Sabtu, 11 Juli 2020 - 17:30 WIB

Ilmuwan : Kepunahan Massal Akan Terjadi di Tahun 2300

Jika kita melihat sejarah, 252 juta tahun lalu, seperti diterangkan di laman Independent, studi ilmuwan menemukan bahwa Bumi mengalami peristiwa The Great Dying, kepunahan massal yang melenyapkan 95 persen spesies laut dan 70 persen hewan darat.

Oleh : Sari Intan Putri | Senin, 10 Desember 2018 | 17:15 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Permasalahan pemanasan global memang dewasa ini sudah sangat mengkhawatirkan banyak pihak. Ilmuwan juga telah banyak yang berpendapat jika suhu yang meningkat secara ekstrim dipastikan membuat hewan laut tak dapat bernafas, sehingga memicu kepunahan massal.

Jika kita melihat sejarah, 252 juta tahun lalu, seperti diterangkan di laman Independent, studi ilmuwan menemukan bahwa Bumi mengalami peristiwa The Great Dying, kepunahan massal yang melenyapkan 95 persen spesies laut dan 70 persen hewan darat.

The Great Dying itu sendiri memiliki pengaruh besar bagi Bumi, membawa keadaan yang panas. "The Great Dying memiliki implikasi yang besar bagi nasib dunia yang memanas saat ini," kata ilmuwan Amerika Serikat, yang tak disebutkan namanya, dikutip dari Independent, 10 Desember 2018.

Di sisi lain, ilmuwan menemukan kemungkinan bahwa The Great Dying memiliki hubungan dengan serangkaian letusan besar gunung berapi di Siberia.

Tap, ada satu aspek yang belum terjawab mengenai pemanasan global, yaitu apa yang sebenarnya membuat lautan menjadi tak ramah bagi kehidupan spesies di sana.

Kemudian, penelitian baru kembali dilakukan untuk menjawab pertanyaan itu. Hasilnya seperti dilaporkan di Jurnal Science, bahwa ketika suhu air menghangat, itu menyebabkan kurangnya oksigen bagi makhluk laut.

Jika emisi gas rumah kaca terus tidak terkendali, pemanasan di samudra bisa mencapai 20 persen sebelum tahun 2100. Kemudian pada 2300, diperkirakan menyentuh 35-50 persen dari peristiwa Great Dying.

"Studi ini menyoroti potensi kepunahan massal karena iklim antropogenik (disebabkan manusia)," kata pemimpin penelitian dari Universitas Washington, Justin Penn.

Keadaan oksigen di laut saat ini sama dengan kondisi sebelum letusan Siberia. Dalam serangkaian simulasi komputer, para ilmuwan meningkatkan gas rumah kaca untuk mendapat gambaran sesuai kondisi saat The Great Dying. Hal ini yang menyebabkan suhu permukaan laut meningkat 10 derajat Celcius.

Model ini memicu perubahan dramatis di lautan, yang kehilangan sekitar 80 persen oksigen mereka. Setengah dari kedalaman samudra diprediksi benar-benar tidak ada oksigen untuk menopang kehidupan laut.

"Sangat sedikit organisme laut yang tetap berada di habitat, ada dari mereka yang melarikan diri atau ada juga yang musnah," kata peneliti lain, Curtis Deutsch.

Simulasi ini juga menemukan, spesies yang paling menderita adalah yang hidup jauh dari daerah tropis, makhluk laut tersebut sensitif jika sudah kehilangan oksigen. Sedangkan spesies tropis diketahui telah beradaptasi dengan kondisi hangat.

"Ini adalah pertama kalinya kami membuat prediksi mekanistik, tentang apa yang menyebabkan kepunahan di masa depan," kata Penn.

Para ahli berpikir bahwa Bumi saat ini sedang mengalami kepunahan massal keenam dalam sejarah, karena kerusakan yang disebabkan manusia. Eksploitasi berlebihan meningkatkan emisi gas rumah kaca, menyebabkan banyaknya kepunahan spesies dalam beberapa tahun terakhir.





#Teknologi #Ilmuwan #Pemanasan Global


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






3 jam yang lalu

PENTING! Ini yang Mendasari KKP Legalkan Kebijakan Ekspor Benih Lobster

BeritaCenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melegalkan kebijakan ekspor benih lobster...
4 jam yang lalu

Soal Kebijakan Ekspor Benur, KKP: Demi Perekonomian Nelayan Kecil, Budidaya Juga Lanjut

BeritaCenter.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan bahwa kebijakan yang membolehkan ekspor..
4 jam yang lalu

Kabar Baik !! 4 Pasien Covid 19 di RSD Wisma Atlet Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Kabar baik muncul dari pasien Covid - 19 dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSD). Pasalnya, 4 orang..
6 jam yang lalu

Pasien Covid - 19 di Maluku Utara Mengamuk Usai 3 Bulan Dikarantina

Beritacenter.COM - Sejumlah pasien mengamuk kepada petugas karantina dikarenakan sudah tiga bulan dirawat namun hasil..
7 jam yang lalu

Tunggu Pesenan Sabu, Tiga Pilot di Jaksel Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polres Jakarta Selatan menangkap tiga pilot dari maskapai berbeda. Mereka ditangkap..
9 jam yang lalu

SIAPAKAH YG KEBAKARAN JENGGOT DAN SELALU TERIAK2 TENTANG PKI..?? WASPADALAH..

Sosok Agus Widjojo (AW) adalah salah satu jendral terbaik yang dimiliki bangsa ini. Pak AW adalah anak dari Jendral..
12 jam yang lalu

JOKO WIDODO seorang RISK TAKER & pemain Catur yg Handal..

Pak Jokowi melakukan banyak hal yang tak pernah bisa dilakukan oleh presiden presiden sebelumnya. Jokowi seorang Risk..
13 jam yang lalu

Wow, Empat Buah Ini Dipercaya Bisa Jaga Kesehatan Ginjal

Beritacenter.COM - Ginjal merupakan organ yang memiliki peranan penting untuk menyaring zat berbahaya yang masuk..
15 jam yang lalu

Mendagri Minta Pilkada 2020 Dilaksanakan Tertib dan Sesuai Protokol Kesehatan

Beritacenter.COM - Kementerian Dalam Negeri menghimbau agar pelaksaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada..
16 jam yang lalu

Pakai Sabu, Tiga Pilot Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap tiga orang pilot karena diduga terlibat kasus penyalahgunaan..
17 jam yang lalu

Mobil Rombongan Forkopimda Jatim Kecelakaan di Tol Kertosono, Gimana Nasib Gubernur Khofifah..?

Beritacenter.COM - Sebuah mobil Toyota Kijang dengan Nopol L 1000 JN mengalami kecelakaan di Tol Kertosono KM 678...
18 jam yang lalu

Polda Metro Bentuk Tim Khusus Usut Tuntas Kematian Karyawan Metro TV

Beritacenter.COM - Polda Metro Jaya terus melakukan penyelidikan terkait tewasnya editor Metro TV, Yodi Prabowo yang..
18 jam yang lalu

Karwayan RS Ditemukan Tewas Tergantung di Surabaya

Beritacenter.COM - Seorang pegawai rumah sakit berinisial LN (24) ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar kos-nya..
19 jam yang lalu

Selidiki Kasus Pembunuhan Yodi Prabowo, Polisi Periksa Sejumlah Karyawan Metro TV

Beritacenter.COM - Polisi terus melakukan penyelidikan terkait tewasnya editor Metro TV, Yodi Prabowo, yang ditemukan..
19 jam yang lalu

MPR Sebut Melegalkan Ekspor Benih Lobster Merupakan Keputusan yang Tepat

Beritacenter.COM - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mendukung penuh kebijakan yang diambil oleh Menteri Kelautan..
20 jam yang lalu

Kisahnya Viral di Medsos, Polisi Buru 7 Pemuda Pemerkosa Gadis di Garut

Beritacenter.COM - Belum lama ini, viral di media sosial soal kisah gadis di Kabupaten Garut yang diperkosa oleh..
20 jam yang lalu

Pengamat: Kebijakan Ekspor Benih Lobster Solusi Konkret

BeritaCenter.COM – Kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) era Edhy Prabowo yang membolehkan ekspor..
21 jam yang lalu

KKP Minta Pengusaha Pengelola Ikan Perhatikan Kemasan agar Dilirik Pasar

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta kepada para pelaku usaha pengelolah ikan untuk..
22 jam yang lalu

Kualitasnya Terbaik di Dunia, Menteri Edhy Minta Banyuwangi Tingkatkan Produksi Sidat

Potensi sidat ini sangat besar. Kami minta agar Banyuwangi bisa meningkatkan produksinya
22 jam yang lalu

Pembobol Data Denny Siregar Ditangkap Polisi, Ini Kata Telkomsel soal Kebocoran Data

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian telah menangkap pelaku pembocoran data pribadi pegiat media sosial, Denny..
23 jam yang lalu

Kesal Dipecat, Pria di Sleman Nekat Rusak dan Gasak Uang di Toko Besi Mantan Majikan

Beritacenter.COM - Dendam imbas pemutusan hubungan kerja (PHK), warga Pakem, Sleman, bernama Beni (26), nekat..
23 jam yang lalu

Antisipasi Kelangkaan Pangan Akibat Corona, Babinsa Kodim 1402 Polmas Galakkan Pendampingan Tanam Jagung

POLMAN- Berbagai upaya dilakukan Anggota TNI dari Kodim 1402/Polmas, Melalui Koramil jajaran dan Babinsanya..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi