Tuesday, 25 Jun 2019
Temukan Kami di :

Joko Widodo "Sosok Yang Pantas Menjadi Presiden 2019-2024"

Indah Pratiwi Budi - 23/03/2019 15:30

Beritacenter.COM - Mengapa Jokowi pantas dan harus dipilih 17 April 2019 nanti? Sebuah pertanyaan dengan jawaban yang sangat banyak dan mudah. Selama empat tahun lebih memimpin Indonesia, Joko Widodo bersama Jusuf Kalla telah membawa bangsa ini ke arah yang tepat. Dari sisi kepribadian pun, Jokowi adalah sosok yang merakyat, jauh dari kemewahan apalagi elitis. Ditambah lagi keluarganya yang harmonis, yang tidak memanfaatkan kekuasaan untuk bermain-main di proyek pemerintahan.

Setidaknya ada 17 alasan Jokowi bersama Ma’ruf Amin pantas dipilih. Pertama, Jokowi adalah Jokowi. Sosok yang membawa tradisi baru ke dalam politik Indonesia dengan menjadi pemimpin yang autentik. Alasan berikutnya adalah kehadiran Ibu Iriana sebagai ibu negara yang bersahaja. Seorang ibu yang selalu tampil sederhana dan apa adanya. Perempuan yang tidak ingin dipandang tinggi atau dihormati.

Alasan lain memilih Jokowi adalah sikap dia ketika berkuasa. Seandainya Jokowi hendak pun, ia bisa memberikan banyak keuntungan untuk diri dan keluarganya. Nyatanya, hal itu tidak ia lakukan. Anak-anaknya memilih berbisnis martabak dan pisang goreng. Bukan bermain proyek, korupsi sana-sini, atau mendapat izin usaha dengan ribuan hektare lahan.

Pasangan Jokowi, KH Ma’ruf Amin juga menjadi alasan tepat memilih nomor urut 01 dalam Pilpres 2019. Ma’ruf menghadirkan duet nasionalis-religius. Ia menunjukkan pengakuan bahwa ulama bisa memainkan peran penting untuk menentukan arah dan laju bangsa. Sebuah nubuat yang terwujud untuk merawat tanah nusantara.

Jokowi juga pemimpin yang membangun optimisme dan memberi harapan masa depan. Ia tidak duduk di belakang meja dan beretorika. Jokowi adalah sosok yang manusiawi dan dekat dengan rakyat. Merangkul rakyat dengan hati tulus, bukan orang yang mengenakan sarung tangan ketika bersalaman.

Selain itu, Jokowi adalah pemimpin yang memiliki visi untuk mewujudkan cit-cita bangsa. Ia bisa merangkul semua kalangan pemimpin yang dinilai bisa mewujudkan visi Indonesia untuk semua. Satu lagi, Jokowi tidak diatur oleh siapapun termasuk orang-orang di sekitarnya. Jokowi hanya menjalankan mandat rakyat, atasannya.

Sederet alasan berikutnya adalah Jokowi komit dan memerhatikan anak muda. Ia memberi ruang bagi generasi muda untuk mengeksplorasi ide dan mewujudkannya menjadi karya nyata. Di samping itu, Jokowi juga mau dikritik yang dia anggap sebagai perspektif baru. Tidak banyak pemimpin yang bisa menerima kritik seperti dia.

Jokowi juga sosok yang penyabar. Selama bertahun-tahun, tukang kayu dari Solo ini diumpat, dicaci dan dimaki, hingga difitnah. Semua tuduhan itu tidak pernah terbukti. Jokowi hanya diam menahan seluruh caci-maki dan fitnah itu selama bertahun-tahun. Padahal, jika dia otoriter, Jokowi bisa menggunakan kekuasaannya untuk memberangus kelompok-kelompok yang menyerangnya. Misalnya, menggunakan tangan militer untuk menculik mereka atau menyiapkan penembak misterius atau petrus untuk menghabisi orang-orang tersebut. Tapi Jokowi adalah Jokowi. Sosok yang menghormati demokrasi dan perbedaan pendapat.

Alasan lain betapa tepat Jokowi memimpin bangsa adalah kebijakan dan programnya yang berpihak kepada rakyat kecil. Jokowi membangun infrastruktur untuk rakyat, paling banyak dan dalam waktu yang singkat. Jokowi juga membuat Indonesia disegani di mata dunia. Jokowi membawa Indonesia ke posisi netral dan disegani dalam perang dagang China-AS. Begitu pula pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menembus tiga besar Asia, hingga sukses Indonesia menyelenggarakan Asian Games. Baru-baru ini, Indonesia bahkan siap menjadi tuan rumah MotoGP.

Sebagai tambahan, Jokowi-Ma’ruf mampu mewakili spirit dan tafsir atas “Bhinneka Tunggal Ika”. Kedua tokoh ini dianggap meneruskan ajaran keberagaman Indonesia yang disebarkan Almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Di pemerintahan Jokowi pula, Hizbut Tahrir Indonesia yang hendak mengganti ideologi Pancasila berhasil dibubarkan.

Alasan terakhir memilih Jokowi adalah namanya yang selalu dielu-elukan. Jokowi, Jokowi, dan Jokowi. Namanya yang setiap hari disebut telah masuk dan merasuk alam bawah sadar masyarakat Indonesia.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA