Sabtu, 23 Pebruari 2019 - 23:20 WIB

Hasil Tes Urine Tak Boleh Serta Merta Menjustifikasi Seseorang Penyalahguna Narkotika

Oleh : Aisyah Isyana | Senin, 28 Januari 2019 | 18:54 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Seorang kapolres menjadi bulan bulanan Propam Polda Sumsel dan akhirnya dicopot karena hasil tes urineenya positif. Padahal hasil tes secara rutin tidak pasti menunjukkan bahwa telah terjadi penyalahgunaan narkotika. Kesalahan membedakan pengertian pengguna dan penyalah guna berdasarkan perundangan undangan narkotika mengakibatkan seorang kapolres menjadi tidak berdaya.

Padahal, bisa jadi dia tidak bersalah kalau hanya atas dasar tes urine. Kalau hanya atas dasar hasil tes urine saja, saya yakin kapolres tersebut bukan sebagai penyalah guna narkotika seperti yang dituduhkan, karena dia sendiri tidak tahu dan mengatakan kenapa waktu dites urine hasilnya positif.

Hasil tes urine yang dilakukan secara rutin tidak boleh serta merta dipakai untuk menjustifikasi seseorang sebagai penyalah guna narkotika karena tidak semua orang yang menggunakan narkotika adalah penyalah guna. Berdasarkan Undang Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika (UUN) ada orang yang berhak menggunakan narkotika, tapi bukan sebagai penyalah guna, kalau tes urine hasilnya positif sebagai contoh seperti yang menimpa seorang kapolres di Sumsel. Seorang kapolres saja bisa menjadi korban bulan-bulanan akibat ketidakpahaman akan UU Narkotika, apalagi masyarakat awam.

Pengertian narkotika berdasarkan UUN adalah obat yang dapat menyebabkan sakit adiksi /ketergantungan narkotika (pasal 1 angka 1). Oleh karena narkotika itu obat, maka dapat digunakan untuk kepentingan pengobatan. Sebab narkotika berfungsi menghilangkan rasa sakit.

Pengguna narkotika seperti tersebut di atas apabila dites urinenya maka akan menunjukkan positif menggunakan narkotika. Sedangkan pengertian penyalah guna adalah orang yang menggunakan narkotika tanpa hak atau melawan hukum (pasal 1 angka 15).

UUN mengatur secara khusus penggunaan narkotika sebagai berikut: Pertama, pengguna narkotika legal, tidak termasuk golongan pelanggar hukum. Model "penggunaan narkotika dari sumber peredaran legal, tidak melanggar hukum" secara khusus digunakan untuk kepentingan pengobatan orang sakit, penggunaan narkotika untuk kepentingan pengobatan /kesehatan ini disyaratkan harus atas petunjuk dokter, termasuk penggunaan narkotika untuk tujuan penelitian, pendidikan, dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penggunaan narkotika di luar kepentingan kesehatan, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dinyatakan sebagai kejahatan penyalahgunaan narkotika. Itu sebabnya kejahatan penyalahgunaan narkotika digolongkan sebagai kejahatan bersyarat. Bukan kejahatan murni, dimana secara victimologi penyalah guna itu korban namun oleh UUN dikategorikan sebagai pelaku kejahatan yang wajib diselamatkan dan dijamin rehabilitasinya.

Banyak jenis penyakit yang diterapi dokter dengan menggunakan obat jenis narkotika, terkadang dokternya tidak memberitahu bahwa obat yang digunakan mengandung jenis narkotika, misalnya sakit batuk diterapi dengan obat batuk yang mengandung bahan penenang dari jenis narkotika atau membeli obat secara bebas yang mengandung narkotika. Kalau dites urine hasilnya dipastikan positif, bisa jadi kapolres di Sumsel termasuk golongan ini karena ketika ditanyakan, kapolres di Sumsel memberikan jawaban bahwa dia tidak tahu kenapa urinenya positif.

Penggunaan narkotika model ini juga dilakukan terhadap penyalah guna dalam keadaan kecanduan (pecandu) oleh dokter sebagai bentuk pengobatan substitusi dengan maksud agar secara bertahap dapat mengurangi kadar ketergantungannya dengan tujuan agar pengguna sembuh/pulih dari ketergantungan narkotika. Penyalah guna dalam perawatan dokter ini kalau dites urine pasti hasilnya positif.

Penyalah guna dalam perawatan ini oleh UUN diberikan "unsur pemaaf" berupa perubahan status hukum dimana, semula penyalah guna sebagai kriminal diancam dengan penjara maksimal 4 tahun, kalau dalam perawatan dokter dalam rangka rehabilitasi, statusnya berubah menjadi tidak dituntut pidana.

Penggunaan narkotika dengan petunjuk dokter dipastikan aman untuk penyembuhan, tidak berdampak kecanduaan karena dosis dan jenis narkotika yang digunakan sudah terukur disesuaikan dengan kondisi penggunanya.

Kedua, penggunaan narkotika berasal dari sumber peredaran ilegal atau melanggar hukum. Model ini marak terjadi, disebut sebagai penyalahgunaan narkotika di mana narkotikanya beli dari para pengedar gelap dalam jumlah sedikit, hanya untuk kebutuhan sehari, tujuan kepemilikannya untuk dipakai sendiri guna mengurangi sakit adiksi yang dideritanya.

Perbuatan membeli kemudian mengonsumsi narkotika semacam ini termasuk perbuatan melanggar UUN digolongkan sebagai penyalahgunaan narkotika untuk diri sendiri diancam dengan pidana maksimal 4 tahun (pasal 127).

Menggunakan narkotika model ini kalau dilakukan secara periodik dapat menyebabkan ketergantungan narkotika yang disebut pecandu. Menggunakan model ini diancam dengan pidana namun penyalah guna ini dilindungi oleh UUN berupa jaminan hukuman rehabilitasi agar pulih tidak menggunakan narkotika lagi.

Itu sebabnya penegakan hukum terhadap kejahatan penyalahgunaan narkotika bersifat rehabilitatif. Secara kuantitatif jumlah para penyalah guna mempengaruhi jumlah kebutuhanan narkotika ilegal kita, sehingga jumlah penyalah guna harus dikurang melalui rehabilitasi guna menekan dan mengurangi pertumbuhan bisnis narkotika. Langkah penting lainnya adalah mencegah agar tidak ada masyarakat yang ditipu, dibujuk, dirayu, diperdaya dan dipaksa menggunakan narkotika pertama kali yang sebut korban penyalahgunaan narkotika.

Penggunaan narkotika model ini secara sosiologis dapat menjadi lebih buruk apabila secara finansial tidak bisa memenuhi kebutuhan akan narkotika, karena penyalah guna dapat dimanfaatkan oleh para pengedar. Itu sebabnya penyalah guna narkotika harus segera disembuhkan agar tidak berkarier sebagai pecandu baik melalui kewajiban sosial orang tua, wajib lapor pecandu agar sembuh, kalau tidak memenuhi kewajibannya baru dilakukan penegakan hukum bersifat rehabilitatif.

Penggunaan narkotika model ini apabila dites urinenya hasilnya juga positif, sehingga tidak ada beda tes urine antara penggunaan narkotika yang melanggar hukum dan tidak melanggar hukum.

Karena model penggunaan narkotika bagi yang melanggar hukum dan tidak melanggar hukum hasilnya tidak ada bedanya maka tes urine rentan untuk digunakan untuk menjustifikasi sebagai penyalah guna narkotika, kecuali tes urine yang bersifat proyustitia.

Program tes urine secara rutin hanya sebatas indikator penggunaan narkotika bukan digunakan untuk menjustifikasi seseorang sebagai penyalah guna, oleh karena itu tes urine tergolong perbuatan yang bersifat makruh tidak dilakukan tidak apa apa dilakukan juga tidak apa apa, kecuali sebagai alat ukur yang mengindikasikan bahwa kalau hasilnya positif, menunjukkan telah menggunakan narkotika.

Berbeda dengan tes urine yang dilakukan secara proyustitia atas permintaan penyidik sangat berguna untuk mengidentifikasi guna membedakan mana yang tergolong penyalah guna, mana pengguna atas petunjuk dokter.

Dari uraian model penggunaan narkotika, cara mendapatkan dan tujuan pengunaan narkotika di atas maka penyalahgunaan narkotika untuk diri sendiri digolongkan sebagai "kejahatan bersyarat" di mana syaratnya jika penggunaan narkotika atas petunjuk dokter tergolong bukan kejahatan. Sedangkan kalau penggunaan narkotika tidak atas petunjuk dokter digolongkan sebagai kejahatan penyalah guna untuk diri sendiri (pasal 127).

Karena penyalah guna narkotika tergolong kejahatan bersyarat maka penanganannya dilakukan secara khusus dan humanis. Tidak seperti kejahatan pada umumnya.

Meskipun kejahatan penyalah guna untuk diri sendiri (pasal 127) diancam dengan hukuman pidana namun dijamin mendapatkan rehabilitasi dan mendapatkan upaya rehabilitasi (pasal 4d) dan hukuman rehabilitasi melalui putusan hakim (pasal 103) .

Itu sebabnya kenapa penegakan hukum terhadap perkara penyalah guna untuk diri sendiri bersifat rehabilitatif, berarti selama proses ditempatkan di lembaga rehabilitasi dan dihukum dengan hukuman rehabilitasi, hanya terhadap para pengedar penegakan hukumnya bersifat represif dilakukan penahanan dan dihukum penjara.

(Penulis adalah Kepala BNN 2012-2015, Kabareskrim 2015-2016, dan dosen Universitas Trisakti)





#Kasus Narkoba #Tes Urine #Penyalahgunaan Narkoba #UU Narkotika


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






2 jam yang lalu

Rohid Chand Resmi Kembali ke Persija

Beritacenter.COM - Pemain terbaik Liga 1 2018, Rohit Chand, akhirnya kembali berseragam Persija Jakarta pada musim..
3 jam yang lalu

Ketua Lakpesdam PBNU Membongkar "Pasar Gelap Ustadz"

DR. Rumadi Ahmad Lc. MA yang merupakan salah seorang mubaligh di Indonesia telah menyampaikan kepada seluruh..
4 jam yang lalu

Aksinya Kepergok, Copet di Tanah Abang Babak Belur Dihajar Massa

Beritacenter.COM - Seorang Copet di Tanah Abang habis babak belur di hajar warga saat melakukan aksinya di jembatan..
5 jam yang lalu

Ridwan Kamil Sebut Suara Jokowi - Maruf Naik Drastis di Jawa Barat

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK) meyakini perolehan suara dari pasangan Joko Widodo - Ma'ruf..
6 jam yang lalu

FBR Jakarta Utara Deklarasikan Dukung Jokowi - Maruf

Beritacenter.COM - Forum Betawi Rempung (FBR) Jakarta Utara mendeklarasikan mendukung pasangan Calon Presiden dan..
8 jam yang lalu

Indonesia Kini Punya Satelit HTS Broadband Pertama Kali

Beritacenter.COM - Satelit Nusantara 1 yang bernilai US$250 juta atau sekitar Rp 3,5 triliun merupakan satelit High..
8 jam yang lalu

Polres Ciamis Melaksanakan Acara Millenial Road Safety Festival yang Dihadiri Puluhan Ribu Generasi Milenial

Pelaksanaan jalan sehat Millennial dilepas oleh Kapolres Ciamis dengan Route yang dilewati adalah Alun-alun, DPRD ,..
9 jam yang lalu

Asuransi BPJS Hentikan Pelayanan Obat Kanker

Beritacenter.COM - Ketua Komisi XI DPR Dede Yusuf Macan Effendi akan memanggil Kementerian Kesehatan untuk meminta..
10 jam yang lalu

Kubu Prabowo-Sandi Mulai Panik Saat Partai PBB Dukung Pasangan Jokowi-Amin

Beritacenter.COM - Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Ferry Noer menyatakan bahwa partainya tidak pernah..
11 jam yang lalu

Sadis, Bocah 3 Tahun Tewas Usai Disiksa Pacar Ibunya

Beritacenter.COM - Seorang bocah berusia 3 tahun bernama Muhamad Rizki tewas di tangan kekasih ibunya. Setelah..
11 jam yang lalu

PDIP Ungkap Sikap Munafik dan Praktik KKN Amien Rais

BeritaCenter.com – Politkus PDIP Eva Kusuma Sundari menyebut politikus senior PAN Amien Rais munafik dan..
11 jam yang lalu

Ribuan Wanita Yang Tergabung Kelompok Nyai di Madura Deklarasi Dukung dan Menangkan Jokowi-Amin

Beritacenter.COM - Ribuan para wanita di Madura tumplek blek di Gedung Islamic Centre, Jumat (22/2/2019) melakukan..
12 jam yang lalu

Serahkan PKH ke Emak-emak di Bogor, Begini Pesan Bijak Jokowi

BeritaCenter.com - Presiden Joko Wododo menyampaikan pesan bijak ke emak-emak penerima Program Keluarga Harapan (PKH)..
12 jam yang lalu

Sinting! Neno Warisman Ancam Allah, Pendiri PAN: Neno Telah Anggap Orang di Luar 212 Kafir

Beritacenter.COM - Dalam acara Munajat 212 di Monas, Neno Warisman membacakan sebuah puisi yang menuai banyak keceman..
12 jam yang lalu

Begini Kritikan Keras Luhut ke Prabowo Yang Janji Turunkan Harga Telur dalam 100 Hari

BeritaCenter.com - Janji Prabowo Subianto yang akan menurunkan harga pangan seperti harga telur di program 100 hari..
13 jam yang lalu

Begini Bantahan Tegas Polri ke Habib Rizieq soal Tudingan 'Penegakan Hukum Suka-suka'

BeritaCenter.com – Polri membantah keras tudingan Habib Rizieq Syihab bahwa penegakan hukum di Indonesia..
13 jam yang lalu

Mantan Politikus Partai Demokrat "TGB" Ajak Seluruh Lapisan Masyarakat Bacakan Al Fatihah Untuk Kesembuhan Ibu Ani Yudhoyono

Beritacenter.COM - Mantan Politikus Parta Demokrat Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi menjenguk Ani..
14 jam yang lalu

Ketum GJI : Pilpres 2019 Pertempuran Antara Merah-Putih "Melawan" Bendera Hitam

Beritacenter.COM - Ketua Umum Gerakan Jaga Indonesia (GJI), Boedi Djarot dgn tegas mengatakan bahwa kontestasi..
15 jam yang lalu

Habis Ambil Duit Di Bank, Mobil Sarjuno Dipecahkan Kacanya Hingga Uang Jutaan Rupiah "Raib"

Beritacenter.COM - Pencurian dengan modus pecah kaca mobil terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Kali ini peristiwa itu..
16 jam yang lalu

Kaget Bus Nyalakan Lampu Dim, Mobil Grand Livina Terjun Ke Parit...

Beritacenter.COM - Sebuah mobil Grand Livina bernomor polisi AD 8934 DS mengalami kecelakaan tunggal di Jalan..
17 jam yang lalu

Jepang Terkejut Penampakan Ikan Ini Beri Tanda Gempa Besar Akan Melanda

Beritacenter.COM - Jepang menyatakan waspada terhadap gempa bumi pasca dua ikan langka yang dikramatkan tertangkap...
18 jam yang lalu

Mandalika Menjadi Destinasi Wisata Olahraga

Beritacenter.COM - Daerah Mandalika di Lombok, Nusa Tengga Barat(NTB) menjadi destinasi wisata olahraga dengan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi