Selasa, 18 Pebruari 2020 - 15:58 WIB

Batal Bebas, Siapakah Sebenarnya Abu Bakar Ba'asyir Itu?

Oleh : Anas Baidowi | Rabu, 23 Januari 2019 | 15:32 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir (ABB) seharusnya bisa bebas bersyarat pada 13 Desember 2018 karena sejumlah syarat dipenuhinya antara lain telah menjalani dua pertiga masa tahanan, berkelakuan baik,dan tidak pernah masuk ke register F.

Tapi ABB belum memenuhi persyaratan menandatangani satu paket dokumen yang satu di antaranya berisi ikrar setia terhadap Pancasila.

Oleh sebabnya, pemerintah hingga kini masih melakukan kajian yang mendalam dari berbagai aspek tentang hal ini, hukum, ideologi, keamanan dan lain-lain. Sehingga pemerintah belum bisa memutuskan ABB bebas bersyarat.

Lalu, siapakah sebenarnya Abu Bakar Ba'asyir itu?

Oleh M. Kholid Syeirazi

Jika ingin melihat orang tua yang keras kepala, lihatlah Abu Bakar Ba’asyir. Fisiknya rapuh digerogoti usia, tetapi isi kepalanya cadas. Dia menolak mengaku bersalah dan menolak ikrar setia kepada NKRI dan Pancasila. Selain hukum Al-Qur’an dan hadits, baginya adalah thaghut. Ba’asyir asli Jombang, alumni Gontor. Dia Wahabi dalam pikiran, Ikhwani dalam gerakan. Dia punya teman sejawat yang paling berpengaruh. Namanya Abdullah Sungkar, pengurus al-Irsyad Solo. Bersama Sungkar, Ba’asyir bikin radio dakwah di Surakarta. Programnyamemerangi TBC (tahayul, bid’ah, churafat).

Tahun 1970, Sungkar dan Ba’asyir direkrut M. Natsir, mantan Ketua Masyumi, menjadi pimpinan DDII (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia) Cabang Solo. DDII berperan besar menyebarkan idelogi salafi jihadi ke Indonesia. Sepanjang 1970an, DDII menerjemahkan 12 seri buku karya ulama salafi-jihadi seperti Hasan al-Banna, Sayyid Quthb, Said Hawwa, Abu A’la al-Mawdudi, dan Abdul Qadir Audah.

Tahun 1976, Sungkar dan Ba’asyir direkrut menjadi anggota Jama’ah DI/NII oleh H. Ismail Pranoto (Hispran). Pasca penangkapan besar-besaran aktivis DI/NII pada 1977 dan 1981, kepemimpinan Jama’ah DI/NII pindah ke Jawa Tengah. Pada awal 1983, Sungkar mengangkat Ir. Syahirul Alim, M.Sc, da’i terkenal dan dosen kimia F-MIPA UGM sebagai Imam Jama’ah DI/NII yang baru. Pertengahan 1983, Orde Baru memberlakukan asas tunggal Pancasila. Seoharto bertindak keras menghukum para pembangkang. Dibantu M. Natsir, pada April 1985, Sungkar dan Ba’asyir hijrah ke Malaysia. Bersama pengikutnya, mereka tinggal di Kuala Pilah, Kuala Lumpur.

Akhir 1979, Soviet menginvasi Afghanistan. Ideologi jihad menemukan lahan. Abdullah Azzam dan Abdur Rabb Rasul Sayyaf mendirikan Maktab al-Khidmat untuk melatih calon mujahidindari luar Afghanistan. Duitnya disokong Arab Saudi dan Amerika Serikat. Arab Saudi menyumbang US$4 miliar sepanjang 1980-1990, AS sekitar US$500 juta di luar senjata dan operasi intelijen. Abdullah Kadungga, menantu Kahar Mudzakar, tokoh Permesta, menemui Sungkar dan Ba’asyir. Dia mengabarkan peluang mengirim orang untuk mengikuti tadrib askari (diklat militer). Sungkar dan Ba’asyir setuju. Tujuannya bukan untuk membantu mujahidin Afghanistan, tetapi menyiapkan laskar jihad untuk menggulingkan Orde Baru.

Dari 1985 hingga 1991, pengiriman dilakukan dalam sepuluh angkatan. Di harbi pohantun (akademi militer), mereka bukan hanya dididik ilmu kemiliteran, tetapi juga doktrin-doktrin salafi-jihadi. Harbi Pohantun meluluskan 200 orang. Mereka bukan sekadar piawai menembak dan merakit bom, tetapi ideologis dan militan. Generasi DI/NII produk harbi pohantun ini cekcok dalam paham agama dengan generasi DI/NII produk gunung Cupu. Mereka adalah bekas pelaku Komando Jihad yang bebas dari penjara dan kemudian mencoba mereorganisasi jamaah. Pemimpinnya Ajengan Masduki, penganut Islam tradisional. Pecah kongsi terjadi pada 1992. Sungkar dan Ba’asyir membentuk organisasi baru bernama Jamaah Islamiyah (JI) pada 1993. Sungkar menjadi Amir Jamaah, dibantu Ba’asyir di jajaran Majelis Qiyadah Markaziah.

Tahun 1997, JI diserahi Kamp Hudaibiyah Mindanao, kamp diklat militer milik MILF (Moro Islamic Liberation Front). Rekrutmen kombatan pindah dari Afghanistan ke Filipina. Dalam waktu dua tahun (1998-2000), diklat militer meluluskan 170-an kombatan. Instrukturnya adalah para alumni terbaik harbi pohantun seperti Nasir Abas dan Muhaimin Yahya.

Selepas Orde Baru tumbang, Indonesia dilanda konflik komunal di Ambon dan Poso. Para kombatan alumni Afghanistan dan Mindanao menemukan lahan jihad baru. Di saat krusial itu, Abdullah Sungkar, Amir JI yang disegani, wafat pada 20 Oktober 1999. Meski ada upaya mengangkat Ba’asyir sebagai pengganti Sungkar, JI kehilangan kepemimpinan definitif setelah 1999. Pada 2000, Ba’asyir diangkat sebagai Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Organisasi ini mewadahi para eks-kombatan Afghanistan dan aktivis DI/NII.

Pasca Sungkar, struktur DI bisa dikatakan lumpuh. Yang tersisa adalah para kombatan ‘liar’ yang tidak terikat komando. Karena itu, ketika Hanbali dan Imam Samudera meledakkan 25 bom di sejumlah gereja hampir serentak di delapan kota—yang dikenal dengan Bom Natal 24 Desember 2000—Ba’asyir menyangkal terlibat. Ba’asyir juga menyangkal terlibat di Bom Bali 12 Oktober 2002. Meski menyangkal, Ba’asyir dihukum penjara 2,6 tahun.

Bebas pada Juni 2006, Ba’asyir mundur dari Amir MMI. Pada17 September 2008, dia mendirikan Jamâah Anshârut Tauhîd (JAT). Pada 2010, Ba’asyir kembali ditahan dan divonis bersalah pada 16 Juni 2011 atas tuduhan mendanai pelatihan militer Aceh. Tuduhan lainnya, mendirikan sayap Al-Qaeda di provinsi NAD. Bersama Aman Abdurrahman, Ba’asyir dikurung di Nusakambangan. Ba’asyir di hukum 15 tahun penjara, Aman 9 tahun penjara.

Aman merupakan pendukung Abu Bakar Baghdadi, khalifah ISIS. Melalui Jamâ’ah Anshârut Daulah (JAD), Aman sukses mengajak ribuan orang berbaiat kepada ISIS dan mengirim sejumlah orang ke Suriah. Atas bujukan Aman, Ba’asyir konon mendukung ISIS, meski tidak bai’at. Dukungan Ba’asyir membuat pengikutnya gusar. JI dekat dengan al-Qaeda dan organisasi afiliasinya, Jabhah Nusrah. Sementara al-Qaeda tidak akur dengan ISIS dan menyatakan perang melawan Al-Baghdadi. Sekelompok orang JAT protes dengan mendirikan Jamâ’ah Anshârus Syarîah (JAS), termasuk anaknya, Abdur Rochim Ba’asyir.

Masa tahanan Ba’asyir masih sekitar 5 tahun lagi. Pemerintah berniat membebaskannya lebih cepat atas dasar kemanusiaan. Tapi mungkin alasan sebenarnya bukan itu. Jokowi kalkulator politik ulung. Dia paham efek radikalisasi-deradikalisasi. Jika Ba’asyir mati di penjara, mengingat kesehatannya terus merosot, akan terjadi spiral radikalisasi. Ini bisa jadi bola panas menjelang pemilu. Jokowi tidak ingin itu terjadi. Dia mungkin tidak berharap dukungan dari eks-salafi jihadi atau Islam konservatif yang selama ini mengental di kubu Prabowo, tetapi langkahnya mungkin dapat menyumbang efek deradikalisasi. Tetapi ini telah menimbulkan polemik. Banyak pendukung Jokowi kecewa dan mengancam golput. Jokowi minta ditinjau ulang. Kalkulasi politik elektoral akan mendominasi langkah politik Jokowi. Saya kira, Jokowi akan menunda sampai situasi mereda.

Sumber : Nu online

 





#Berita Center #Berita Kriminal Indonesia #Terorisme #Abu Bakar Ba'asyir


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






8 menit yang lalu

Adu Banteng, Yamaha Vixion VS Honda Supra Satu Orang Tewas

Beritacenter.COM - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Wonosari - Semanu, tepatnya di Munggi Pasar, Desa Semanu,..
57 menit yang lalu

Nasabah Segel Bank Lantaran Uang Rp2 M Hilang, Bank: Sudah Dibuktikan, Penarikan Wajar

Beritacenter.COM - Merasa kehilangan uang Rp2 miliar di rekening istrinya, nasabah bernama H Podda melakukan..
1 jam yang lalu

Salah Pengertian Pria Mabok "Bacok" Anak Penjual Es

Beritacenter.COM - Buyung Maulana (22) warga Ngabean Kidul, Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten..
1 jam yang lalu

Polisi Sikat 4 Pengedar Narkoba Satu Jaringan Madura

Beritacenter.COM - 4 orang wanita dan 1 pria pengedar narkoba jaringan Sampang, Madura, berhasil diringkus tim Sat..
4 jam yang lalu

Survei Buktikan "Anies Tidak Becus Urus Jakarta", Politikus Demokrat : Itu Benar Si Anies Emang Gak Becus....

BeritaCenter.COM - Mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai publik sebagai pemimpin DKI paling..
4 jam yang lalu

MANTAP..! Polres Pasuruan "Bongkar" Pabrik Sabu Berskala Besar

Beritacenter.COM - Polisi berhasil bongkar pabrik sabu di sebuah perumahan mewah, serta mengamankan 7 orang pelaku..
5 jam yang lalu

Lagi Asik Main Judi, Lima Orang Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Lagi asik bermain Lima orang pria, warga Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur,..
5 jam yang lalu

Cambuk dan Tempeleng Anak, Ibu Tiri ini Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Satreskrim Polres Simalungun menangkap seorang ibu tiri yang tega mencambuk dan menempeleng..
5 jam yang lalu

Gagahi Dan Gasak Barang Berharga Seorang Dosen, TNI Gadungan Diamankan Polisi

Beritacenter.COM - Kusnan Ghoibi, warga Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, berhasil diamankan..
6 jam yang lalu

Pura-pura Bisa Gandakan Uang Hingga Jutaan Rupiah, Dukun Palsu Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Abdul Ghofur (38) warga Desa Gempol Tukmloko Kecamatan Sari Rejo Lamongan, harus berurusan dengan..
6 jam yang lalu

Perangi Narkoba, Gubernur DKI Tutup 3 Diskotek

Beritacenter.COM - Dalam rangka memerangi narkoba, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup 3 tempat hiburan malam..
7 jam yang lalu

Tak Terima Hamil Lagi, Ibu Muda Nekat Gantung Diri

Beritacenter.COM - Seorang ibu muda berinisal LS (29) warga Desa Dwi Karya Bakti di Kecamatan Pelepat, Kabupaten..
7 jam yang lalu

Terus Bertambah, 1.800 Orang Tewas Akibat Virus Corona di China

Beritacenter.COM - Sebanyak 1.800 orang tewas akibat virusCOVID - 19 atau virus corona yang melanda wilayah China...
8 jam yang lalu

Inilah 3 Manfaat Konsumsi Terong di Pagi Hari Untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Terong merupakan sayur - sayuran yang sering kita temui di pasar - pasar tradsional. Sayuran jenis..
8 jam yang lalu

Innalillahi !! Suami BCL, Ashraf Sinclair Meninggal Dunia

Beritacenter.COM - Kabar duka menyelimuti keluarga Bunga Citra Lestari. Pasalnya, sang suami Ashraf Sinclair meningga..
8 jam yang lalu

Bisakah Alat Pembersih Udara Melawan Virus Corona? Ini Jawabannya...

Beritacenter.COM - Virus Corona atau Covid-19 menjadi momok bagi masyarakat dunia. Berbagai upaya untuk menangkal..
9 jam yang lalu

Prediksi Cuaca di Seluruh Wilayah Jakarta

Beritacenter.COM - Hampir seluruh wilayah DKI Jakarta pada, Selasa (18/2/2020) berawan di pagi harinya, kecuali..
9 jam yang lalu

Begini Penjelasan Polisi Soal Adanya Radioaktif di Serpong

Beritacenter.COM -Penemuan paparan radioaktif di wilayah Tangerang tidak ada indikasi keterkaitan antara penemuan zat..
10 jam yang lalu

Singapura Panik, Warga Yang Pulang dari China Wajib Dikurung

Beritacenter.COM - Pemerintah Singapura menegaskan akan mengkurung warganya di rumah atau Stay-Home Notice (SHN) baru..
11 jam yang lalu

Omnibus Law Wacanakan Cuti Haid dan Melahirkan Tidak Digaji, Ini Tanggapan DPR

Beritacenter.COM - Kebijakan Omnibus Law dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja menjadi polemik baru di..
12 jam yang lalu

Anggota TNI Jadi Korban Heli MI-17 di Papua Akan Dimakamkan

Beritacenter.COM - Ada 4 prajurit TNI yang gugur dalam kecelakaan Helikopter MI-17 di pegunungan Mandala, Distrik,..
13 jam yang lalu

Indra Sjafri Tidak Lagi Jadi Asisten Pelatih Timnas?

Beritacenter.COM - Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan telah mencopot peran Indra Sjafri sebagai asisten pelatih Timnas..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi