Minggu, 22 September 2019 - 16:19 WIB

Busuknya Persepakbolaan Indonesia, Tubuh PSSI Diselimuti Korupsi

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 12 Januari 2019 | 07:48 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Bobroknya kasus persepakbolaan di tanah air bukan kali ini saja terjadi, bahkan kasus demi kasus sampai dugaan praktik pengaturan skor juga tampaknya sudah menjadi tradisi tersendiri bagi dunia jenis olahraga tersebut.

Sebut saja dalam kasus nyeleneh pertandingan sepak bola antara PSS Sleman dengan PSIS Semarang pada hari Minggu (26/10/2014) lalu.

Dimana dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Sasana Krida, Sleman, Yogyakarta tersebut telah terjadi 5 (lima) gol bunuh diri yang dilakukan kedua tim itu.

Dimana dalam catatan sejarah yang ada dalam pertandingan tersebut, Gol untuk PSS diciptakan oleh pemain-pemain PSIS, yakni Fadly Manan (90) dan Koemadi (90 dan 90+3). Sementara itu, gol PSIS dihasilkan oleh gol bunuh diri pemain PSS, Hermawan (86) dan Agus Setiawan (88).

Tidak hanya itu, terlalu kentara sekali jika pertandingan tersebut hanya by design dan memang terdirect oleh sesuatu karena saat menit-menit terakhir, bola hanya dimainkan oleh masing-masing tim tanpa ada upaya saling menyerang. Bahkan di tengah-tengah pertandingan sempat ada penundaan pertandingan karena ada salah satu pemain yang mendadak terjatuh tanpa alasan dan pihak penyelenggara menyebut pemain tersebut mengalami cidera.

Selanjutnya usut punya usut, salah satu alasan yang terdengar dari nyelenehnya pertandingan dua kesebelasan tersebut karena alasan mereka tidak ingin bertanding melawan Borneo FC karena persoalan teknis.

Kondisi ini membuat Borneo FC meraih 10 poin dan unggul di peringkat dua seletah Martapura FC.

Kapolri Turun Tangan

Karena kasus pengaturan skor semacam itu makin marak dan dianggap menjadi momok tersendiri bagi dunia persepakbolaan tanah air, kini Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian menyatakan, pihak kepolisian akan membentuk satgas untuk menangani masalah pengaturan skor (match fixing) di sepak bola Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Tito dalam tayangan Mata Najwa episode PSSI Bisa Apa Jilid 2, Rabu (19/12/2018) malam.

"Melihat fakta-fakta yang ada, ini sudah waktunya bagi kepolisian untuk menangani masalah pengaturan skor," ujar Jenderal Tito.

Menurut Tito, masalah pengaturan skor yang terjadi dalam dunia sepakbola Indonesia sebenarnya sudah terjadi sejak lama.

Hanya saja, kurangnya bukti menjadi satu ganjalan kepolisian untuk mengungkap praktik kotor tersebut.

Ketegasan Kapolri dalam upaya pengungkapan dan penuntasan kasus pengaturan skor dan mafia bola itu, kini Satgas Antimafia Bola telah menangkap empat tersangka yakni Priyanto alias Mbah Pri, Anik Yuni Artikasari alias Tika, Tjan Lin Eng alias Johar dan Dwi Riyanto alias Mbah Putih.

Dwi Riyanto yang menjabat sebagai anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI berperan sebagai perantara antara pemesan skor dengan wasit yang bisa diajak 'kompromi' dalam praktik pengaturan skor di pertandingan sepak bola.

"(Perannya) sama seperti tersangka J (Johar), sebagai broker, penerima dana," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (4/1/2019).

Sementara Johar berperan dalam menentukan klub di grup dan mengatur jadwal pertandingan.

Kemudian bersama Priyanto yang merupakan mantan anggota Komisi Wasit, Johar memilih sejumlah wasit yang bisa diajak 'kompromi' untuk sebuah pertandingan.

Sementara Anik yang merupakan anak Priyanto berperan mengumpulkan pembayaran biaya pengaturan skor pertandingan dari manajer yang ingin klubnya dimenangkan. Uang yang didapat kemudian dibagi-bagi dengan Priyanto dan Johar.

Keempat tersangka itu dijerat dengan dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan dan/atau tindak pidana suap dan/atau tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan/atau UU Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan atau Pasal 3, 4, 5, UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU. 

Pengembangan Kasus

Dalam rangka upaya pengembangan kasus tersebut, kini kepolisian juga tengah mengorek keterangan dari Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria.

"Ratu Tisha hadir dan lagi diperiksa oleh Satgas Antimafia Bola," terang Dedi juga.

Mafia Bola Rugikan Negara

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah menyampaikan catatan data atas dugaan korupsi dana APBN dan APBD di tubuh PSSI serta sejumlah klub Liga Super Indonesia (LSI).

ICW menduga, dana yang dikorupsi setiap tahunnya mencapai Rp 720 miliar. Angka itu dihitung dari dana yang disinyalir telah dikorupsi pengurus PSSI dan kepala daerah di seluruh wilayah Indonesia yang menjadi domisili klub sepak bola yang bernaung di bawah kompetisi PSSI.

Sekadar informasi, terdapat sekitar 30 klub Divisi Utama dan 18 klub LSI yang bermain dalam kompetisi yang digelar PSSI setiap tahunnya.

"Total kerugian 720 miliar," ujar peneliti muda ICW Apung Widadi kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (10/1/2011).

Apung mengatakan, data dugaan korupsi PSSI tersebut sudah diserahkan ke KPK.

"Untuk wilayah Semarang diperkirakan ada kerugian negara tahun 2004 hingga 2009 sebesar Rp2,5 miliar," ungkapnya.

Modus yang digunakan dalam korupsi PSSI beragam dan selalu berganti setiap tahunnya.





Fokus : Sepak Bola


#PSSI #Mafia Bola #Satgas Anti Mafia Bola #Skandal Sepak Bola Indonesia


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






3 jam yang lalu

Heboh Surat Trisakti Bakal Beri Gelar Jokowi 'Putera Reformasi', Ini Kata Istana

Beritacenter.COM - Beredar di media sosial sebuah surat dari Universitas Trisakti yang ditujukan kepada Presiden Joko..
4 jam yang lalu

Peringati HUT Satlantas ke-64, Polres Tasikmalaya Gelar Baksos Bedah Rumah dan SIM Gratis

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Tasikmalaya menggelar berbagai kegiatan bakti sosial seperti bagi-bagi sembako..
5 jam yang lalu

Ini Penjelasan BMKG Soal Fenomena Langit Merah Imbas Karhutla di Jambi

Beritacenter.COM - Viral di media sosial video yang menampakkan warna langit di Kabupaten Muaro Jambi berubah menjadi..
6 jam yang lalu

Cari Pesawat Twin Otter, Tim SAR Timika Libatkan Warga Distrik Hoeya

Beritacenter.COM - Pesawat Twin Otter DHC6-400 dilaporkan hilang kontak sejak Rabu (18/9), di wilayah pegunungan..
7 jam yang lalu

Doa Ampuh Agar Terhindar Dari Penyait Bahaya

Manusia tidak akan terhindar dari yang namanya sakit. Karena sakit merupakan sunnatullah, Rasulullah shllallahu..
8 jam yang lalu

Pagi Ini, Korlantas Polri Resmi Luncurkan Smart SIM dan Registrasi SIM Online

Beritacenter.COM - Aplikasi registrasi SIM online diluncurkan Korlantas Polri pagi ini, di Hall Basketball Gelora..
9 jam yang lalu

DPR ke Dahnil, KPK Tak Bisa Dijadikan Alat Kekuasaan

Beritacenter.COM - Juru Bicara Ketum Partai Gerindra Dahnil Anzar Simanjuntak menilai revisi UU KPK adalah upaya..
19 jam yang lalu

Upaya Keras Jokowi Menghalau Binatang Piaraan

Kalau kita cermati beberapa kejadian yang terjadi akhir-akhir ini, mulai gejolak sosial di Papua, gesekan..
20 jam yang lalu

Asing Minta Pasal Terkait LGBT Dihapus dari RKUHP, Ketua DPR: Tegas Kami Tolak

BeritaCenter.COM – Pasal mengenai LGBT dalam RKUHP mendapat tekanan dari pihak asing agar dihapus. Namun, Ketua..
20 jam yang lalu

Mahathir Akan Serahkan Jabatan PM Malaysia ke Anwar Ibrahim

BeritaCenter.COM – Perdana Menteri Malaysia akan segera berganti. Mahathir Mohamad menegaskan akan menepati..
20 jam yang lalu

RUU Pesantren Ditentang Muhammadiyah, Ma'ruf Amin: Yang Dukung Banyak

BeritaCenter.COM – PP Muhammadiyah meminta pengesahan RUU Pesantren ditunda karena dinilai belum mengakomodasi..
22 jam yang lalu

Mengapa Sikap Publik Berbeda Atas Revisi UU KPK Tahun 2015 dengan 2019?

Upaya revisi UU KPK bukan barang baru, tahun 2015 (dan 2016) juga sudah ada upaya revisi UU KPK, namun gagal karena..
23 jam yang lalu

Rumah Baru Presiden di Tanah Papua

Beberapa pekan yang lalu, Presiden RI Joko Widodo menerima kunjungan 61 Tokoh Papua dan Papua Barat di Istana..
1 hari yang lalu

Jelang Lawan Liverpool, Kante Mulai Pulih Dari Cidera

Beritacenter.COM - Gelandang milik Chelsea, Ngolo Kante dipastikan akan bermain melawan Liverpool. Sebelumnya, pemain..
1 hari yang lalu

Satu Pembakar Karhutla Dibekuk Polisi

Beritacenter.COM - Mulyadi (27) warga Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan,..
1 hari yang lalu

Geger !! Ikan Hiu Mati Terjaring Nelayan di Cirebon

Beritacenter.COM - Seekor hiu Paus ditemukan mati dan terdampar di Kawasan Wisata Pantai Ambulu Kecamatan Losari,..
1 hari yang lalu

Harga Emas Antam Kembali Naik Rp 7.000

Beritacenter.COM - Harga indeks emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) alami kenaikan pada akhir pekan. Harga..
1 hari yang lalu

Catat Jadwal Berlakunya Tilang Elektronik di Tol Dalam Kota

Beritacenter.COM - Dirlantas Polda Metro Jaya akan memberlakukan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law..
1 hari yang lalu

Kencangnya Kecepatan Jaringan Internet 5G

Beritacenter.COM - Korea Selatan merupakan negara Asia yang telah menggunakan jaringan internet berteknologi 5G...
1 hari yang lalu

Mungil, Tapi Jangan Anggap Remeh Smartwatch yang Satu Ini...

Smartwatch tersebut diketahui memiliki beberapa keunggulan di bagian baterainya. Dalam penggunaan daya, baterai..
1 hari yang lalu

Antara Novel Baswedan, ICW dan Tempo Ternyata Ada Kepentingan Lahan Basah di KPK

Beritacenter.COM - Temuan terbaru, ternyata di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga ada lahan basah. Lahan yang..
1 hari yang lalu

Ratusan Rumah Ludes Terbakar di Bendungan

Beritacenter.COM - Ada 452 warga kampung Bendungan, Jatinegara, Jakarta Timur menjadi korban kebakaran dengan total..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi