Saturday, 20 Apr 2019
Temukan Kami di :
Olahraga

Gede Widade Mundur Dari Posisi Dirut Persija

Dewi Sari - 07/02/2019 05:58

Beritacenter.COM - Di tengah upaya SatgasS Anti Mafia Bola aktif melakukan penyelidikan, Direktur Utama Persija Jakarta Gede Widiade menyatakan mundur. Hal itu secara resmi disampaikan pada Rabu (6/2/2019) malam.

“Secara yuridiksi, kami mundur pada 1 Februari. Baru hari ini kami baru bisa rilis dan dapat diterima dengan baik,” kata Gede di Kantor Persija, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Selain Gede, ternyata ada Rafil Perdana yang juga mundur dari jabatan COO Persija.

Menurut Gede, keputusan ini dibuatnya, dan juga Rafil pada 1 Februari lalu.”Pengunduran diri ini bukan bersifat politis tapi ini semua normal. Sama mohon maaf kepada semuanya, terutama The Jakmania, yang sebagai pemain ke 12,” ungkapnya.

Tokoh yang membawa Persija juara Pila Presiden dan Juara Liga 2018 ini masuk ke dalam manajemen Persija sejak Januari 2017. Ia menggandeng Rafil untuk mengisi posisi COO.

Selain gelar tersebut, di bawah kendali Gede Persija juga berhasil memenangi Boost Sports Fix Super Cup. Sejauh ini, sebagai pengganti Gede, Persija menunjuk Koko Alfiath.

Ada pun mundurnya Gede ini tak lama setelah ramainya pemberitaan soal penghancuran dokumen yang ditemukan Satgas Anti Mafia Bola beberapa waktu lalu di bekas kantor PT Liga Indonesia.

Terkait hal itu, Gede Widiade menegaskan keputusannya mundur dari posisi Direktur Utama Persija Jakarta tak berkaitan dengan dokumen temuan Satgas Anti Mafia Bola.

Untuk diketahui, Dalam penggeledahan di bekas kantor PT. Liga Indonesia, Jumat (1/2/2019), Satgas menemukan dokumen Persija yang dihancurkan. Penggeledahan ini terkait dari penyusuran kasus match fixing di sepakbola Indonesia.

“Pengunduran ini tidak ada kaitannya dengan penemuan dokumen. Kami juga sampai saat ini tidak tahu dokumen apa yang ditemukan,” kata Gede di kantor Persija, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Di tengah upaya SatgasS Anti Mafia Bola aktif melakukan penyelidikan, Direktur Utama Persija Jakarta Gede Widiade menyatakan mundur. Hal itu secara resmi disampaikan pada Rabu (6/2/2019) malam.

“Secara yuridiksi, kami mundur pada 1 Februari. Baru hari ini kami baru bisa rilis dan dapat diterima dengan baik,” kata Gede di Kantor Persija, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Selain Gede, ternyata ada Rafil Perdana yang juga mundur dari jabatan COO Persija.

Menurut Gede, keputusan ini dibuatnya, dan juga Rafil pada 1 Februari lalu.”Pengunduran diri ini bukan bersifat politis tapi ini semua normal. Sama mohon maaf kepada semuanya, terutama The Jakmania, yang sebagai pemain ke 12,” ungkapnya.

Tokoh yang membawa Persija juara Pila Presiden dan Juara Liga 2018 ini masuk ke dalam manajemen Persija sejak Januari 2017. Ia menggandeng Rafil untuk mengisi posisi COO.

Selain gelar tersebut, di bawah kendali Gede Persija juga berhasil memenangi Boost Sports Fix Super Cup. Sejauh ini, sebagai pengganti Gede, Persija menunjuk Koko Alfiath.

Ada pun mundurnya Gede ini tak lama setelah ramainya pemberitaan soal penghancuran dokumen yang ditemukan Satgas Anti Mafia Bola beberapa waktu lalu di bekas kantor PT Liga Indonesia.

Terkait hal itu, Gede Widiade menegaskan keputusannya mundur dari posisi Direktur Utama Persija Jakarta tak berkaitan dengan dokumen temuan Satgas Anti Mafia Bola.

Untuk diketahui, Dalam penggeledahan di bekas kantor PT. Liga Indonesia, Jumat (1/2/2019), Satgas menemukan dokumen Persija yang dihancurkan. Penggeledahan ini terkait dari penyusuran kasus match fixing di sepakbola Indonesia.

“Pengunduran ini tidak ada kaitannya dengan penemuan dokumen. Kami juga sampai saat ini tidak tahu dokumen apa yang ditemukan,” kata Gede di kantor Persija, Duren Tiga, Jakarta Selatan.




Berita Lainnya

Presiden Jokowi Batal Nonton Arema vs Persebaya

12/04/2019 12:42 - Indah Pratiwi

Komunitas Olahraga Dukung Jokowi Dua Periode

07/04/2019 20:50 - Anas Baidowi

Khabib Nurmagomedov Batal Datang ke Indonesia

28/03/2019 00:27 - Fani Fadillah
Kemukakan Pendapat


BOLA