Sabtu, 17 Nopember 2018 - 06:45 WIB

Provokasi dan Propaganda Khilafah Demi Menjatuhkan Jokowi ?

Oleh : Anas Baidowi | Selasa, 18 September 2018 | 12:46 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beberapa hari lalu, sosial media (Sosmed) digemparkan dengan demo mahasiswa di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK) yang menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun, lantaran harga-harga kebutuhan naik.

Setelah ditelusuri, ternyata, video itu adalah hoax. Video itu sengaja disebar sebagai propaganda. Anehnya lagi, jika memang ada gerakan mahasiswa, kenapa mereka tidak mendemo pemimpin daerahnya yang korupsi, malah diem-diem bae. Tetapi justru mendemo Jokowi yang benar-benar bekerja.

Video yang disebarkan sebagai propaganda adalah video simulasi pengamanan massa. Mereka sebarkan dengan caption 'kisruh demo di MK yang bertujuan menuntut Jokowi turun'. Itu kan sungguh kelakuan biadab. Sukanya yang rusuh-rusuh.

Mengapa propaganda seperti ini masih kerap dilakukan? Jawabnya sangat sederhana, jika pembuat hoax tersebut berasal dari kubu oposisi, sudah jelas itu dilakukan karena tidak mempunyai nilai jual, sehingga bisanya ya hanya melakukan provokasi dan kampanye hitam. Kalau politisi di kubu oposisi mempunyai kualitas, tentu tidak akan menyebarkan hoax yang bertujuan untuk memprovokasi. Apalagi memprovokasi untuk membuat kekisruhan. Dan saya berharap, hoax mengenai demo kisruh di MK tersebut bukan dilakukan oleh kubu oposisi.

Jika bukan dilakukan oleh kubu oposisi, lalu dilakukan oleh siapa? Bisa jadi, provokasi yang mengharapkan kerusuhan 98 terulang kembali adalah organisasi yang mengharapkan ideologi dan sistem negara ini diganti dengan sistem yang lain.

Jika pergerakan PKI sudah lama dilarang di Indonesia, masih ada pergerakan khilafah yang masih hangat dan belum terima kalau mereka menjadi organisasi terlarang di Indonesia, sebelas dua belas dengan PKI.

Kita ambil contohnya saja HTI. Di negara-negara yang mayoritas Islam, banyak menolak dan menjadikan HTI menjadi organisasi terlarang. Tetapi di Indonesia tumbuh subur di masa pemerintahan SBY. Hanya di era Jokowi, pemerintah berani dengan tegas membubarkan HTI.Tetapi sialnya, lawan politik Jokowi mengambil kesempatan ini untuk menggiring opini publik, bahwa pemerintahan Jokowi tidak ramah terhadap organisasi Islam. Ya anda tahu sendirilah.

Mungkin jika Indonesia rusuh, maka organisasi terlarang tersebut mulai beraksi melalui para elite yang dipercaya sudah berada di tempat-tempat penting dalam politik. Karena hanya dengan kerusuhan, sistem negara bisa diotak-atik.

Dulu sebelum Jokowi menjadi Presiden, saya sering mengikuti media HTI. Mereka secara ideologi bersebrangan dengan demokrasi dan Pancasila. Bahkan mereka dulu kalau tidak salah bersebrangan dengan PKS, partai dakwah yang ikut dalam demokrasi.

Tetapi saat ini bisa kita lihat, bagaimana mesranya petinggi HTI dan PKS dalam satu video bersama dan menyerukan 2019 ganti Presiden dan ganti sistem.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa HTI adalah organisasi internasional. Meskipun katanya membawa ajaran agama Islama, tetapi pada kenyataannya, HTI berpusat bukan di negara yang mayoritas warganya Islam.

Soal apakah hoax yang beredar terutama hoax yang berbau provokasi dan dapat memicu konflik itu adalah kerjaan oposisi atau para penggiat khilafah, menurut saya itu tidaklah penting. Yang paling penting saat ini adalah menindak pelaku penyebaran hoax tersebut sampai ke akar-akarnya.

Apapun alasannya, menyebar hoax yang dapat memicu kerusuhan adalah cara-cara yang dilakukan oleh orang-orang biadab dan tuna nalar. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan, dengan mengorbankan darah saudara-saudaranya sendiri adalah cara yang sangat biadab.

Saya justru kepikiran dengan Jokowi. Beliau sebisa mungkin tidak mau mengorbankan meskipun itu hanya oknum. Sebisa mungkin Jokowi mencoba merangkul semua kalangan untuk bersama-sama membangun bangsa supaya lebih baik.

Mencoba menyadarkan, dan mengembalikan ke jalan yang telah disepakati bersama. Indonesia negara Demokrasi dan Pancasila menjadi pilar kemajemukan. Persatuan dan kesatuan sangat penting untuk dijaga. Tidak mengorbankan akar rumput untuk saling bertempur. Sebisa mungkin menggandeng dan mengajak bersama-sama membangun bangsa.

Menjadi tidak heran, jika satu demi satu tokoh-tokoh yang pernah bersebrangan kini merapat kepada beliau. Itu semua dilakukannya untuk menjaga keutuhan dan berdemokrasi secara bermutu untuk menghasilkan pimpinan yang bermutu pula.

Sumber : Seword





#Berita Kriminal Indonesia #Berita Center #Hoax #Khilafah


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






30 menit yang lalu

Pabrik di Penjaringan Jakut Dilalap Si Jago Merah, 10 Unit Damkar Dikerahkan

Beritacenter.COM - Sebuah pabrik di kawasan Jalan Kapuk Utara, Penjaringan, Jakarta Utara, dilalap si jago merah...
1 jam yang lalu

Legenda Liverpool: Mohamed Salah Mulai Dekat dengan Kemampuan Terbaiknya

Beritacenter.COM - Legenda Liverpool Jan Molby memberikan pembelaan kepada Mohamed Salah yang dinilai mengalami..
2 jam yang lalu

Pria di Bekasi Tewas di Bacok Orang Tak Dikenal Dalam Perjalanan Pulang

Beritacenter.COM - Nasib nahas melanda seorang pria bernama Luki Surahman di Bekasi, Jawa Barat. Saat dalam..
3 jam yang lalu

Polisi Kumpulkan Saksi dan Cek CCTV Mal Lokasi TKA China Dirampok

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Cilegon menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pengecekan CCTV..
4 jam yang lalu

Gelar Reuni Akbar, PA 212 Klaim Kantongi Izin dari Anies?

Ada izin-tidak ada izin, tetap kita bikin karena insyaallah, apalagi Gubernur DKI saat ini, Anies, telah memberikan..
5 jam yang lalu

Dituding Survei Berbayar, LSI Denny JA : FPI Belum Familiar dengan Dunia Riset atau Survei

Namun kami bisa memahami mengapa FPI merespons seperti itu. Karena mungkin FPI belum familiar dengan dunia riset atau..
6 jam yang lalu

TKA China Dirampok Diparkiran Swalayan di Cilegon, Uang Rp300 Juta Dirampas

Beritacenter.COM - Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China, Yujian Yang (26), menjadi korban perampokan di wilayah..
7 jam yang lalu

RS Polri: Identifikasi Korban Lion Air JT 610 Memerlukan Ketelitian dan Ketekunan

(Ketelitian dan ketekunan) baik untuk mengetahui mendapatkan informasi tanda-tanda medis maupun tanda-tanda properti..
8 jam yang lalu

Presiden Jokowi Minta Motor Gesits Meluncur ke Pasar Awal Tahun

 Beritacenter.COM - Peluncuran motor nasional bertenaga listrik, Gesits akan meluncur pada Januari 2019. Hal itu..
8 jam yang lalu

Izin Frekuensi Internet Bolt dan Firstmedia Bakal Dicabut Pemerintah, Apa Kabar Nasib Pelanggannya ?

Beritacenter.COM - Menunggaknya pembayaran Biaya Hak Penggunaan(BHP) frekuensi yang dimiliki oleh PT Internux(Bolt)..
9 jam yang lalu

Bahan Pangan Nasi Baru Ini Bisa Dikonsumsi Oleh Penderita Diabetes

Beritacenter.COM - Mahasiswa asal Program Studi Pendidikan IPA dari Universitas Negeri Yogyakarta(UNY) berhasil..
9 jam yang lalu

Perebutan Jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta Buat Hubungan PKS-Gerindra Retak

Beritacenter.COM - Perebutan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta rupanya masih berkutat yang dilakukan oleh PKS dan..
10 jam yang lalu

Polisi Ancam Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Dengan Hukuman Mati

Beritacenter.COM - Pelaku pembunuh Haris Simamora(HS) yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan satu..
10 jam yang lalu

Lagi-lagi Bermasalah, Lion Air JT 561 Gagal Terbang

Beritacenter.COM -Maskapai penerbangan Lion Air JT 561 gagal terbang menuju Jakarta dari Bandara Adi Soemarmo, Solo,..
11 jam yang lalu

Diisukan Ingin Datangkan Dembele Dari Barcelona, Ini Tanggapan Liverpool

Beritacenter.COM - Klub Liga Inggris Liverpool angkat bicara soal rumor transfer Ousman Dembel. Menurutnya Liverpool..
11 jam yang lalu

Begini Kata Tetangga Korban Yang Mengenal Tersangka HS

Beritacenter.COM - Tersangka Haris Simamora(HS) yang merupakan pembunuh sekeluarga di rumah kontrakan milik Douglas..
12 jam yang lalu

Pelaku Pembunuhan Sekeluarga Memiliki Hobi Naik Gunung

Beritacenter.COM - Pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi bernama Haris Simamora (23) telah ditangkap tim Gabungan..
12 jam yang lalu

Elektabilitas Sangat Tinggi Merupakan Bukti Kalau Jokowi Benar-benar Dicintai Rakyat

Beritacenter.COM - Elektabilitas Presiden Joko Widodo(Jokowi) mencapai 57,7 persen dan itu merupakan bukti rakyat..
13 jam yang lalu

Chelsea Akan Lepas Gary Cahill di Bursa Transfer Januari

Beritacenter.COM - Pemain bertahan Chelsea, Gary Cahill mengakui sudah tidak betah lagi bersama Chelsea dan mendorong..
13 jam yang lalu

Ternyata Ini Motif Pelaku Membunuh Sekeluarga di Bekasi

Beritacenter.COM - Kasus pembunuhan satu keluarga yang terjadi di Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi perlahan mulai..
14 jam yang lalu

Instagram Bakal Hadirkan Fitur Pelacak Waktu

Beritacenter.COM - Pada Agustus 20018 Facebook mengumumkan perangkat "activity dashboard" yang dapat melihat..
14 jam yang lalu

Ratusan Warga Jatim Turun Ke Jalan Aksi Kecam Sandiaga dan Fadli Zon

Beritacenter.COM - Ratusan warga Jombang, Jawa Timur turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa, Jumat (16/11/2018)...

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi