Friday, 19 Jul 2019
Temukan Kami di :
Kriminal

Polda Metro Bongkar Peredaran Sabu dan Ektasi dalam Kemasan 'Teri Medan'

Aisyah Isyana - 18/01/2019 19:52

Beritacenter.COM - Peredaran narkotika jenis sabu dan ekstasi dalam makanan kemasan, berhasil dibongkar Subdit I Resnarkoba Polda Metro Jaya. Dalam kasus ini, polisi meringkus 11 tersangka yang menyamarkan narkoba dalam kemasan 'teri medan'.

Adapun kesebelas tersangka yang dibekuk polisi itu yakni, HAR, FIR, AH, GZ, NR, AR, AW, ZN, TON, FM, dan YAH. Penangkapan terhadap para tersangka dilakukan polisi dalam kurun waktu Desember 2018 hingga 9 Januar 2019, dikawasan Depok, Bogor, dan Jakarta Barat.

Pengungkapan peredaran sabu dan ekstasi dalam kemasan teri medan dilakukan polisi usai mendapat laporan masuyarakat pada Desember 2018 lalu. Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil meringkus pelaku HAR di Depok bersama barang bukti 400 gram sabu.

Baca juga :

"Setelah dilakukan penyelidikan kita menemukan dan kita mengungkap peredaran narkotika dalam kemasan abon lele dan juga dalam kemasan ikan teru dari Medan dikemas," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono kepada wartawan, Jakarta, Jumat (18/1/2019).

Dari penangkapan terhadap HAR dan pengembangan kasus, polisi kembali meringkus dua tersangka lain, yakni FIR dan AH di Bogor dengan barang bukti sabu seberat 1,2 kg. Dari ketarangan tersangka FIR ia mendapat sabu dari salah satu hotel di Jakarta.

"Kita kembangkan ternyata kita temukan tersangka lain di apartemen, kita temukan 3 tersangka. GZ, NR dan AR ini di apartemen kita temukan dan barang bukti (kemasan) abon yang ini semuanya, seperti ini abon lele khas Riau," kata Argo.

"Abon lele khas Riau seperti ini tapi sama tersangka dalamnya diganti sabu sama dengan teri medan juga gitu di dalamnya ada sabu model baru. Ini didapat semuanya di daerah Pramuka," sambungnya.

Sementara itu, Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak menyebut GZ mengambil barang haram itu di salah satu hotel di Jakarta. Barang yang sudah dikemas dalam kemasan makanan, kemudian dimasukkan kedalam koper untuk dikirim dan diedarkan oleh 5 orang kurir.

"GZ mendapat perintah dari NG ngambil di hotel. 1 Hotel 1 koper isinya barang-barang ini dan di situ ada ongkos distribusi dan ongkos gajinya. Jadi tersangka GZ ini orang yang bertanggung jawab di area jakarta, mengambil di hotel barang tersebut, ada biayanya," kata Calvijn.

Tak hanya mengamankan barang bukti narkoba dan tersangka, polisi juga memiliki bukti percakapan antara GZ dan tersangka NG yang saat ini masih DPO.

"Tertuang di chat handphonenya bahwa sisa barang segera diantar ke tersangka lainya di Mangga Besar ada 5 tersangka di situ. Pada saat delivery modusnya sama di hotel dan diambil," sambungnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, kesebelas tersangka akan disangkakan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. Dari pengungkapan kasus ini, polisi menyita 6,5 kg sabu, 57.578 butir ekstasi dan 15,19 gram ganja.




Berita Lainnya

3 Bersaudara di Garut Kompak Curi Puluhan Motor

18/07/2019 18:20 - Fani Fadillah

Penyebar Meme Jokowi Lolos dari Hukuman

18/07/2019 15:45 - Fani Fadillah
Kemukakan Pendapat


BOLA