Minggu, 21 Juli 2019 - 12:55 WIB

Keluhkan Sulit Bayar Uang Pengganti USD 7,3 Juta, Novanto Minta KPK Pakai Kurs Dolar 2011

Saya kirim surat kepada KPK karena uang pengganti itu yang harus dibayar adalah USD, waktu dulu tidak tertera kurs (dolar ke rupiah) berapa. Saya minta jaksa KPK USD yang lama

Oleh : Aisyah Isyana | Selasa, 18 September 2018 | 23:18 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto (Setnov), mengaku sangat kesulitan membayar uang pengganti korupsi e-KTP sebesar USD 7,3 juta. Untuk itu, Setnov meminta KPK agar dirinya dapat membayar uang pengganti mengacu pada kurs lama.

"Saya kirim surat kepada KPK karena uang pengganti itu yang harus dibayar adalah USD, waktu dulu tidak tertera kurs (dolar ke rupiah) berapa. Saya minta jaksa KPK USD yang lama," kata Novanto dalam sidang terdakwa Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2018).

Baca juga :

Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Hakim Yanto menyayangkan sikap Novanto yang tidak menyampaikan permintaannya pada persidangannya dulu. Menanggapi permintaan itu, Yanto meminta Novanto untuk langsung berkoordinasi dengan jaksa KPK.

"Kenapa waktu diperiksa terdakwa nggak ngomong seperti ini? Begitu di sini diharapkan jujur dan terbuka, kok begini. Makanya permohonan Anda langsung ke jaksa KPK saja," kata Yanto.

Sementara itu, mantan Direktur Utama PT Quadra Solution yang juga terpidana perkara yang sama, Anang Sugiana Sudihardjo, memohon KPK untuk membayar uang pengganti dari uang yang pernah disita KPK dari perusahaannya. Adapun penyitaan yang dimaksudkan Anang, yakni hukuman uang pengganti sebesar Rp20,7 miliar.

"Sebenarnya ada uang afiliasi Quadra yang sekarang ditahan KPK dan kami mohon untuk bisa dibayarkan sebagai uang pengganti. Saya sudah kirim permohonan, mohon dipertimbangkan," ucap Anang kepada majelis hakim.

"Uang itu sudah di KPK jadi biar bisa langsung dieksekusi KPK," kata Anang.

Diberitakan sebelumnya, Setya Novanto sudah telah mencicil uang pengganti yang mencapai total USD 7,3 juta. Dia sempat menitipkan uang Rp5 miliar ke KPK, mencicil USD 100 ribu, dan ditambah dengan penyitaan KPK terhadap rekeningnya senilai Rp1.116.624.197. Meski begitu, jumlah itu masih belum cukup untuk melunasi hukuman uang pengganti.

Setnov diketahui divonis 15 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan, untuk pidana pokoknya. Namun, untuk pidana denda Rp500 juta sudah dilunasi oleh Setnov. Dia mengaku kesulitan melunasi uang pengganti lantaran sudah tak memiliki jabatan apapun.

Pengacara Setnov, Firman Wijaya menjelaskan, permohonan kurs yang diminta kliennya, yakni kurs dolar ketika proyek e-KTP bergulir pada tahun 2011. Saat ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menyentuh anggka Rp14 ribuan, sementara untuk tahun 2011, Rp9 ribuan.





Fokus : Kasus Korupsi


#KPK #Kasus Korupsi #Korupsi e-KTP #Setya Novanto #Setnov #Setnov Cicil Uang Pengganti


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Menteri Susi Ancam 'Tenggelamkan' Pembuang Sampah Plastik di Laut

Beritacenter.COM - Menteri Keluatan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memperingatkan pelaku pembuang sampah atau limbah..
2 jam yang lalu

Tsamara soal Bambu Getah Getih: Pak Anies Kok Bahas Tiongkok, Apa Kaitannya?

Dulu istilah yang digunakan pribumi, sekarang tiba-tiba bahas impor besi dari Tiongkok, apa kaitannya?
3 jam yang lalu

Viral Medsos, Video Pria Cianjur Bongkar Makam dan Gendong Jasad Buat Heboh

Beritacenter.COM - Warganet media sosial dihebohkan dengan video berdurasi 28 detik yang menampilkan seorang pria..
4 jam yang lalu

Tak Fokus Kendarai Motor, Ibu dan Anak Tewas Hantam Minibus di Banjarmasin

Beritacenter.COM - Kecelakaan melibatkan sebuah mini bus dan sepeda motor terjadi di ruas Jalan Ahamd Yani, Desa..
5 jam yang lalu

Truk Tangki Pertamina dan Mobil Terbakar di Tol Wiyoto Wiyono Jaktim, 3 Orang Tewas

Beritacenter.COM - Truk tangki bermuatan bahan bakar dan sebuah mobil pribadi dilaporkan terbakar di Gerbang Tol..
15 jam yang lalu

Ketum KPPG Disomasi Karena Dukung Airlangga Secara Sepihak

Beritacenter.COM - Kader Perempuan dan Pengurus Pusat Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) melayangkan somasi..
19 jam yang lalu

Nggak Penting Koalisi Apa Oposisi

Pentingkah perdebatan soal koalisi, oposisi, dan si-si lainnya? Para elite politik, juga para pengamat, hanya sibuk..
21 jam yang lalu

FPI "Sebut" Rizieq "Gak Punya Masalah, Kok Gak Berani Pulang....!

Beritacenter.COM - Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman mempertanyakan Polri atas pernyataannya yang..
22 jam yang lalu

Jurus Sia-Sia Ijtima Ulama 4 Pasca Pertemuan Jokowi-Prabowo

Persaudaraan Alumni (PA) 212 berencana menggelar ijtima Ulama keempat untuk menentukan sikap setelah Capres yang..
23 jam yang lalu

Akan Gelar Ijtima Ulama ke-4, Rakyat Udah Tidak Percaya Lagi...!

Beritacenter.COM - Banyak pendukung Prabowo yang tidak puas dengan hasil kemenangan Jokowi-Amin di Pilpres 2019...
1 hari yang lalu

Ini Kata Kompolnas Mengenai Tim Teknis Kasus Novel

BeritaCenter.COM - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Andrea H Poeloengan mengatakan, tim teknis kasus..
1 hari yang lalu

Diisukan Latih Timnas Jerman, Jurgen Klopp : Saya Berjanji Akan Setia Dengan Liverpool

Beritacenter.COM - Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp berjanji akan menuntaskan kontraknya hingga berakhir. Klopp juga..
1 hari yang lalu

Kompolnas Minta Tim Teknis Kasus Novel Tak Perlu Diragukan

BeritaCenter.COM - Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan membentuk tim teknis kasus Novel Baswedan..
1 hari yang lalu

MUI Dukung Kebijakan Pemerintah Lakukan Tes Narkoba Bagi Pasangan Mau Nikah

Beritacenter.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung kebijakan pemerintah melalui Kementerian Agama untuk..
1 hari yang lalu

Segudang Manfaat Makan Cokelat di Pagi Hari

Beritacenter.COM - Cokelat adalah salah satu makanan yang digemari dari kalangan anak muda hingga orang dewasa. Tapi..
1 hari yang lalu

Wilayah Seram Bagian Barat Maluku Diguncang Gempa 5 Magnitudo

Beritacenter.COM - Wilayah Seram Bagian Barat Maluku diguncang gempa berkekuatan 5 magnitudo. Gempa itu dipastikan..
1 hari yang lalu

Polisi Sebut Nunung Sempat Utang Rp1,1 Juta Pembayaran Sabu ke Pengedar

Nunung telah serahkan uang pembayaran sabu Rp 3.700.000 kepada tersangka (Hery), yang sebelumnya masih utang Rp 1.100.000
1 hari yang lalu

Akui Modric Sempurna untuk Milan, Maldini: Kami Tak Pernah Bernegosiasi Untuknya

Beritacenter.COM - Gelandang Real Madrid, Luka Modric, disebut Legenda AC Milan, Paolo Maldini, akan sangat sempurna..
1 hari yang lalu

Dibandrol Rp18 Jutaan, Skuter Listrik Gaya Retro Teranyar Viar Resmi Diluncurkan

Beritacenter.COM - Pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, di ICE BSD, Tangerang..
1 hari yang lalu

Polda Metro Kejar DPO Terduga Pemasok Sabu ke Komedian Nunung

Saat ini tim sedang lakukan pengembangan ke DPO (daftar pencarian orang) E dan tersangka lainnya
1 hari yang lalu

Alasan Jaga Stamina, Nunung dan Suami Sudah 5 Bulan Pakai Sabu

Tersangka 2 (July Jan Sambiran) dan 3 (Nunung) mengakui memakai sabu 5 bulan lalu untuk stamina dalam bekerja
1 hari yang lalu

AHY Soal Isu Jadi Menteri Jokowi: Tentu Saya Siap Jika Negara Membutuhkan

Saya merasa bahwa apapun yang menjadi peran saya nantinya, jika rakyat dan negara membutuhkan kontribusi generasi muda, tentunya kita siap

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi