Minggu, 25 Agustus 2019 - 11:02 WIB

Walapun "Keok" Di Debat Perdana Oleh Jokowi, Prabowo "Pokoke Joget"

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Jumat, 18 Januari 2019 | 13:29 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Saya mengikuti dengan serius debat perdana Pilpres. Dari gelagat Prabowo-Sandi saat memasuki arena debat, terpercik kesombongan dan keangkuhan keduanya. Hal itu terlihat dari senyum percaya diri hebat disertai sinis dari bibir Prabowo.

Saya pun bertanya, apa gerangan yang membuat Prabowo-Sandi begitu sombong saat memasuki arena debat? Jawabannya terbongkar saat keduanya meluncurkan pertanyaan mematikan kepada Jokowi-Ma’ruf. Rupanya pertanyaan itulah yang menjadi senjata maut mereka.

Baik Prabowo maupun Sandiaga, telah yakin benar pertanyaan mematikan mereka. Ketika senjata mustika itu dikeluarkan, maka Jokowi langsung KO. Lalu apa senjata maut berupa pertanyaan maut yang dikantongi Prabowo-Sandi itu?

Hanya satu, yakni soal kepala daerah, gubernur, bupati jika mendukung Jokowi, maka kasusnya menguap. Sementara jika berlawanan dengan Jokowi, maka mereka dikejar-kejar aparat. Ada Kades yang karena tidak mendukung pasangan nomor 01 tetapi mendukung pasangan nomor 02, ditangkap.

Pertanyaan Prabowo-Sandi ini sepintas lalu mematikan Jokowi. Mengapa? Karena narasi selama ini memang telah dibangun demikian oleh kubu Prabowo-Sandi. Opini kubu Prabowo pun termakan narasi itu dan menganggap hal itu fakta. Lalu apa tangkisan Jokowi?

Jokowi to the point. “Jangan menuduh Pak Prabowo”, tegas Jokowi. “Kalau ada bukti, sampaikan kepada aparat. Laporkan. Jangan langsung grasa-grusu, menuduh sana-sini, melakukan konferensi pers tentang seseorang wanita yang mukanya bengkak-bengkak lalu dibilang telah dianiaya. Padahal orang itu ternyata operasi plastik”, balas Jokowi telak.

Jawaban Jokowi ini sangat telak, langsung mematikan Prabowo-Sandi. Ini serangan balik bagaikan rudal nuklir. Langsung membungkam kubu Prabowo. Saya lihat pendukung-pendukung Prabowo yang ada di belakangnya, diam dan tak berkutik. Saat itu sebenarnya debat sudah selesai, Jokowi menang telak.

Mengapa Prabowo pingsan mendengar tangkisan Jokowi itu? Karena serangan menohok begitu runtut Jokowi adalah fakta yang tak terbantahkan. Masyarakat sudah tahu betul bagaimana Prabowo langsung melakukan konferensi pers tentang muka bonyok Ratna Sarumpaet, tetapi ternyata hoax.

Setelah serangan balik mematikan Jokowi ini, saya lihat Prabowo kembali membangun serangan, tetapi sudah lunglai. Tenaganya sudah hilang 60 persen. Serangan balik pertama Jokowi itu langsung menghancur-leburkan Prabowo. Ketika Prabowo kembali bangun dengan titik darah penghabisan, Jokowi kembali menyerang dengan senjata maut lainnya.

Saat Prabowo membangun narasi bahwa dia akan mengikis habis korupsi dan memenjarakan langsung kadernya yang korup, Jokowi langsung melancarkan serangan maut lainnya. Jokowi bertanya:

“Ada 6 mantan narapidana dari kader Partai Gerinda yang menjadi caleg. Nama pengajuan mereka ditanda-tandangani oleh Ketua Umum, yakni Pak Prabowo sendiri. Lalu mengapa keenam calon itu yang sudah terbukti korupsi disetujui menjadi caleg?” tanya Jokowi menggelegar.

Prabowo menjawab linglung. Pertama ia tidak tahu data itu. Bahkan ia lagi-lagi menuduh pihak lain bahwa itu hanya tuduhan. Tetapi ketika ditunjukkan bahwa itu bukan tuduhan tetapi fakta, Prabowo akhirnya pasrah.

“Ya kalau mereka masih mau dipilih oleh masyarakat dan hukum mengijinkan mereka, ya silahkan maju sebagai caleg. Namun ingat korupsi mereka mungkin kecil-kecil dan tidak seberapa”, tangkis Prabowo mengharukan.

Jelas inkonsistensi dari pernyataan melawan korupsi. Jelas jawaban Prabowo ini semakin membuatnya hancur-lebur.

Dan moment puncak kehancuran Prabowo ketika Jokowi memberikan pesan pamungkas yang menjadi bencana bagi Prabowo.

“Kami, Joko Widodo dan Ma’aruf Amin, tidak punya beban masa lalu. Kami tidak punya jejak sebagai penculik, kami tidak punya jejak sebagai koruptor, kami tidak punya jejak sebagai pelanggar HAM, kami akan sekuat tenaga memajukan bangsa Indonesia ini, menjadi bangsa yang maju”, tegas Jokowi membahana.

Pesan pamungkas ini jelas menghantam telak ulu hati Prabowo. Jejak hitam Prabowo sebagai penculik, pelanggar HAM, jelas tersayat oleh pesan Jokowi itu. Dan ketika Prabowo mendapat giliran menyampaikan pesan, idenya sudah tidak lagi bergairah, mati suri.

Dengan sisa-sisa nafasnya, Prabowo mencoba mengulang retorika bocor dan bocor. Ia berjanji akan mensejahterakan rakyat, menaikkan gaji pegawai besar-besaran dan berkali-kali lipat dengan meningkatkan 16 persen ratio pajak. Mimpi.

Saya melihat di akhir debat, para pendukung Prabowo hanya bisa menggigit jari. Wajah mereka pucat-pasi. Wajah Amin Rais terlihat semakin berkerut. Debat yang diharapkan dimenangkan oleh Prabowo, ternyata justru kalah telak akibat hoax yang selama ini dilancarkannya. Ternyata mereka memanen karma.

Saya yakin apa yang terjadi di tahun 2014 akan kembali terjadi. Apa itu? Prabowo kalah Pilpres karena kalah debat dengan Jokowi. Begitulah kura-kura.

#17AprilJokowiTetapPresiden.

Salam Seword,

Asaaro Lahagu

 

Video Debat Pilpres 2019, Prabowo Joget-joget Saat Debat :





Fokus : Debat Capres


#Jenderal Kardus #Prabowo Keok #Jokowi Hebat #17 April Jokowi Tetap Presiden #Jokowi-KH Ma'ruf #Jokowi VS Prabowo #Debat Kemenangan Jokowi #Debat 01 Jokowi #Debat 1 Terbukti Kerjanya #Hoax Prabowo Saat Debat #Perbedaan Jokowi vs Prabowo Saat Debat


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






35 menit yang lalu

Ngabalin ke Habib Rizieq soal Pencekalan: Jangan Menuduh, Tak Baik Menurut Al Quran

Jangan juga dituduh yang macam macam, karena tuduhan itu kan menurut Al Quran tidak baik, kalau menuduh fitnah tidak..
1 jam yang lalu

Punya Catatan Kriminal, Rampok Toko Emas di Magetan Pernah Tusuk Bupati Madiun

Beritacenter.COM - Polisi menyebut pelaku perampokan toko emas di Magetan, YT (41), memiliki catatan kriminal. Warga..
2 jam yang lalu

Densus Geledah Rumah Rampok Toko Emas di Madiun, Panah Hingga Tombak Diamankan

Beritacenter.COM - Penggeledahan terhadap rumah pelaku perampokan toko emas di Magetan dilakukan personel Densus 88...
3 jam yang lalu

Tinjau Korban KM Santika Nusantara, Gubernur Khofifah Sampaikan Bela Sungkawa

Kita menyampaikan duka cita bela sungkawa, atas korban yang meninggal mereka sudah ditempatkan di tiga titik. Insya..
15 jam yang lalu

Frans Kaisiepo Pejuang Papua Yang "Kibarkan Merah Putih dan Nyanyikan Lagu Indonesia Raya"

Beritacenter.COM - Frans Kaisiepo adalah pejuang pro-integrasi Papua dengan Indonesia, darinya lahi nama Irian,..
16 jam yang lalu

Beda Sikap MUI Pada Somad dan Ahok

MUI undang UAS untuk klarifikasi dan tabayun. Suatu langkah yang bagus dan memang seharuanya dilakukan. Mudah2an..
17 jam yang lalu

Tunjungan Wagub DKI Jakarta Disikat Aines, Netizen : Rezeki Anak Setan...

Beritacenter.COM - Sampai saat ini Anies Baswedan tidak memilik Wakil untuk membantunya mengurus Jakarta, hal ini..
18 jam yang lalu

Soal Tudingan Rizieq ke Jokowi, PDIP: Itu Ilusi Penuh Kebencian

BeritaCenter.COM - Rizieq Shihab menuding pencekalan yang dilakukan Kerajaan Arab Saudi terhadapnya karena permintaan..
18 jam yang lalu

Apakah Tommy Soeharto "Aktor Dibalik" Gerakan Papua Merdeka ?

Beritacenter.COM - Rupanya keluarga Cendana sangat terusik dengan pemerintahan Jokowi. Setelah ikut memfasillitasi..
19 jam yang lalu

Rizieq Shihab Meracau, Sebut Pencekalan Dirinya Ulah Pemerintah

BeritaCenter.COM – Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengatakan, pencekalan dirinya oleh..
20 jam yang lalu

Kereta Komuter di London Mati, Ratusan Orang Dievakuasi

Mereka harus melalui terowongan untuk kembali ke stasiun mengikuti arahan dari pihak berwenang. Dalam sejumlah video..
21 jam yang lalu

KM Santika Nusantara Terbakar, 23 Orang Masih Belum Ditemukan

Widi mengatakan dari 162 orang penumpang, sebanyak 111 orang merupakan penumpang kapal dan 51 orang merupakan kru..
22 jam yang lalu

Pakar Hukum Sebut Capim dari Polri Tak Akan Lemahkan KPK, Ini Alasannya

BeritaCenter.COM – Daftar capim KPK yang lolos tes profile assessment telah diumumkan. Ada 20 orang yang..
22 jam yang lalu

Moeldoko Minta Sandiaga Uno untuk Tidak Provokatif Terkait Masalah di Papua

Menanggapi hal tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta Sandiaga tidak provokatif menyebut pemerintah..
23 jam yang lalu

Empat anggota Polri Maju Tahap Selanjutnya, Pansel KPK : Tak Ada yang Diistimewakan

Lebih lanjut Hendardi juga menyebutkan jika anggota Polri yang lolos seleksi tersebut sudah disaring berdasarkan..
1 hari yang lalu

Persija Berambisi Curi Poin di Kandang Persebaya

Beritacenter.COM - Tim Ibu Kota Persija Jakarta akan bermain menyerang untuk memangamankan point di kandang Persebaya..
1 hari yang lalu

5 Tips Pagi Hari yang Wajib Kamu Lakukan Agar Tetap Semangat Seharian

Beritacenter.COM - Hampir setiap orang memiliki kebiasaan di pagi hari yang berbeda - beda. Aktivitas dipagi hari..
1 hari yang lalu

Kurir Narkoba Dibekuk Polisi di Pontianak, Amankan 18 Kg Sabu

Beritacenter.COM - Jajaran Satresnarkoba Polsek Pontianak Barat mengamankan seorang kurir narkoba jenis sabu di Jalan..
1 hari yang lalu

Dua Bocah SD Tenggelam Terseret Arus di Kali Cisadane

Beritacenter.COM - Husein dan Fitrah Hidayat dua orang bocah sd terseret arus saat bermain di pinggiran Kali..
1 hari yang lalu

Nekat Datang ke Surabaya, 3 The Jakmania Dipulangkan Polisi

Beritacenter.COM - Polisi memulangkan tiga suporter Persija atau The Jakmania yang nekat datang ke Surabaya untuk..
1 hari yang lalu

Kawanan Gajah Mengamuk, Warga Nagan Raya Aceh Mengungsi

Beritacenter.COM - Sebanyak 40 warga kawasan transmigrasi lokal Desa Blang Lango, Seunagan Timur, Nagan Raya, Aceh..
1 hari yang lalu

Hendra/Ahsan Lolos ke Semifinal Kejuaraan Dunia Bulutangkis

Beritacenter.COM - Indonesia menambah satu wakil di semifinal Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019. Mereka adalah Hendra..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi