Sabtu, 19 Januari 2019 - 19:32 WIB

Musuh Nyata Indonesia, PKI, HTI dan PKS ?

Alif | Minggu, 16 September 2018 | 10:17 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Seword

Indonesia merdeka dengan perjuangan, menumpahkan darah dan air mata. Indonesia berdiri melalui proses panjang, menghabiskan banyak musyawarah, untuk berani merdeka dari penjajah.

Setelah penjajah pergi, muncul penjajah baru. Dari kalangan masyarakat Indonesia sendiri, namun segala logistik, jaringan dan sumberdaya organisasi didukung oleh asing. Penjajah pertama yang ingin menguasai Indonesia, seperti halnya Jepang dan Belanda, adalah Partai Komunis Indonesia.

Pergerakan PKI dimulai dengan menguasai berbagai sektor pemerintahan, hingga militer. PKI memiliki misi utama yakni proklamasi “Republik Soviet Indonesia,” dan mengganti NKRI. Sehingga saat pemerintah Indonesia mendesak agar PKI membubarkan diri, maka terjadilah perlawanan dari PKI dan terjadilah pertumpahan darah antar sesama rakyat Indonesia. Sejarah mencatat, dan negara kita belajar banyak dari pertumpahan darah tersebut.

Setelah PKI, belakangan ini HTI juga dibubarkan oleh pemerintah Indonesia. Alasannya sama, karena HTI ingin mengganti sistem khilafah. Pergerakan HTI sudah terlihat terang-terangan sejak tahun 2000an awal. Namun karena Indonesia masih dalam proses transisi pasca reformasi, maka pemerintah sempat tutup mata dengan pergerakan HTI.

Sebenarnya di periode kedua SBY sudah ada desakan untuk penindakan terhadap HTI. Namun karena banyaknya kasus korupsi, menghabisi seluruh pengurus Demokrat dari ketua umum hingga bendahara, maka aksi-aksi HTI pun seperti ditelan bumi. Masyarakat lebih sibuk mengurusi korupsi, SBY sebagai Presiden saat itu bahkan sempat mengambil alih Partai Demokrat.

Setelah Jokowi dilantik menjadi Presiden Indonesia, menggantikan SBY, desakan pembubaran HTI semakin kencang. HTI yang terdesak mulai bereaksi, menyusup ke banyak demonstrasi. Mereka mencari momentum untuk menghabisi sistem demokrasi di Indonesia, lewat pintu kerusuhan seperti tahun 98.

Pintu itu sempat terbuka lebar saat Ahok melakukan blunder dan menyinggung agama Islam. Aksi massa 411 dibuat hampir serupa seperti tahun 98, terjadi kerusuhan, penjarahan dan perlawanan antara demonstran dengan aparat hingga larut malam.

Skenario kerusuhan 98 itu pun menjadi sangat sempurna ketika politisi PKS, Fahri Hamzah, sempat mempersilahkan pendemo 411 untuk mengindap di DPR. Untungnya Kapolri Tito Karnavian sadar betul akan resiko besar terhadap Indonesia jika pendemo diijinkan menginap di DPR. Sehingga dengan tegas Kapolri mengambil alih pengamanan DPR dan melarang pendemo masuk.
 
“Saya sudah paham, kalau mereka masuk ke DPR, mereka ga mau keluar. Resiko kerusuhan semakin besar,” begitu kira-kira yang disampaikan Tito saat diprotes karena mengambil alih DPR. Sehingga buyarlah rencana rusuh dan mimpi menawarkan sistem khilafah kepada Indonesia.

Setelah HTI dibubarkan, reaksi berlebihan mulai terlihat dari PKS. Awalnya saya dan banyak pengamat politik mengira kalau PKS hanya memanfaatkan HTI. Kita berprasangka baik bahwa PKS sedang memainkan strategi politik demi menyelamatkan partai dari ambang batas senayan 2019.

Tapi belakangan, melihat Mardani begitu ngotot dengan pergerakan #2019GantiPresiden, bahkan saat Prabowo sudah diusung sebagai Capres penantang Jokowi. Bahkan melihat Mardani dan HTI membuat video kampanye 2019 Ganti Presiden, Ganti Sistem, pada akhirnya kita sadar bahwa ini bukan lagi strategi politik.

Kita kemudian terpaksa membuka dan menganalisis apa sebenarnya Partai Keadilan Sejahtara ini? pendiri PKS dalam sebuah kesempatan, dengan tegas mengatakan bahwa PKS adalah ikhwanul muslimin. Logistik dan cikal bakal pendirian PKS dibantu oleh Mesir dan negara timur tengah. Maka wajar kalau PKS begitu mendukung Moursi.

Ikhwanul muslimin bagaimanapun sudah ditetapkan sebagai kelompok teroris, ormas terlarang. Nasibnya sama seperti Hizbut Tahrir yang telah dilarang oleh banyak negara.

Hanya karena perbedaan nama, PKS tak terlalu mencolok. Tapi melihat pergerakan dan ideologi khilafah yang semakin ditunjukkan oleh elite PKS, maka sebenarnya PKS adalah ikhwanul muslimin yang merupakan induk dari hizbut tahrir.

Nasabnya jelas. di dalam ikhawanul muslimin, ada lembaga tandimul jihad. Dan salah satu anggota tandimul jihad adalah Taqiudin Alnabani, pendiri hizbut tahrir.

Maka jangan heran kalau PKS dan HTI selalu beriringan, karena secara ideologi dan jaringan, memang keduanya berangkat dari ‘rumah’ yang sama; ikhwanul muslimin.

Sehingga jika pemerintah Indonesia dengan tegas membubarkan HTI, seharusnya PKS juga ikut dibubarkan. Karena secara ideologi mereka berangkat dari sumber yang sama. Dari bukti-bukti provokasi, dapat kita temukan dengan mudah bahwa misi mereka adalah sama. Seperti halnya PKI, yang ingin mengganti sistem pemerintahan di Indonesia.

Pemerintah Indonesia harus bisa segera membubarkan PKS, sebelum partai ini menjalar ke banyak sektor pemerintahan dan berkuasa seperti halnya PKI dulu. PKS harus segera dibubarkan agar tidak ada resiko pertumpahan darah lagi seperti yang pernah dilakukan oleh PKI dulu. Kita tidak ingin ada sebuah kekuatan besar, dan memiliki tujuan mengganti ideologi negara. Begitulah kura-kura. #JokowiLagi.

sumber : Seword





#PKS #PKI #HTI


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






12 menit yang lalu

Jokowi - Ma'ruf Optimis Menang Telak di Jakarta

Beritacenter.COM - Sekertaris Jendral (Sekjen) PDI Perjuangan optimis pasangan Jokowi - Maruf akan menang telak di..
1 jam yang lalu

Keren !! Presiden Jokowi Bangun Rumah Subsidi Untuk Persaudaraan Pangkas Rambut Garut

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pastikan pemerintah akan membangun perumahaan bersubsidi yang akan..
2 jam yang lalu

Satu Dari Tiga Pelaku Pencurian Motor, Dihadiahi Timah Panas Oleh Polisi

Beritacenter.COM - Sholahudin, Septian Erik dan Kurdi Efendi, Ketiganya tidak berdaya saat diamankan dan digelandang..
3 jam yang lalu

"Sakit Hati" Sering Dituduh Curi HP dan Tidak Pernah Dikasih Uang Makan, Dua Pemuda Nekat Bunuh Bosnya...

Beritacenter.COM - Di hadapan polisi kedua pelaku pembunuhan, yaitu Syaifur Rizal alias Ijang dan Ari alias Mat,..
4 jam yang lalu

Kecewa Dengan Hasil Debat Perdana, 20 Ribu Pendukung Prabowo-Sandi "Pindah" Ke Jokowi-Amin

Beritacenter.COM - Banyak sekali para pendukung Prabowo-Sandi yang kecewa dengan hasil debat perdana, (17/1/2019),..
5 jam yang lalu

Nyamar Jadi Orang Telkom, Dua Pelaku Pencuri Kabel Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Dua orang pemuda yang berpura-pura sebagai pegawai indihome, diamankan polisi setelah..
6 jam yang lalu

Masuk Rumah Janda Ditengah Malam, Yanto Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Yanto (38) berhasil diamankan polisi setelah nekat melakukan aksi pencurian disebuah rumah warga...
6 jam yang lalu

Mulia! Jokowi Akan Bebaskan Abu Bakar Baasyir Dengan Tiga Opsi Ini

BeritaCenter.com – Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang lama mendekam di balik jeruji penjara atas vonis 15..
7 jam yang lalu

The Habibie Center Sebut Jokowi-Ma'ruf Dinilai Paling Menguasai Persoalan Saat Debat

Beritacenter.COM - Debat pertama pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin disampaikan Pengamat Politik dari The..
7 jam yang lalu

Media Internasional Nilai Jokowi Unggul Atas Prabowo Saat Debat Perdana

BeritaCenter.com – Debat perdana Capres-Cawapres antara paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin dan..
8 jam yang lalu

KKB Serang Anggota TNI Saat Antar Logistik di Disrik Yambi Papau, Satu Orang Tewas

BeritaCenter.com – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua melancarkan askinya menyerang anggota Tentara..
8 jam yang lalu

Presiden Trump Akan Umumkan Terkait Shutdown Pemerintahan AS

Beritacenter.COM - Presiden Donald Trump pemimpin negara adii daya Amerika Serikat(AS) membuat sebuah pengumuman..
8 jam yang lalu

Waspada! Gunung Agung Kembali Erupsi

BeritaCenter.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta warga sekitar Gunung Agung di..
9 jam yang lalu

Presiden Jokowi Blusukan ke Sawah Disambut Ribuan Petani dan Warga

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo saat berada di Garut melakukan blusukan ke sawah, Sabtu (19/1/2019) pagi...
10 jam yang lalu

Jangan Anggap Militer Indonesia Lemah !

Beritacenter.COM - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggertak negara lain agar tidak macam-macam masuk ke..
11 jam yang lalu

Gubernur Anies Dituding Masa Bodoh Dengan Kondisi Tanah Abang Yang Berantakan

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan diminta belajar dari mantan Gubernur Joko Widodo dan..
12 jam yang lalu

Ratusan Warga Kebumen Dievakuasi dari Banjir

Beritacenter.COM - Ada 560 warga tiga desa di Kecamatan Puring, Kebumen, Jawa Tengah dievakuasi akibat banjir satu..
13 jam yang lalu

Ingin Tidur Nyenyak ? Lakukan 6 Teknik Bernapas ini

Beritacenter.COM - Tidur merupakan suatu kegiatan sehari - hari yang wajib dilakukan. ayangnya, tidak sedikit orang..
15 jam yang lalu

Usai Bebas, Ahok Akan Menikah Lagi 15 Februari?

Beritacenter.COM - Setelah bebas dari masa tahanannya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dikabarkan akan melepas masa..
16 jam yang lalu

Selundupkan Sabu dan Pil Eksasi di Kemasan Lele dan Teri Medan, 11 Orang Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polda Metro Jaya mengamankan 11 orang yang merupakan jaringan narkoba Banjarmasin -..
17 jam yang lalu

Jelang Lawan Chelsea, Arsenal Dituntut Untuk Menang

Beritacenter.COM - Arsenal akan menjamu laga derby melawan Chelse pada pekan ke 23 Liga Primier Inggris, Minggu..
18 jam yang lalu

Ulama Bogor Barat Deklarasikan Dukung Jokowi - Maruf Amin

Beritacenter.COM - Sejumlah ulama kiai, ustaz dan pesanteren di Bogor Barat mendekrasikan mendukung pasangan nomor..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi