Jumat, 22 Maret 2019 - 12:35 WIB

Provokasi dan Propaganda Khilafah Demi Menjatuhkan Jokowi ?

Oleh : Anas Baidowi | Selasa, 18 September 2018 | 12:46 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beberapa hari lalu, sosial media (Sosmed) digemparkan dengan demo mahasiswa di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK) yang menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun, lantaran harga-harga kebutuhan naik.

Setelah ditelusuri, ternyata, video itu adalah hoax. Video itu sengaja disebar sebagai propaganda. Anehnya lagi, jika memang ada gerakan mahasiswa, kenapa mereka tidak mendemo pemimpin daerahnya yang korupsi, malah diem-diem bae. Tetapi justru mendemo Jokowi yang benar-benar bekerja.

Video yang disebarkan sebagai propaganda adalah video simulasi pengamanan massa. Mereka sebarkan dengan caption 'kisruh demo di MK yang bertujuan menuntut Jokowi turun'. Itu kan sungguh kelakuan biadab. Sukanya yang rusuh-rusuh.

Mengapa propaganda seperti ini masih kerap dilakukan? Jawabnya sangat sederhana, jika pembuat hoax tersebut berasal dari kubu oposisi, sudah jelas itu dilakukan karena tidak mempunyai nilai jual, sehingga bisanya ya hanya melakukan provokasi dan kampanye hitam. Kalau politisi di kubu oposisi mempunyai kualitas, tentu tidak akan menyebarkan hoax yang bertujuan untuk memprovokasi. Apalagi memprovokasi untuk membuat kekisruhan. Dan saya berharap, hoax mengenai demo kisruh di MK tersebut bukan dilakukan oleh kubu oposisi.

Jika bukan dilakukan oleh kubu oposisi, lalu dilakukan oleh siapa? Bisa jadi, provokasi yang mengharapkan kerusuhan 98 terulang kembali adalah organisasi yang mengharapkan ideologi dan sistem negara ini diganti dengan sistem yang lain.

Jika pergerakan PKI sudah lama dilarang di Indonesia, masih ada pergerakan khilafah yang masih hangat dan belum terima kalau mereka menjadi organisasi terlarang di Indonesia, sebelas dua belas dengan PKI.

Kita ambil contohnya saja HTI. Di negara-negara yang mayoritas Islam, banyak menolak dan menjadikan HTI menjadi organisasi terlarang. Tetapi di Indonesia tumbuh subur di masa pemerintahan SBY. Hanya di era Jokowi, pemerintah berani dengan tegas membubarkan HTI.Tetapi sialnya, lawan politik Jokowi mengambil kesempatan ini untuk menggiring opini publik, bahwa pemerintahan Jokowi tidak ramah terhadap organisasi Islam. Ya anda tahu sendirilah.

Mungkin jika Indonesia rusuh, maka organisasi terlarang tersebut mulai beraksi melalui para elite yang dipercaya sudah berada di tempat-tempat penting dalam politik. Karena hanya dengan kerusuhan, sistem negara bisa diotak-atik.

Dulu sebelum Jokowi menjadi Presiden, saya sering mengikuti media HTI. Mereka secara ideologi bersebrangan dengan demokrasi dan Pancasila. Bahkan mereka dulu kalau tidak salah bersebrangan dengan PKS, partai dakwah yang ikut dalam demokrasi.

Tetapi saat ini bisa kita lihat, bagaimana mesranya petinggi HTI dan PKS dalam satu video bersama dan menyerukan 2019 ganti Presiden dan ganti sistem.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa HTI adalah organisasi internasional. Meskipun katanya membawa ajaran agama Islama, tetapi pada kenyataannya, HTI berpusat bukan di negara yang mayoritas warganya Islam.

Soal apakah hoax yang beredar terutama hoax yang berbau provokasi dan dapat memicu konflik itu adalah kerjaan oposisi atau para penggiat khilafah, menurut saya itu tidaklah penting. Yang paling penting saat ini adalah menindak pelaku penyebaran hoax tersebut sampai ke akar-akarnya.

Apapun alasannya, menyebar hoax yang dapat memicu kerusuhan adalah cara-cara yang dilakukan oleh orang-orang biadab dan tuna nalar. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan, dengan mengorbankan darah saudara-saudaranya sendiri adalah cara yang sangat biadab.

Saya justru kepikiran dengan Jokowi. Beliau sebisa mungkin tidak mau mengorbankan meskipun itu hanya oknum. Sebisa mungkin Jokowi mencoba merangkul semua kalangan untuk bersama-sama membangun bangsa supaya lebih baik.

Mencoba menyadarkan, dan mengembalikan ke jalan yang telah disepakati bersama. Indonesia negara Demokrasi dan Pancasila menjadi pilar kemajemukan. Persatuan dan kesatuan sangat penting untuk dijaga. Tidak mengorbankan akar rumput untuk saling bertempur. Sebisa mungkin menggandeng dan mengajak bersama-sama membangun bangsa.

Menjadi tidak heran, jika satu demi satu tokoh-tokoh yang pernah bersebrangan kini merapat kepada beliau. Itu semua dilakukannya untuk menjaga keutuhan dan berdemokrasi secara bermutu untuk menghasilkan pimpinan yang bermutu pula.

Sumber : Seword





#Berita Center #Berita Kriminal Indonesia #Khilafah #Hoax


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






25 menit yang lalu

Puluhan Ribu Buruh di Bandung Deklarasikan Menangkan Jokowi - Ma'ruf

Beritacenter.COM - Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Joko Widodo - Ma'ruf Amin kembali..
56 menit yang lalu

Apakah Hasil Survei Elektabilitas Litbang Kompas, Main Mata Dengan Prabowo ?

Beritacenter.COM -Belum lama ini Kompas merilis hasil survey yang dilakukan riset Litbang Kompas dan membuat kalangan..
1 jam yang lalu

Gara-gara Selebrasi Cojones, EUFA Denda Ronaldo Rp320 juta

Beritacenter.COM - Setelah melakukan penyelidikan beberapa hari, akhirnya UEFA resmi menjatuhkan sanksi untuk..
1 jam yang lalu

Polisi Ringkus Empat Bandar Judi Ceki di Blitar

Beritacenter.COM - Satreskrim Polres Blitar meringkus empat orang bandar judi ceki yang sedang bermain di pasar..
1 jam yang lalu

Menteri Susi "Sentil" Sandiga Uno "Pemimpin Yang Tidak Memilik Visi"

Beritacenter.COM - Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, tak kuasa menahan emosi begitu..
1 jam yang lalu

Jelang Pemilu, Kapolda Bali Pastikan Pulau Dewata Aman

Beritacenter.COM - Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose memastikan kondisi Bali aman saat Pilkada 2019. Glose..
1 jam yang lalu

Jokowi Sandang Gelar "Bapak Pembangunan Desa"

Beritacenter.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan rencana pemberian gelar ‘Bapak..
2 jam yang lalu

Dilaporkan karena Dinilai Biarkan Hoaks, Ma'ruf Amin: Apa Salah Saya?

Beritacenter.COM - Advokat Peduli Pemilu melaporkan cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin ke Badan Pengawas Pemilu..
2 jam yang lalu

Suporter Manchester United Minta Paul Pogba Dijual

Beritacenter.COM - Suporter Manchester United meminta klub klub melepas Paul Pogba ke Real Madrid. Hal itu menjadi..
2 jam yang lalu

Sempat Tertunda, Pemeriksaan Romi Dilakukan Hari Ini

Beritacenter.COM - Proses pemeriksaan terhadap eks Ketua Umum PPP M Romahurmuziy (Romi) dilanjutkan Komisi..
3 jam yang lalu

Sejumlah Tokoh Dukung MUI Terkait Wacana Fatwa Haram Game PUBG

Beritacenter.COM - Pasca terjadinya penembakan sadis di dua masjid Selandia Baru, kini game PlayerUnknown's..
3 jam yang lalu

Indahnya Bromo dan Air Terjun di Toilet Bandara Juanda Ini Bikin Takjub Hingga Mancanegara

BeritaCenter.com - Sepasang toilet dengan dekorasi gambar tiga dimensi (3D) di Bandara International Juanda bikin..
3 jam yang lalu

Cabuli Bocah di Bawah Umur, Dua Pemuda di Aceh Terancam Hukuman Cambuk

Beritacenter.COM - Polisi menangkap dua pemuda asal Kabupaten Bireun karena diduga melakukan pencabulan terhadap anak..
4 jam yang lalu

Survei Indo Barometer Proyeksikan Jokowi Raih 63,47% Suara dan Prabowo 36,53% di 17 April Nanti

BeritaCenter.com – Capres 01 Joko Widodo (Jokowi) diperkirakan akan mendapat raihan suara 63,47% saat 17 April..
4 jam yang lalu

Tak Menyesal Edarkan Narkoba, Efendi Jualan Sabu Lagi di Masa Tunggu Eksekusi Mati

Beritacenter.COM - Entah apa yang ada di fikiran Efendi Salam Ginting yang dengan santainya mengaku tidak kapok..
4 jam yang lalu

Dinas PMPTSP Ungkap Kebohongan Sandi Soal OK OCE Sumbang Rp 359 M ke DKI

BeritaCenter.com - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta (DPMPTSP) membantah..
4 jam yang lalu

Beri Tips Pilih Pemimpin, Jokowi: Jangan Diberikan yang Masih Coba-coba

Beritacenter.COM - Jelang hari pencoblosan yang kurang dari 30 hari lagi, capres Joko Widodo (Jokowi) mengajak para..
5 jam yang lalu

TKN Pertanyakan Klaim Sandi soal OK OCE Sumbang Rp 359 M ke DKI

Beritacenter.COM - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengklaim OK OCE telah menyumbang Rp 359 miliar ke..
5 jam yang lalu

Jika Tak Bertahan di Chelsea, Higuain Bakal Jadi Masalah Buat Juventus

Beritacenter.COM - Sejak 30 Juni 2019, Gonzalo Higuain sudah bermain di Chelsea dengan status pinjaman. Sejak saat..
6 jam yang lalu

4 Masjid di Inggris Dirusak Orang Tidak Dikenal

Beritacenter.COM - Empat masjid di Kota Birmingham, Inggris, menjadi sasaran penyerangan, sepanjang Kamis (21/3/2019)..
7 jam yang lalu

Jelang Hadapi Thailand, Ini Kata Pelatih Timnas Indra Sjafri...

Beritacenter.COM - Timnas Indonesia U-23 kini melakukan latihan taktik jelang menghadapi Thailand pada babak..
8 jam yang lalu

Cawapres Ma'ruf Amin Beri Motivasi Untuk Para Santri

Beritacenter.COM - Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin melakukan silaturahmi ke Yayasan Pondok..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi