Jumat, 28 Pebruari 2020 - 08:54 WIB

Prabowo Rangkul Kelompok Radikal Untuk Merebut Kekuasaan, Benarkah?

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 14 Maret 2019 | 09:46 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Masih ingatkah dibenak kita, Nama Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis) Chep Hernawan, yang sempat dikabarkan menjadi penyandang dana 186 WNI ke Suriah untuk berperang di bawah bendera Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Nama pengusaha terbesar Cianjur bidang barang rongsokan dan daur ulang itu, kembali mencuat menghiasi media online atau cetak lantaran Capres nomor urut 02 , Prabowo saat berkampanye di Cianjur, Jawa Barat menggunakan Alphard dengan Nomor B2 64RIS yang diduga milik Ketum Garis.

Kecurigaan ini menjadi kekhawatiran rakyat Indonesia jika Prabowo memakai tangan kaum radikal dalam proses merebut kekuasaan. Apalagi, partai dan koalisinya jelas-jelas mendukung HTI dalam proses pembubaran, HTI kabarnya memiliki anggota kurang lebih 2 juta di Indonesia belum simpatisan paham radikal yang akan mendulang suara kemenangan Prabowo di Pilpres 2019 ini.

Sekedar untuk diketahui, orang tua Chep Hernawan terlibat dalam peristiwa kerusuhan yang terjadi pada 12 September 1984 di Tanjung Priok. Dan menawarkan tanahnya untuk makam teroris Amrozi cs.

Apa sih sebernarnya Gerakan Reformis Islam (Garis), Yang Di Ketuai Oleh Chep ?

Dikutip dari laman http://reformis-islam.blogspot.com, Gerakan Reformis Islam (Garis ) merupakan sebuah aktivitas pergerakan yang beranggotakan orang-orang yang memiliki semangat mengembalikan penyimpangan-penyimpangan dari sistem yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW

Asas : GARIS berasaskan Aqidah Islamiyah, tetapi GARIS (Gerakan Reformis Islam) ini lebih condong ke kelompok radiakal (ISIS).

Siapakah H Chep Hernawan Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis) ?

Dikutip Beritacenter.COM dari lamaan panjimas.com, H Chep Hernawan dahulu begitu membela Syiah yang menurut pengakuannya lantaran kekagumannya pada revolusi Iran.

Saat deklarasi dukungan Umat Islam untuk Daulah Islamiyah Iraq dan Syam (ISIS) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, H Chep Hernawan secara seremonial menerima panji bendera tauhid yang diserahkan Ustadz Bachrum Syah sebagai simbol untuk melanjutkan perjuangan penegakkan Syariat Islam.

Menjawab keraguan berbagai kalangan lantaran sikap H Chep yang dahulu mendukung Syiah, akhirnya DPP GARIS menerbitkan surat yang berisi bahwa H Chep telah bertaubat dari ketergelincirannya itu.

Baca Juga :

“Adapun kesalahan-kesalahn saya yang telah lau bahwa saya pernah memandang baik Syi’ah atau membelanya, itu dikarenakan kekaguman saya terhadap revolusi Iran, dan itu adalah semata-mata dikarenakan ketidakpahaman dan ketergilinciran diri saya akan hal tersebut, maka saya bertaubat kepada Allah , dan kembali kepada –Nya, serta meminta maaf kepada seluruh kaum muslimin,” ungkap H Chep Hermawan dalam surat bernomor 009/DPP-GARIS/III/2014 yang ditandatanganinya sendiri bersama pengurus GARIS lainnya.

Gerakan Reformis Islam (GARIS), mulai masuk keranah politik ?

Ketum Gerakan Reformis Islam (GARIS) H. Chep Hermawan, sudah mulai bermain dengan politik yang cenderung mendukung Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Dukungannya kepada Prabowo langsung mendapakan respon dari dari tubuh pengurus GARIS sendiri.

Hal tersebut dituangakan dalam Surat Pernyataan Sikap DPP GARIS yang dikeluarkan pada 21 Juni 2014 yang lalu.

“Dengan ini kami sampaikan bahwa secara prinsip DPP GARIS menyatakan sikap Baro terhadap Hukum-hukum buatan Manusia termasuk Demokrasi. Hal ini sesuai dengan tuntutan dalam Al Quran surat Al-an'am ayat 116, Al-baqarah ayat 256 dan Fatwa Ketua Dewan Syuro DPP GARIS, yaitu Ust Abu Bakar Baasyir yang sekarang berada di penjara Thogut Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah,” demikian surat yang diterima redaksi Panjimas.com, Selasa (1/7/2014).

Pengurus DPP GARIS menegaskan bahwa sikap H. Chep Hermawan yang ikut-kutan dalam pesta demokrasi merupakan kebijakan pribadi tanpa melalui syuro.

“Adapun sikap dari H.Chep Hermawan (Ketua Umum DPP GARIS) yang cenderung ikut-ikutan dalam pesta demokrasi pilpres adalah kebijakan sendiri tanpa ada mekanisme syuro dengan pimpinan lain dalam Organisasi termasuk Dewan Syuro.

Maka dari itu, Kami DPP GARIS menyatakan sikap antara lain :

1. Menolak Demokrasi dan segala bentuk Produknya
2. Menerangkan bahwa Garis tetap konsisten terhadap Visi dan Misinya yaitu menegakan Syari’at islam secara Kaffah dalam bingkai Daulah serta Khilafah.
3. Mendukung perjuangan ISIS dan akan mengarahkan segala daya dan upaya untuk membantu perjuangan ISIS dalam menegakan Daulah dan Khilafah di muka Bumi ini dengan Jihad Fiesabillah.”

Surat dari DPP GARIS tersebut ditandatangani oleh pengurus lainnya seperti Sekjen DPP GARIS, Ludi Burdah Muslim, Anggota Majelis Syuro Pusat, Ustadz Dindin Syamsudin, Ketua DPD GARIS Bekasi Raya, Ustadz Syamsudin Uba dan Ketua DPD GARIS Sukabumi Raya, Ustadz Ade Saefulloh.

Apakah INI Tandanya Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto di dukung oleh Kelompok Radikal ISIS ?





#Berita Center #Berita Kriminal Indonesia #Prabowo #Kelompok radikal #Garis


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






46 menit yang lalu

SADIS...! Pukul Mertua Pakai Tabung LPG Dan Tusuk Kemaluan Dengan Gunting, Totok Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Totok Dwi Prasetyo (25), harus berurusan dengan Anggota Reakrim Polres Sidoarjo setelah tega..
1 jam yang lalu

Jual Narkoba Demi Bayar Pengacara Untuk Suaminya, Emak-emak Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Seorang emak-emak di Kabupaten Tuban, berinisial UF, warga Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban,..
2 jam yang lalu

Sabet Warga Dengan Pisau Saat Cekcok Dengan Pacarnya, Si Budi Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Budi, Pemuda asal Surabaya, berhasil diamankan pihak kepolisian setelah membawa senjata tajam saat..
3 jam yang lalu

Ini Langkah Pemerintah Israel Cegah Penyebaran Virus Corona di Negaranya...

Beritacenter.COM - Virus korona yang menggemparkan dunia sejak Desember 2019 lalu kian mengkhawatirkan. Selain makin..
4 jam yang lalu

Mau Otak Sehat..? Lakukan 5 Kegiatan Ini di Pagi Hari

Beritacenter.COM - Melakukan aktivitas setelah bangun tidur memiliki manfaat untuk tubuh kita, salah satunya adalah..
5 jam yang lalu

Sangihe Sulut Diguncang Gempa 5,7 Magnitudo, Tidak Berpotensi Tsunami

Beritacenter.COM - Gempa dengan kekuatan 5,7 magnitudo mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada..
5 jam yang lalu

Cerita Zikria Usai Terlepas dari Kasus ITE yang Menjeratnya : Ini Pelajaran Berharga Buat Saya

Beritacenter.COM - Kasus pelanggaran terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang menjerat ibu..
6 jam yang lalu

Guru PNS di Banten Perkosa 5 Muridnya, Polisi : Pelaku Sudah Ditangkap

Beritacenter.COM - Seorang guru berinisial A (50) diduga telah malakukan pencabulan kepada lima muridnya di salah..
7 jam yang lalu

Meski Telah Ditutup, 3 Penerbangan Jamaah Dari Indonesia Tetap Diizinkan Umrah ke Mekkah

Beritacenter.COM - Meskipun Arab Saudi melakukan penutupan sementara jamaah umrah akibat dari mewabahnya Virus..
8 jam yang lalu

Ini Penyebab Kematian Kakek di Depok yang Nyangkut di Atap Kamar Tidur

Beritacenter.COM - Seorang kakek bernama Pakpahan (65) ditemukan tewas di atas kamar tidur rumahnya, jalan..
8 jam yang lalu

Longsor di Bogor, 8 Makam di TPU Kampung Nangerang Hilang

Beritacenter.COM - Terjadi longsor di Kampung Nangerang RT03/06, Kelurahan Rangga Mekar, hingga mengakibatkan..
9 jam yang lalu

Warga Digegerkan Temuan Mayat Penuh Luka di Sungai Tebing Tinggi Sumut

Beritacenter.COM - Warga Sumatera Utara (Sumut) , digegerkan temuan mayat pria yang hanyut di sungai Kecamatan..
10 jam yang lalu

Besok! KPK Akan Periksa Ketua KPU Terkait Kasus Suap PAW DPR

Beritacenter.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang panggilan kepada Ketua KPU Arief Budiman..
11 jam yang lalu

Viral di Medsos Bapak 'Pemerkosa' Anak Diikat di Sukabumi, Polisi: Pelaku Sudah Ditangkap

Beritacenter.COM - Sebuah video yang menampakkan seorang pria diikat tali kuning viral di bagikan warganet di grup..
12 jam yang lalu

Ponsel Baru dari Luar Negeri Juga Harus Registrasi IMEI Kalau Tak Mau Diblokir

Beritacenter.COM - Warga Negara Indonesia (WNI) atau turis yang kedapatan membawa smartphone terbaru dari luar..
12 jam yang lalu

Ternyata Ini Alasannya Ayah Kandung Bunuh Putrinya Yang Ditemukan di Drainase Sekolah

Beritacenter.COM - Ironis, seorang ayah kandung bernama Budi Rahmat(45) tega membunuh putri kandungnya sendiri Delis..
12 jam yang lalu

Modus Janjikan Nilai dan HP Baru, Guru Mesum di Padang Gagahi Siswi 2 Kali

Beritacenter.COM - Seorang guru bernama Joni Wardi (58) harus berurusan dengan polisi lantaran diduga telah mencabuli..
13 jam yang lalu

Tiang Listrik Saksi Bisu Ibu Hamil Tewas Tertabrak di Palmerah Ditaburi Bunga

Beritacenter.COM - Ibu hamil berinisial ER (26) tewas ditabrak mobil di bilangan Palmerah, Jakarta Barat. Korban..
13 jam yang lalu

Ronaldo Disalahkan Saat Juventus Kalah dari Lyon

Tak hanya Manchester United saja, Real Madrid hingga Juventus juga banjir piala setelah pemain asal Portugal tersebut merapat.
13 jam yang lalu

Demi Memperlancar Perkembangan Bisnis, PT Indosat PHK Ratusan Karyawannya...

Maksud dan tujuan PT Indosat memPHK karyawannya tersebut yakni agar perusahaan mampu berkembang dengan baik di bidangnya.
13 jam yang lalu

Polisi Ringkus Pelaku Yang Pukul Sopir Ambulans Pengantar Jenazah

Beritacenter.COM - Polisi berhasil meringkus pelaku berinsial SR yang memukul sopir ambulans saat membawa jenazah di..
14 jam yang lalu

Agar Dapat Bekerja Sama dengan Huawei, Ini yang Dilakukan Google kepada Pemerintah Amerika Serikat

Hal tersebut dilakukan oleh Google lantaran Huawei telah masuk ke dalam daftar hitam Amerika Serikat. Amerika Serikat..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi