Senin, 20 Mei 2019 - 13:09 WIB

Provokasi dan Propaganda Khilafah Demi Menjatuhkan Jokowi ?

Oleh : Anas Baidowi | Selasa, 18 September 2018 | 12:46 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beberapa hari lalu, sosial media (Sosmed) digemparkan dengan demo mahasiswa di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK) yang menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun, lantaran harga-harga kebutuhan naik.

Setelah ditelusuri, ternyata, video itu adalah hoax. Video itu sengaja disebar sebagai propaganda. Anehnya lagi, jika memang ada gerakan mahasiswa, kenapa mereka tidak mendemo pemimpin daerahnya yang korupsi, malah diem-diem bae. Tetapi justru mendemo Jokowi yang benar-benar bekerja.

Video yang disebarkan sebagai propaganda adalah video simulasi pengamanan massa. Mereka sebarkan dengan caption 'kisruh demo di MK yang bertujuan menuntut Jokowi turun'. Itu kan sungguh kelakuan biadab. Sukanya yang rusuh-rusuh.

Mengapa propaganda seperti ini masih kerap dilakukan? Jawabnya sangat sederhana, jika pembuat hoax tersebut berasal dari kubu oposisi, sudah jelas itu dilakukan karena tidak mempunyai nilai jual, sehingga bisanya ya hanya melakukan provokasi dan kampanye hitam. Kalau politisi di kubu oposisi mempunyai kualitas, tentu tidak akan menyebarkan hoax yang bertujuan untuk memprovokasi. Apalagi memprovokasi untuk membuat kekisruhan. Dan saya berharap, hoax mengenai demo kisruh di MK tersebut bukan dilakukan oleh kubu oposisi.

Jika bukan dilakukan oleh kubu oposisi, lalu dilakukan oleh siapa? Bisa jadi, provokasi yang mengharapkan kerusuhan 98 terulang kembali adalah organisasi yang mengharapkan ideologi dan sistem negara ini diganti dengan sistem yang lain.

Jika pergerakan PKI sudah lama dilarang di Indonesia, masih ada pergerakan khilafah yang masih hangat dan belum terima kalau mereka menjadi organisasi terlarang di Indonesia, sebelas dua belas dengan PKI.

Kita ambil contohnya saja HTI. Di negara-negara yang mayoritas Islam, banyak menolak dan menjadikan HTI menjadi organisasi terlarang. Tetapi di Indonesia tumbuh subur di masa pemerintahan SBY. Hanya di era Jokowi, pemerintah berani dengan tegas membubarkan HTI.Tetapi sialnya, lawan politik Jokowi mengambil kesempatan ini untuk menggiring opini publik, bahwa pemerintahan Jokowi tidak ramah terhadap organisasi Islam. Ya anda tahu sendirilah.

Mungkin jika Indonesia rusuh, maka organisasi terlarang tersebut mulai beraksi melalui para elite yang dipercaya sudah berada di tempat-tempat penting dalam politik. Karena hanya dengan kerusuhan, sistem negara bisa diotak-atik.

Dulu sebelum Jokowi menjadi Presiden, saya sering mengikuti media HTI. Mereka secara ideologi bersebrangan dengan demokrasi dan Pancasila. Bahkan mereka dulu kalau tidak salah bersebrangan dengan PKS, partai dakwah yang ikut dalam demokrasi.

Tetapi saat ini bisa kita lihat, bagaimana mesranya petinggi HTI dan PKS dalam satu video bersama dan menyerukan 2019 ganti Presiden dan ganti sistem.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa HTI adalah organisasi internasional. Meskipun katanya membawa ajaran agama Islama, tetapi pada kenyataannya, HTI berpusat bukan di negara yang mayoritas warganya Islam.

Soal apakah hoax yang beredar terutama hoax yang berbau provokasi dan dapat memicu konflik itu adalah kerjaan oposisi atau para penggiat khilafah, menurut saya itu tidaklah penting. Yang paling penting saat ini adalah menindak pelaku penyebaran hoax tersebut sampai ke akar-akarnya.

Apapun alasannya, menyebar hoax yang dapat memicu kerusuhan adalah cara-cara yang dilakukan oleh orang-orang biadab dan tuna nalar. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan, dengan mengorbankan darah saudara-saudaranya sendiri adalah cara yang sangat biadab.

Saya justru kepikiran dengan Jokowi. Beliau sebisa mungkin tidak mau mengorbankan meskipun itu hanya oknum. Sebisa mungkin Jokowi mencoba merangkul semua kalangan untuk bersama-sama membangun bangsa supaya lebih baik.

Mencoba menyadarkan, dan mengembalikan ke jalan yang telah disepakati bersama. Indonesia negara Demokrasi dan Pancasila menjadi pilar kemajemukan. Persatuan dan kesatuan sangat penting untuk dijaga. Tidak mengorbankan akar rumput untuk saling bertempur. Sebisa mungkin menggandeng dan mengajak bersama-sama membangun bangsa.

Menjadi tidak heran, jika satu demi satu tokoh-tokoh yang pernah bersebrangan kini merapat kepada beliau. Itu semua dilakukannya untuk menjaga keutuhan dan berdemokrasi secara bermutu untuk menghasilkan pimpinan yang bermutu pula.

Sumber : Seword





#Berita Center #Berita Kriminal Indonesia #Hoax #Khilafah


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






29 menit yang lalu

Begal Sadis Pembawa Bom Ikan Berhasil Dilumpuhkan Polisi

Beritacenter.COM- Tiga pelaku begal antar kota berhasil ditangkap anggota Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota..
1 jam yang lalu

Bawaslu Tolak Semua Laporan Kubu 02 Soal Dugaan Kecurangan TSM di Pemilu 2019

BeritaCenter.COM – Semua laporan kubu Prabowo-Sandi soal dugaan kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif..
1 jam yang lalu

Astaga...! Habis Beli Obat, Seorang Nenek Tewas Tersambar Kereta

Beritacenter.COM - Seketika warga Kauman Asri Kecamatan Pakal Surabaya, digegerkan dengan tewasnya nenek Sumarsih...
2 jam yang lalu

UPDATE Real Count KPU Jokowi-Ma'ruf Amin 55,62% Prabowo-Sandiaga 44,38%

Beritacenter.COM - Berdasarkan pantauan Beritacenter.COM, perhitungan suara sementara calon presiden dan wakil..
2 jam yang lalu

Jadi Bandar Judi Seorang Kakek Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Seorang kakek bernama Sugito , warga Dusun Trenceng, Desa Popoh, Kecamatan Selopuro Kabupaten..
2 jam yang lalu

Kembali Tolak Laporan BPN Soal TSM, Bawaslu: Buktinya Hanya Berupa Link Berita

Dengan hanya memasukkan bukti berupa link berita dalam laporan pelanggaran administrasi pemilu yang terjadi secara..
2 jam yang lalu

Soal Dugaan Kecurangan TSM, Bawaslu Tolak Laporan BPN Prabowo-Sandi

Menetapkan, menyatakan laporan dugaan pelanggaran administratif pemilu TSM tidak dapat diterima
2 jam yang lalu

Polri Didesak Tangkap Pencetus "People Power"

Beritacenter.COM - Polri didesak agar menangkap orang yang pertama kali mencetuskan istilah people power yang selalu..
3 jam yang lalu

Lieus Sungkharisma Diamankan Polisi Terkait Dugaan Makar

Beritacenter.COM - Lieus Sungkharisma diamankan penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan..
3 jam yang lalu

UPDATE Situng KPU: Data Masuk 90% Lebih, Jokowi Unggul 11,26% Dari Prabowo

BeritaCenter.COM – Capres-cawapres nomor 01 Jokowi-Amin terus memperlebar keunggulannya terhadap..
3 jam yang lalu

Peringatan Keras Muhammadiyah: 'Para Elit Jangan Peralat Rakyat Untuk Kepentingan Golongan'

Beritacenter.COM - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengingatkan para elit politik agar..
3 jam yang lalu

PAN soal Zulkifli Ucapkan Selamat ke Ma'ruf: Silahkan Tafsirkan Sendiri, Kan Bisa Beda-beda

Silakan ditanggapi dan ditafsirkan sendiri. Itu kan bisa ditafsirkan beda-beda
4 jam yang lalu

Berhenti Dukung Prabowo, Toni: Wajar Ferdinand Marah, Semua Akan Jokowi Pada Waktunya

Sayang Ferdinand baru sadar jahatnya kubu sebelah. Pak Jokowi sehari tiga kali mendapat fitnah, celaan, dan hinaan..
5 jam yang lalu

TKN Soal Tur Jihad 22 Mei: Ini Bentuk Kedewasaan Masyarakat, Buat Apa Buang-buang Uang

Ini menunjukkan kedewasaan masyarakat, melihat tidak relevannya tur tersebut dengan kebutuhan masyarakat. Apalagi..
5 jam yang lalu

Fadli Zon Sebut Demo 22 Mei Ditakuti Isu Bom, TKN: Dia Tanggung Jawab Kalau Kejadian!

Nanti kalau benar ada yang menunggangi dan kejadian, dia harus tanggung jawab! Jangan kemudian enak aja seperti..
6 jam yang lalu

Polda Jatim Amankan Empat Penyelenggara Tur Jihad Surabaya-Jakarta

Terkait dengan masalah ada salah satu akun yang mengajak tur jihad yang hampir selama satu minggu ini sudah kami..
6 jam yang lalu

Bangga! Presiden Jokowi Jadi Cover Utama Majalah Milenial di Arab Saudi

Kami Bangga Presiden RI Joko Widodo tampil menjadi Cover Utama Majalah Milenial Ar-Rajul (Sang Tokoh) yang terbit di Arab Saudi Minggu ini
15 jam yang lalu

Bupati Magetan Ajak Warganya Tolak People Power

Beritacenter.COM - Bupati Magetan Suprawoto mengajak warganya agar menolak gerakan people power yang dinilai mengarah..
15 jam yang lalu

Polisi Malang Hadang Massa Aksi 22 Mei Demi Keamanan

Beritacenter.COM - Bus rombongan massa aksi 22 Mei dihadang Polres Malang, Jawa Timur. Penghadangan dilakukan demi..
18 jam yang lalu

Tak Terima Demokrat di Bully, Ferdinand Menyesal Dukung Prabowo

Beritacenter.COM - Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat (PD), Ferdinand Hutahaean mengaku menyesal..
19 jam yang lalu

Ancam Akan Bunuh Jokowi, Guru Honorer di Madura Dibekuk

Beritacenter.COM - HA(35), terpaksa diamankan Subdit V Cyber Crime Polda Jawa Timur karena menghina dan mengancam..
21 jam yang lalu

Ada TNI-Polri, Bawaslu Yakin Penetapan Hasil Pemilu 22 Mei Mendatang Aman

Beritacenter.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yakin kondisi saat penetapan hasil rekapitulasi suara pemilu pada..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi