Selasa, 18 Juni 2019 - 03:48 WIB

Musuh Nyata Indonesia, PKI, HTI dan PKS ?

Alif | Minggu, 16 September 2018 | 10:17 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Seword

Indonesia merdeka dengan perjuangan, menumpahkan darah dan air mata. Indonesia berdiri melalui proses panjang, menghabiskan banyak musyawarah, untuk berani merdeka dari penjajah.

Setelah penjajah pergi, muncul penjajah baru. Dari kalangan masyarakat Indonesia sendiri, namun segala logistik, jaringan dan sumberdaya organisasi didukung oleh asing. Penjajah pertama yang ingin menguasai Indonesia, seperti halnya Jepang dan Belanda, adalah Partai Komunis Indonesia.

Pergerakan PKI dimulai dengan menguasai berbagai sektor pemerintahan, hingga militer. PKI memiliki misi utama yakni proklamasi “Republik Soviet Indonesia,” dan mengganti NKRI. Sehingga saat pemerintah Indonesia mendesak agar PKI membubarkan diri, maka terjadilah perlawanan dari PKI dan terjadilah pertumpahan darah antar sesama rakyat Indonesia. Sejarah mencatat, dan negara kita belajar banyak dari pertumpahan darah tersebut.

Setelah PKI, belakangan ini HTI juga dibubarkan oleh pemerintah Indonesia. Alasannya sama, karena HTI ingin mengganti sistem khilafah. Pergerakan HTI sudah terlihat terang-terangan sejak tahun 2000an awal. Namun karena Indonesia masih dalam proses transisi pasca reformasi, maka pemerintah sempat tutup mata dengan pergerakan HTI.

Sebenarnya di periode kedua SBY sudah ada desakan untuk penindakan terhadap HTI. Namun karena banyaknya kasus korupsi, menghabisi seluruh pengurus Demokrat dari ketua umum hingga bendahara, maka aksi-aksi HTI pun seperti ditelan bumi. Masyarakat lebih sibuk mengurusi korupsi, SBY sebagai Presiden saat itu bahkan sempat mengambil alih Partai Demokrat.

Setelah Jokowi dilantik menjadi Presiden Indonesia, menggantikan SBY, desakan pembubaran HTI semakin kencang. HTI yang terdesak mulai bereaksi, menyusup ke banyak demonstrasi. Mereka mencari momentum untuk menghabisi sistem demokrasi di Indonesia, lewat pintu kerusuhan seperti tahun 98.

Pintu itu sempat terbuka lebar saat Ahok melakukan blunder dan menyinggung agama Islam. Aksi massa 411 dibuat hampir serupa seperti tahun 98, terjadi kerusuhan, penjarahan dan perlawanan antara demonstran dengan aparat hingga larut malam.

Skenario kerusuhan 98 itu pun menjadi sangat sempurna ketika politisi PKS, Fahri Hamzah, sempat mempersilahkan pendemo 411 untuk mengindap di DPR. Untungnya Kapolri Tito Karnavian sadar betul akan resiko besar terhadap Indonesia jika pendemo diijinkan menginap di DPR. Sehingga dengan tegas Kapolri mengambil alih pengamanan DPR dan melarang pendemo masuk.
 
“Saya sudah paham, kalau mereka masuk ke DPR, mereka ga mau keluar. Resiko kerusuhan semakin besar,” begitu kira-kira yang disampaikan Tito saat diprotes karena mengambil alih DPR. Sehingga buyarlah rencana rusuh dan mimpi menawarkan sistem khilafah kepada Indonesia.

Setelah HTI dibubarkan, reaksi berlebihan mulai terlihat dari PKS. Awalnya saya dan banyak pengamat politik mengira kalau PKS hanya memanfaatkan HTI. Kita berprasangka baik bahwa PKS sedang memainkan strategi politik demi menyelamatkan partai dari ambang batas senayan 2019.

Tapi belakangan, melihat Mardani begitu ngotot dengan pergerakan #2019GantiPresiden, bahkan saat Prabowo sudah diusung sebagai Capres penantang Jokowi. Bahkan melihat Mardani dan HTI membuat video kampanye 2019 Ganti Presiden, Ganti Sistem, pada akhirnya kita sadar bahwa ini bukan lagi strategi politik.

Kita kemudian terpaksa membuka dan menganalisis apa sebenarnya Partai Keadilan Sejahtara ini? pendiri PKS dalam sebuah kesempatan, dengan tegas mengatakan bahwa PKS adalah ikhwanul muslimin. Logistik dan cikal bakal pendirian PKS dibantu oleh Mesir dan negara timur tengah. Maka wajar kalau PKS begitu mendukung Moursi.

Ikhwanul muslimin bagaimanapun sudah ditetapkan sebagai kelompok teroris, ormas terlarang. Nasibnya sama seperti Hizbut Tahrir yang telah dilarang oleh banyak negara.

Hanya karena perbedaan nama, PKS tak terlalu mencolok. Tapi melihat pergerakan dan ideologi khilafah yang semakin ditunjukkan oleh elite PKS, maka sebenarnya PKS adalah ikhwanul muslimin yang merupakan induk dari hizbut tahrir.

Nasabnya jelas. di dalam ikhawanul muslimin, ada lembaga tandimul jihad. Dan salah satu anggota tandimul jihad adalah Taqiudin Alnabani, pendiri hizbut tahrir.

Maka jangan heran kalau PKS dan HTI selalu beriringan, karena secara ideologi dan jaringan, memang keduanya berangkat dari ‘rumah’ yang sama; ikhwanul muslimin.

Sehingga jika pemerintah Indonesia dengan tegas membubarkan HTI, seharusnya PKS juga ikut dibubarkan. Karena secara ideologi mereka berangkat dari sumber yang sama. Dari bukti-bukti provokasi, dapat kita temukan dengan mudah bahwa misi mereka adalah sama. Seperti halnya PKI, yang ingin mengganti sistem pemerintahan di Indonesia.

Pemerintah Indonesia harus bisa segera membubarkan PKS, sebelum partai ini menjalar ke banyak sektor pemerintahan dan berkuasa seperti halnya PKI dulu. PKS harus segera dibubarkan agar tidak ada resiko pertumpahan darah lagi seperti yang pernah dilakukan oleh PKI dulu. Kita tidak ingin ada sebuah kekuatan besar, dan memiliki tujuan mengganti ideologi negara. Begitulah kura-kura. #JokowiLagi.

sumber : Seword





#PKI #HTI #PKS


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






15 menit yang lalu

Minim Pengalaman, Frank Lampard Dinilai Belum Layak Melatih Chelsea

Beritacenter.COM - Rencana penunjukan Frank Lampard sebagai manajer baru Chelsea mendapat tanggapan dari mantan..
1 jam yang lalu

Kembali ke Old Trafford, Rio Ferdinand Tertarik Isi Kursi Direktur Teknik MU

Beritacenter.COM - Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, membuat sebuah pengakuan mengejutkan. Mantan bek Setan..
2 jam yang lalu

Kecelakaan Beruntun Libatkan 7 Kendaraan Terjadi di Tol Cipularang, 8 Orang Luka Ringan

Beritacenter.COM - Kecelakaan beruntun melibatkan 7 kendaraan terjadi di Tol Cipularang Km 95, atau tepatnya di..
4 jam yang lalu

Cemburu Buta, Pria di Aceh Tamiang Nekat Bacok Mantan Suami Sang Istri

Beritacenter.COM - Terbakar api cemburu, pria di Aceh Tamiang, Aceh, tega membacok mantan suami sang istri. Pelaku..
5 jam yang lalu

Dicecar 23 Pertanyaan, Kivlan Zen Diperiksa Hampir 10 Jam Terkait Aliran Dana Habil Mariti

Beritacenter.COM - Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap Kivlan Zen terkait kasus dugaan makar yang..
5 jam yang lalu

Suasana Haru Keluarga Iringi Pemakaman Tiga Korban Tewas Kecelakaan Tol Cipali

Beritacenter.COM - Satu keluarga asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, turut menjadi korban tewas dalam kecelakaan di..
6 jam yang lalu

RS Mitra Plumbon: Kondisi Puluhan Korban Kecelakaan Tol Cipali Berangsur Membaik

Beritacenter.COM - Dirut RS Mitra Plumbon, Ahmad Qoyyim menyebut korban luka-luka akibat kecelakaan maut di tol..
6 jam yang lalu

Cuma Gara-Gara HP, Pria di Asahan Gorok Teman

Beritacenter.COM - Peristiwa keji terjadi di Desa Alang Bonbon, Kecamatan Kuasan, Kabupaten Asahan, Sumut. Seorang..
7 jam yang lalu

Terseret Ombak di Pantai Ancol, 1 Remaja Tewas, 1 Lainnya Hilang

Beritacenter.COM - Kejadian nahas menimpa dua remaja yang tengah bermain di Pantai Dock, Ekanuri, Ancol Timur,..
7 jam yang lalu

Terjerat 3 Kasus, MA Genapkan Hukuman Gatot Brajamusti Jadi 20 Tahun Penjara

Beritacenter.COM - Di umurnya yang sudah tak lagi muda, Gatot Brajamusti telah divonis hukuman 20 tahun penjara oleh..
8 jam yang lalu

Mahasiswi S2 Asal Ketapang Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Kos

Beritacenter.COM - Desti Nurfaliqoh, mahasiswi asal Banjar Benua Kayong, Ketapang, Kalimantan Barat nekat mengakhiri..
8 jam yang lalu

Tengah Rayakan Ulang Tahun, Anggota Polisi di Denpasar Dikeroyok

Beritacenter.COM - Anggota SPKT Polresta Denpasar, Bripka Made Agus Darmayana (40) dikeroyok di Bilyard Queen, Jalan..
9 jam yang lalu

Gempa 5,3 SR Guncang Wilayah Selatan Sumatera, Tidak Berpotensi Tsunami

Beritacenter.COM - Gempa bumi berkekuatan 5,3 skala richter (SR) mengguncang wilayah Selatan Sumatera, Senin (17/6)...
10 jam yang lalu

Geger! Ada Bayi Perempuan "Berseragam SMP" di Perkebunan Kelapa Sawit

Beritacenter.COM - Warga di Kecamatan Syahbandar, Serdang Bedagai, Sumut, Senin (17/6) digegerkan dengan temuan bayi..
10 jam yang lalu

Serangan Bom Bunuh Diri di Nigeria, 30 Orang Tewas

Beritacenter.COM - Tragedi mengerikan terjadi di timur laut Nigeria, Senin (17/6/2019). Setidaknya 30 orang tewas..
10 jam yang lalu

Tinggalkan Barcelona, Coutinho Berpeluang ke Chelsea ?

Beritacenter.COM - Philippe Coutinho dikabarkan selangkah lagi akan meninggalkan Barcelona dan akan memilih bergabung..
10 jam yang lalu

Polri Pastikan Perusuh Aksi 21-22 Mei Tewas Karena Peluru Tajam

Beritacenter.COM - Polri memastikan dari sembilan perusuh yang tewas pada aksi 21-22 Mei lalu, empat diantaranya..
10 jam yang lalu

Cak Imin: Kalah Itu Memang Nggak Enak

Beritacenter.COM - Ucapan selamat dan terima kasih disampaikan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin..
11 jam yang lalu

Polisi Kembali Periksa Kivlan Zen Terkait Kasus Habil Marati

Beritacenter.COM - Penyidik Polda Metro Jaya kembali memeriksa Kivlan Zen sebagai saksi dalam kasus pencana..
11 jam yang lalu

Jelang Sidang Lanjutan di MK Besok, Jalan Merdeka Barat Ditutup Malam Ini

Beritacenter.COM - Sidang gugatan hasil Pilpres 2019 akan dilanjutkan kembali di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa..
11 jam yang lalu

Jelang Sidang Gugatan Pilpres Besok, Wiranto Minta Tidak Ada Aksi

Beritacenter.COM - Jelang sidang sengketa gugatan Pilpres 2019 yang diajukan oleh tim Prabowo Subianto - Sandiaga Uno..
11 jam yang lalu

Terserang Kanker Otak, Begini Kondisi Agung Hercules Sekarang

Beritacenter.COM - Lama tak muncul di layar kaca, Agung Hercules datang dengan kabar kurang baik. Ia saat ini tengah..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi