Sabtu, 08 Agustus 2020 - 16:35 WIB

PRABOWO DAN AGAMA

Oleh : Anas Baidowi | Senin, 18 Maret 2019 | 15:14 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Posisi saya sebenarnya agama seseorang tidak menjadi penentu buat saya untuk memilih seseorang untuk menjadi pemimpin. Melihat Prabowo dipersoalkan kemampuannya sholat, membaca Al-Qur’an atau menjadi Imam itu juga saya tidak peduli. Ketika beredar video dan foto Prabowo berjoget ria dalam acara perayaan Natal, saya juga berfikiran “so what?”.

Saya juga tidak heran misalnya ketika melihat video, seorang Prabowo, yang mengikuti ritual Natal agama Nasrani dengan menyalakan lilin dan menyanyikan lagu-lagu rohani, yang nota bene adalah bagian dari ritual agama Kristen, menurut teman saya yg Kristen. Membuat saya bertanya-tanya juga: Prabowo Kristen atau Islam yg ultra moderat?

Tetapi kemudia saya sadar, apa hak saya dan kita semua menghakimi ke Islaman Prabowo? Sama seperti apa hak orang menghakimi ke Islaman saya karena saya tidak pakai jilbab?

Bagi saya, dan saya percaya ini berlaku bagi publik di negara manapun, untuk memilih pemimpin, yang paling penting adalah karakter seseorang. Pemimpin yang baik bagi saya adalah yang jujur, bekerja keras, memberi perhatian detil pada pekerjaannya untuk menjamin kesuksesan, secara “genuine” peduli pada rakyatnya, terutama yang dari kelompok lemah, terbuka, transparan, sederhana, rendah hati, “acessible” dan mampu menyelesaikan konflik. Yang paling penting dari semua karakter adalah sikap yang demokratis, yang terbuka pada kritikan dan masukan, bergerak dalam koridor hukum, bahkan menghormati oposisi. Agama seharusnya tidak jadi faktor penentu.

Menjadi masalah besar soal agama ini apabila hal itu dijadikan alat untuk meraih kekuasaan. Lebih parah lagi, apabila agama seseorang dimanipulasi sedemikian rupa, seolah-olah Calon Pemimpin itu merupakan simbol dari agama tertentu. Prabowo sudah dan sedang dijadikan simbol agama Islam sejak Pilpres tahun 2014 berlanjut ke Pilgub DKI 2017 sampai sekarang oleh kelompok Ultra kanan dan radikal, yang kita tahu siapa mereka.

Prabowo tahu bahwa dijadikannya dia menjadi seolah-olah simbol Islam adalah kebohongan publik yang luar biasa. Tampilan dia yang tidak bisa baca Al-Qur’an, salam Islam yang dia ucapkan belepotan, yang menyebabkan dia tidak mampu jadi Imam, bukanlah tampilan seorang simbol Islam seperti yang dimengerti publik. Oleh karena itu dia marah waktu ditanya ulama apakah dia mampu baca Al-Qur’an atau tidak dan apakah dia mampu jadi Imam dalam sholat berjamaah. Dia marah dan mengatakan bahwa dia bukan santri, dia tidak belajar Islam di pesantren, ada orang yang lebih baik dari dia, apa salahnya orang lain yang jadi Imam sholat? Dia berteriak: Kenapa itu jadi persoalan?

Bagi saya dan bagi publik Indonesia, yang menjadi persoalan seharusnya bukanlah Prabowo yang tidak bisa baca Al-Qur’an sehingga tidak bisa menjadi Imam, atau mengikuti ritual kebaktian agama Kristen, tetapi kebohongan publik yang Dia ciptakan dengan membiarkannya menjadi simbol Islam dan menuduh lawannya anti Islam. Dia memanipulasi agama untuk memenangkan pertarungan menjadi Presiden.

Persoalan terbesar dari semua cara Prabowo untuk meraih kekuasaan Presiden adalah dengan menghalalkan segala cara. Bahkan dia menutup mata bahwa cara-cara yang dia pakai menjadikan bangsa kita terpecah belah, antar umat beragama diadu domba, dan umat sesama agama pun diadu domba. Saya khawatir ramalannya bahwa Indonesia akan punah tahun 2030 justru akan menjadi kenyataan, tapi bukan karena kalau Jokowi kembali menjadi Presiden, tetapi apabila Prabowo memenangkan Pilpres dengan cara-cara yang dia lakukan sekarang.

Prabowo, yang ultra moderat, barangkali berfikir bahwa suatu saat apabila dia memenangkan pertarungan kursi Presiden, dia akan mampu mengendalikan kelompok ultra kanan yang dia jadikan kenderaan untuk tidak melaksanakan agenda mereka : menjadikan Indonesia sebuah khilafah dan mengganti dasar-dasar negara kita dan menerapkan syariat agama

tertentu. Mana mungkin seorang yang ultra moderat Islam membiarkan hal itu terjadi? Ini yang sekarang berusaha ditampilkan oleh pendukung-pendukungnya dengan mengeluarkan videonya mengikuti perayaan Natal itu untuk meyakinkan publik bahwa dia bukanlah seorang yang ultra kanan.

Seorang aktifis perempuan teman saya yang berada di kubu Prabowo pernah mengatakan bahwa strategi dia adalah sebaiknya bergabung dengan suatu kekuatan yang tidak bisa dilawan, lalu kemudian pimpinlah kekuatan itu untuk dikendalikan. Mungkin ini salah satu halusinasi Prabowo yang dia camkan ke pendukung moderatnya, untuk memimpin Indonesia dengan memanfaatkan kelompok agama ultra kanan itu.

Apakah Prabowo mampu mengendalikan kelompok ultra kanan dan radikal apabila dia menjadi Presiden? Apakah Prabowo yakin, bahwa gerakan yang sedang dia kendarai saat ini akan tunduk pada dia dan tidak akan memindahkan dukungannya kepada seseorang lain, (yang saat ini belum kelihatan), untuk terus menggulirkan agenda mereka? Apakah tuduhan yang sama kepada Jokowi sekarang sebagai anti Islam dan kriminalisasi ulama tidak akan dikenakan kepada Prabowo apabila dia berusaha mengendalikan kekuatan penghancur NKRI ini?

Bagi saya dan publik Indonesia, jelas bahwa Prabowo adalah seorang Machiavelis, dia tidak malu-malu berbohong, dia tidak segan-segan memanipulasi agama, bahkan mungkin membelakangi imannya sendiri, demi memenangkan pertarungan kekuasaan. Dugaan saya, berdasarkan rekam jejaknya, yang menghalalkan segala cara, dia tidak akan segan-segan melakukan kekerasan termasuk menculik dan menyiksa orang-orang yang kritis, dia akan melakukan cara yang sama yang dilakukan Orde Baru untuk mempertahankan kekuasaan dan melemahkan kekuatan-kekuatan yang melawan dia. Itu adalah gambaran yang hampir pasti terjadi apabila Prabowo menjadi Presiden. Karakternya yang Machiavelis akan menjadi karakter ke Presidenannya.

Jadi, bagi kelas menengah Indonesia, yang saat ini belum menentukan pilihan, pelajari karakter Calon Presiden kita. Jatuhkan pilihan pada seseorang yang sudah terbukti jujur, sederhana, terbuka, aksesibel, demokratis, pekerja keras, mampu memberikan perhatian pada hal-hal detil dan genuinely peduli pada kesejahteraan rakyatnya. Jangan salah pilih, karena kucing sudah diluar karung ...

Jakarta, 29 Des 2018.
Emmy Hafild





#Berita Center #Prabowo #Capres Prabowo


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






56 menit yang lalu

Bertahana di Barcelona, Chelsea Gigit Jari Datangkan Ter Stegen

Beritacenter.COM - Pupus sudah harapan Chelsea untuk memboyong kiper Barcelona Marc-Andre ter Stegen. Pasalnya,..
2 jam yang lalu

Bareskrim Mabes Polri Gerebek 2 Lokasi Pengoplosan Gas Elpiji

Beritacenter.COM - Bareskrim Mabes Polri menggerebek dua lokasi pengoplosan tabung gas elpiji bersubsidu di..
3 jam yang lalu

Kecelakaan Tunggal, Seorang Pengendara Sepeda Motor di Medan Tewas

Beritacenter.COM - Seorang pengendara sepeda motor berjenis kelamin perempuan tewas dalam kecelakaan tunggal di alan..
4 jam yang lalu

Panglima: TNI Harus Jadi Contoh Pelaksanaan Disiplin Prokotol Kesehatan

BeritaCenter.COM – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut situasi penyebaran virus Corona (COVID-19)..
4 jam yang lalu

Ini Alasan Polri Tahan Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking

BeritaCenter.COM – Pengacara kasus cessie Bank Bali, Djoko Tjandra, Anita Kolopaking ditahan oleh Bareskrim..
5 jam yang lalu

KKP dan Kemendes PDTT Kembali Gelar Pelatihan Bersama, Kali Ini Pembuatan Burger Tuna Rumput Laut Bagi Masyarakat Pesisir

BeritaCenter.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah..
7 jam yang lalu

Jangan DIAM, Tapi Terus BERGERAK Lawan Pembenci JOKOWI

Tahukah anda, bahwa "para kadrun" (pembenci Jokowi) sedang dan terus berusaha hancurkan citra baik Presiden Jokowi..
9 jam yang lalu

PRESIDEN JOKOWI SELALU KEDEPANKAN RAKYAT DALAM BEKERJA

Hanya Jokowi satu2nya kepala daerah yang menaikan upah buruh hingga 44% , itu terjadi pada saat Jokowi menjadi..
10 jam yang lalu

KKP Upayakan Nelayan Miliki Mata Pencaharian Alternatif

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong nelayan agar memiliki mata pencaharian..
13 jam yang lalu

Pesawat India Air Tergelincir HIngga Terbelah Dua

Beritacenter.COM - Pesawat maskapai Air India Express tergelincir saat mendarat di landasan pacu Bandara..
15 jam yang lalu

Ironi! Gas Elpiji Untuk Rakyat Miskin Volume Malah Dikurangin

Beritacenter.COM - Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Syahardiantono berhasil mengungkap..
16 jam yang lalu

PERSEPI Tanggapi Fenomena Kemunculan Lembaga Survei Baru Jelang Pilkada 2020

Beritacenter.COM - Jelang Pilkada serentak 2020, banyak lembaga survei baru yang bermunculan. Hadirnya Lembaga..
17 jam yang lalu

Bareskrim Polri Gandeng KPK Untuk Gelar Perkara Penetapan Tersangka Djoko Tjandra

Beritacenter.COM - Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa pihaknya akan mengundang..
18 jam yang lalu

Kurikulum Darurat pada Satuan Pendidikan Jadi Jurus Ampuh Kemendikbud

Beritacenter.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menerbitkan Keputusan yang mengatur..
18 jam yang lalu

Sempat Terdengar Suara Ledakan di Kebakaran Pabrik di Kawasan Industri Sentul

Beritacenter.COM - Kebakaran terjadi di salah satu pabrik di kawasan Industri Sentul, Babakandmadang, Kabupaten..
19 jam yang lalu

Besaran Gaji Ke-13 PNS Ternyata Segini

Beritacenter.COM - Aturan tentang pemberian gaji ke-13 pegawai negeri sipil (PNS) tahun 2020 kini, yakni..
19 jam yang lalu

Rampung Diperiksa, Djoko Tjandra Kembali Dipindahkan ke Rutan Salemba

Beritacenter.COM - Pemeriksaan intensif terhadap terpidana kasus cessie Bank Bali, Djoko Tjandra, telah dilakukan..
20 jam yang lalu

Polresta Banjarmasin Kerjasama Dengan BID Dokkes Untuk Gelar Rapid Test

Beritacenter.COM - Polresta Banjarmasin melakukan kerjasama dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Kalimantan..
20 jam yang lalu

Gilang Predator Fetish 'Kain Jarik' Tiba di Surabaya Sejak Siang, Diperiksa di Polrestabes

Beritacenter.COM - Polisi menerbangkan predator fetish pocong, Gilang, dari Kalimantan ke Surabaya, untuk diperiksa..
21 jam yang lalu

10 Unit Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Pabrik di Sentul, Motor Karyawan Terbakar

Beritacenter.COM - Kebakaran menghanguskan sebuah pabrik di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). Guna..
21 jam yang lalu

Faktor Ekonomi, Janda Cantik di Jombang Nekat Curi Ponsel

Beritacenter.COM - Seorang janda satu anak berinisal IF, warga asal Desa Kesamben, Kabupaten Jombang nekat mencuri..
21 jam yang lalu

Masyarakat Adat Kota Padang Dukung Pengelolaan Kawasan Konservasi Pulau Pieh

Beritacenter.COM – Masyarakat adat di Kota Padang, Sumatera Barat mendukung upaya pelestarian yang dilakukan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi