adalah masalah edukasi dan keterlibatan masayarakat. Karena ini sudah di level mengkhawatirkan," ujarnya.

5. Romahurmuziy (Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan)

Ketua Umum PPP juga sangat tidak setuju dengan perbuatan keji yang dilakukan oleh FPI tersebut. Romi ingin segera kegiatan yang tidak legal tersebut segera dihentikan. Karena Hal tersebut akan membawa dampak yang negatif. Apalagi bila melihat korbannya, kebanyakan dari anak yang masih di bawah umur. Akan berpengaruh pada mental psikis nya.

Romi melanjutkan dampak negatif lainnya, jika tindakan persekusi ini dibiarkan akan ada tindakan trial by mass di mana-mana. Apabila tindakan persekusi terus berlanjut maka negeri ini bisa berubah menjadi mobokrasi yakni kekuasaan yang dijalankan oleh kerumunan.

"Jika terus berlanjut, negeri ini bisa berubah menjadi mobokrasi, kekuasaan yang dijalankan oleh kerumunan. Persekusi ini membahayakan tatanan," kata Romi.

Dia pun mengimbau agar semua orang yang merasa dirugikan atau melihat segala tindakan berbau SARA untuk melapor ke polisi. Kepolisian harus memiliki kepedulian untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut.

6. Arist Merdeka Sirait (Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak)

Arist menyebut tindakan yang dilakukan oknum ormas itu berlebihan. Pasalnya dalam video yang tersebar itu, ada pemukulan kepada M.

"Sesekali (M) dipukul kepalanya dan ditampar wajahnya untuk menirukan atau mengulang pernyataan yang dilakukan oleh interogatornya tanpa terlihat didampingi orangtua, terlebih pihak Kepolisian, adalah merupakan tindakan belebihan," jelas Arist.

Sebagai lembaga perlindungan anak, Arist mengatakan siap memberikan pendampingan hukum dan terapi psikososial bagi M. Komnas PA juga berencana menemui pimpinan FPI.

"Jika diperlukan, Komnas Perlindungan Anak segera akan memberikan pendampingan hukum dan terapi psikososial bagi M dan quick investigator Komnas Anak Segera menemui M dan keluarganya, juga kepada pimpinan FPI dan Ketua RW Cipinang Muara," pungkasnya.

"Tindakan sekelompok orang yang mengaku bergabung dalam salah satu ormas Islam (FPI) yang telah melakukan persekusi terhadap anak M (15) di Cipinang Muara Jakarta Timur yang dituduh melakukan penghinaan terhadap Ketua FPI HRS di media sosial, adalah perbuatan yang seharusnya tidak perlu terjadi dan merupakan tindakan kekerasan," ungkapnya.





Fokus : Persekusi



Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






21 menit yang lalu

Ponsel Baru dari Luar Negeri Juga Harus Registrasi IMEI Kalau Tak Mau Diblokir

Beritacenter.COM - Warga Negara Indonesia (WNI) atau turis yang kedapatan membawa smartphone terbaru dari luar..
55 menit yang lalu

Ternyata Ini Alasannya Ayah Kandung Bunuh Putrinya Yang Ditemukan di Drainase Sekolah

Beritacenter.COM - Ironis, seorang ayah kandung bernama Budi Rahmat(45) tega membunuh putri kandungnya sendiri Delis..
1 jam yang lalu

Modus Janjikan Nilai dan HP Baru, Guru Mesum di Padang Gagahi Siswi 2 Kali

Beritacenter.COM - Seorang guru bernama Joni Wardi (58) harus berurusan dengan polisi lantaran diduga telah mencabuli..
1 jam yang lalu

Tiang Listrik Saksi Bisu Ibu Hamil Tewas Tertabrak di Palmerah Ditaburi Bunga

Beritacenter.COM - Ibu hamil berinisial ER (26) tewas ditabrak mobil di bilangan Palmerah, Jakarta Barat. Korban..
1 jam yang lalu

Ronaldo Disalahkan Saat Juventus Kalah dari Lyon

Tak hanya Manchester United saja, Real Madrid hingga Juventus juga banjir piala setelah pemain asal Portugal tersebut merapat.
2 jam yang lalu

Demi Memperlancar Perkembangan Bisnis, PT Indosat PHK Ratusan Karyawannya...

Maksud dan tujuan PT Indosat memPHK karyawannya tersebut yakni agar perusahaan mampu berkembang dengan baik di bidangnya.
2 jam yang lalu

Polisi Ringkus Pelaku Yang Pukul Sopir Ambulans Pengantar Jenazah

Beritacenter.COM - Polisi berhasil meringkus pelaku berinsial SR yang memukul sopir ambulans saat membawa jenazah di..
2 jam yang lalu

Agar Dapat Bekerja Sama dengan Huawei, Ini yang Dilakukan Google kepada Pemerintah Amerika Serikat

Hal tersebut dilakukan oleh Google lantaran Huawei telah masuk ke dalam daftar hitam Amerika Serikat. Amerika Serikat..
2 jam yang lalu

Pencuri Gasak 4 Spion Mobil Alphard Quraish Shihab, Kerugian Rp18 Juta

Beritacenter.COM - Rumah cendikiawan muslim Quraish Shihab kebobolan maling. Empat buah spion mobil Toyota Alphard..
2 jam yang lalu

Kerajaan Arab Saudi Resmi Keluarkan Aturan Larangan Umroh Sementara...

Diketahui juga jika Ehsan Bouges selaku Kepala Pelayanan Kesehatan Komite Haji Saudi untuk Asia Tenggara..
3 jam yang lalu

Legenda Manchester United Prediksi Liverpool Juara Liga Champions 2019 - 2020

Beritacenter.COM - Legenda Manchester United, Rio Ferdinand memprediksi bahwa Liverpool akan kembali menjuarai Liga..
3 jam yang lalu

Uji Spesimen 188 ABK World Dream dan 68 ABK Diamond Princess, Kemenkes: Hasilnya Juga Kita Ungkap

Beritacenter.COM - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyebut pihaknya akan melakukan uji spesimen..
3 jam yang lalu

Ibu Hamil Ditabrak Mobil Yang Sedang Belajar Nyetir

Beritacenter.COM - Tragis menimpa seorang ibu hamil yang ditabrak mobil setelah keluar dari rumah yang berada di..
3 jam yang lalu

Polisi Usut Laporan Kasus 'Doktor Psikolog' Dedy Susanto, Pelapor Akan Diperiksa

Beritacenter.COM - Pengacara M Fadli Azis melaporkan seorang motivator 'doktor psikolog' Dedy Susanto terkait tuduhan..
4 jam yang lalu

Begini Cara Mendapatkan KIP Kuliah Jika Ingin Lanjut ke Perguruan Tinggi

Beritacenter.COM - Pemerintah akan mengesahkan Kartu Indonesia Pintar(KIP) Kuliah untuk membantu para lulusan SMA/SMK..
4 jam yang lalu

Polri Pastikan Irjen Antam Mundur dari Wakabareskrim Setelah Resmi Jabat Sekjen KKP

Pada posisi seperti sekarang beliau masih Plt di sana mengisi kekosongan jabatan tersebut, namun nanti apabila ada..
4 jam yang lalu

Borong NTT Diguncang Gempa 3,4 Magnitudo, Tidak Berpotensi Tsunami

Beritacenter.COM - Wilayah Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa berkekuatan..
4 jam yang lalu

Kena Banjir, Pegawai di Jakarta Boleh Cuti

Diketahui juga jika semua PNS yang ijin cuti kerja tersebut telah kembali bekerja pada Rabu (26/02/2020) kemarin.
4 jam yang lalu

Bisnis Travel Umroh Rugi Sampai Ratusan Miliar Imbas Arab Saudi Stop Jemaah

Beritacenter.COM - Ditutupnya pelayanan umroh oleh pemerintah kerajaan Arab Saudi membuat penyelenggara travel umroh..
5 jam yang lalu

Buwas Sebut Stok Pangan Semakin Menipis Jelang Ramadan

Beritacenter.COM - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebutkan harga pangan seperti daging, minyak dan gula..
5 jam yang lalu

Pemerintah India Lakukan Diskriminatif Membuat Umat Hindu-Islam Terpecah Belah

Beritacenter.COM - Kerusuhan yang pecah di New Delhi telah menewaskan 34 orang. Bentrokan itu terjadi antara pemrotes..
5 jam yang lalu

Gerak Cepat Pemerintah Antisipasi Virus Corona

Penyebaran Virus Corona menjadi kekhawatiran global. Kendati demikian, Pemerintah telah bergerak cepat guna..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi