Tuesday, 18 Jun 2019
Temukan Kami di :
Teknologi

Layanan First Media dan Bolt Resmi Dicabut

Anas Baidowi - 28/12/2018 15:04 Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemkominfo, Ismail saat memberikan keterangan pada awak media di Kantor Kemkominfo, Jumat (28/12/2018)

Beritacenter.COM - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) resmi mencabut penggunaan pita frekuensi radio 2,3 GHz untuk PT Internux (Bolt), PT First Media, Tbk, dan PT Jasnita Telekomindo.

"Mulai hari ini Jumat (28/12) kedua operator tersebut tidak bisa lagi menggunakan frekuensi 2,3 GHz. Pemutusannya karena mereka tak memenuhi kewajiban membayar Biaya Hak Pengguna (BPH)," kata Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemkominfo, Ismail.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kominfo Nomor 1012 Tahun 2018 tentang Pencabutan Izin Pita Frekuensi Radio untuk Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Berbasis Packet Switched yang Menggunakan Pita Frekuensi Radio 2,3 Ghz untuk Keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel (Wireless Broadband) PT. Internux. Sementara untuk PT. First Media, Tbk dituangkan dalam Keputusan Nomor 1011 Tahun 2018.

Pengakhiran izin juga berlaku unutk PT. Jasnita Telekomindo berdasarkan Kepmen Kominfo nomor 1013 tahun 2018. Jasnita sendiri pada November lalu, telah mengembalikan izin penggunaan frekuensi radio 2,3 GHz.

Seperti dikabarkan sebelumnya, ketiga perusahaan itu telah menunggak BHP dari tahun 2016 hingga 2018. Untuk Bolt dan First Media yang ada dalam satu payung Lippo Grup semestinya membayarkan BHP Rp 343,5 miliar. Sementara First Media, Rp 364,8 miliar. Sedangkan Jasnita menunggak hutang Rp 2,1 miliar




Berita Lainnya

Ilmuan Temukan Alat Navigasi Baru

15/06/2019 20:10 - Indah Pratiwi

NASA dan NOAA Peringatkan Bahaya Sinyal 5G

15/06/2019 18:05 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA