Monday, 20 May 2019
Temukan Kami di :
Opini

Prabowo Rangkul Kelompok Radikal Untuk Merebut Kekuasaan, Benarkah?

Indah Pratiwi Budi - 14/03/2019 09:46

Masih ingatkah dibenak kita, Nama Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis) Chep Hernawan, yang sempat dikabarkan menjadi penyandang dana 186 WNI ke Suriah untuk berperang di bawah bendera Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Nama pengusaha terbesar Cianjur bidang barang rongsokan dan daur ulang itu, kembali mencuat menghiasi media online atau cetak lantaran Capres nomor urut 02 , Prabowo saat berkampanye di Cianjur, Jawa Barat menggunakan Alphard dengan Nomor B2 64RIS yang diduga milik Ketum Garis.

Kecurigaan ini menjadi kekhawatiran rakyat Indonesia jika Prabowo memakai tangan kaum radikal dalam proses merebut kekuasaan. Apalagi, partai dan koalisinya jelas-jelas mendukung HTI dalam proses pembubaran, HTI kabarnya memiliki anggota kurang lebih 2 juta di Indonesia belum simpatisan paham radikal yang akan mendulang suara kemenangan Prabowo di Pilpres 2019 ini.

Sekedar untuk diketahui, orang tua Chep Hernawan terlibat dalam peristiwa kerusuhan yang terjadi pada 12 September 1984 di Tanjung Priok. Dan menawarkan tanahnya untuk makam teroris Amrozi cs.

Apa sih sebernarnya Gerakan Reformis Islam (Garis), Yang Di Ketuai Oleh Chep ?

Dikutip dari laman http://reformis-islam.blogspot.com, Gerakan Reformis Islam (Garis ) merupakan sebuah aktivitas pergerakan yang beranggotakan orang-orang yang memiliki semangat mengembalikan penyimpangan-penyimpangan dari sistem yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW

Asas : GARIS berasaskan Aqidah Islamiyah, tetapi GARIS (Gerakan Reformis Islam) ini lebih condong ke kelompok radiakal (ISIS).

Siapakah H Chep Hernawan Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis) ?

Dikutip Beritacenter.COM dari lamaan panjimas.com, H Chep Hernawan dahulu begitu membela Syiah yang menurut pengakuannya lantaran kekagumannya pada revolusi Iran.

Saat deklarasi dukungan Umat Islam untuk Daulah Islamiyah Iraq dan Syam (ISIS) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, H Chep Hernawan secara seremonial menerima panji bendera tauhid yang diserahkan Ustadz Bachrum Syah sebagai simbol untuk melanjutkan perjuangan penegakkan Syariat Islam.

Menjawab keraguan berbagai kalangan lantaran sikap H Chep yang dahulu mendukung Syiah, akhirnya DPP GARIS menerbitkan surat yang berisi bahwa H Chep telah bertaubat dari ketergelincirannya itu.

Baca Juga :

“Adapun kesalahan-kesalahn saya yang telah lau bahwa saya pernah memandang baik Syi’ah atau membelanya, itu dikarenakan kekaguman saya terhadap revolusi Iran, dan itu adalah semata-mata dikarenakan ketidakpahaman dan ketergilinciran diri saya akan hal tersebut, maka saya bertaubat kepada Allah , dan kembali kepada –Nya, serta meminta maaf kepada seluruh kaum muslimin,” ungkap H Chep Hermawan dalam surat bernomor 009/DPP-GARIS/III/2014 yang ditandatanganinya sendiri bersama pengurus GARIS lainnya.

Gerakan Reformis Islam (GARIS), mulai masuk keranah politik ?

Ketum Gerakan Reformis Islam (GARIS) H. Chep Hermawan, sudah mulai bermain dengan politik yang cenderung mendukung Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Dukungannya kepada Prabowo langsung mendapakan respon dari dari tubuh pengurus GARIS sendiri.

Hal tersebut dituangakan dalam Surat Pernyataan Sikap DPP GARIS yang dikeluarkan pada 21 Juni 2014 yang lalu.

“Dengan ini kami sampaikan bahwa secara prinsip DPP GARIS menyatakan sikap Baro terhadap Hukum-hukum buatan Manusia termasuk Demokrasi. Hal ini sesuai dengan tuntutan dalam Al Quran surat Al-an'am ayat 116, Al-baqarah ayat 256 dan Fatwa Ketua Dewan Syuro DPP GARIS, yaitu Ust Abu Bakar Baasyir yang sekarang berada di penjara Thogut Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah,” demikian surat yang diterima redaksi Panjimas.com, Selasa (1/7/2014).

Pengurus DPP GARIS menegaskan bahwa sikap H. Chep Hermawan yang ikut-kutan dalam pesta demokrasi merupakan kebijakan pribadi tanpa melalui syuro.

“Adapun sikap dari H.Chep Hermawan (Ketua Umum DPP GARIS) yang cenderung ikut-ikutan dalam pesta demokrasi pilpres adalah kebijakan sendiri tanpa ada mekanisme syuro dengan pimpinan lain dalam Organisasi termasuk Dewan Syuro.

Maka dari itu, Kami DPP GARIS menyatakan sikap antara lain :

1. Menolak Demokrasi dan segala bentuk Produknya
2. Menerangkan bahwa Garis tetap konsisten terhadap Visi dan Misinya yaitu menegakan Syari’at islam secara Kaffah dalam bingkai Daulah serta Khilafah.
3. Mendukung perjuangan ISIS dan akan mengarahkan segala daya dan upaya untuk membantu perjuangan ISIS dalam menegakan Daulah dan Khilafah di muka Bumi ini dengan Jihad Fiesabillah.”

Surat dari DPP GARIS tersebut ditandatangani oleh pengurus lainnya seperti Sekjen DPP GARIS, Ludi Burdah Muslim, Anggota Majelis Syuro Pusat, Ustadz Dindin Syamsudin, Ketua DPD GARIS Bekasi Raya, Ustadz Syamsudin Uba dan Ketua DPD GARIS Sukabumi Raya, Ustadz Ade Saefulloh.

Apakah INI Tandanya Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto di dukung oleh Kelompok Radikal ISIS ?




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA