Rabu, 23 September 2020 - 18:40 WIB

Batal Bebas, Siapakah Sebenarnya Abu Bakar Ba'asyir Itu?

Oleh : Anas Baidowi | Rabu, 23 Januari 2019 | 15:32 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir (ABB) seharusnya bisa bebas bersyarat pada 13 Desember 2018 karena sejumlah syarat dipenuhinya antara lain telah menjalani dua pertiga masa tahanan, berkelakuan baik,dan tidak pernah masuk ke register F.

Tapi ABB belum memenuhi persyaratan menandatangani satu paket dokumen yang satu di antaranya berisi ikrar setia terhadap Pancasila.

Oleh sebabnya, pemerintah hingga kini masih melakukan kajian yang mendalam dari berbagai aspek tentang hal ini, hukum, ideologi, keamanan dan lain-lain. Sehingga pemerintah belum bisa memutuskan ABB bebas bersyarat.

Lalu, siapakah sebenarnya Abu Bakar Ba'asyir itu?

Oleh M. Kholid Syeirazi

Jika ingin melihat orang tua yang keras kepala, lihatlah Abu Bakar Ba’asyir. Fisiknya rapuh digerogoti usia, tetapi isi kepalanya cadas. Dia menolak mengaku bersalah dan menolak ikrar setia kepada NKRI dan Pancasila. Selain hukum Al-Qur’an dan hadits, baginya adalah thaghut. Ba’asyir asli Jombang, alumni Gontor. Dia Wahabi dalam pikiran, Ikhwani dalam gerakan. Dia punya teman sejawat yang paling berpengaruh. Namanya Abdullah Sungkar, pengurus al-Irsyad Solo. Bersama Sungkar, Ba’asyir bikin radio dakwah di Surakarta. Programnyamemerangi TBC (tahayul, bid’ah, churafat).

Tahun 1970, Sungkar dan Ba’asyir direkrut M. Natsir, mantan Ketua Masyumi, menjadi pimpinan DDII (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia) Cabang Solo. DDII berperan besar menyebarkan idelogi salafi jihadi ke Indonesia. Sepanjang 1970an, DDII menerjemahkan 12 seri buku karya ulama salafi-jihadi seperti Hasan al-Banna, Sayyid Quthb, Said Hawwa, Abu A’la al-Mawdudi, dan Abdul Qadir Audah.

Tahun 1976, Sungkar dan Ba’asyir direkrut menjadi anggota Jama’ah DI/NII oleh H. Ismail Pranoto (Hispran). Pasca penangkapan besar-besaran aktivis DI/NII pada 1977 dan 1981, kepemimpinan Jama’ah DI/NII pindah ke Jawa Tengah. Pada awal 1983, Sungkar mengangkat Ir. Syahirul Alim, M.Sc, da’i terkenal dan dosen kimia F-MIPA UGM sebagai Imam Jama’ah DI/NII yang baru. Pertengahan 1983, Orde Baru memberlakukan asas tunggal Pancasila. Seoharto bertindak keras menghukum para pembangkang. Dibantu M. Natsir, pada April 1985, Sungkar dan Ba’asyir hijrah ke Malaysia. Bersama pengikutnya, mereka tinggal di Kuala Pilah, Kuala Lumpur.

Akhir 1979, Soviet menginvasi Afghanistan. Ideologi jihad menemukan lahan. Abdullah Azzam dan Abdur Rabb Rasul Sayyaf mendirikan Maktab al-Khidmat untuk melatih calon mujahidindari luar Afghanistan. Duitnya disokong Arab Saudi dan Amerika Serikat. Arab Saudi menyumbang US$4 miliar sepanjang 1980-1990, AS sekitar US$500 juta di luar senjata dan operasi intelijen. Abdullah Kadungga, menantu Kahar Mudzakar, tokoh Permesta, menemui Sungkar dan Ba’asyir. Dia mengabarkan peluang mengirim orang untuk mengikuti tadrib askari (diklat militer). Sungkar dan Ba’asyir setuju. Tujuannya bukan untuk membantu mujahidin Afghanistan, tetapi menyiapkan laskar jihad untuk menggulingkan Orde Baru.

Dari 1985 hingga 1991, pengiriman dilakukan dalam sepuluh angkatan. Di harbi pohantun (akademi militer), mereka bukan hanya dididik ilmu kemiliteran, tetapi juga doktrin-doktrin salafi-jihadi. Harbi Pohantun meluluskan 200 orang. Mereka bukan sekadar piawai menembak dan merakit bom, tetapi ideologis dan militan. Generasi DI/NII produk harbi pohantun ini cekcok dalam paham agama dengan generasi DI/NII produk gunung Cupu. Mereka adalah bekas pelaku Komando Jihad yang bebas dari penjara dan kemudian mencoba mereorganisasi jamaah. Pemimpinnya Ajengan Masduki, penganut Islam tradisional. Pecah kongsi terjadi pada 1992. Sungkar dan Ba’asyir membentuk organisasi baru bernama Jamaah Islamiyah (JI) pada 1993. Sungkar menjadi Amir Jamaah, dibantu Ba’asyir di jajaran Majelis Qiyadah Markaziah.

Tahun 1997, JI diserahi Kamp Hudaibiyah Mindanao, kamp diklat militer milik MILF (Moro Islamic Liberation Front). Rekrutmen kombatan pindah dari Afghanistan ke Filipina. Dalam waktu dua tahun (1998-2000), diklat militer meluluskan 170-an kombatan. Instrukturnya adalah para alumni terbaik harbi pohantun seperti Nasir Abas dan Muhaimin Yahya.

Selepas Orde Baru tumbang, Indonesia dilanda konflik komunal di Ambon dan Poso. Para kombatan alumni Afghanistan dan Mindanao menemukan lahan jihad baru. Di saat krusial itu, Abdullah Sungkar, Amir JI yang disegani, wafat pada 20 Oktober 1999. Meski ada upaya mengangkat Ba’asyir sebagai pengganti Sungkar, JI kehilangan kepemimpinan definitif setelah 1999. Pada 2000, Ba’asyir diangkat sebagai Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Organisasi ini mewadahi para eks-kombatan Afghanistan dan aktivis DI/NII.

Pasca Sungkar, struktur DI bisa dikatakan lumpuh. Yang tersisa adalah para kombatan ‘liar’ yang tidak terikat komando. Karena itu, ketika Hanbali dan Imam Samudera meledakkan 25 bom di sejumlah gereja hampir serentak di delapan kota—yang dikenal dengan Bom Natal 24 Desember 2000—Ba’asyir menyangkal terlibat. Ba’asyir juga menyangkal terlibat di Bom Bali 12 Oktober 2002. Meski menyangkal, Ba’asyir dihukum penjara 2,6 tahun.

Bebas pada Juni 2006, Ba’asyir mundur dari Amir MMI. Pada17 September 2008, dia mendirikan Jamâah Anshârut Tauhîd (JAT). Pada 2010, Ba’asyir kembali ditahan dan divonis bersalah pada 16 Juni 2011 atas tuduhan mendanai pelatihan militer Aceh. Tuduhan lainnya, mendirikan sayap Al-Qaeda di provinsi NAD. Bersama Aman Abdurrahman, Ba’asyir dikurung di Nusakambangan. Ba’asyir di hukum 15 tahun penjara, Aman 9 tahun penjara.

Aman merupakan pendukung Abu Bakar Baghdadi, khalifah ISIS. Melalui Jamâ’ah Anshârut Daulah (JAD), Aman sukses mengajak ribuan orang berbaiat kepada ISIS dan mengirim sejumlah orang ke Suriah. Atas bujukan Aman, Ba’asyir konon mendukung ISIS, meski tidak bai’at. Dukungan Ba’asyir membuat pengikutnya gusar. JI dekat dengan al-Qaeda dan organisasi afiliasinya, Jabhah Nusrah. Sementara al-Qaeda tidak akur dengan ISIS dan menyatakan perang melawan Al-Baghdadi. Sekelompok orang JAT protes dengan mendirikan Jamâ’ah Anshârus Syarîah (JAS), termasuk anaknya, Abdur Rochim Ba’asyir.

Masa tahanan Ba’asyir masih sekitar 5 tahun lagi. Pemerintah berniat membebaskannya lebih cepat atas dasar kemanusiaan. Tapi mungkin alasan sebenarnya bukan itu. Jokowi kalkulator politik ulung. Dia paham efek radikalisasi-deradikalisasi. Jika Ba’asyir mati di penjara, mengingat kesehatannya terus merosot, akan terjadi spiral radikalisasi. Ini bisa jadi bola panas menjelang pemilu. Jokowi tidak ingin itu terjadi. Dia mungkin tidak berharap dukungan dari eks-salafi jihadi atau Islam konservatif yang selama ini mengental di kubu Prabowo, tetapi langkahnya mungkin dapat menyumbang efek deradikalisasi. Tetapi ini telah menimbulkan polemik. Banyak pendukung Jokowi kecewa dan mengancam golput. Jokowi minta ditinjau ulang. Kalkulasi politik elektoral akan mendominasi langkah politik Jokowi. Saya kira, Jokowi akan menunda sampai situasi mereda.

Sumber : Nu online

 





#Berita Kriminal Indonesia #Berita Center #Terorisme #Abu Bakar Ba'asyir


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






8 menit yang lalu

Polisi Ringkus Pasturi di Palembang Jadi Kurir Sabu

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polrestabes Palembang menangkap pasangan suami istri karena diduga keduanya sebagi..
36 menit yang lalu

Manfaat Konsumsi Kentang untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Kentang menjadi alternatif makanan untuk menggantikan nasi. Hampir semua orang menyukai..
59 menit yang lalu

Gempa 3,1 M Guncang Manggarai NTT

Beritacenter.COM - Gempa berkekuatan 3,1 Magnitudo mengguncang wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara..
1 jam yang lalu

Periksa CCTV, Polisi Identifikasi Kelompok Pemotor Serang Warga di Bintaro Permai

Beritacenter.COM - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah CCTV, polisi akhirnya dapat mengidentifikasi..
1 jam yang lalu

Cirebon Diterjang Angin Puting Beliung, 25 Rumah Warga Hancur

Beritacenter.COM - Angin puting beliung yang terjadi pada Selasa (22/9) sekitar pukul 14.40 WIB meluluhlantakkan 25..
1 jam yang lalu

Jelang Pilkada, DPR Minta Polri Pastikan Protokol Kesehatan

Beritacenter.COM - Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Ahamad Syahroni meminta kepada jajaran..
1 jam yang lalu

Berangsur Membaik Setelah Kritis Diracun, Alexei Navalny Keluar dari RS di Jerman

Beritacenter.COM - Sempat kritis dan menjalani perawatan usai diracun, kritikus Kremlin Alexei Navalny dilaporkan..
2 jam yang lalu

Perbedaan Pelawak Zaman Dulu dan Sekarang

BeritaCenter.COM – Pelawak zaman dulu dan sekarang tentu memiliki perbedaan. Lalu apa perbedaannya? Menurut..
2 jam yang lalu

UPDATE Virus Corona di Indonesia Per Tanggal 23 September Mencapi 257.388 Kasus

Beritacenter.COM - Kasus virus corona (Covid -19) di Indonesia kembali memecahkan rekor baru. Tercatat per tanggal 23..
2 jam yang lalu

Kemenag: Pembukaan Kembali Umroh 2020 Dilakukan Tiga Tahap

BeritaCenter.COM – Kerajaan Arab Saudi dikabarkan membuka kembali perjalanan ibadah umroh. Ini menjadi kabar..
2 jam yang lalu

Buron Setahun, Pria Pembunuh Istri Diciduk Polisi di Maluku

Beritacenter.COM - Polresta Ambon berhasil mengamankan seorang pria berinisial IT yang sebelumnya sempat buron selama..
2 jam yang lalu

Catat !! Pelanggar Protokol Kesehatan Covid - 19 di Jakarta Bisa Dipidana pada Bulan Oktober

Beritacenter.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) akan membuat Peratuaran daerah (Perda)..
3 jam yang lalu

Kondisi Terbaru Menteri Agama: Tidak Ada Bantuan Pernapasan, Sudah Membaik

BeritaCenter.COM – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi tengah dirawat karena terinfeksi COVID-19. Kondisinya..
3 jam yang lalu

Polda Metro Jaya Bongkar Praktik Klinik Aborsi di Jakpus, 10 Orang Ditangkap

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil membongkar praktik klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan..
3 jam yang lalu

Ancam Sebarkan Foto Bugil, Indrawan Cabuli Tiga Bocah Dibawah Umur

Beritacenter.COM - Indrawan (20) seorang pemuda di Sragen tega mencabuli tiga gadis dibawah umur. Pelaku melakukan..
3 jam yang lalu

RINDU CELOTEH SANG LIDAH API

Hmmmm sudah kuduga, kehadiran Ahok sebagai Komut di Pertamina pasti akan menimbulkan gejolak yang dlm bahasa "Antre..
4 jam yang lalu

Cara Membuat "MARTABAK MANIS" Yang Enak Di Lidah

Beritacenter.COM - Takut keluar rumah untuk membeli jajanan atau makan ditengah virus covid-19 yang..
4 jam yang lalu

Polda Metro Jaya Ajak Ojol Awasi Penerapan Protokol Kesehatan

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian mengajak komunitas ojek online untuk turut membantu pengawasan protokol..
4 jam yang lalu

Terlibat Hutang, Rudi Salam Nekat Gantung Diri

Beritacenter.COM - Seorang pemuda di Desa Pemanggilan Duren, Tulung Selapan, OKI, Sumsel ditemukan tewas dengan..
4 jam yang lalu

Gara-gara Belum Ngopi, Sebuah Truk Ngamuk Hingga Terjun Bebas Ke Dalam Jurang

Beritacenter.COM - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi, kali ini kecelakan tunggal terjadi di jalur provinsi jalan..
5 jam yang lalu

Hakim-Pegawai di PN Pelawan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Beritacenter.COM - Delapan karyawan di Pengadilan Negeri (PN) Pelawan terkonfirmasi positif virus Corona (Covid-19)...
5 jam yang lalu

Mayat Tanpa Busana Ditemukan di dalam Jurang Karo

Beritacenter.COM - Seorang Pria bernama Jefri Wijaya ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi tanpa busana di dalam..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi