Sabtu, 30 Mei 2020 - 13:31 WIB

Inilah Bahayanya Jika ISIS dan Pro Khilafah Tunggangi Gerakan #2019GantiPresiden

Oleh : Fani Fadillah | Senin, 10 September 2018 | 21:55 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Sejumlah pihak menduga gerakan #2019GantiPresiden memiliki keterkaitan dengan gerakan khilafah dan ISIS di Indonesia.

Direktur Pelaksana Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikalisasi (Pakar) Adhe Bhakti, menilai keterlibatan kelompok pro ISIS di Indonesia dengan mendukung gerakan #2019GantiPresiden bukanlah demi memperjuangkan demokrasi itu sendiri. Namun sekadar menunggangi demokrasi demi tujuan akhirnya mengganti sistem pemerintahan dan bernegara.

Baca juga:

"Jadi bukan peduli pada esensi demokrasinya, tapi betul-betul take advantage (mengambil keuntungan) pada momentum itu," kata Adhe Bhakti, kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/9).

Adhe menuturkan, kelompok pro ISIS Bekasi pimpinan Abu Nusaibah turut hadir dalam aksi 411 soal penistaan agama yang dilakukan Ahok. Tapi kehadiran mereka disebut Adhe bukan karena peduli soal penistaan agama atau pilkada DKI Jakarta saat itu.

"Tapi mereka concern jika terjadi chaos dan rusuh, mereka akan merebut senjata dari polisi dan tentara yang berjaga. Sebab revolusi, pergantian kekuasaan atau kerusuhan untuk itu hanya bisa dilakukan ketika mereka sudah bisa menguasai persenjataan. Inilah yang akan berbahaya jika gerakan ini dimanfaatkan oleh kelompok pro ISIS," beber Adhe.

Di menjelaskan ISIS adalah kelompok teroris dengan menggunakan agama sebagai kedok. Kelompok ini berdiri dan menyebar ke belahan dunia, termasuk ke Indonesia sejak 2014. Di Indonesia, para pendukungnya menyebut dirinya sebagai Jemaah Ansharut Daulah (JAD) atau Jemaah Ansharut Khilafah (JAK). Para anggotanya terlibat aksi kekerasan dan terorisme sejak 2014. Dari mulai membunuh anggota polisi, masyarakat umum, tempat ibadah dan yang lainnya dengan cara aksi bom bunuh diri.

"Pada Mei 2018, para pendukung ISIS melakukan kerusuhan di rutan Mako Brimob dengan cara mengorok leher salah satu anggota polisi dengan menggunakan pecahan kaca. Selepas itu, mereka melakukan penyerangan pada anggota polisi dengan cara aksi bom bunuh diri seperti terjadi di Surabaya," bebernya.

Adhe menegaskan, kelompok ISIS adalah kelompok anti demokrasi. Jadi mereka tidak ikut dalam proses demokrasi seperti melakukan pencoblosan di bilik suara. Sebab bagi mereka, siapa saja pemerintah yang tidak menggunakan hukum Al-Quran adalah thagut, meskipun pemimpinnya beragama Islam.

Tak hanya itu, meski pemerintahan tersebut sudah menggunakan dengan hukum Islam seperti Negara-negara di Timur Tengah, namun dianggap tidak sesuai dengan aliran keagamaan mereka, juga disebut murtad dan juga thagut.

Dan Indonesia, lanjut dia, termasuk negara yang diyakini sebagai negara thagut itu. Oleh karena itu wajib diperangi dan melakukan pemberontakan dengan cara teror.

"Mereka melakukan terror itu bertujuan untuk melemahkan pemerintah Indonesia untuk kemudian ketika terjadi pelemahan, mereka akan bergerak membuat huru hara guna merebut kekuasaan," ulasnya.

Pada titik itulah gerakan aksi #2019GantiPresiden dimanfaatkan oleh kelompok itu demi mendapatkan momentum. "Bukan pertama-tama demi demokrasi itu sendiri, tapi demi mencapai tujuan akhir mereka mengganti sistem yang ada di Indonesia saat ini," pungkasnya.





#ISIS #Khilafah ##2019Gantipresiden


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






31 menit yang lalu

Jelang Penerapan New Normal, Kapolda Metro Jaya Mengecek di Beberapa Titik Rawan

Beritacenter.COM - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana melakukan pengecekan di beberapa titik rawan menjelang..
2 jam yang lalu

Kesalahanmu Dalam Berinternet Akan Tersimpan Disini

Beritacenter.COM - Para perselancar dunia maya harus ekstra hati-hati jika mengunggah apa saja di sosial media, mulai..
3 jam yang lalu

Waktu Sekolah Akan Dikurangi di Skenario New Normal

Beritacenter.COM - Pemerintah menyiapkan Protokol untuk mencegah merebaknya virus Corona (COVID-19). Saat ini..
4 jam yang lalu

WHO Resmi Diputus Hubungan oleh AS

Beritacenter.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutus hubungan dengan Organisasi..
5 jam yang lalu

Pasukan Brimob Bagikan Paket Sembako ke Warga

Beritacenter.COM - Tim Batalyon A Pelopor Brimob Polda DIY memberikan sembako sebagai bakti sosial (baksos)...
15 jam yang lalu

Angkut Penumpang Tanpa SIKM, Travel Ilegal Terjaring Razia di Depok

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menyetop kendaraan pariwisata atau travel yang nekat membawa pemudik..
15 jam yang lalu

Warga Lahat Digegerkan Temuan Mayat Penuh Luka di Pinggir Jalan, Polisi : Korban Pembunuhan

Beritacenter.COM - Warga Kecamatan Gumay Talang digegerkan temuan mayat penuh luka di pinggir jalan, Lahat, Sumatera..
17 jam yang lalu

Gegara Rem Blong, Truk Bermuatan Sayur Terjun Bebas ke Jurang di Jambi

Beriitacenter.COM - Sebuah truk diesel bermuatan sayur mengalami kecelakaan di jalan Desa Muara Emat, Batang..
19 jam yang lalu

Luapan Kekecewaan Risma saat Mobil PCR BNPB Dibawa ke Tulungagung dan Lamongan

Beritacenter.COM - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini seketika merasa kecewa dan sedih saat mendengar ratusan..
20 jam yang lalu

Sempat Positif Corona Setelah Melahirkan, Ibu di Kudus Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Ibu hamil berinisial M (35) warga Desa Trenggeles, Kecamatan Mejobo, sempat terkonfirmasi positif..
21 jam yang lalu

Diamankan Terkait Postingan Hoax soal Jokowi di Twitter, Pria di Cianjur Ngaku di Hack

Itu akun saya, tapi saya tidak tahu (postingan) pak, akun saya di-hack
22 jam yang lalu

Dukung Pelibatan TNI-Polri Disiplinkan Masyarakat, NasDem: Demi Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

BeritaCenter.COM - Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mendukung upaya presiden Jokowi menerapkan tatanan normal..
22 jam yang lalu

Dukung Jokowi soal New Normal, Golkar: Kebijakan Strategis Tanpa Abaikan Penanganan Corona

BeritaCenter.COM - Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mendukung kebijakan Presiden Jokowi yang tengah..
23 jam yang lalu

Jokowi Siapkan Kebijakan New Normal, NasDem: Bagus dan Perlu Didukung

BeritaCenter.COM - Partai NasDem mendukung rencana presiden Jokowi untuk menerapkan tatanan normal baru atau 'new..
23 jam yang lalu

Berubah! Dokter Ini Pakai Kostum Unik Saat Periksa Pasien

Beritacenter.COM - Dokter bernama Rollando Erric Manibuy memiliki cara untuk menghibur para pasiennya di Rumah..
23 jam yang lalu

Gerindra Dukung Jokowi Persiapkan New Normal dengan Melibatkan TNI-Polri

BeritaCenter.COM – Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Putih Sari mendukung upaya Jokowi yang menerjunkan..
23 jam yang lalu

Pemerintah Siapkan Protokol Masyarakat Produktif dan Aman dari Corona

BeritaCenter.COM - Protokol untuk masyarakat agar dapat kembali produktif namun tetap aman dari COVID-19 tengah..
1 hari yang lalu

Kabar Baik! Pemeriksaan Spesimen Corona Capai Target, Pakar UGM Minta Dipertahankan Secara Konsisten

BeritaCenter.COM - Pakar Epidemiologi Universitas Gajah Mada (UGM), Riris Andono Ahmad meminta pemerintah..
1 hari yang lalu

Suami Ini Tebas Leher Istrinya Setelah Lebaran

Beritacenter.COM - Setan apa yang merasuki HI (29) warga Dusun II, Desa Sei Lama, Kecamatan Simpang Empat,..
1 hari yang lalu

Geger !!! Warga Temukan Kerangka Manusia Misterius di Bogor

Beritacenter.COM - Warga di Kampung Cigorowong, Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat..
1 hari yang lalu

Setubuhi Bocah Dibawah Umur, Seorang Remaja di Makassar Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Seorang remaja bernama Pandi alias Lele (25) ditangkap Tim Jatanras Polrestabes Makassar karena..
1 hari yang lalu

Media Sebagai Sarana Psy Ops Politik Menyerang Presiden Jokowi?

Beberapa hari terakhir, penulis mendapat message dari beberapa teman tentang adanya psychological Operation, berita..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi