Minggu, 20 Januari 2019 - 23:34 WIB

Provokasi dan Propaganda Khilafah Demi Menjatuhkan Jokowi ?

Oleh : Anas Baidowi | Selasa, 18 September 2018 | 12:46 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beberapa hari lalu, sosial media (Sosmed) digemparkan dengan demo mahasiswa di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK) yang menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun, lantaran harga-harga kebutuhan naik.

Setelah ditelusuri, ternyata, video itu adalah hoax. Video itu sengaja disebar sebagai propaganda. Anehnya lagi, jika memang ada gerakan mahasiswa, kenapa mereka tidak mendemo pemimpin daerahnya yang korupsi, malah diem-diem bae. Tetapi justru mendemo Jokowi yang benar-benar bekerja.

Video yang disebarkan sebagai propaganda adalah video simulasi pengamanan massa. Mereka sebarkan dengan caption 'kisruh demo di MK yang bertujuan menuntut Jokowi turun'. Itu kan sungguh kelakuan biadab. Sukanya yang rusuh-rusuh.

Mengapa propaganda seperti ini masih kerap dilakukan? Jawabnya sangat sederhana, jika pembuat hoax tersebut berasal dari kubu oposisi, sudah jelas itu dilakukan karena tidak mempunyai nilai jual, sehingga bisanya ya hanya melakukan provokasi dan kampanye hitam. Kalau politisi di kubu oposisi mempunyai kualitas, tentu tidak akan menyebarkan hoax yang bertujuan untuk memprovokasi. Apalagi memprovokasi untuk membuat kekisruhan. Dan saya berharap, hoax mengenai demo kisruh di MK tersebut bukan dilakukan oleh kubu oposisi.

Jika bukan dilakukan oleh kubu oposisi, lalu dilakukan oleh siapa? Bisa jadi, provokasi yang mengharapkan kerusuhan 98 terulang kembali adalah organisasi yang mengharapkan ideologi dan sistem negara ini diganti dengan sistem yang lain.

Jika pergerakan PKI sudah lama dilarang di Indonesia, masih ada pergerakan khilafah yang masih hangat dan belum terima kalau mereka menjadi organisasi terlarang di Indonesia, sebelas dua belas dengan PKI.

Kita ambil contohnya saja HTI. Di negara-negara yang mayoritas Islam, banyak menolak dan menjadikan HTI menjadi organisasi terlarang. Tetapi di Indonesia tumbuh subur di masa pemerintahan SBY. Hanya di era Jokowi, pemerintah berani dengan tegas membubarkan HTI.Tetapi sialnya, lawan politik Jokowi mengambil kesempatan ini untuk menggiring opini publik, bahwa pemerintahan Jokowi tidak ramah terhadap organisasi Islam. Ya anda tahu sendirilah.

Mungkin jika Indonesia rusuh, maka organisasi terlarang tersebut mulai beraksi melalui para elite yang dipercaya sudah berada di tempat-tempat penting dalam politik. Karena hanya dengan kerusuhan, sistem negara bisa diotak-atik.

Dulu sebelum Jokowi menjadi Presiden, saya sering mengikuti media HTI. Mereka secara ideologi bersebrangan dengan demokrasi dan Pancasila. Bahkan mereka dulu kalau tidak salah bersebrangan dengan PKS, partai dakwah yang ikut dalam demokrasi.

Tetapi saat ini bisa kita lihat, bagaimana mesranya petinggi HTI dan PKS dalam satu video bersama dan menyerukan 2019 ganti Presiden dan ganti sistem.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa HTI adalah organisasi internasional. Meskipun katanya membawa ajaran agama Islama, tetapi pada kenyataannya, HTI berpusat bukan di negara yang mayoritas warganya Islam.

Soal apakah hoax yang beredar terutama hoax yang berbau provokasi dan dapat memicu konflik itu adalah kerjaan oposisi atau para penggiat khilafah, menurut saya itu tidaklah penting. Yang paling penting saat ini adalah menindak pelaku penyebaran hoax tersebut sampai ke akar-akarnya.

Apapun alasannya, menyebar hoax yang dapat memicu kerusuhan adalah cara-cara yang dilakukan oleh orang-orang biadab dan tuna nalar. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan, dengan mengorbankan darah saudara-saudaranya sendiri adalah cara yang sangat biadab.

Saya justru kepikiran dengan Jokowi. Beliau sebisa mungkin tidak mau mengorbankan meskipun itu hanya oknum. Sebisa mungkin Jokowi mencoba merangkul semua kalangan untuk bersama-sama membangun bangsa supaya lebih baik.

Mencoba menyadarkan, dan mengembalikan ke jalan yang telah disepakati bersama. Indonesia negara Demokrasi dan Pancasila menjadi pilar kemajemukan. Persatuan dan kesatuan sangat penting untuk dijaga. Tidak mengorbankan akar rumput untuk saling bertempur. Sebisa mungkin menggandeng dan mengajak bersama-sama membangun bangsa.

Menjadi tidak heran, jika satu demi satu tokoh-tokoh yang pernah bersebrangan kini merapat kepada beliau. Itu semua dilakukannya untuk menjaga keutuhan dan berdemokrasi secara bermutu untuk menghasilkan pimpinan yang bermutu pula.

Sumber : Seword





#Hoax #Berita Center #Berita Kriminal Indonesia #Khilafah


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Ngaku Terinspirasi dengan Jokowi, Bocah 13 Tahun ini Bicara Freeport dan Infrastruktur

Beritacenter.COM - James Gultom, seorang bocah berusia 13 tahun yang belakangan viral lantaran ingin bertemu Presiden..
3 jam yang lalu

Viral Medsos, Warga Indramayu Berburu Uang Jutaan di Sungai Tanjungsari

Infonya beredar katanya uang puluhan juta dibuang di sungai beserta emas, seperti kalung, gelang, dan lain-lain...
4 jam yang lalu

Soal Hoax Ijazah Palsu Jokowi, TKN: Beliau Lulusan UGM, Bagaimana Bisa Ijazah Palsu

Beliau itu lulusan S1 UGM. Bagaimana bisa dikatakan ijazah palsu sementara beliau lulusan UGM, lho wong untuk masuk..
5 jam yang lalu

Wow, Ada Fitur Pendeteksi Stroke di Apple Watch Series 5

Beritacenter.COM - Berbagai inovasi terus dilakukan oleh Apple guna kenyamanan para penggunanya, bahkan kabarnya..
6 jam yang lalu

Disindir Edy, Umuh: Dia Korban Pengurus PSSI yang Tak Becus

Beritacenter.COM - Menanggapi sindiran yang dilontarkan mantan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, Umuh Muchtar mengaku..
8 jam yang lalu

Edy Sebut Umuh yang Bikin Indonesia Terlihat Primitif

Beritacenter.COM - Usai mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi memberikan pesan khusus untuk petinggi..
9 jam yang lalu

Polisi Pastikan Tak Ada Kriminalisasi Nelayan Seperti yang Dikatakan Sandiaga Uno

Beritacenter.COM - Menanggapi pernyataan Sandiaga Uno yang menyebut adanya persekusi dan kriminalisasi terhadap..
10 jam yang lalu

Sandiaga Uno Sebut Nelayan Cilamaya Dipersekusi, Muspida Karawang: Hoax Itu, Bikin Gaduh Saja

Beritacenter.COM - Pernyataan Cawapres Sandiaga Uno dalam acara debat Capres-Cawapres Kamis malam (17/1) soal..
12 jam yang lalu

Edy Rahmayadi Akhirnya Resmi Mundur Dari Ketum PSSI

Beritacenter.COM - Ketua PSSI periode 2016-2020, Edy Rahmayadi menyampaikan pengunduran dirinya sebagai orang nomor..
13 jam yang lalu

Alumni UIN Deklarasi Tolak Hoaks dan Kebangkitan Orde Baru

Beritacenter.COM - Aktivis 98 alumni UIN Syarif Hidyatullah Jakarta yang tergabung dalam Alumni UIN Bersatu menolak..
13 jam yang lalu

Polisi Sergap Oknum Kades Saat Transaksi Narkoba

Beritacenter.COM - Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten mengamankan seorang Kepala Desa berinisial D..
14 jam yang lalu

Jokowi Ingatkan Penerima PKH Dahulukan Kepentingan Pendidikan Anak

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) agar lebih..
16 jam yang lalu

Umar Kholid Penyebar Hoax Ijazah Jokowi Terancam 3 Tahun Bui

Beritacenter.COM - Penyebar hoaks Umar Kholid Harahap (28), berhasil diringkus aparat kepolisian karena menyebarkan..
1 hari yang lalu

Ole Gunnar Solskjaer Ingin Manchester United Rekrut Pemain PSV

Beritacenter.COM - Ole Gunnar Solskjaer dikabarkan meminta manajemen Manchester United untuk mengamankan jasa winger..
1 hari yang lalu

Pemuda Dibacok, Warga Kroyok Orang Stres Hingga Tewas

Beritacenter.COM - Seoran pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan tewas seketika usai dikeroyok oleh warga..
1 hari yang lalu

Jokowi - Ma'ruf Optimis Menang Telak di Jakarta

Beritacenter.COM - Sekertaris Jendral (Sekjen) PDI Perjuangan optimis pasangan Jokowi - Maruf akan menang telak di..
1 hari yang lalu

Keren !! Presiden Jokowi Bangun Rumah Subsidi Untuk Persaudaraan Pangkas Rambut Garut

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pastikan pemerintah akan membangun perumahaan bersubsidi yang akan..
1 hari yang lalu

Satu Dari Tiga Pelaku Pencurian Motor, Dihadiahi Timah Panas Oleh Polisi

Beritacenter.COM - Sholahudin, Septian Erik dan Kurdi Efendi, Ketiganya tidak berdaya saat diamankan dan digelandang..
1 hari yang lalu

"Sakit Hati" Sering Dituduh Curi HP dan Tidak Pernah Dikasih Uang Makan, Dua Pemuda Nekat Bunuh Bosnya...

Beritacenter.COM - Di hadapan polisi kedua pelaku pembunuhan, yaitu Syaifur Rizal alias Ijang dan Ari alias Mat,..
1 hari yang lalu

Kecewa Dengan Hasil Debat Perdana, 20 Ribu Pendukung Prabowo-Sandi "Pindah" Ke Jokowi-Amin

Beritacenter.COM - Banyak sekali para pendukung Prabowo-Sandi yang kecewa dengan hasil debat perdana, (17/1/2019),..
1 hari yang lalu

Nyamar Jadi Orang Telkom, Dua Pelaku Pencuri Kabel Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Dua orang pemuda yang berpura-pura sebagai pegawai indihome, diamankan polisi setelah..
1 hari yang lalu

Masuk Rumah Janda Ditengah Malam, Yanto Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Yanto (38) berhasil diamankan polisi setelah nekat melakukan aksi pencurian disebuah rumah warga...

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi