Saturday, 20 Apr 2019
Temukan Kami di :
Politik

Menjadi Bunker Para Koruptor, Partai Demokrat Akan Di Eksekusi Mati Di Tahun 2019

Indah Pratiwi Budi - 14/01/2019 13:50

Beritacenter.COM - Jargon Anti Korupsi Partai Demokrat yang menggebu-gebu pada 2009 justru berbeda jauh dari kenyataan saat satu per satu pimpinan dan para elit Partai Demokrat satu per satu digiring penjara khusus para Koruptor.

Kader Partai Demokrat seakan berlomba-lomba dalam keburukan. Mereka asyik terlibat tindak pidana rasuah. Daftar panjang pimpinan dan elit Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, Angelina Sondakh, Siti Hartati Murdaya, Johny Allen Marbun, Andi Nurpati, Amrun Daulay, Agusrin M Najamudin, sampai Andi Mallarangeng menjadi bukti.

Ramalan pakar politik pun terbukti

“Saya rasa ini awal dari kematian Partai Demokrat menuju pemilu 2014. Kalau rakyat disurvei sekarang, popularitas dan kelayakan SBY pasti sudah turun,” ujar Iberamsjah, pakar politik Universitas Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu

Bahkan secara lebih tegas Iberamsjah menyebutkan partai Demokrat adalah bunker koruptor.

“Saya berani mengatakan Demokrat ini merupakan bunker para koruptor. Partai ini semata-mata ingin mendapatkan banyak orang tetapi tidak memikirkan kualitas. Lima dari sepuluh anggota Demokrat pasti bermasalah dengan hukum,” pungkas Iberamsjah.

Tahun 2019 adalah tahun eksekusi mati bagi Partai Demokrat yang nyata dan terbukti berkali-kali mencederai kepercayaan konstituennya. Amunisi dan logistik yang menyelamatkan suara mereka di tahun 2014 lalu kini sudah habis.

Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyatakan, publik tetap menilai kader Partai Demokrat sebagai yang paling korup.

“Demokrat tidak mampu mengatasi opini publik bahwa kadernya paling korup,” kata Direktur Riset SMRC Jayadi Hanan dalam pemaparan hasil survei di Jakarta.

Kesalahan strategi pimpinan Partai Demokrat yang kini diketuai langsung pendirinya SBY dengan mendukung paslon no urut 02 Prabowo-Sandi menjadi faktor pemercepat Partai Demokrat menuju kematian.

Tokoh Capres/Cawapres Prabowo-Sandi yang keduanya berasal dari Partai Gerindra dengan irisan konstituen yang sama nasionalis justru lebih menguntungkan Gerindra dan tidak mengangkat dan memberikan keuntungan sama sekali bagi Partai Demokrat.

Sehingga wajar bila para kader Demokrat yang baik di daerah menyesali keputusan DPP Partai Demokrat dan kemudian menentang keputusan pusat dengan menyatakan dukungan kepada paslon no urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin.




Berita Lainnya

Klaim Kemenangan Prabowo Cederai Akal Sehat

19/04/2019 20:02 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA