Rabu, 21 Agustus 2019 - 14:36 WIB

Inilah Bahayanya Jika ISIS dan Pro Khilafah Tunggangi Gerakan #2019GantiPresiden

Oleh : Fani Fadillah | Senin, 10 September 2018 | 21:55 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Sejumlah pihak menduga gerakan #2019GantiPresiden memiliki keterkaitan dengan gerakan khilafah dan ISIS di Indonesia.

Direktur Pelaksana Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikalisasi (Pakar) Adhe Bhakti, menilai keterlibatan kelompok pro ISIS di Indonesia dengan mendukung gerakan #2019GantiPresiden bukanlah demi memperjuangkan demokrasi itu sendiri. Namun sekadar menunggangi demokrasi demi tujuan akhirnya mengganti sistem pemerintahan dan bernegara.

Baca juga:

"Jadi bukan peduli pada esensi demokrasinya, tapi betul-betul take advantage (mengambil keuntungan) pada momentum itu," kata Adhe Bhakti, kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/9).

Adhe menuturkan, kelompok pro ISIS Bekasi pimpinan Abu Nusaibah turut hadir dalam aksi 411 soal penistaan agama yang dilakukan Ahok. Tapi kehadiran mereka disebut Adhe bukan karena peduli soal penistaan agama atau pilkada DKI Jakarta saat itu.

"Tapi mereka concern jika terjadi chaos dan rusuh, mereka akan merebut senjata dari polisi dan tentara yang berjaga. Sebab revolusi, pergantian kekuasaan atau kerusuhan untuk itu hanya bisa dilakukan ketika mereka sudah bisa menguasai persenjataan. Inilah yang akan berbahaya jika gerakan ini dimanfaatkan oleh kelompok pro ISIS," beber Adhe.

Di menjelaskan ISIS adalah kelompok teroris dengan menggunakan agama sebagai kedok. Kelompok ini berdiri dan menyebar ke belahan dunia, termasuk ke Indonesia sejak 2014. Di Indonesia, para pendukungnya menyebut dirinya sebagai Jemaah Ansharut Daulah (JAD) atau Jemaah Ansharut Khilafah (JAK). Para anggotanya terlibat aksi kekerasan dan terorisme sejak 2014. Dari mulai membunuh anggota polisi, masyarakat umum, tempat ibadah dan yang lainnya dengan cara aksi bom bunuh diri.

"Pada Mei 2018, para pendukung ISIS melakukan kerusuhan di rutan Mako Brimob dengan cara mengorok leher salah satu anggota polisi dengan menggunakan pecahan kaca. Selepas itu, mereka melakukan penyerangan pada anggota polisi dengan cara aksi bom bunuh diri seperti terjadi di Surabaya," bebernya.

Adhe menegaskan, kelompok ISIS adalah kelompok anti demokrasi. Jadi mereka tidak ikut dalam proses demokrasi seperti melakukan pencoblosan di bilik suara. Sebab bagi mereka, siapa saja pemerintah yang tidak menggunakan hukum Al-Quran adalah thagut, meskipun pemimpinnya beragama Islam.

Tak hanya itu, meski pemerintahan tersebut sudah menggunakan dengan hukum Islam seperti Negara-negara di Timur Tengah, namun dianggap tidak sesuai dengan aliran keagamaan mereka, juga disebut murtad dan juga thagut.

Dan Indonesia, lanjut dia, termasuk negara yang diyakini sebagai negara thagut itu. Oleh karena itu wajib diperangi dan melakukan pemberontakan dengan cara teror.

"Mereka melakukan terror itu bertujuan untuk melemahkan pemerintah Indonesia untuk kemudian ketika terjadi pelemahan, mereka akan bergerak membuat huru hara guna merebut kekuasaan," ulasnya.

Pada titik itulah gerakan aksi #2019GantiPresiden dimanfaatkan oleh kelompok itu demi mendapatkan momentum. "Bukan pertama-tama demi demokrasi itu sendiri, tapi demi mencapai tujuan akhir mereka mengganti sistem yang ada di Indonesia saat ini," pungkasnya.





#ISIS #Khilafah ##2019Gantipresiden


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






11 menit yang lalu

Kemenag: 47 Jemaah Haji asal Jabar yang Meninggal Dimakamkan di Arab Saudi

Beritacenter.COM - Sebanyak 47 jemaah haji asal Jawa Barat meninggal dunia saat menjalani ibadah haji di Arab Saudi...
26 menit yang lalu

Kunjungi Asrama Papua, Rombongan Fadli Zon Ditolak Mahasiswa Papua di Surabaya

Beritacenter.COM - Rombongan DPR mengunjungi Asrama Papua di Jalan Kalasan 10, Surabaya, Jatim, Rabu (21/8/2019)...
38 menit yang lalu

Bus Muatan Penumpang Kecelakaan di Tol Tangerang-Merak, 4 Tewas, 25 Luka-luka

Beritacenter.COM - Sebanyak empat orang dilaporkan tewas akibat kecelakaan di KM 77 Jalan Tol Tangerang-Merak. Tak..
52 menit yang lalu

Tak Kunjung Hadir, Gedung DPRD Mimika Jadi Sasaran Amukan Massa

Beritacenter.COM - Aksi kerusuhan yang terjadi di Mimika, Propinsi Papua awalnya berlangsung damai. Akan tetapi, lama..
56 menit yang lalu

Selain Gym, 4 Olahraga ini Dapat Turunkan Berat Badan dan Perkuat Otot

Beritacenter.COM - Hampir semua pria ingin memiliki tubuh yang ideal dan berotot hingga perut menjadi sixpack. Selain..
1 jam yang lalu

Massa Aksi Ricuh Dekat DPRD Mimika, Lempari Polisi, Rusak Mobil Hingga Bakar Kios

Beritacenter.COM - Aksi massa demonstrasi terpantau memanas di sekitaran kawasan gedung DPRD Mimika, Papua. Sejumlah..
1 jam yang lalu

Sukabumi Diguncang Gempa 3,4 Magnitudo

Beritacenter.COM - Gempa bumi mengguncang wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat dengan kekuatan 3,4 magnitudo pada Rabu..
2 jam yang lalu

Asik Cari Udang, Anita Tewas Diterkam Buaya

Beritacenter.COM - Anita (27) seorang warga Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau ditemukan tewas diterkam buaya...
2 jam yang lalu

Sindir Orang Melalui Twitter, Deddy Corbuzier Minta Maaf

Beritacenter.COM - Pesulap mentalist Deddy Corbuzier meminta maaf kepada siapapun yang sudah tersindir karena..
2 jam yang lalu

Fakfak Papua Barat Memanas, Kios-kios Dibakar

BeritaCenter.COM – Keamanan di Fakfak Papua Barat memanas. Fasilititas umum seperti kios-kios di pasar..
3 jam yang lalu

Kecam Tindakan Rasisme, Ribuan Warga Timika Papua Lakukan Demo

BeritaCenter.COM – Warga di Timika Papua dari berbagai kalangan, yakni orang dewasa, orang tua, dan anak-anak,..
3 jam yang lalu

Soal Video Ceramah Salib, MUI Panggil Ustaz Abdul Somad Untuk Bertabayyun

Beritacenter.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengundang Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam rangka klarifikasi atau..
3 jam yang lalu

Fakfak Papua Kerusuhan, Polda Papua Barat Kirim Pasukan Brimob Tenangkan Massa

Beritacenter.COM - Polda Papua Barat menerjuan bantuan untuk membantu pengamanan kerusuhan di Fakfak. Aksi pembakaran..
4 jam yang lalu

AWAS, Ada Yang Ingin Adu Domba Antar Umat Beragama di Indonesia

Beritacenter.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengundang Ustaz Abdul Somad (UAS) untuk mengklarifikasi video..
5 jam yang lalu

Kios-kios dan Pasar di Papua Masih Banyak Yang Tutup

Beritacenter.COM - Kerusuhan sempat pecah di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Rabu (21/8). Pasar Tumburuni yang berada..
5 jam yang lalu

Tidak Main-main, AS Tambah 'Amunisi' Perang Dagang ke China

Beritacenter.COM - Perusahaan Huawei China telah mendapatkan moratorium atau masa kelonggaran 90 hari dari sanksi..
6 jam yang lalu

Pasca Dibajak, 20 ABK Kapal Mina Sejati Hilang

Beritacenter.COM - Pihak Pengelola KM Mina Sejati, Rinto menyebutkan, sampai saat ini nasib 20 anak buah kapal belum..
6 jam yang lalu

Wow, Mobil Menteri Baru Dijatah Rp152 Miliar

Beritacenter.COM - Menteri-menteri baru di era Presiden Jokowi-Ma''ruf Amin akan mendapat kabar bahagia. Sebab, ada..
7 jam yang lalu

Ini Dia Wajah Pelaku Pembunuh Satu Keluarga di Serang, Terbongkar Motifnya...

Beritacenter.COM - Polisi berhasil meringkus pelaku pembunuhan satu keluarga di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem,..
8 jam yang lalu

China Meradang AS Beri Izin Penjualan Jet Tempur ke Taiwan

Beritacenter.COM - Amerika Serikat (AS) resmi menyampaikan pemberitahun kepada kongres untuk melepaskan 66 unit..
9 jam yang lalu

Inilah Teh yang Memiliki Manfaat Paling Baik untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Teh merupakan salah satu minuman dengan jenis yang sangat sangat beragam. Hampir semua kebudayaan..
10 jam yang lalu

Siap Bersaing, Dompet Digital WhatsApp Bakal Meluncur di Indonesia

Beritacenter.COM - Kabarnya, WhatsApp tengah berunding dengan sejumlah perusahaan pembayaran digital di Indonesia,..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi