Selasa, 02 Juni 2020 - 20:05 WIB

Pertahanan Jokowi Jauh Lebih Baik Dibanding Prabowo

Oleh : Anas Baidowi | Senin, 01 April 2019 | 21:50 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin dinilai memiliki visi pertahanan lebih konkrit dibanding Prabowo-Sandi. Hal itu terlihat dalam debat capres putaran keempat dengan tema "Ideologi, Pemerintah, Pertahanan dan Keamanan, Serta Hubungan Internasional".

Ketua Lembaga Kajian Reformasi Keamanan dan Pertahanan Pokja 8 Edy Prasetyo melihat, Jokowi dalam debat keempat memiliki visi ke depan sehingga pemahamannya sangat baik.

Menurut Edy, gagasan Jokowi untuk membangun industri pertahanan merupakan hal yang tepat, karena pertahanan Indonesia saat ini masuh bergantung dari luar negeri. Kebergantungan Indonesia atas alat utama sistem pertahanan (Alutsista) dinilai berdampak negatif bagi keuangan negara, sehingga, Edy menyebut pembangunan industri pertahanan merupakan solusi atas hal itu.

"Kalau melihat gagasannya kemarin itu tampaknya Pak Jokowi ingin mengubah cara pikir kita jangan hanya melihat pengadaan Alutsista atau medernisasi (pertahanan) itu dari sekedar spending, tapi bisa menjadi envestasi," tuturnya.

Edy mengungkapkan, pemerintah sudah banyak melakukan riset untuk kepentingan industri pertahanan dalam negeri. Selain itu, pemerintah juga telah menjalin kerjasama dengan sejumlah negara untuk memproduksi Alutsista. Misalnya dengan Korea Selatan dalam membuat pesawat tempur dan dengan Turki membuat tank harimau.

“Yang ketiga itu melalui alih teknologi, misalnya adalah pembuatan kapal selam dengan Korea Selatan. Jadi kita beli, lalu tenaga kita dididik di sana agar suatu saat diharapkan PT PAL bisa membuat sendiri. Jadi ada transfer pengetahuan teknologinya,” ujar dia.

Sejurus dengan itu, Edy juga mengaku sepakat dengan langkah pemerintah Jokowi yang membangun satuan baru di wilayah terluar. Selain merubah paradigma petahanan domestik, ia mengatakan satuan di wilayah terluar itu membuktikan Jokowi memahami bahwa pertahanan Indonesia telah didasari atas pertimbangan geopolitik dan geostrategi. Pertahanan di bawah pemerintahan Jokowi, lanjut dia, merupakan yang pertama mengembangkan Air Defense Identification Zone (ADIZ) dan Indonesia Maritime Identification Zone (IMIZ).

“Ini cara pandang yang benar-benar berubah. Kita dengan demikian bukan pertahanan yang dulu lebih banyak ke domestik, sekarang berusaha melihat keluar. Ada proyeksi dan parameternya,” ujarnya.

Sementara Prabowo, Edy berpendapat bahwa gagasannya belum cukup konkret. Eks Danjen Kopassus itu hanya bilang bahwa pertahanan Indonesia lemah karena anggarannya kurang. "Pak Prabowo dia hanya menyebut justru hanya soal TNI itu lemah, anggaran kurang, tetapi visinya apa?,” ujarnya.

“Pertahanan kita harus menjadi seperti yang digambarkan tadi. Jadi ruang pertahanannya dilengkapi modernisasi dan itu harus mengubah paradigma dari defense spending menjadi defense investment dengan mengembangkan industri pertahanan,” kata Edy.





#Berita Center #Jokowi Presiden #Pilpres 2019 #Pemilu Aman


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






38 menit yang lalu

Alhamdulilah.. Nenek Berusia 100 Tahun Sembuh Corona di Surabaya

Beritacenter.COM - Sempat positif Corona (COVID-19), nenek Kamtin yang berusia 100 tahun akhirnya dinyatakan sembuh...
52 menit yang lalu

Begini Penjelasan Menkeu Sri Mulyani Perlunya New Normal

Beritacenter.COM - Dalam menerapkan kebijakan New Normal pemerintah menilai agar masyarakat bisa menjalani tantangan..
1 jam yang lalu

Warga Serang Kaget Ada Puluhan Butir Peluru dan 1 Granat Aktif Ditemukan di Rumah Kosong

Beritacenter.COM - Sebuah Perumahan Persada Banten yang berada di Kelurahan Kepuren, Kecamatan Walantaka, Kota..
1 jam yang lalu

Kasus Kepemilikan Ganja Aktor Dwi Sasono, Polisi Buru Pemasok Berinisial C

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian melakukan pengembangan terhadap kasus kepemilikan ganja aktor Dwi Sasono. Polisi..
2 jam yang lalu

Pemkab Ponorogo Lakukan Uji Coba Penerapan 'New Normal'

Beritacenter.COM - Pemkab Ponorogo melakukan uji coba penerapan new normal di sejumlah tempat, mulai dari kantor..
2 jam yang lalu

Kapolri Perintahkan Jajarannya Berikan Beras Untuk Masyarakat Terdampak COVID-19

Beritacenter.COM - Kapolri Jenderal Idham Azis mengeluarkan perintah agar 11 ribu ton beras disalurkan kepada..
3 jam yang lalu

New Normal Harus Dibarengi Kedisiplinan Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Skenario the new normal sedang dicanangkan oleh pemerintah. Nanti pelan-pelan semua orang boleh keluar rumah dan..
3 jam yang lalu

Ada 62 RW Masuk Zona Merah Diwajibkan Karantina Lokal, Ini Daftarnya...

Beritacenter.COM - Pemerintah DKIJakarta menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) di sebanyak 62..
3 jam yang lalu

Polisi Ungkap Modus Travel Gelap Angkut Pemudik Balik ke Depok, Lewat Jalur Tikus-Test Case

Beritacenter.COM - Sejumlah travel gelap pengangkut pemudik dari Jawa untuk kembali ke Depok, Jawa Barat, berhasil..
4 jam yang lalu

Serang Petugas Pakai Pisau, Pengedar 30 Kg Sabu Ditembak Mati Polisi di Sumut

Beritacenter.COM - Pria diduga pengedar narkoba bernisial DS (40) ditembak mati polisi di Sumatera Utara (Sumut)...
4 jam yang lalu

Usai PSBB Berakhir, Ganjil-Genap Akan Normal Lagi

Beritacenter.COM - Ganjil-genap di Ibu Kota Jakarta akan kembali normal setelah berakhirnya pembatasan sosial..
4 jam yang lalu

Pemerintah Batalkan Keberangkatan Jemaah Haji 2020, 39 Ribu Jemaah asal Jabar Terdampak

Beritacenter.COM - Menteri Agama Fachrul Razi mengumumkan pembatalan keberangkatan jemaah haji untuk seluruh warga..
5 jam yang lalu

WAJIB TAHU! Tiga Kesalahan yang Sering Dilakukan di Tengah Pandemi COVID-19

BeritaCenter.COM – Setiap orang dituntut tetap patuh dan secara ketat menerapkan protokol kesehatan meski..
5 jam yang lalu

Kaum Halu Menggoyang Jokowi dengan Isu Komunisme

Hari ini 1 Juni kita peringati sebagai Hari Lahir Pancasila. Momentum kelahiran Pancasila diambil saat Ir. Soekarno..
5 jam yang lalu

Sekelompok ABG Aniaya Operator SPBU Yang Minta Isi Bensin Full Tank

Beritacenter.COM - Sekelompok ABG yang berada di Kabupaten Bandung Barat berbuat aniaya dimana seorang operator pom..
5 jam yang lalu

Fenomena Aneh Mirip Tsunami Terjadi di Kawah Ijen, Begini Analisa Pakar Geologi ITS

BeritaCenter.COM - Fenomena gelombang mirip tsunami setinggi 3 meter yang terjadi di Danau Kawah Ijen sungguh..
5 jam yang lalu

Soal Pembukaan Masjid Istiqlal, Jokowi Serahkan ke Imam Besar

BeritaCenter.COM - Presiden Joko Widodo menyerahkan keputusan terkait pembukaan Masjid Istiqlal kepada Imam Besar..
5 jam yang lalu

Polisi Ungkap Aktor Dwi Sasono Konsumsi Ganja Sejak Lama

BeritaCenter.COM - Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono mengatakan bahwa aktor Dwi Sasono (40) konsumsi..
6 jam yang lalu

WHO Sarankan Gunakan Obat Ini Untuk Pasien COVID-19

Beritacenter.COM - Obat antivirus remdesivir untuk pasien COVID-19 dinilai terbukti untuk mengobati mereka yang..
6 jam yang lalu

Patuhi Protokol Kesehatan Songsong The New Normal

Saat ini istilah the new normal sedang banyak dibicarakan. Di era new normal, kita diharapkan bisa beraktivitas di..
6 jam yang lalu

Keputusan Resmi Pemerintah Indonesia: Keberangkatan Calon Jemaah Haji 2020 Dibatalkan

BeritaCenter.COM – Pemerintah Indonesia mengeluarkan keputusan bahwa calon jemaah haji tahun 2020 tidak akan..
6 jam yang lalu

Ratusan Pilot Maskapai Penerbangan Ini di PHK

Beritacenter.COM - Ada sebanyak 181 pilot dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia terkena pemutusan hubungan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi