Sabtu, 31 Juli 2021 - 19:32 WIB

Semua Pihak Khawatir Melihat Persekusi yang Dilakukan FPI

Lalu, bagaimana pendapat para petinggi di negara ini? Apakah mereka diam saja? Apakah mereka ikut mendukung gerakan FPI yang terkesan "liar" dan "banci" ini? Tidak.

Sari Intan Putri | Jumat, 02 Juni 2017 | 16:02 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.com - Disaat Bulan Ramadhan, seharusnya banyak kegiatan positif yang dilakukan oleh masyarakat beragama Islam pada khususnya. Namun, ormas yang mengatas namakan Islam dalam hal ini FPI, malah tidak berbuat demikian. Baru-baru ini kita dengar persekusi yang dilakukan oleh FPI.

FPI sendiri sudah terang-terangan mengatakan bahwa akan menindak tegas setiap orang yang telah diduga menghina atau merendahkan Agama dan atau Ulama. Hal itu disampaikan oleh Habib Novel.

"Jadi kita tidak akan diamkan, siapapun, agama manapun, etnis manapun, suku manapun yang ketika dia sudah menghina agama Islam, menghina ulama, menghina al-Quran, maka akan kita kejar ke manapun," ucap Habib Novel saat diminta pendapat terkait video anggota FPI yang menganiaya dan mengintimidasi anak yang masih di bawah umur.

Lalu, bagaimana pendapat para petinggi di negara ini? Apakah mereka diam saja? Apakah mereka ikut mendukung gerakan FPI yang terkesan "liar" dan "banci" ini? Tidak. Para petinggi di negeri ini langsung angkat bicara. Mereka terkesan sangat tidak setuju terhadap pergerakan FPI yang dinilai sudah sangat menyalahi aturan Undang-Undang yang berlaku.

Berikut tanggapan-tanggapan para petinggi di negeri ini.

1. Jenderal Pol Tito (Kapolri)

Tito Karnavian angkat bicara menegenai kegiatan FPI yang dinilai melanggar ketentuan dan ketertiban di masyarakat tersebut. Tito mengingatkan kepada masyarakat yang merasa tersinggung oleh ucapan orang lain di media sosial, seharusnya melaporkan ke polisi. Jangan turun tangan sendiri.

"Mengenai persekusi, saya perintahkan kepada seluruh jajaran kepolisian kalau ada yang melakukan upaya itu, jangan takut. Saya akan tindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar Tito usai acara buka puasa bersama di Pancoran, Jaksel, Kamis (1/5/17).

Sudah sangat jelas perintah dan tanggapan dari Tito. Kemudian Tito menjelaskan bahwa ada beberapa yang sudah dilakukan proses hukum, di antaranya di Jaktim ada anak umum 15-16 tahun yang gara-gara dia menulis kemudian ada dugaan dia dipaksa, didatangi, digeruduk. Kapolres Jaktim sudah diperintahkan untuk lakukan penangkapan ada satu orang.

(Baca Juga : Satu Lagi Terduga Pelaku Persekusi Remaja di Cipinang Diciduk Polisi)

2. Agus Hermanto (Wakil Ketua DPR )

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menegaskan persekusi tidak boleh dilakukan karena tak sesuai dengan aturan undang-undang. Agus mengimbau masyarakat menaati aturan.

"Persekusi itu tentunya tidak boleh dilaksanakan. Karena ini kan tidak sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku, tidak sesuai dengan aturan hukum. Untuk aparat penegakan hukum, ada aparat keamanan, ada," ujar Agus di gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (2/6/17).

"Ini semuanya kita kembalikan pada aturan. Negara kita kan negara hukum. Ya kita harus menaati seluruhnya, termasuk media, termasuk saya. Semuanya adalah bagian dari negara hukum," kata Agus.

(Baca juga : GP Ansor : Lawan Prilaku FPI Persekusi Orang, Kalau Dibiarkan Bisa Ngelunjak)

3. Djarot Saiful Hidayat (Plt Gubernur DKI)

Plt Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat ikut menyoroti aksi persekusi yang dilakukan terhadap anak-anak. Dia menyebut tindakan perburuan oleh sekelompok orang terhadap orang lain itu tidak patut.

"Ini kan sebetulnya tindakan yang tidak patut. Kita itu negara hukum, jadi silakan pada pihak yang berwenang dalam hal ini kepolisian tidak boleh setiap orang dari kita main hakim sendiri. kemudian menebar ketakutan atau intimidasi kepada pihak yang lain siapa pun itu," kata Djarot di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (2/6/17).

"Kalaupun ada yang tidak menyenangkan, unggahnya tak menyenangkan laporkan ke kepolisian. Jangan main hakim sendiri, itu contoh tidak baik siapapun itu dan harus tindak tegas kepolisian," ujarnya.

(Baca Juga : Kapolri : Soal Persekusi, Polisi jangan takut tindak tegas pelaku)

4. Sandiaga Uno (Wagub terpilih DKI Jakarta)

Tidak jauh beda dengan tanggapan para petinggi sebelumnya, Wagub terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno juaga sangat mengkhawatirkan kegiatan yang telah dilakukan oleh FPI tersebut. Sandiaga juga meminta agar segera dan secepatnya ada tindakan tegas untuk mencegah hal tersebut. Karena menurut dirinya, bila tidak segera dicegah, hal ini akan menjamur dan nantinya akan semakin susah untuk dihentikan.

"Kita nggak bisa membiarkan kegiatan-kegiatan yang sangat negatif ini menjadi menjamur di seluruh Indonesia. Khususnya di Jakarta kita harus punya suatu program yang khusus memastikan bukan hanya mendeteksi tapi mencegah," kata Sandiaga di Gedung BEI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (2/6/17).

"Kita melihat satu hal yang sangat penting adalah masalah edukasi dan keterlibatan masayarakat. Karena ini sudah di level mengkhawatirkan," ujarnya.

5. Romahurmuziy (Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan)

Ketua Umum PPP juga sangat tidak setuju dengan perbuatan keji yang dilakukan oleh FPI tersebut. Romi ingin segera kegiatan yang tidak legal tersebut segera dihentikan. Karena Hal tersebut akan membawa dampak yang negatif. Apalagi bila melihat korbannya, kebanyakan dari anak yang masih di bawah umur. Akan berpengaruh pada mental psikis nya.

Romi melanjutkan dampak negatif lainnya, jika tindakan persekusi ini dibiarkan akan ada tindakan trial by mass di mana-mana. Apabila tindakan persekusi terus berlanjut maka negeri ini bisa berubah menjadi mobokrasi yakni kekuasaan yang dijalankan oleh kerumunan.

"Jika terus berlanjut, negeri ini bisa berubah menjadi mobokrasi, kekuasaan yang dijalankan oleh kerumunan. Persekusi ini membahayakan tatanan," kata Romi.

Dia pun mengimbau agar semua orang yang merasa dirugikan atau melihat segala tindakan berbau SARA untuk melapor ke polisi. Kepolisian harus memiliki kepedulian untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut.

6. Arist Merdeka Sirait (Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak)

Arist menyebut tindakan yang dilakukan oknum ormas itu berlebihan. Pasalnya dalam video yang tersebar itu, ada pemukulan kepada M.

"Sesekali (M) dipukul kepalanya dan ditampar wajahnya untuk menirukan atau mengulang pernyataan yang dilakukan oleh interogatornya tanpa terlihat didampingi orangtua, terlebih pihak Kepolisian, adalah merupakan tindakan belebihan," jelas Arist.

Sebagai lembaga perlindungan anak, Arist mengatakan siap memberikan pendampingan hukum dan terapi psikososial bagi M. Komnas PA juga berencana menemui pimpinan FPI.

"Jika diperlukan, Komnas Perlindungan Anak segera akan memberikan pendampingan hukum dan terapi psikososial bagi M dan quick investigator Komnas Anak Segera menemui M dan keluarganya, juga kepada pimpinan FPI dan Ketua RW Cipinang Muara," pungkasnya.

"Tindakan sekelompok orang yang mengaku bergabung dalam salah satu ormas Islam (FPI) yang telah melakukan persekusi terhadap anak M (15) di Cipinang Muara Jakarta Timur yang dituduh melakukan penghinaan terhadap Ketua FPI HRS di media sosial, adalah perbuatan yang seharusnya tidak perlu terjadi dan merupakan tindakan kekerasan," ungkapnya.





Fokus : Persekusi



Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






32 menit yang lalu

Ini 7 Makanan Sehat Untuk Orang Sakit agar Cepat Pulih

Beritacenter.COM - Makanan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan gizi dan membantu proses pemulihan pada orang yang..
1 jam yang lalu

Anies Baswedan Sebut Selama Anda Manusia Berarti Bisa Divaksin di Jakarta

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengungkapkan ada empat komponen yang dapat..
2 jam yang lalu

Update Covid-19 Per 31 Juli : Kasus Positif Bertambah 37.284

Beritacenter.COM - Kasus virus corona di Indonesia kian memperihatinkan. Tercatat, pada hari ini, Sabtu (31/7/2021),..
3 jam yang lalu

Ini Penjelasan Pemprov DKI Soal Pembeli di Warteg Harus Sudah Divaksin Covid-19

Beritacenter.COM - Pemerintah Provinnsi (Pemprov) DKI Jakarta menerangkan soal aturan pedagang dan pengunjung yang..
5 jam yang lalu

Punya Penyakit Bisul ? Coba 6 Obat Alami ini

Beritacenter.COM - Bisul adalah benjolan kecil berisi nanah yang terbentuk di bawah lapisan kulit. Apabila tidak..
6 jam yang lalu

Ayu Ting Ting Ogah Berdamai Usai Anaknya Dihina Mental Pengemis

Beritacenter.COM - Pedangdut Ayu Ting Ting memilih untuk mengambil jalur hukum demi memberikan efek jera kepada akun..
7 jam yang lalu

Tak Puas Dengan Isteri, Pria Bejat ini Masih Cabuli Adik Ipar Dibawah Umur

Beritacenter.COM - Seorang pria di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat tega mencabuli adik iparnya sendiri yang masih..
8 jam yang lalu

Pemain Sepak Bola Berdarah Indonesia - Belanda Meninggal Dunia

Beritacenter.COM - Pemain sepak bola berdarah Indonesia - Belanda Noah Gesser dikabarkan meninggal dunia dalam..
9 jam yang lalu

Ganti Presiden? Ya Setuju

Biasa saja dan sederhana. Ganti presiden itu pasti. Pertama-tama umur orang itu terbatas, tidak ada yang hidup..
10 jam yang lalu

GENDERANG PERANG DEMOKRAT LAWAN RAKYAT!

Konyol, satu kata pembuka dari saya untuk partai Demokrat, membaca berita dari berbagai media yang santer mengutip..
11 jam yang lalu

Tidak Tahu Diri...! Habis Isi Bensi Di SPBU Bintaro Sebuah Mobil Mewah B 1201 QZ Kabur Gak Mau Bayar

Beritacenter.COM - Media sosial dibuat heboh video sebuah mobil mewah mengisi BBM di sebuah SPBU tidak mau membayar..
12 jam yang lalu

PMI Lagi Ngapain?

Seperti kita ketahui penyintas covid19 bisa mendonorkan darahnya kepada pasien yg positif Covid. PMI adalah badan yg..
19 jam yang lalu

Tiga Cara Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah Ta'ala

Seorang muslim sejatinya diperintahkan untuk selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala..
20 jam yang lalu

Tambal Defisit Anggaran, Gibran Pangkas Tunjangan ASN di Solo

Beritacenter.COM - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memangkas tunjangan penghasilan pegawai (TPP) Aparatur..
20 jam yang lalu

Mendagri Berikan Pesan ke Kepala Daerah &Forkopimda Ikut Turun Salurkan Bantuan

Beritacenter.COM - Menteri dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian berpesan kepada pemerintah daerah untuk tetap kawal..
21 jam yang lalu

Geger! Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Masjid Raya Medan

Beritacenter.COM - Warga digemparkan dengan penemuan mayat tanpa identitas di halaman depan Masjid Raya Al Mashun,..
22 jam yang lalu

Terungkap ! Mayat Wanita Terkubur di Sleman Ternyata Korban Pembunuhan

Beritacenter.COM - Kasus penemuan mayat perempuan berinisial DLP (21) asal Klaten yang ditemukan terkubur di..
22 jam yang lalu

Resahkan Warga, Empat Pelaku Begal Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Satreskrim Polsek Tambelang, Kabaupaten Bekasi menangkap empat pelaku begal yang merasahkan..
23 jam yang lalu

Alhamdulillah !! Jumlah Pasien Covid -19 yang Sembuh di Sulteng Pecahkan Rekor Baru

Beritacenter.COM - Kabar baik datang dari pasien Covid -19 di Sulawesi Tengah (Sulteng) angka kesembuhan mencapai 426..
23 jam yang lalu

Kematian Akibat Covid Masih Tinggi, Waspada

Ini gambar dari instagram laporcovid19. Jumlah angka kematian yang sangat besar. Sekarang ini sering sekali dapat..
23 jam yang lalu

Nasib Pilu Gadis 15 Tahun di Jember, Diperkosa Ayah Tiri dan Paman Selama 2 Tahun hingga Hamil 4 Bulan

Beritacenter.COM - Seorang gadis berusia 15 tahun di Kecamatan Silo, Jember, hamil 4 bulan usai di setubuhi oleh ayah..
1 hari yang lalu

Wanita Positif Covid-19 Ditangkap saat Mesum di Kosan Aceh

Beritacenter.COM - Polisi syariat Aceh mengamankan pasangan diduga mesum berinisial RTA (21) dan AJS (26). Belakangan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi