Kamis, 16 Juli 2020 - 01:58 WIB

Didepan Pansus Angket, Dirdik KPK Sebut Ada Penyidik Potong Video Pemeriksaan Miryam

Yang disiarkan di persidangan, ada terpotong-potong semuanya. Ada penyidik yang datang ke JPU nya, mereka jelaskan pada saya 'putarkan yang independen, biar tahu siapa yang independen

Oleh : Aisyah Isyana | Rabu, 30 Agustus 2017 | 08:27 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Didepan Pansus Angket, Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman menejelaskan terkait video pemeriksaan Miryam S Haryani yang diduga dipotong untuk menyerang dirinya.

"Yang disiarkan di persidangan, ada terpotong-potong semuanya. Ada penyidik yang datang ke JPU nya, mereka jelaskan pada saya 'putarkan yang independen, biar tahu siapa yang independen'," ungkap Aris di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 29 Agustus 2017.

"Lalu yang di dalam video Bu Miryam dia mengatakan independen, kan dia tanya ke situ, itu kan dipotong-potong semuanya. Saat itu dijelaskan, dia tahu betul ada yang jelaskan direktur, itu bukan daftar nama. Itu surat panggilan yang atas nama saya," sambungnya.

Menanggapi pernyataan itu, Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK, Masinton Pasaribu, lantas menanyakan prihal video pemeriksaan Miryam yang disebut Aris telah di potong.

"Yang diputar di sidang dipotong-potong?" tanya Masinton.

"Ya, diperdengarkan di sidang," jawab Aris.

Selanjutnya, Masinton lantas mempertanyakan prihal apakah ada dugaan pemberian keterangan palsu dalam video yang diputar tersebut. Namun, Aris enggan berkomentar.

"Saya tak ingin memberikan komentar. Ini kan luar biasa, dituduh TV nasional saya ditunjuk foto direktur ketemu DPR berulangkali. Itu pembunuhan karakter luar biasa. Satupun anggota DPR tak ada yang saya kenal. Itu dipotong, saya diincar," papar Aris.

Sementara itu, Anggota Pansus Hak Angket KPK Bambang Soesatyo meminta pimpinan Pansus menyita rekaman utuh terkait pemeriksaan Miryam. Pasalnya, Bambang menilai ada rekayasa di balik video tersebut.

"Surat penyitaan dokumen utuh dokumen utuh tolong diuber. Potongan itu rekayasa. Karena tak gambarkan yang sebenarnya," cetus Bambang.

Dalam kasus ini, Aris memaparkan bahwa ada pihak yang ingin memotong video pemeriksaan Miryam S Haryani untuk diarakan kepada dirinya. Aris mengatakan, pemotongan video itu dilakukan atas permintaan salah satu penyidik KPK.

"Jadi begini, konteksnya sudah dipilih Jaksa Penuntut Umum sekuel mana yang akan ditampilkan. Kemudian, ada salah satu penyidik akan diperiksa sebagai saksi di dalam persidangan itu datang tampilkan yang ada independen kita liat siapa yang independen," ujar Aris.

Video yang diputar di persidangan, menunjukan Miryam tampak memberikan kertas kepada penyidik KPK, Novel Baswedan. Dalam video itu, terlontar sebuah kalimat 'direktur' yang diucapkan oleh Novel.

"Kan seperti itu, itu tidak ada sekuel yang dipilih JPU KPK tapi itu ditonjolkan. Artinya, secara pribadi ingin menampilkan itu, dan dia tahu betul itu ada saya dan disebutkan," lanjut Aris.

Terkait adanya pemotongan video yang diarahkan untuk menyerangnya, Aris mengaku enggan menyebutkan siapa penyidik tersebut. Aris mengatakan bahwa dirinya sudah melaporkan hal itu ke pengawas internal KPK dan polisi.

"Salah satu penyidik, saya tidak ingin menyebutkan saya laporkan ke pengawas KPK dan sudah saya laporkan ke Polri," ucap dia.






Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






8 menit yang lalu

Bantah Pengunduran Diri Dirjen Perikanan Tangkap, KKP: Zulfikar Diberhentikan Sejak Senin!

Beritacenter.COM - Heboh, beredar kabar pengunduran diri Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan..
36 menit yang lalu

Usai Beli Makan, Pemuda di Depok Tewas Dihantam Sepeda Motor

Beritacenter.COM - Kasino (38) warga Kp Lio, Pancoran Mas, Depok, meninggal dunia usai tertabrak sepeda motor di..
1 jam yang lalu

Tawaran ke Raffi Ahmad Disebut Bercanda, Putri Ma'ruf Gandeng Kader PKS di Pilwakot Tangsel

Beritacenter.COM - PKS menyebut 'pinangan' putri Wapres Ma'ruf ke artis Raffi Ahmad hanya sekedar bercanda. PKS..
1 jam yang lalu

Periksa Tiga Orang Saksi, KPK Usut Kepemilikan Tanah Nurhadi di Padang Lawas

Beritacenter.COM - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi..
2 jam yang lalu

Toko Bahan Kimia di Solo Terbakar, 17 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi

Beritacenter.COM - Kebakaran melanda sebuah toko bahan kimia Bratachem di Kota Solo, Jawa Tengah, malam ini. Petugas..
3 jam yang lalu

Edarkan Sabu di Tempat Kerja, Karyawan Hiburan Malam Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang pemuda berinisial AH (31) lantaran diduga mengedarkan..
3 jam yang lalu

Bukti Tak Cukup Kuat, Laporan Dewi Tanjung soal Bendara PKI Ditolak

Beritacenter.COM - Laporan politikus PDIP Dewi Tanjung soal kepemilikan bendera PKI yang dikaitkan dengan Peraudaraan..
4 jam yang lalu

Gegara Warisan, Tiga Anak di Sumut Tega Gugat Ibu Kandungnya Sendiri ke Pengadilan

Beritacenter.COM - Tiga orang anak di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, tega menggugat ibu kandungnya..
4 jam yang lalu

BIJAK! Cara Menteri Edhy Sikapi Pemberitaan Kritis

"Kritik itu perlu, tapi memberi solusi dan mengedukasi publik jauh lebih penting"
5 jam yang lalu

Tolak Jalani Test Swab, Lapak 16 Pedagang di Pasar Abian Timbul Disegel

Beritacenter.COM - Pengelola Pasar Abian Timbul, Denpasar, Bali, melarang 16 pedagang untuk berjualan lantaran..
5 jam yang lalu

Soal Laporan Dewi Tanjung Terkait Bendera PKI, PA 212 : Kita Gak Tau Siapa yang Bawa!

Beritacenter.COM - Politikus PDIP Dewi Tanjung melaporkan Presidium Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) ke Polda Metro..
6 jam yang lalu

Malam Ini, Polisi Periksa 2 Saksi Usut Kasus Tewasnya Editor Metro TV

Beritacenter.COM - Polisi tengah mengumpulkan saksi-saksi guna mengungkap kasus tewasnya editor Metro TV, Yodi..
7 jam yang lalu

Sambangi Polda Metro, Dewi Tanjung Berniat Laporkan PA 212 soal Bendera PKI

Beritacenter.COM - Politikus PDIP, Dewi Tanjung, sambangi Mapolda Metro Jaya siang tadi. Kedatangan Dewi ke Mapolda..
8 jam yang lalu

Gus Yasin soal Ponpes Mbah Moen Disebut Klaster Corona : Sampai Hari Ini Alhamdulillah Aman!

Beritacenter.COM - Taj Yasin Maimoen atau lebih dikenal Gus Yasin, menanggapi pernyataan Wasekjen PBNU Masduki..
8 jam yang lalu

Kelelahan dan Kena Serangan Jantung, Pesepeda di Yogya Seketika Jatuh dan Meninggal

Beritacenter.COM - Seorang pria dilaporkan meninggal dunia saat tengah bersepeda di Jalan Menteri Supeno, Kota..
9 jam yang lalu

Kami Satu Keluarga Besar Memilih Jokowi

Ibu saya almamater Pondok Pesantren Diniyah Putri, Aisyiah. Walau ibu saya anaknya banyak namun dia tetaplah aktifis..
9 jam yang lalu

Polisi Bongkar Jaringan Penjual Materai Palsu di Bojonegoro

Beritacenter.COM - Jajaran Stareskrim Polres Bojonegoro berhasil membongkar puluhan ribu materai palsu dan daur..
9 jam yang lalu

Sekjen Masyarakat Perikanan Nusantara: Perkembangan Budidaya Lobster Era Susi Nihil, Hanya Marak Penyelundupan

BeritaCenter.COM – Sekjen Masyarakat Perikanan Nusantara, Dr Nimmi Zulbainarni mengatakan, maraknya aktivitas..
10 jam yang lalu

Tommy Soeharto Keluarkan Jurus "Prihatin Lagi"

Tommy Soeharto mengatakan setelah 22 tahun reformasi, pemilu malah semakin buruk dan memprihatinkan. Kali ini Tommy..
10 jam yang lalu

Ditawari Jadi Calon Wakil Wali Kota Tanggerang Selatan, ini Tanggapan Rafi Ahmad

Beritacenter.COM - Artis Raffi Ahmad masih belum bisa menentukan sikapnya soal tawaran menjadi calon wakil Wali Kota..
11 jam yang lalu

HASUTAN ITU KIAN MENCEKAM

Membaca beberapa artikel yg makin berani menguak siapa PKI sebenarnya, jelas bahwa rencana luar bisa itu berhasil..
11 jam yang lalu

Edhy Prabowo Sebut Satu Ekor Lobster di Perairan RI Mampu Bertelur Hingga 500 Ribu Benih

Beritacenter.COM - Menteri Kelautan Dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengklaim lobster di Indonesia bisa bertelur..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi