Selasa, 19 Maret 2019 - 08:55 WIB

Musuh Nyata Indonesia, PKI, HTI dan PKS ?

Alif | Minggu, 16 September 2018 | 10:17 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Seword

Indonesia merdeka dengan perjuangan, menumpahkan darah dan air mata. Indonesia berdiri melalui proses panjang, menghabiskan banyak musyawarah, untuk berani merdeka dari penjajah.

Setelah penjajah pergi, muncul penjajah baru. Dari kalangan masyarakat Indonesia sendiri, namun segala logistik, jaringan dan sumberdaya organisasi didukung oleh asing. Penjajah pertama yang ingin menguasai Indonesia, seperti halnya Jepang dan Belanda, adalah Partai Komunis Indonesia.

Pergerakan PKI dimulai dengan menguasai berbagai sektor pemerintahan, hingga militer. PKI memiliki misi utama yakni proklamasi “Republik Soviet Indonesia,” dan mengganti NKRI. Sehingga saat pemerintah Indonesia mendesak agar PKI membubarkan diri, maka terjadilah perlawanan dari PKI dan terjadilah pertumpahan darah antar sesama rakyat Indonesia. Sejarah mencatat, dan negara kita belajar banyak dari pertumpahan darah tersebut.

Setelah PKI, belakangan ini HTI juga dibubarkan oleh pemerintah Indonesia. Alasannya sama, karena HTI ingin mengganti sistem khilafah. Pergerakan HTI sudah terlihat terang-terangan sejak tahun 2000an awal. Namun karena Indonesia masih dalam proses transisi pasca reformasi, maka pemerintah sempat tutup mata dengan pergerakan HTI.

Sebenarnya di periode kedua SBY sudah ada desakan untuk penindakan terhadap HTI. Namun karena banyaknya kasus korupsi, menghabisi seluruh pengurus Demokrat dari ketua umum hingga bendahara, maka aksi-aksi HTI pun seperti ditelan bumi. Masyarakat lebih sibuk mengurusi korupsi, SBY sebagai Presiden saat itu bahkan sempat mengambil alih Partai Demokrat.

Setelah Jokowi dilantik menjadi Presiden Indonesia, menggantikan SBY, desakan pembubaran HTI semakin kencang. HTI yang terdesak mulai bereaksi, menyusup ke banyak demonstrasi. Mereka mencari momentum untuk menghabisi sistem demokrasi di Indonesia, lewat pintu kerusuhan seperti tahun 98.

Pintu itu sempat terbuka lebar saat Ahok melakukan blunder dan menyinggung agama Islam. Aksi massa 411 dibuat hampir serupa seperti tahun 98, terjadi kerusuhan, penjarahan dan perlawanan antara demonstran dengan aparat hingga larut malam.

Skenario kerusuhan 98 itu pun menjadi sangat sempurna ketika politisi PKS, Fahri Hamzah, sempat mempersilahkan pendemo 411 untuk mengindap di DPR. Untungnya Kapolri Tito Karnavian sadar betul akan resiko besar terhadap Indonesia jika pendemo diijinkan menginap di DPR. Sehingga dengan tegas Kapolri mengambil alih pengamanan DPR dan melarang pendemo masuk.
 
“Saya sudah paham, kalau mereka masuk ke DPR, mereka ga mau keluar. Resiko kerusuhan semakin besar,” begitu kira-kira yang disampaikan Tito saat diprotes karena mengambil alih DPR. Sehingga buyarlah rencana rusuh dan mimpi menawarkan sistem khilafah kepada Indonesia.

Setelah HTI dibubarkan, reaksi berlebihan mulai terlihat dari PKS. Awalnya saya dan banyak pengamat politik mengira kalau PKS hanya memanfaatkan HTI. Kita berprasangka baik bahwa PKS sedang memainkan strategi politik demi menyelamatkan partai dari ambang batas senayan 2019.

Tapi belakangan, melihat Mardani begitu ngotot dengan pergerakan #2019GantiPresiden, bahkan saat Prabowo sudah diusung sebagai Capres penantang Jokowi. Bahkan melihat Mardani dan HTI membuat video kampanye 2019 Ganti Presiden, Ganti Sistem, pada akhirnya kita sadar bahwa ini bukan lagi strategi politik.

Kita kemudian terpaksa membuka dan menganalisis apa sebenarnya Partai Keadilan Sejahtara ini? pendiri PKS dalam sebuah kesempatan, dengan tegas mengatakan bahwa PKS adalah ikhwanul muslimin. Logistik dan cikal bakal pendirian PKS dibantu oleh Mesir dan negara timur tengah. Maka wajar kalau PKS begitu mendukung Moursi.

Ikhwanul muslimin bagaimanapun sudah ditetapkan sebagai kelompok teroris, ormas terlarang. Nasibnya sama seperti Hizbut Tahrir yang telah dilarang oleh banyak negara.

Hanya karena perbedaan nama, PKS tak terlalu mencolok. Tapi melihat pergerakan dan ideologi khilafah yang semakin ditunjukkan oleh elite PKS, maka sebenarnya PKS adalah ikhwanul muslimin yang merupakan induk dari hizbut tahrir.

Nasabnya jelas. di dalam ikhawanul muslimin, ada lembaga tandimul jihad. Dan salah satu anggota tandimul jihad adalah Taqiudin Alnabani, pendiri hizbut tahrir.

Maka jangan heran kalau PKS dan HTI selalu beriringan, karena secara ideologi dan jaringan, memang keduanya berangkat dari ‘rumah’ yang sama; ikhwanul muslimin.

Sehingga jika pemerintah Indonesia dengan tegas membubarkan HTI, seharusnya PKS juga ikut dibubarkan. Karena secara ideologi mereka berangkat dari sumber yang sama. Dari bukti-bukti provokasi, dapat kita temukan dengan mudah bahwa misi mereka adalah sama. Seperti halnya PKI, yang ingin mengganti sistem pemerintahan di Indonesia.

Pemerintah Indonesia harus bisa segera membubarkan PKS, sebelum partai ini menjalar ke banyak sektor pemerintahan dan berkuasa seperti halnya PKI dulu. PKS harus segera dibubarkan agar tidak ada resiko pertumpahan darah lagi seperti yang pernah dilakukan oleh PKI dulu. Kita tidak ingin ada sebuah kekuatan besar, dan memiliki tujuan mengganti ideologi negara. Begitulah kura-kura. #JokowiLagi.

sumber : Seword





#HTI #PKS #PKI


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






8 menit yang lalu

Berkunjung ke Madura, Ma'ruf: Dulu Kalah, Sekarang Harus Menang Banyak

Beritacenter.COM - Safari politik terus dilakukan oleh cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin guna mendulang banyak..
33 menit yang lalu

Sandi Anjurkan Olahraga 22 Menit Tiap Hari, Faktanya 30 Menit Lebih Dianjurkan

Beritacenter.COM - Saat debat cawapres yang lalu, cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menyebut olahraga 22 menit tiap..
1 jam yang lalu

Jokowi Unggul Tipis di Survei SMRC, TKN: Alhamdulillah

Beritacenter.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf AMin bersyukur dengan hasil survei SMRC di wilayah..
1 jam yang lalu

TKN: Penampilan Ma'ruf di Panggung Debat Kejutkan Milenial

Beritacenter.COM - Menanggapi penampilan cawapres 01 Ma'ruf Amin saat debat cawapres, anggota Tim Kampanye Nasional..
2 jam yang lalu

Gara-gara Selebrasi, Ronaldo Terancam Tak Bisa Main di Liga Champions

Beritacenter.COM - Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) resmi mendakwa megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo karena..
2 jam yang lalu

Nah Lho Cawapres Sandi Ketahuan Hoaks, Pasien Kanker Ini Akui Masih Dibiayai BPJS

Beritacenter.COM - Sosok Bu Lis, perempuan asal Sragen, Jawa Tengah mendadak viral di media sosial setelah namanya..
3 jam yang lalu

Cawapres Ma'ruf Amin Sebut 4 Bingkai Ini Bisa Majukan Bangsa

Beritacenter.COM - Cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin dalam safari politiknya memastikan bangsa yang maju..
4 jam yang lalu

Ini Dia Nama-nama Pemain Timnas U-23 Yang Dibawa ke Vietnam

Beritacenter.COM - Dalam kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Vietnam yang dimulai pada 22 hingga 26 Maret nanti, ada..
5 jam yang lalu

Penampilan Debat Cawapres Ma'ruf Amin Dinilai Melampaui Harapan

Beritacenter.COM - Debat Cawapres nomor urut 01 Maruf Amin di debat ketiga Pilpres 2019 dinilai melebihi..
6 jam yang lalu

Punya Visi Sama Dengan Gus Dur Jadi Alasan Yenny Wahid Dukung Jokowi-Amin

Beritacenter.COM - Aktivis wanita Indonesia, Zannuba Ariffah Chafsoh atau akrab disapa Yenny Wahid mendukung pasangan..
7 jam yang lalu

Gagasan UN Dihapus, DPR: Kualitas Pendidikan Antar Daerah Jomplang

Beritacenter.COM - Gagasan Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menuai kontra. Ketua DPR RI Bambang..
8 jam yang lalu

Sektor Ini Bisa Perkuat Nilai Mata Uang Rupiah

Beritacenter.COM - Dalam pengembangan sektor pariwisata dinilai paling banyak menyumbang devisa dan merupakan langkah..
9 jam yang lalu

Kerabat Capres Prabowo Subianto Bobol 50 Kali ATM Uang Nasabah Bank

Beritacenter.COM - Pelaku pembobolan ATM bernama Ramyadjie Priyambodo(RP) bermodus skimming saat beraksi selalu..
10 jam yang lalu

Cawapres Ma'ruf Amin Ziarah ke Makam Mbah Sayyid Sulaiman

Beritacenter.COM - Calon Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin dalam kunjungan ziarah ke makam Mbah Sayyid Sulaiman langsung..
10 jam yang lalu

Gagasan Cawapres Sandiaga Uno Hapus UN Akan Membuat Pelajar Malas Belajar

Beritacenter.COM - Program penghapusan Ujian Nasional(UN) yang dilakukan oleh Calon wakil presiden (cawapres) nomor..
11 jam yang lalu

Survei SMRC Terbaru: Jokowi Ungguli Prabowo di Banten

BeritaCenter.com – Elektabilitas capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin mengungguli..
11 jam yang lalu

Ibunda UAS Wafat, Ma'ruf Amin: Innalillahi Rojiun, Saya Sampaikan Bertakziah

BeritaCenter.com – Ibunda Ustaz Abdul Somad (UAS), Rohana meninggal dunia senin pagi (18/3). Cawapres 01..
12 jam yang lalu

Penilaian Netizen Soal Debat Cawapres, Ma'ruf Amin Dapat 98% Sentimen Positif, Sandi 79%

BeritaCenter.com – Debat ketiga Pilpres 2019 antara cawapres 01 Ma’ruf Amin dan Cawapres 02 Sandiaga Uno..
12 jam yang lalu

Berikut Sederet Barang Bukti yang Disita Polisi dari Rumah Ramyadjie

Beritacenter.COM - Keponakan capres Prabowo Subianto, Ramyadjie Priambodo ditangkap polisi terkait kasus skimming..
12 jam yang lalu

Ma'ruf Amin Kalahkan Sandiaga di Semua Segmen Debat Cawapres, Ini Buktinya

BeritaCenter.com – Politicawave mengungkap hasil pantauannya atas percakapan dan penilaian netizen terhadap..
13 jam yang lalu

Pengakuan Peserta OK OCE DKI Jakarta Yang Tertipu Janji Manis Sandi

Beritacenter.COM - Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno kembali menawarkan program OK OCE di debat ketiga..
13 jam yang lalu

TKN Jabarkan Perbedaan Dewan Riset dan Badan Riset yang Dijanjikan Ma'ruf

Beritacenter.COM - TKN Jokowi-Ma'ruf menjelaskan perbedaan Dewan Riset Nasional dengan Badan Riset Nasional..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi