Minggu, 18 Agustus 2019 - 13:26 WIB

Rizieq Shihab Sebut "Keislaman Prabowo Tak Jelas", Masih Mau Pilih Prabowo Jadi Pemimpin ?

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 27 Maret 2019 | 11:31 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Prof Yusril Ihza Mahendra mengutip perkataan Rizieq Shihab bahwa Keislaman Prabowo tak jelas, karena itu harus ada ulama yang mendampingi Prabowo meskipun akhirnya Ijtima ulama yang digaungkan Rizieq Shihab ditolak oleh Prabowo dan lebih memilih Sandiaga dari golongan pedagang yang secara materi memang bergelimang namun tak jelas juga secara agama.

Prof Yusril Ihza Mahendra mengatakan, bahwa Ijtima yang dilakukan ulama tersebut hanya sebuah acara kumpul-kumpul yang tak memiliki daya ikat dan kekuatan hukum. Ijtima juga lebih condong kepada kepentingan politik. Terlebih Prabowo yang dijagokan malah lebih memilih Sandiaga yang tak memiliki latar belakang agama yang kuat. Para ulama yang berada dibalik Prabowo-Sandi hanya menjadikannya tameng atau kendaraan untuk memuluskan agenda tersembunyi.

Banyak diantara Ulama yang berdiri di belakang Prabowo-Sandi, terbukti menuai kasus. Model kampanye ulama-ulama tersebut pun tak lebih dari rentetan ujaran kebencian, bahkan kepada para pemimpinnya sendiri yang seharusnya dihormati dan dijaga marwah dan derajatnya. Secara tak langsung, ulah para ulama yang berada di belakang Prabowo-Sandi telah mendegradasi definisi ulama menjadi ke arah negatif dan jauh dari kesejukan seperti sebelumnya.

Sebagai pendahuluan Prof Yusril menilai Prabowo beserta Ulama pendukungnya memiliki pemikiran yang terbalik-balik. Faktanya Jokowi yang mengambil inisiatif sendiri, tanpa ada komando dari siapa pun memutuskan KH. Ma’ruf Amin sebagai cawapres.

Keulamaan KH Ma’ruf Amin tentu tidak diragukan lagi, kalau publik meragukannya, tidak mungkin beliau sampai memimpin Majelis Ulama Indonesia. Di sisi lain, Prabowo yang didorong untuk menunjuk cawapresnya dari kalangan Ulama, sempat disebut kandidatnya adalah Ustadz Abdul Somad atau Habieb Jufri, malah memutuskan untuk menggandeng Sandiaga Uno yang seorang pedagang.

Menurut Prof. Yusril, Jokowi keislamannya lebih terjamin dibanding Prabowo, kalaupun kubu Prabowo ingin membandingkannya, kedua belah pihak, baik Jokowi maupun Prabowo, tidak ada perbedaan dan tidak bisa kubu Prabowo mengklaim mereka lebih Islami.
Adapun kumpul-kumpul para ulama, mereka hanya menyepakati satu pilihan saja, apakah Jokowi atau Prabowo ? Kalau mau dikatakan Ijmak, Ijmaknya dari mana ? Keputusan ini bukanlah bicara masalah hukum. Kalau keputusan hukum, sedikitnya memiliki daya ikat, tapi kalau hanya kumpul-kumpul, kemudian diputuskan mendukung Prabowo, selesai.

Jika kemudian partai Bulan Bintang diminta mentaati keputusan itu, maka jawabannya adalah maaf, kalau disuruh taat, sementara keputusannya bukanlah keputusan hukum. Apalagi jika dilihat seksama, Yusuf Martak dan Slamet Maarif adalah tim suksesnya Prabowo.

Kesimpulannya lebih banyak kepentingan politik, tapi jangan paksa kami dari partai Islam mentaati selera mereka, dan jangan pula mencap kami menjadi kafir, halal darahnya dan lain sebagainya. Kemudian tidak berhenti di keputusan memilih capresnya.

Pak Jokowi ini mendapatkan stigma, misalnya dianggap membiarkan PKI, atau pak Jokowi ini temannya China, anti Islam, sebaliknya Prabowo dibayangkan sebagai sangat Islam. Saya juga kurang percaya, aku Yusril, termasuk sosok Sandi apa iya mereka berasal dari organisasi gerakan Islam ? Apakah Sandi pernah masuk HMI atau PII sebagai wadah mahasiswa dan pelajar Islam ?

Sebagai contoh, waktu terjadi isu Kampung Luar Batang mau digusur, malah saya yang datang duluan, membela masyarakat di sana.Setelah situasi aman barulah Sandiaga datang ke sana. Jadi citra Islamnya ya begitu. Tapi sekarang ini image memang bisa dibangun, walaupun kenyataannya tidak sesuai
Ironisnya, jika Prabowo dan Sandiaga Uno menisbatkan kubunya didukung sekumpulan Ulama, maka perlu juga menelisik Ulama manakah yang menjadi pendukung mereka ?
Sungguh lucu keterangan yang diberikan Yursil setelah berdialog dengan Ulama pendukung utama bagi Prabowo, ternyata Capres yang didukung oleh Ulama itu, diakui oleh pendukungnya bahwa Islamnya saja tidak jelas.

Aneh dan ajaib, kenapa mereka mendukung pemimpin seperti itu, hal ini menegaskan bahwa Prabowo hanya mereka jadikan sebagai tameng, dan tidak lebih dari sekedar mereka jadikan alat atau kendaraan untuk memuluskan agenda tersembunyi.

Ternyata banyak diantara Ulama yang berdiri di belakang Prabowo-Sandi, terbukti banyak menuai kasus. Dan bahkan sebagian berstatus DPO. Memang sulit untuk bersembunyi dari status tak elok seperti itu, meskipun memiliki label Ulama.
Lalu bagaimanakah mereka menjalankan misi untuk memuluskan dua kontestan pilpres ini meraih suara dari kalangan Islam ? Sungguh disesalkan, karena seperti terekam dalam berbagai media, kampanye Ulama-ulama itu pun tak lebih dari rentetan ujaran kebencian.

Ujaran kebencian mereka bukanlah kepada orang biasa, melainkan justru kepada para pemimpin mereka sendiri, yang seharusnya dihormati dan dijaga marwah dan derajatnya sebagai pemimpin.

Namun alih-alih menghormati. Para figur yang menyandang label terhormat itu, menggunakan mulutnya untuk mengumbar fitnah, semata-mata agar dia sendiri mendapatkan pujian sebagai orang yang berani menyuarakan kritik, namun bukan kritik yang keluar, melainkan cercaan dan hinaan tanpa ampun.

Kita pasti mudah membedakan kritikan dengan cercaan atau hinaan. Karena kritik adalah berlandaskan data dan fakta, diteliti keabsahan dan validitasnya. Sebuah kritik sangat bermanfaat, jika disampaikan secara santun dan langsung kepada individu yang dikritik, tanpa terlihat oleh orang ke tiga.

Namun beda dengan cercaan dan hinaan, kedua kata itu sengaja digunakan untuk perkataan yang dilemparkan dengan maksud si korban mendapatkan predikat tercela dan terhina di mata orang banyak. Patut jika kasus ini dibawa ke ranah hukum, maka pengujarnya dikenakan kasus hukum karena melanggar Undang-undang tindak pidana.

Betapa ruginya jika kita sebagai komponen bangsa, menjadi korban dari pasukan penyebar fitnah kepada pemerintah dan pemimpin bangsa, sehingga termakan oleh ujaran-ujaran keji dari pengais kekuasaan.

Semakin terasa miris, jika korban yang mereka fitnah itu, justru tidak menunjukkan tanda-tanda seperti yang dituduhkan kepadanya. Bahkan sebaliknya, para korban itu dengan sepenuh upaya dan tenaga, menjalankan amanah bagi bangsa dan rakyatnya agar mengarungi kehidupan dalam bernegara dan bermasyarakat, terutama menjalankan ibadah kepada Tuhannya, diayomi, difasilitasi.

Sungguh menyesakkan jika kita tidak menepis upaya kotor seperti yang dilakukan pasukan berpeci, yang mentereng dan berpenampilan berkarisma, namun ucapannya sungguh berbisa lebih mematikan dari binatang berbisa sekalipun.





Fokus : Prabowo


#Prabohong #Prabowo Islam KTP #Keislaman Prabowo tak jelas #Prabowo Islam Gak Jelas


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






20 menit yang lalu

Mulai Senin Besok, Bioskop XXI di Taman Ismail Marzuki Tak Lagi Beroperasi

Beritacenter.COM - Salah satu bioskop di satu sudut kota Jakarta dikabarkan akan segera tutup. Bioskop tersebut..
1 jam yang lalu

Polsek Wonokromo Diserang Orang Terindikasi ISIS, Kapolrestabes Surabaya Berikan Perintah Ini

BeritaCenter.COM - Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho memerintahkan jajarannya untuk lebih bersiaga menjaga..
1 jam yang lalu

Polisi: Penyerang Polsek Wonokromo Belajar ISIS Otodidak di Youtube

Ya (dari YouTube) dia belajar otodidak
2 jam yang lalu

Polisi Geledah Kamar Kost Penyerang Polsek Wonokromo, Istri dan Anaknya Turut Diamankan

Beritacenter.COM - Pria penyerang Polsek Wonokromo berinisial IM, diketahui tinggal di sebuah kost di Sindosermo IV..
3 jam yang lalu

Polda Metro Jaya Minta Maaf Atas Kabar Wartawan Diintimidasi

BeritaCenter.COM – Polda Metro Jaya menegaskan tindakan intimidasi yang dilakukan oknum kepolisian terhadap..
3 jam yang lalu

Kualitas Udara Jakarta Kembali Terburuk di Dunia

BeritaCenter.COM – AirVisual kembali menempatkan Ibu Kota Jakarta dengan kualitas udara terburuk sedunia. Air..
4 jam yang lalu

Ketua RT Sebut Penyerang Polsek Wonokromo Mulai Berubah Sejak Ikut Pengajian

Beritacenter.COM - Pria penyerang Polsek Wonokromo berinisial IM, diketahui tinggal di sebuah kost di Sindosermo IV..
5 jam yang lalu

6 Warga Terluka Akibat Bentorkan dengan Polisi di Kashmir India

Beritacenter.COM - Enam warga di Srinagar, Kota Utama dibagian Kashmir yang dikuasai India, dilaporkan terluka akibat..
6 jam yang lalu

Kutuk Aksi Penyerangan Polsek Wonokromo, Kompolnas: Perbuatan Keji dan Biadab!

Beritacenter.COM - Komisioner Kompolnas, Andrea H Poeloengan mengutuk keras terjadinya aksi penyerangan terhadap dua..
17 jam yang lalu

Anies, Manusia Belum Merdeka Yang Dijajah oleh Keculasan Hatinya

Entah mengapa dari waktu ke waktu semesta membuka topeng dari wajah Anies Baswedan. Dulu permainan kata-katanya..
18 jam yang lalu

Kocak....! Ditinggal Pergi "Prabowo" Ijtima Ulam Terus Cari Dukungan

Beritacenter.COM - Ijtima Ulama yang diselenggarakan PA 212 adalah upaya untuk mencari panggung setelah..
19 jam yang lalu

Generasi Muda Berani Tolak Radikalisme

  Kita semua tahu bahwa aksi terorisme tidak hanya terjadi di Timur Tengah saja, aksi teror juga ternyata telah..
20 jam yang lalu

HUT RI ke - 74, Polres Bogor Gelar Perlombaan

Beritacenter.COM - Polres Bogor menggelar beraneka macam perlombaan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) RI yang ke..
22 jam yang lalu

Barcelona Pinjamkan Coutinho ke Bayern Munchen

Beritacenter.COM - Klub raksasa Barcelona berencana akan meminjamkan Philippe Coutinho ke Bayern Munchen. Pemain asal..
23 jam yang lalu

Bendera Merah Putih Terbesar Berkibar di Atas Sungai Terpanjang di Indonesia di Hari Kemerdekaan RI

Beritacenter.COM - Bendera Merah Putih berkibar di sungai terpanjang di Indonesia untuk pertama kalinya dalam..
1 hari yang lalu

HUT Kemerdekaan RI ke - 74, Presiden Jokowi Sebut Keutuhan NKRI Diatas Segalanya

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pesan kepada masyarakat dalam perayaan Hari Ulang Tahun..
1 hari yang lalu

Menikmati Indahnya Alam Wisata Baru di Daerah Bogor

Beritacenter.COM - Ada lahan seluas 4,1 hektare milik Indocement di Citeureup, Kabupaten Bogor, akan dibuka untuk..
1 hari yang lalu

Anak-anak Rawan Akses Konten Pornografi, Begini Pencegahannya...

Beritacenter.COM - Internet memang sudah menjadi kebutuhan semua orang, Tidak hanya orang dewasa yang mengakses..
1 hari yang lalu

HUT Kemerdekaan RI ke-74 Banyak Kuliner Berlomba Diskon Habis-habisan

Beritacenter.COM - Dengan ikut merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia (RI), Sabtu, 17 Agustus..
1 hari yang lalu

Militer China Kelewatan, Wilayah ZEE Filipina Diterobos Tanpa Izin

Beritacenter.COM - Pemerintah Filipina melaporkan kekhawatirannya dari militer bahwa setidaknya lima kapal perang..
1 hari yang lalu

Timnas Indonesia U-18 Siap Kalahkan Malaysia Demi Kado Kemerdekaan

Beritacenter.COM - Timnas Indonesia U-18 siap menghadapi Malaysia di semifinal Piala AFF U-18 2019. Dalam..
1 hari yang lalu

Tak Hanya KLHK, Pemerintah Juga Libatkan Kementan dan Kominfo Tangani Karhutla

Beritacenter.COM - Berbagai upaya dilakukan pemerintah guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jika..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi