Minggu, 27 September 2020 - 03:19 WIB

Viral... Prabowo Marah, Pamwal Didesak Minta Maaf Demi Menutupi Reputasinya

Padahal, anggota pamwal tersebut telah melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur yang ada. Terkait kemarahan Prabowo terhadap paspam sangat tidak etis, karena pasukan pengamanan bukan anak buah Prabowo. Probowo atau timnya tidak bisa memerintah seenaknya, karena menyangkut protap. Seharusnya Prabowo bicara dengan atasan Satgas Pamwal VVIP tentang bagaimana keinginan Prabowo dalam hal pengamanan.

Oleh : Sari Intan Putri | Rabu, 13 Maret 2019 | 19:47 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Peristiwa Prabowo memarahi salah seorang anggota Pamwal saat di Cianjur, Jawa barat, Selasa (12/03/2019) menuai banyak cibiran dari berbagai kalangan. Dalam kejadian tersebut, Prabowo marah kepada seorang brigadir dari kesatuan brimob yang bertugas melekat dengan dirinya (capres).

Padahal, anggota pamwal tersebut telah melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur yang ada. Terkait kemarahan Prabowo terhadap paspam sangat tidak etis, karena pasukan pengamanan bukan anak buah Prabowo. Probowo atau timnya tidak bisa memerintah seenaknya, karena menyangkut protap. Seharusnya Prabowo bicara dengan atasan Satgas Pamwal VVIP tentang bagaimana keinginan Prabowo dalam hal pengamanan.

Prabowo juga tidak etis menegur pasukan Pamwal VVIP yang tengah menjalankan tugas sesuai protap. Karena angggota Pamwal VVIP harus disiplin melaksanakan tugas sesuai protap, sebab terkait keamanan dan keselamatan capres/cawapres itu sendiri.

Selain itu, para anggota Pamwal VVIP tersebut telah mewakafkan hidupnya demi keselamatan capres/cawapres dengan nyawanya sebagai taruhannya. Seharusnya Prabowo bisa mengapresiasi kerja mereka, bukan sebaliknya melecehkan kewibawaan mereka dan korps kepolisian.

Yang terakhir dan yang paling tidak etis adalah timnya Prabowo menyuruh Pamwal VVIP Capres meminta maaf kepada publik, seolah-olah mereka salah. Padahal hal tersebut untuk menutupi reputasi Prabowo yang buruk. Dan tidak seharusnya anggota tim Pamwal VVIP memberikan pernyataan apapun, karena dalam prosedurnya yang boleh memberikan pernyataan hanya kepala Satgas Pamwal VVIP yang berpangkat Jendral Bintang 1.

Penting juga untuk diketahui, Polri telah diberikan amanat untuk bertanggung jawab dan mengatur seluruh sistem Pengamanan Capres dan Cawapres.

Dalam setiap pengamanan, terdiri dari empat tim yang masing-masing terdiri dari tiga unit. Tapi, hal ini sedikit berbeda untuk pengamanan Presiden Jokowi. Presiden Jokowi yang juga menjadi Capres di Pilpres 2019, satu dari empat tim tersebut dibubarkan karena tetap menggunakan Paspampres.

Diketahui juga jika Tim pengamanan capres/cawapres disebut juga sebagai Satgas Pamwal VVIP. Satgas ini terdiri dari perwira dan bintara.

Setiap unit terdiri dari 1 AKBP yang bertindak sebagai ajudan. Jadi, setiap capres dan cawapres memiliki 3 ajudan yang bertugas bergiliran setiap minggunya. Sementara personel lainnya terdiri dari beberapa AKP dan Brigadir. Keseluruhannya bekerja berdasarkan protap yang ada dan penempatan pun juga sudah diatur.

Menanggapi video viral tersebut, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin tidak mau banyak berkomentar soal video capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang terlihat marah dan memukul tangan orang saat dia berada di atas mobil.

Juru Bicara TKN Arya Sinulingga masih belum paham konteks pemukulan tersebut. Namun, dia menyerahkan penilaian sikap Prabowo itu kepada masyarakat.

"Saya sih enggak mau komentar lebih jauh ya. Biarkan publik yang menilai perilaku dari masing-masing capres yang ada saat ini dan bagi kita sih biarkan itu jadi penilaian publik, bukan penilaian dari kita," tegas Arya, Selasa (12/3/2019).

Pengamat Ilmu Politik Universitas Al-Ahzar Indonesia, Ujang Komaruddin, menyayangkan sikap Probowo yang ditunjukkan kepada masyarakat, ia menilai video yang tersebar di media sosial sangat merugikan paslon nomor urut 02 terlepas dari apa yang melatarbelakangi tindakannya, masyarakat tentu melihat kekerasan sebagai sesuatu yang buruk.

"Sebagai pemimpin harusnya tegas, ramah, dan mengayomi, termasuk stafnya sendiri. Dengan hanya melihat apa yang dilakukan Prabowo di video, tentu masyarakat enggak ingin pemimpin yang melakukan kekerasan," kata Ujang.

"Apa pun alasannya, kekerasan tidak bisa dibenarkan. Itu tidak bisa dibenarkan oleh siapa pun, apalagi seorang calon presiden. Pasti akan berimplikasi memberi efek negatif ke Prabowo," pungkasnya.





#Jokowi #POLRI #Presiden Joko Widodo #Politik #Prabowo #Pilpres 2019 #Cawapres #Capres


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






8 jam yang lalu

Kecelakaan Beruntun di Sumbar, 5 Orang Luka Parah

Beritacenter.COM - Terjadi kecelakaan beruntun di Jalan Lintas Sumatera Kilometer 125, tepatnya di Nagari Sinyamu,..
9 jam yang lalu

Tok! Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Resmi Ditahan

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian resmi menetapkan tersangka kepada EF yang diketahui merupakan pelaku..
10 jam yang lalu

Jokowi : Keselamatan Rakyat Prioritas yang Paling Utama

Beritacenter.COM - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) mengajak semua pihak untuk terus bekerja..
11 jam yang lalu

KKP Amankan Dua Pelaku Penangkapan Ikan Dengan Bahan Kimia Berbahaya

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan..
12 jam yang lalu

SELAIN KALTENG, Pemerintah Siapkan Daerah Ini Untuk PROGRAM LUMBUNG PANGAN

Beritacenter.COM - Pemerintah menggelar rapat terbatas melalui video conference mengenai lanjutan pembahasan food..
13 jam yang lalu

TERNYATA...! Harta Gibran Jadi Cawalkot Solo Hanya Segini...

Beritacenter.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan dua pasangan calon yang bakal bertarung dalam perhelatan..
14 jam yang lalu

JANGAN BIARKAN BAHTERA NKRI TENGGELAM

Angkat jempol buat Jokowi. Lima tahun memerintah, dia mampu mengembalikan harkat martabat bangsa. Paling tidak..
15 jam yang lalu

Jokowi Resmikan Tol Pekanbaru-Dumai Secara Virtual

Beritacenter.COM - Ada yang berbeda di Ruang Garuda Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/09/2020)...
16 jam yang lalu

3 Manfaat Konsumsi Salak untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Buah salak merupakan buah yang sering kita temui. Hampir semua orang menyukai buah salak. Tapi..
18 jam yang lalu

Polisi Gerebek Pabrik Ekstasi di Tanggerang

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polres Tanggerang menggerebek sebuah rumah di di Jalan Palem, Kelurahan Poris,..
19 jam yang lalu

KKP Kelolah Budidaya Ikan Sidat, Ini Alasannya

Beritacenter.COM - Kementrian Kelauatan dan Perikanan (KKP) membudidayakan ikan sidat di Indonesia. Ikan sidat..
20 jam yang lalu

Akhir Pekan, Prediksi Cuaca di Jakarta

Beritacenter.COM - Hampir seluruh wilayah DKI Jakarta akan cerah berawan pada akhir pekan. Namun, untuk wilayah..
1 hari yang lalu

Akhyar: Sejatinya Paslon Ikut Pilkada Untuk Menang, Bukan Mengatasi Covid-19

Beritacenter.COM - Calon Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengatakan bahwa sejatinya calon kepala daerah..
1 hari yang lalu

Tanggapan DPR Soal Sanksi Sosial Pelanggar Protokol: Jadi Objek Lelucon!

Beritacenter.COM - Anggota DPR dari Fraksi PAN, Intan Fauzi menyoroti perihal penerapan sanksi sosial bagi para..
1 hari yang lalu

Pemerintah Buka Tower 8 Wisma Atlet Untuk Isolasi Mandiri Pasien OTG

Beritacenter.COM - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 akan membuka Tower 8 Wisma Atlet Kemayoran untuk..
1 hari yang lalu

dr Reisa Sebut Sebagian Besar Klaster Covid-19 di Indonesia Berasal dari Keluarga

Beritacenter.COM - Juru Bicara Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro menyampakan bahwa terdapat 1.100..
1 hari yang lalu

Sempat Melawan, Polisi Tembak Pelaku Rampok-Bunuh Ibu Anak 1 di Binjai

Polisi tangkap seorang pria berinisal GZG (20) warga Desa Lau Mulgap Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Ia..
1 hari yang lalu

Jelang Pilkada Jabar, Ridwan Kamil Tegaskan Netralitas ASN Harga Mati

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil menegaskan bahwa sikap netral dalam Pilkada serentak 2020 merupakan hal..
1 hari yang lalu

Luhut Ngaku Marahi Semua Orang Menkes Usai Dicurhati Masalah Obat

Beritacenter.COM - Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut..
1 hari yang lalu

Kapitra Nilai Desakan Pemutaran Film G30S/PKI Hanya Alat Propaganda

Beritacenter.COM - Pengacara kondang yang juga tokoh gerakan 212, Kapitra Ampera mengingatkan sejarah kelam yang..
1 hari yang lalu

Tersangka Pelecehan di Soetta yang Ditangkap di Toba Samosir Ternyata Punya Anak-Istri

Beritacenter.COM - Tersangka pelecehan terhadap wanita di Bandara Soekarno-Hatta, EF, ditangkap polisi di wilayah..
1 hari yang lalu

Reyhard Sinaga 'Predator Seks' Kejahatannya Akan Difilmkan

Beritacenter.COM - Masih ingatkah dengan kasus pemerkosaan terbesar dalam sejarah Ingris yang dilakukan oleh pria..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi