Tuesday, 25 Jun 2019
Temukan Kami di :
Kriminal

Polisi Tembak Mati Rekan Jambret Tewaskan Penumpang Ojol di Cempaka Putih

Aisyah Isyana - 13/07/2018 09:47

Beritacenter.COM - Pelaku jambret yang menewaskan penumpang ojek online, Warsilah, di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, tak beraksi seorang diri. Sandi Haryanto (27) yang sudah diamankan polisi, beraksi dengan bantuan rekannya Udin (20).

Saat ini, Udin telah ditangkap polisi, namun terpaksa ditembak mati lantaran berupaya melawan dan melarikan diri dari petugas. Udin ditangkap setelah polisi memeriksa rekaman CCTV yang berada di lokasi. Pada rekaman, Udin sempat melirik kroban saat jatuh dari motor.

"Pelaku Udin dalam melakukan aksinya bersama-sama dengan pelaku Sandi yang saat ini ditahan di Polres Metro Jakpus," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta, Jumat (13/7/2018).

Baca juga :

Dalam menjalankan aksinya, Udin diketahui berperan sebagai penghalau motor ojol yang ditumpangi Warsilah agar tak melaju terlalu kencang. Setelah memungkinkan, baru lah Sandi mengambil kesempatan untuk menjambret korban yang berujung pada tewasnya korban.

Udin yang diketahui sebagai pemuda pengangguran ini ditangkap personel Polres Jakarta Timur di Jalan Pemuda, Rawamangun, Rabu (12/7) kemarin. Udin juga pernah melakukan aksi penjambretan di sejumlah lokasi bersama para komplotannya.

Setelah ditangkap, polisi menggiring Udin untuk menunjukkan lokasi rekannya, Roji, yang masih diburu polisi. Namun, Udin nekat melakukan perlawanan dan berupaya melarikan diri dari polisi saat ditengah perjalanan mencari lokasi Roji.

"Pelaku dilakukan tindakan tegas dan terukur agar tidak lari maupun melakukan perlawanan. Udin langsung dilarikan ke rumah sakit akan tetapi meninggal dunia sebelum tiba," ujar Nico.

Nico mengatakan, Udin pernah dihukum 12 bulan penjara dalam kasus serupa dan keluar dengan status bebas bersyararat dari Lapas Cipinang. "Pelaku tertangkap kasus jambret pada 2017 dan vonis 12 bulan di Lapas Cipinang Jaktim," urai Nico.

Tiga kawanan jambret ini, yakni Sandi, Udin, dan Roji, kerap melakukan aksi penjambretan dengan berbagi peran dan selau berganti-ganti. "Ada satu sebagai eksekutor, dua orang sebagai penghalang kecepatan," ujarnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA