Minggu, 26 Januari 2020 - 10:05 WIB

Sahabatku Bangsa Indonesia...

Oleh : Anas Baidowi | Minggu, 13 Mei 2018 | 16:44 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Saya menyampaikan duka yang sedalam-dalamnya atas berjatuhannya para korban akibat aksi terorisme di gereja-gereja di Surabaya pada Minggu 13/5/2018.

Tragedi Surabaya telah menimbulkan kembali kenangan buruk bagi masa depan Indonesia. Aksi keji dan biadab...

Ledakan dan Bom yang ada dibeberapa titik, bahkan pada 3 (tiga) titik telah meledak secara hampir bersamaan, mengindikasikan kuat bahwa kejadian tersebut terrencana dengan baik, terorganisir dengan matang, terkendalikan oleh yang mempunyai pengalaman atau pengetahuan dan patut diduga kuat dibiayai oleh pemodal yang mendukung mereka. Ini indikasi saya yang mengaca pada tragedi bom Natal tahun 2000...

Tragedi awal mimpi buruk lahirnya aksi terorisme berlatar belakang yang mengatasnamakan jihad keagamaan di Indonesia. Saat itu, publik Indonesia dikejutkan serangan bom di sejumlah gereja di Jakarta tepat pada malam Natal 2000.

Ledakan malam Natal pada tahun 2000 tersebut yang dilakukan oleh Dulmatin dan rekan-rekannya terjadi di Gereja Katedral, Sekolah Kanisius Menteng Raya, Gereja Matraman, Gereja Koinonia Jatinegara, dan Gereja Oikumene Halim. Ledakan tersebut telah merenggut ratusan nyawa tewas

Sebelum Tragedi Surabaya hari Minggu 13/5/2018, di Mako Brimbob Polri telah terjadi penyanderaan yang mengakibatkan gugurnya 5 anggota Polri, beberapa luka dan penyanderaan 1 orang anggota Polri.
Pada saat kejadian tersebut, di sebuah TV swasta ada oknum anggota legislatif yang diwawancara menyatakan bahwa intinya ada lembaga lain yang harus menjadi pihak terdepan dalam penanganan teroris, bukan Polri. Mengapa oknum politisi tersebut begitu semangat dan berkoar seolah mempertanyakan kapabilitas Polri dalam menangani teroris? Bicara dengan memanfaatkan momentum?

Kemudian, pembebasan sandera yang memakan waktu sekira 36 jam itu, berhasil dilakukan tanpa pertumpahan darah. Prestasi kemanusiaan ini tidak semuanya merespon dengan positif. Pada beberapa medsos bahkan dengan keji ada oknum menuduh prestasi tersebut merupakan rekayasa Polri. Sungguh pemikiran yang Biadab !

Teroris memang tidak tinggal diam... Tidak puas dengan pemberontakan di Rutan Brimob, selang beberapa waktu kemudian ditusuklah anggota Polri di Mako Brimob oleh OTK. Setelah itu kemudian ada 2 wanita juga yang patut diduga menjadi bagian rangkaian aksi “amaliah” mereka dengan sasaran anggota Polri diamankan di sekitar Mako di Kelapa Dua. Ada juga OTK yang diamankan di Mako Brimob Kedunghalang.

Seakan masih tidak puas, hari ini membabi buta, kelompok teroris ini meluluhlantahkan Surabaya dan sejumlah saudara-saudari Non Muslim yang hendak atau sedang khusuk beribadah dengan taat di sejumlah gereja. Polanya sangat teratur dan terencana karena durasi waktu yang hampir bersamaan. Titik ledak ada dibeberapa tempat, 3 meledak dan lainnya sedang atau telah diamankan Polri.

Teroris dan ajaran Terorisme bukan Islam dan bukan Muslim....!

Ini bukan masalah agama... atau toleransi beragama... karena mereka yang melakukan pemboman itu tidak beragama, bukan Islam dan bukan Muslim...

Mereka berkedok beragama, berkedok Islam dan berkedok Muslim... karena paling mudah menghancurkan peradaban dan kesatuan di Indonesia dengan mendeskreditkan kaum atau mengadu domba dg ummat Muslim sebagai mayoritas, melalui cara cara jahat dan kejam yang dilabeli Muslim dan Islam.... agar tebangun friksi friksi dalam kehidupan beragama sehingga terwujud permasalahan intoleransi....

Itu mau mereka !!!

Mohon agar tidak terprovokasi dan tidak memberikan label sebagai masalah intoleransi keagamaan.... ini murni Kejahatan Kemanusiaan, Kejahatan terhadap Keagamaan dan Kejahatan terhadap Pancasila.... !!!

Bagaimana dengan HAM?

Walaupun mereka teroris, mereka juga manusia... sama seperti saya, kalian dan seluruh manusia di muka bumi, yang menurut ajaran agama yang saya yakini sangat tidak boleh dibunuh, dilukai, disakiti tanpa alasan yang sah menurut perintah Sang Maha Kuasa dan sah berdasarkan peraturan perundang-undangan...

Untuk itu... janganlah terprovokasi oleh siapapun untuk melakukan perbuatan yang melawan hukum dalam melawan teroris... karena jika dilakukan... bahkan jika hanya dipikirkan... sama saja ... biadab !

Teroris harus ditembak mematikan jika sudah jelas dengan mata kepala dan nyata-nyata dihadapan kita dia mengancam nyawa manusia... termasuk aparat... atau jika putusan yang berkekuatan hukum yang tetap memerintahkan seperti itu... jangankan teroris, penjahat saja sah dalam kondisi seperti itu untuk dimatikan...

Jangan percaya seluruh pendapat dan ajakan untuk dengan kesewenang-wenangan untuk membunuh manusia tanpa alasan yang sah menurut agama dan hukum...

Sekali lagi....
Ini murni Ketidakberadaban... alias biadab...

Biarkan dulu Polri bekerja... hingga semua terang dan jelas... baru kita evaluasi...

#Save-NKRI

Kupang
Minggu, 13 Mei 2018
Andrea H Poeloengan





#Berita Kriminal Indonesia #Lawan Teroris #Save NKRI


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






44 menit yang lalu

Korban Tewas Miras Oplosan Maut di Tasikmalaya Jadi 7 Orang

Beritacenter.COM - Pesta minuman keras (miras) oplosan yang melibatkan tiga kelompok di Tasikmalaya, Jawa Barat,..
49 menit yang lalu

Tersangka Kasus Prostitusi Cafe Khayangan Bertambah Jadi 8 Orang

BeritaCenter.COM – Jumlah tersangka dalam kasus prostitusi di Cafe Khayangan Jakarta Utara kini bertambah dari..
1 jam yang lalu

Polisi Ungkap Prostitusi Anak di Berau Kaltim

BeritaCenter.COM - Kasat Reskrim Polres Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) AKP Rengga Puspo Saputro mengatakan pihaknya..
1 jam yang lalu

Korban Gempa Turki Bertambah, 29 Korban Tewas, 1.243 Luka-luka

Beritacenter.COM - Korban gempa magnitudo 6,8 di wilayah Turki bagian timur Kota Sivrice, di tepi danau Provinsi..
13 jam yang lalu

Jokowi "Tegas" Bangun Ibu Kota Baru Bukan Hasil Utang, Tapi...

Beritacenter.COM - Skema government guarantee tidak digunakan dalam pembangunan ibu kota baru melainkan..
16 jam yang lalu

Mendukung Program Pemerintah Memberantas Radikalisme

Pemerintahan dibawah naungan Presiden Jokowi menegaskan akan meningkatkan keseriusannya dalam menangani masalah..
18 jam yang lalu

Pemindahan Ibu Kota Negara Wujudkan Kemajuan Bangsa

Pemerintah terus mempercepat pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Pemindahan Ibu Kota Negara..
20 jam yang lalu

Polisi Ringkus 1 Pelaku Perampokan Warteg Pesanggrahan, 2 Masih Buron

Beritacenter.COM - Satu pelaku perampokan di warteg Mamoka Bahari, Kawasan Petungkangan Utara Pesanggrahan, Jakarta..
22 jam yang lalu

Kebakaran Hanguskan 48 Kios di Pasar Induk Caringan Bandung

Beritacenter.COM - Sebanyak 48 kios di Pasar Induk Caringan, Kota Bandung habis terbakar, Sabtu (25/1/2020)...
23 jam yang lalu

Ratusan Personel Gabungan Amankan Imlek di Wihara Dharma Bhakti Petak Sembilan

Beritacenter.COM - Jajaran personel gabungan dari TNI - Polri disiagakan untuk mengamankan Tahun Baru Imlek 2571 di..
1 hari yang lalu

Negara Ini Yang Pertama di Wilayah Eropa Terpapar Virus Corona Wuhan

Beritacenter.COM - Negara Prancis menjadi wilayah Eropa pertama yang mengkonfirmasi terpapar kasus virus corona..
1 hari yang lalu

Pelaku Begal Warteg Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Pelaku tiga begal yang beraksi di sebuah Warteg di kawasan Petukangan..
1 hari yang lalu

Gempa Mengguncang Negara Turki

Beritacenter.COM - Gempa berkekuatan 6,8 skala richter(SR) mengguncang provinsi Elazig di Turki Timur pada..
1 hari yang lalu

Bosan dengan Istri dan Tak Kuat Menahan Nafsu, Kakek di Pandeglang Cabuli 2 Bocah

Beritacenter.COM - Kakek berinisial ES (66) warga Citumenggung, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, Banten,..
1 hari yang lalu

Polisi Usut Laporan Roy Suryo Soal Sunda Empire Terkait Tudingan Tak Mengerti Sejarah

Beritacenter.COM - Petinggi Sunda Empire, Rangga Sasana, dipolisikan politikus Roy Suryo lantaran menyebut dirinya..
1 hari yang lalu

Soal Bentrokan Massa di Sukabumi, Polisi: Salah Paham Karena Video Viral

Beritacenter.COM - Bentrokan antar dua kelompok massa terjadi dekat area pabrik sepati PT PAI, Kecamata Sukalarang,..
1 hari yang lalu

Iming-imingi Korban Gaji Belasan Juta, Kafe Remang Jakut Rekrut PSK lewat Medsos

Beritacenter.COM - Polda Metro Jaya membongkar praktik prostitusi yang melibatkan wanita ABG di Cafe Khayangan, Rawa..
1 hari yang lalu

Polisi Bongkar Praktik Prostitusi di Kafe Remang Jakut, PSK ABG Direkrut dari Medsos

Beritacenter.COM - Polisi menangkap enam tersangka penjaja layanan seks ABG di Cafe Khayangan, Rawa Bebek,..
1 hari yang lalu

Bentrokan Antar Dua Kelompok Massa Pecah di Sukabumi

Beritacenter.COM - Dua kelompok massa di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dillaporkan terlibat..
1 hari yang lalu

Ada Pilu di Ultah Megawati ?

Memasuki usia 73 tahun mungkin jadi semacam privelege yang gak bisa dimilikin banyak orang. Privilege itu kemudian..
1 hari yang lalu

Soal Video Banjir Pintu Monas Depan Istana, Sekda DKI Omeli Dishub Tak Cek Kebenaran

Beritacenter.COM - Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, Juaini Yusuf, memastikan viral video soal genangan di..
1 hari yang lalu

Mewaspadai Gerakan Radikal di Indonesia

Radikalisme masih menjadi kekhawatiran yang perlu diantisipasi masyarakat dan Pemerintah. Pasalnya, paham Anti..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi