Saturday, 20 Apr 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Jangan Anggap Militer Indonesia Lemah !

Indah Pratiwi - 19/01/2019 09:04

Beritacenter.COM - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggertak negara lain agar tidak macam-macam masuk ke wilayah Indonesia tanpa memiliki dokumen resmi. Hal itu terkait tindakan TNI yang memaksa turun pesawat kargo “Ethiopian” pada Senin (14/1) kemarin.

“Pertama, saya tidak mau mereka masuk wilayah Indonesia tanpa memiliki dokumen lengkap dengan anggapan ah masuk saja Indonesia, paling radarnya tidak bisa mendeteksi kita,"ujar Panglima TNI.

"Seandainya radar bisa mendeteksi, paling mereka tidak bisa meng-‘intercept’ kita karena dianggap kita tidak punya pesawat buser,” kata Panglima TNI saat jumpa pers Rapim Kementerian Pertahanan RI Tahun 2019, di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu (17/1/2019).

Hadi menegaskan, jangan pernah beranggapan kekuatan TNI Indonesia lemah. Tindakan menurunkan paksa pesawat kargo agar memberikan efek jera kepada semua pesawat seluruh dunia yang masuk ke wilayah Indonesia tanpa dokumen resmi.

“Saya perintahkan ‘force down’ supaya memberikan efek jera masuk wilayah Indonesia tanpa izin, tidak ada toleransi,” tegasnya.

TNI, kata dia, akan tegas kepada setiap pesawat dari negara manapun yang melintas wilayah Indonesia tanpa dokumen lengkap. Indonesia memiliki kekuatan besar untuk mengamankan wilayah darat, laut dan udara NKRI.

“Saya juga tidak ingin mereka beranggapan, seandainya bisa mendeteksi kita dan bisa ngejar, ah paling cuma dikirim surat diplomasi. Saya tidak ingin negara masuk ke wilayah kita dengan bebas tanpa dilengkapi dokumen resmi,” ujarnya.

Panglima TNI saat pesawat asing masuk ke Indonesia tanpa resmi mendapat laporan dari Pangkohanudnas bahwa ada pesawat kargo dari Ethiopia menuju ke Hong Kong masuk ke wilayah Indonesia tanpa dilengkapi dengan dokumen resmi.

Dengan tindakan tegas, dia memerintahkan untuk segera menurunkan paksa pesawat tersebut.

“Saya perintahkan kepada Pangkohanudnas untuk melaksanakan ‘force down’. Saya minta pada waktu itu kepada KSAU siapkan pesawat F-16 dari Pekanbaru melaksanakan ‘intercept’ dan mendaratkan paksa di Batam. Dan setelah didaratkan kami serahkan kepada penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS),” kata dia.

Sebelumnya, pesawat kargo Boeing 777 dengan tujuan Hong Kong itu diturunkan paksa di Bandara Hang Nadim, Batam oleh TNI AU lantaran tidak ada dokumen penerbangan yang resmi ketika melintas di wilayah udara Indonesia.




Berita Lainnya

KPU Himbau Dua Kubu Hentikan Klaim Kemanangan

19/04/2019 23:03 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA