Minggu, 25 Agustus 2019 - 11:04 WIB

Provokasi dan Propaganda Khilafah Demi Menjatuhkan Jokowi ?

Oleh : Anas Baidowi | Selasa, 18 September 2018 | 12:46 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beberapa hari lalu, sosial media (Sosmed) digemparkan dengan demo mahasiswa di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK) yang menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun, lantaran harga-harga kebutuhan naik.

Setelah ditelusuri, ternyata, video itu adalah hoax. Video itu sengaja disebar sebagai propaganda. Anehnya lagi, jika memang ada gerakan mahasiswa, kenapa mereka tidak mendemo pemimpin daerahnya yang korupsi, malah diem-diem bae. Tetapi justru mendemo Jokowi yang benar-benar bekerja.

Video yang disebarkan sebagai propaganda adalah video simulasi pengamanan massa. Mereka sebarkan dengan caption 'kisruh demo di MK yang bertujuan menuntut Jokowi turun'. Itu kan sungguh kelakuan biadab. Sukanya yang rusuh-rusuh.

Mengapa propaganda seperti ini masih kerap dilakukan? Jawabnya sangat sederhana, jika pembuat hoax tersebut berasal dari kubu oposisi, sudah jelas itu dilakukan karena tidak mempunyai nilai jual, sehingga bisanya ya hanya melakukan provokasi dan kampanye hitam. Kalau politisi di kubu oposisi mempunyai kualitas, tentu tidak akan menyebarkan hoax yang bertujuan untuk memprovokasi. Apalagi memprovokasi untuk membuat kekisruhan. Dan saya berharap, hoax mengenai demo kisruh di MK tersebut bukan dilakukan oleh kubu oposisi.

Jika bukan dilakukan oleh kubu oposisi, lalu dilakukan oleh siapa? Bisa jadi, provokasi yang mengharapkan kerusuhan 98 terulang kembali adalah organisasi yang mengharapkan ideologi dan sistem negara ini diganti dengan sistem yang lain.

Jika pergerakan PKI sudah lama dilarang di Indonesia, masih ada pergerakan khilafah yang masih hangat dan belum terima kalau mereka menjadi organisasi terlarang di Indonesia, sebelas dua belas dengan PKI.

Kita ambil contohnya saja HTI. Di negara-negara yang mayoritas Islam, banyak menolak dan menjadikan HTI menjadi organisasi terlarang. Tetapi di Indonesia tumbuh subur di masa pemerintahan SBY. Hanya di era Jokowi, pemerintah berani dengan tegas membubarkan HTI.Tetapi sialnya, lawan politik Jokowi mengambil kesempatan ini untuk menggiring opini publik, bahwa pemerintahan Jokowi tidak ramah terhadap organisasi Islam. Ya anda tahu sendirilah.

Mungkin jika Indonesia rusuh, maka organisasi terlarang tersebut mulai beraksi melalui para elite yang dipercaya sudah berada di tempat-tempat penting dalam politik. Karena hanya dengan kerusuhan, sistem negara bisa diotak-atik.

Dulu sebelum Jokowi menjadi Presiden, saya sering mengikuti media HTI. Mereka secara ideologi bersebrangan dengan demokrasi dan Pancasila. Bahkan mereka dulu kalau tidak salah bersebrangan dengan PKS, partai dakwah yang ikut dalam demokrasi.

Tetapi saat ini bisa kita lihat, bagaimana mesranya petinggi HTI dan PKS dalam satu video bersama dan menyerukan 2019 ganti Presiden dan ganti sistem.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa HTI adalah organisasi internasional. Meskipun katanya membawa ajaran agama Islama, tetapi pada kenyataannya, HTI berpusat bukan di negara yang mayoritas warganya Islam.

Soal apakah hoax yang beredar terutama hoax yang berbau provokasi dan dapat memicu konflik itu adalah kerjaan oposisi atau para penggiat khilafah, menurut saya itu tidaklah penting. Yang paling penting saat ini adalah menindak pelaku penyebaran hoax tersebut sampai ke akar-akarnya.

Apapun alasannya, menyebar hoax yang dapat memicu kerusuhan adalah cara-cara yang dilakukan oleh orang-orang biadab dan tuna nalar. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan, dengan mengorbankan darah saudara-saudaranya sendiri adalah cara yang sangat biadab.

Saya justru kepikiran dengan Jokowi. Beliau sebisa mungkin tidak mau mengorbankan meskipun itu hanya oknum. Sebisa mungkin Jokowi mencoba merangkul semua kalangan untuk bersama-sama membangun bangsa supaya lebih baik.

Mencoba menyadarkan, dan mengembalikan ke jalan yang telah disepakati bersama. Indonesia negara Demokrasi dan Pancasila menjadi pilar kemajemukan. Persatuan dan kesatuan sangat penting untuk dijaga. Tidak mengorbankan akar rumput untuk saling bertempur. Sebisa mungkin menggandeng dan mengajak bersama-sama membangun bangsa.

Menjadi tidak heran, jika satu demi satu tokoh-tokoh yang pernah bersebrangan kini merapat kepada beliau. Itu semua dilakukannya untuk menjaga keutuhan dan berdemokrasi secara bermutu untuk menghasilkan pimpinan yang bermutu pula.

Sumber : Seword





#Berita Center #Berita Kriminal Indonesia #Hoax #Khilafah


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






37 menit yang lalu

Ngabalin ke Habib Rizieq soal Pencekalan: Jangan Menuduh, Tak Baik Menurut Al Quran

Jangan juga dituduh yang macam macam, karena tuduhan itu kan menurut Al Quran tidak baik, kalau menuduh fitnah tidak..
1 jam yang lalu

Punya Catatan Kriminal, Rampok Toko Emas di Magetan Pernah Tusuk Bupati Madiun

Beritacenter.COM - Polisi menyebut pelaku perampokan toko emas di Magetan, YT (41), memiliki catatan kriminal. Warga..
2 jam yang lalu

Densus Geledah Rumah Rampok Toko Emas di Madiun, Panah Hingga Tombak Diamankan

Beritacenter.COM - Penggeledahan terhadap rumah pelaku perampokan toko emas di Magetan dilakukan personel Densus 88...
3 jam yang lalu

Tinjau Korban KM Santika Nusantara, Gubernur Khofifah Sampaikan Bela Sungkawa

Kita menyampaikan duka cita bela sungkawa, atas korban yang meninggal mereka sudah ditempatkan di tiga titik. Insya..
15 jam yang lalu

Frans Kaisiepo Pejuang Papua Yang "Kibarkan Merah Putih dan Nyanyikan Lagu Indonesia Raya"

Beritacenter.COM - Frans Kaisiepo adalah pejuang pro-integrasi Papua dengan Indonesia, darinya lahi nama Irian,..
16 jam yang lalu

Beda Sikap MUI Pada Somad dan Ahok

MUI undang UAS untuk klarifikasi dan tabayun. Suatu langkah yang bagus dan memang seharuanya dilakukan. Mudah2an..
17 jam yang lalu

Tunjungan Wagub DKI Jakarta Disikat Aines, Netizen : Rezeki Anak Setan...

Beritacenter.COM - Sampai saat ini Anies Baswedan tidak memilik Wakil untuk membantunya mengurus Jakarta, hal ini..
18 jam yang lalu

Soal Tudingan Rizieq ke Jokowi, PDIP: Itu Ilusi Penuh Kebencian

BeritaCenter.COM - Rizieq Shihab menuding pencekalan yang dilakukan Kerajaan Arab Saudi terhadapnya karena permintaan..
18 jam yang lalu

Apakah Tommy Soeharto "Aktor Dibalik" Gerakan Papua Merdeka ?

Beritacenter.COM - Rupanya keluarga Cendana sangat terusik dengan pemerintahan Jokowi. Setelah ikut memfasillitasi..
19 jam yang lalu

Rizieq Shihab Meracau, Sebut Pencekalan Dirinya Ulah Pemerintah

BeritaCenter.COM – Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengatakan, pencekalan dirinya oleh..
20 jam yang lalu

Kereta Komuter di London Mati, Ratusan Orang Dievakuasi

Mereka harus melalui terowongan untuk kembali ke stasiun mengikuti arahan dari pihak berwenang. Dalam sejumlah video..
21 jam yang lalu

KM Santika Nusantara Terbakar, 23 Orang Masih Belum Ditemukan

Widi mengatakan dari 162 orang penumpang, sebanyak 111 orang merupakan penumpang kapal dan 51 orang merupakan kru..
22 jam yang lalu

Pakar Hukum Sebut Capim dari Polri Tak Akan Lemahkan KPK, Ini Alasannya

BeritaCenter.COM – Daftar capim KPK yang lolos tes profile assessment telah diumumkan. Ada 20 orang yang..
22 jam yang lalu

Moeldoko Minta Sandiaga Uno untuk Tidak Provokatif Terkait Masalah di Papua

Menanggapi hal tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta Sandiaga tidak provokatif menyebut pemerintah..
23 jam yang lalu

Empat anggota Polri Maju Tahap Selanjutnya, Pansel KPK : Tak Ada yang Diistimewakan

Lebih lanjut Hendardi juga menyebutkan jika anggota Polri yang lolos seleksi tersebut sudah disaring berdasarkan..
1 hari yang lalu

Persija Berambisi Curi Poin di Kandang Persebaya

Beritacenter.COM - Tim Ibu Kota Persija Jakarta akan bermain menyerang untuk memangamankan point di kandang Persebaya..
1 hari yang lalu

5 Tips Pagi Hari yang Wajib Kamu Lakukan Agar Tetap Semangat Seharian

Beritacenter.COM - Hampir setiap orang memiliki kebiasaan di pagi hari yang berbeda - beda. Aktivitas dipagi hari..
1 hari yang lalu

Kurir Narkoba Dibekuk Polisi di Pontianak, Amankan 18 Kg Sabu

Beritacenter.COM - Jajaran Satresnarkoba Polsek Pontianak Barat mengamankan seorang kurir narkoba jenis sabu di Jalan..
1 hari yang lalu

Dua Bocah SD Tenggelam Terseret Arus di Kali Cisadane

Beritacenter.COM - Husein dan Fitrah Hidayat dua orang bocah sd terseret arus saat bermain di pinggiran Kali..
1 hari yang lalu

Nekat Datang ke Surabaya, 3 The Jakmania Dipulangkan Polisi

Beritacenter.COM - Polisi memulangkan tiga suporter Persija atau The Jakmania yang nekat datang ke Surabaya untuk..
1 hari yang lalu

Kawanan Gajah Mengamuk, Warga Nagan Raya Aceh Mengungsi

Beritacenter.COM - Sebanyak 40 warga kawasan transmigrasi lokal Desa Blang Lango, Seunagan Timur, Nagan Raya, Aceh..
1 hari yang lalu

Hendra/Ahsan Lolos ke Semifinal Kejuaraan Dunia Bulutangkis

Beritacenter.COM - Indonesia menambah satu wakil di semifinal Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019. Mereka adalah Hendra..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi