Selasa, 25 Juni 2019 - 20:19 WIB

Busuknya Persepakbolaan Indonesia, Tubuh PSSI Diselimuti Korupsi

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 12 Januari 2019 | 07:48 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Bobroknya kasus persepakbolaan di tanah air bukan kali ini saja terjadi, bahkan kasus demi kasus sampai dugaan praktik pengaturan skor juga tampaknya sudah menjadi tradisi tersendiri bagi dunia jenis olahraga tersebut.

Sebut saja dalam kasus nyeleneh pertandingan sepak bola antara PSS Sleman dengan PSIS Semarang pada hari Minggu (26/10/2014) lalu.

Dimana dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Sasana Krida, Sleman, Yogyakarta tersebut telah terjadi 5 (lima) gol bunuh diri yang dilakukan kedua tim itu.

Dimana dalam catatan sejarah yang ada dalam pertandingan tersebut, Gol untuk PSS diciptakan oleh pemain-pemain PSIS, yakni Fadly Manan (90) dan Koemadi (90 dan 90+3). Sementara itu, gol PSIS dihasilkan oleh gol bunuh diri pemain PSS, Hermawan (86) dan Agus Setiawan (88).

Tidak hanya itu, terlalu kentara sekali jika pertandingan tersebut hanya by design dan memang terdirect oleh sesuatu karena saat menit-menit terakhir, bola hanya dimainkan oleh masing-masing tim tanpa ada upaya saling menyerang. Bahkan di tengah-tengah pertandingan sempat ada penundaan pertandingan karena ada salah satu pemain yang mendadak terjatuh tanpa alasan dan pihak penyelenggara menyebut pemain tersebut mengalami cidera.

Selanjutnya usut punya usut, salah satu alasan yang terdengar dari nyelenehnya pertandingan dua kesebelasan tersebut karena alasan mereka tidak ingin bertanding melawan Borneo FC karena persoalan teknis.

Kondisi ini membuat Borneo FC meraih 10 poin dan unggul di peringkat dua seletah Martapura FC.

Kapolri Turun Tangan

Karena kasus pengaturan skor semacam itu makin marak dan dianggap menjadi momok tersendiri bagi dunia persepakbolaan tanah air, kini Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian menyatakan, pihak kepolisian akan membentuk satgas untuk menangani masalah pengaturan skor (match fixing) di sepak bola Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Tito dalam tayangan Mata Najwa episode PSSI Bisa Apa Jilid 2, Rabu (19/12/2018) malam.

"Melihat fakta-fakta yang ada, ini sudah waktunya bagi kepolisian untuk menangani masalah pengaturan skor," ujar Jenderal Tito.

Menurut Tito, masalah pengaturan skor yang terjadi dalam dunia sepakbola Indonesia sebenarnya sudah terjadi sejak lama.

Hanya saja, kurangnya bukti menjadi satu ganjalan kepolisian untuk mengungkap praktik kotor tersebut.

Ketegasan Kapolri dalam upaya pengungkapan dan penuntasan kasus pengaturan skor dan mafia bola itu, kini Satgas Antimafia Bola telah menangkap empat tersangka yakni Priyanto alias Mbah Pri, Anik Yuni Artikasari alias Tika, Tjan Lin Eng alias Johar dan Dwi Riyanto alias Mbah Putih.

Dwi Riyanto yang menjabat sebagai anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI berperan sebagai perantara antara pemesan skor dengan wasit yang bisa diajak 'kompromi' dalam praktik pengaturan skor di pertandingan sepak bola.

"(Perannya) sama seperti tersangka J (Johar), sebagai broker, penerima dana," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (4/1/2019).

Sementara Johar berperan dalam menentukan klub di grup dan mengatur jadwal pertandingan.

Kemudian bersama Priyanto yang merupakan mantan anggota Komisi Wasit, Johar memilih sejumlah wasit yang bisa diajak 'kompromi' untuk sebuah pertandingan.

Sementara Anik yang merupakan anak Priyanto berperan mengumpulkan pembayaran biaya pengaturan skor pertandingan dari manajer yang ingin klubnya dimenangkan. Uang yang didapat kemudian dibagi-bagi dengan Priyanto dan Johar.

Keempat tersangka itu dijerat dengan dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan dan/atau tindak pidana suap dan/atau tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan/atau UU Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan atau Pasal 3, 4, 5, UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU. 

Pengembangan Kasus

Dalam rangka upaya pengembangan kasus tersebut, kini kepolisian juga tengah mengorek keterangan dari Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria.

"Ratu Tisha hadir dan lagi diperiksa oleh Satgas Antimafia Bola," terang Dedi juga.

Mafia Bola Rugikan Negara

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah menyampaikan catatan data atas dugaan korupsi dana APBN dan APBD di tubuh PSSI serta sejumlah klub Liga Super Indonesia (LSI).

ICW menduga, dana yang dikorupsi setiap tahunnya mencapai Rp 720 miliar. Angka itu dihitung dari dana yang disinyalir telah dikorupsi pengurus PSSI dan kepala daerah di seluruh wilayah Indonesia yang menjadi domisili klub sepak bola yang bernaung di bawah kompetisi PSSI.

Sekadar informasi, terdapat sekitar 30 klub Divisi Utama dan 18 klub LSI yang bermain dalam kompetisi yang digelar PSSI setiap tahunnya.

"Total kerugian 720 miliar," ujar peneliti muda ICW Apung Widadi kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (10/1/2011).

Apung mengatakan, data dugaan korupsi PSSI tersebut sudah diserahkan ke KPK.

"Untuk wilayah Semarang diperkirakan ada kerugian negara tahun 2004 hingga 2009 sebesar Rp2,5 miliar," ungkapnya.

Modus yang digunakan dalam korupsi PSSI beragam dan selalu berganti setiap tahunnya.





Fokus : Sepak Bola


#PSSI #Mafia Bola #Satgas Anti Mafia Bola #Skandal Sepak Bola Indonesia


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






54 menit yang lalu

Sakit dan Dirawat di RSUD, Risma Akan Dipindahkan dari Ruang VVIP ke ICU

Beritacenter.COM - Wali Kota Tri Rismaharini dilaporkan tengah sakit dan mendapat perawatan di RSUD dr Soewandhi...
1 jam yang lalu

Tak Ada Indikasi Diracun, UGM: Petugas KPPS di Yogya Meninggal Karena Jantung

Beritacenter.COM - Hasil penelitian Lintas Kajian Disiplin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkap penyebab kematian..
1 jam yang lalu

Tak Ada Indikasi Diracun, UGM: Petugas KPPS di Yogya Meninggal Karena Jantung

Beritacenter.COM - Hasil penelitian Lintas Kajian Disiplin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkap penyebab kematian..
2 jam yang lalu

Perkuat Lini Belakang, Inter Tertarik Datangkan Dani Alves

Beritacenter.COM - Inter Milan terus bebenah untuk mengarungi Liga Italia pada musim 2019 - 2020. Usai mendatangkan..
2 jam yang lalu

Pantau Masjid-masjid di Tanah Abang, Polisi Pastikan Tak Ada Massa Radikal Menginap

Beritacenter.COM - Media sosial dihebohkan dengan informasi yang menyebutkan akan ada kelompok radikal yang bakal..
3 jam yang lalu

Polisi: Pelawak Qomar Diduga Palsukan Ijazah untuk Pencalonan Rektor

Beritacenter.COM - Pelawak senior Nurul Qomar ditangkap dan ditahan polisi terkait kasus dugaan pemalsuan ijazah S-2..
3 jam yang lalu

Jelang Sidang Putusan MK, JK Yakin Situasi Kondusif dan Aman

Beritacenter.COM - Menjelang sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK)..
4 jam yang lalu

Ditangkap Terkait Narkoba, Polisi: Jerry Aurum Pemakai Sejak 2016, Tes Urine Positif

Beritacenter.COM - Fotografer Jerry Aurum ditangkap polisi terkait kasus narkoba. Dari tangan mantan suami penyanyi..
4 jam yang lalu

Diduga Palsukan Ijazah, Qomar "4 Sekawan" Ditahan Polisi

Beritacenter.COM - Personel grup lawan 4 Sekawan, Qomar ditahan polisi karena diduga telah memalsukan ijazah..
4 jam yang lalu

Minta Tak Ada Aksi di MK, Wiranto: Jika Nekat Hingga Rusuh, Kami Tangkap!

Kalau ada yang nekat, ada demonstrasi bahkan menimbulkan kerusuhan, saya tinggal cari saja. Tinggal kami cari..
5 jam yang lalu

Menkum HAM Yasonna Laoly Diperiksa KPK

Beritacenter.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna..
5 jam yang lalu

Mantan Suami Denada Ditangkap Terkait Narkoba, Polisi Sita Ekstasi Hingga Ganja

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Jakarta Barat meringkus seorang fotografer profesional, Jerry Aurum, terkait..
5 jam yang lalu

Antisipasi Rusuh, Polisi Himbau Warga Solo Tak Ikut Aksi ke Jakarta Soal Sidang Putusan MK

Beritacenter.COM - Polresta Surakarta menghimbau kepada warga agar tidak datang ke Jakarta untu mengingkuti aksi..
6 jam yang lalu

"Mahalnya Harga Keserakahan dan Ketidaklegowoan"

Beritacenter.COM - Persidangan sengketa Pilpres 2019 di MK kemaren berjalan lebih dari 20 jam. Selesai jam 4.30 WIB..
6 jam yang lalu

Warga Serang Temukan Mayat Ngambang di Kali

Beritacenter.COM - Warga Kabupaten Serang, Banten digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan mengambang di..
7 jam yang lalu

9 Pati Polri Daftar Capim KPK, Kapolri: Tidak Ada Yang Bermasalah

BeritaCenter.COM – Sejumlah perwira tinggi (pati) Polri telah mendaftar mengikuti seleksi calon pimpinan KPK...
7 jam yang lalu

539,71 Gram Sabu Disita Polisi Dari Jaringan Lapas Banjarmasin

Beritacenter.COM - Sebanyak 539,71 gram sabu dari jaringan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin..
7 jam yang lalu

Jika Ada Pihak Persoalkan Putusan MK, TKN: Mereka Mau Bikin Kacau

BeritaCenter.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menegaskan bahwa pihaknya akan menerima apapun..
8 jam yang lalu

Antisipasi Rusuh, Ulama Aceh Minta Masyarakat Tidak Berangkat Hadiri Sidang Putusan MK

Beritacenter.COM - Untuk mengantisipasi kerusuhan di MK, Ulama Kabupaten Aceh Barat, Tengku Abdurrani Adian meminta..
8 jam yang lalu

Panggung Sang Guru Besar

Beritacenter.COM - Pasca memberikan kesaksianya disidang sengketa hasil pemilu Presiden sebagai Ahli dari pihak..
8 jam yang lalu

Jelang Sidang Putusan MK, Kapolri Larang Segala Bentuk Aksi

Beritacenter.COM - Kapolri Jendral Pol Muhammad Tito Karnavian menegaskan akan melarang segala bentuk aksi..
8 jam yang lalu

Maksa Aksi ke MK, Polri: Akan Kami Bubarkan

BeritaCenter.COM - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo meminta..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi