Sabtu, 20 April 2019 - 10:58 WIB

Mengapa Tiba-tiba "PRABOWO" Diminta Bicara Di FORUM INTERNATIONAL Singapura, Ini Alasannya

Oleh : Anas Baidowi | Minggu, 07 April 2019 | 11:50 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Capres Prabowo Subianto pernah ditaklukkan oleh Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2014. Kemenangan Jokowi-JK pada Pilpres lalu berhasil membawa perubahan bagi kemajuan Indonesia. Kegigihan Jokowi sebagai presiden jadi perhatian dan ancaman banyak negara, salah satunya adalah negara Singapura.

Pada Pilpres 2014 lalu, para pejabat tinggi Singapura sama sekali tidak yakin Jokowi berhasil menjadi Presiden Indonesia. Pasalnya Jokowi di kancah politik nasional Indonesia dipandang masih bau kencur alias belum berpengalaman.

Penilaian Singapura itu didasarkan pada kekuatan Jokowi yang hanya didukung oleh PDIP, Nasdem, Hanura dan PKB. Tanpa didukung banyak partai, keluarga Cendana dan dukungan penuh SBY, mustahillah Jokowi menang.

Dalam kalkulasi Singapura, yang menjadi Presiden RI 2014 adalah Prabowo. Alasannya Prabowo didukung banyak partai, keluarga Cendana dan secara implisit didukung juga oleh Susilo Bambang Yudhoyono. Di banding dengan Jokowi, Prabowo punya modal dan kekuatan besar untuk memenangkan Pilpres di Indonesia.

Dalam strategi dan kebijakan politik luar negeri Singapura, jika Indonesia dipimpin Prabowo, maka Indonesia diprediksi hingga dua puluh tahun ke depan, tidak akan banyak berubah. Dalam analisis para pengambil kebijakan politik negeri Singa itu, Prabowo tidak akan mampu membuat terobosan baru untuk memajukan Indonesia.

Di tangan Prabowo, Indonesia tetap terbelakang dan tidak maju-maju. Hal itu karena orang-orang di sekitar Prabowo dan lebih-lebih para elit pendukungnya adalah orang-orang lama yang terbiasa dengan gaya hidup priyayi dan akrab dengan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Prabowo lebih sibuk membalas budi berbagai ormas berbaju agama, mengamankan kekuasaannya secara otoriter dan mengembalikan modal yang telah dikeluarkannya.

Jika keadaan Indonesia seperti itu, maka Singapura tetap jaya dan posisinya sebagai number one pengendali ekonomi ASEAN tak tergoyahkan dan tanpa takut disaingi oleh Indonesia. Investasi Singapura di Indonesia pun aman dan Singapura menjadi tujuan utama orang Indonesia berobat, berwisata, berbelanja dan menuntut ilmu.

Menjelang Pilpres 2014 lalu, Singapura, negara-negara Eropa dan Amerika, tetap sangat yakin bahwa Prabowolah yang menjadi penguasa Indonesia selanjutnya. Walaupun hasil-hasil survei dalam minggu terakhir, posisi Jokowi Vs Prabowo sudah seimbang, Singapura tetap yakin bahwa Prabowo yang menang.

Prediksi itu membuat Singapura lebih banyak diam, kurang agresif dan enggan ikut ‘bermain’ di Pilpres 2014 lalu.

Namun apa yang terjadi kemudian?

Jokowi menang meyakinkan dan langsung membuat gebrakan. Hasilnya dalam beberapa bidang, Indonesia di tangan Jokowi mampu mengalahkan Singapura.

Pertama, setelah Petral dibubarkan Jokowi, Pertamina bisa menghemat pengeluaran sebesar Rp. 250 miliar per hari.

Dana sebesar itu tadinya masuk ke kantong para broker minyak, logistic, refinery, perbankan, dan ke kantong Singapura sebagai settlement agent. Kini Singapura kehilangan duit masuk dari Petral.

Kedua, warga Indonesia yang biasanya memarkir duitnya secara total di Singapura, kini berkurang.

Sejak UU Tax Amnesty, orang-orang berduit Indonesia sebagian di antaranya menarik duit mereka dan masuk ke Indonesia. Ada juga yang mengalihkannya dari Singapura ke negara lain agar lebih tersembunyi.

Ketiga, Jokowi sukses menyulap bandara Soekarno Hatta lebih besar dan modern.

Hasilnya Bandara Soekarno Hatta berhasil mengalahkan bandara Changi di Singapura. Sepanjang tahun 2017, bandara Soekarno-Hatta mencatatkan penumpang sebanyak 63 juta penumpang. Sementara Singapura mencatatkan jumlah penumpang 62,22 juta.

Dari segi luasan, Bandara Changi yang sebelumnya terluas di Asia Tenggara, kini digeser oleh Bandara Soekarno Hatta. Bandara Changi luasnya mencapai 13 kilometer persegi. Sementara, Bandara Soekarno-Hatta tercatat memiliki luasan 18 kilometer persegi.

Keempat, pelabuhan Tanjung Priok di era Jokowi sudah mampu melakukan fungsi transhipment dan bersaing dengan Singapura.

Sebelumnya pelabuhan Tanjung Priok hanya mampu bertindak sebagai pelabuhan bongkar (destinantion port). Lima tahun lalu, trafik container di Tanjung Priok hanya sekitar 6-7 juta TEUs. Sekarang di era Jokowi tumbuh dua kali lipat menjadi 11-12 juta TEUs.

Kelima, beberapa perusahaan yang dulu diambil oleh Singapura seperti Danamon, Indosat, meraih keuntungan besar. Namun di era kompetitif yang dilancarkan Jokowi, perusahaan-perusahaan Singapura itu harus berjibaku bersaing di Indonesia.

Sebagai contoh, Indosat yang sahamnya dimiliki oleh Singapura, dulu sempat berjaya, kini kalah saing dengan Telkomsel.

Ke depan jika Jokowi menjadi Presiden untuk periode kedua, maka ada beberapa hal sedang dicanangkan oleh Jokowi untuk menyaingi Singapura.

Pertama, Jokowi akan memangkas tarif pajak untuk memperkuat daya saing ekonomi menghadapi Singapura. Undang-undang revisi tentang tarif pajak itu sedang dibuat.

Jokowi mengatakan bahwa kalau di Singapura PPh Badan kena 17 persen, kenapa Indonesia harus 25 persen selama ini? Kalau Singapura bisa mengapa Indonesia tidak bisa 17 persen?

Kedua, Jokowi akan membuat satu pulau surga pajak.
Di pulau itu nantinya ditetapkan suaka pajak dan insetif pajak menarik dengan pajak nol persen. Wacana untuk membentuk suatu pulau surga pajak (tax haven) di Indonesia telah dilakukan oleh Malaysia.

“Kita juga punya pulau banyak, buat satu pulau untuk tax heaven, kenapa tidak, misalnya. Ini juga sedang dalam proses semua,” tegas Jokowi soal Singapura menjadi surga pajak itu.

Ketiga, Indonesia Information Region (FIR) sektor A yang mencakup Batam dan Natuna dipastikan akan diambil alih Indonesia dari Singapura pada akhir 2019 mendatang lebih cepat dari target 2024.

Hal itu telah diungkapkan dengan pasti oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Awal Desember 2018 ini.

Pengambilalihan kontrol wilayah udara itu bertujuan untuk mengembalikan harga diri Indonesia karena bisa kembali memegang kendali atas ruang udara terbuka. Selama ini jika Singapura melintas dengan enaknya wilayah kedaulatan Indonesia.

Lucunya pernah ada insiden dimana Singapura menegur Indonesia karena dibilang melanggar wilayah udaranya padahal masih terbang di wilayah sendiri. Kejadian-kejadian ini tidak akan dibiarkan lagi oleh Jokowi jika Indonesia telah mengambil alih kontrol udara tersebut.

Efisiensi ekonomi yang dilakukan Jokowi, membuat Singapura semakin takut tersaingi Indonesia. Itulah mengapa Singapura beberapa kali mengharapkan Jokowi lengser di tengah jalan.

Pada tahun 2015 misalnya, Singapura mencoba menggoyang Jokowi lewat dollar yang meroket.

Ekonom ternama Nanyang Business School Singapore, Lee Boon Keng, melempar isu menakutkan dengan mengatakan bahwa nilai tukar rupiah bisa ambruk hingga Rp 25 ribu/dolar AS jika Federal Reserve mulai melakukan normalisasi kebijakan moneternya.

Pernyataan Lee Boon Keng itu, kemudian menimbulkan kekhawatiran di masyarakat Indonesia. Di bulan Juli-Agustus 2015, masyarakat Indonesia ramai-ramai membeli dollar Amerika. Akibatnya, nilai tukar Rupiah berhadapan dengan dollar pada akhir September 2015 hampir menyentuh angka Rp. 15.000 Rupiah per dollar.
Pada 17 Juni 2015, Business Times, koran milik Strait Times yang dikelola pemerintah Singapura secara terang menurunkan sebuah artikel berjudul ‘Indonesia, Malaysia at risk of repeating 1997-98 meltdown”.

Isinya kurang lebih menegaskan bahwa Indonesia bersama Malaysia akan mengalami krisis parah seperti pada tahun 1998. Jelas isu ini sengaja dilempar dengan motif ekonomi. Karena jika Indonesia terkena krisis, Singapura bisa kembali berpesta-pora menjarah aset-aset vital Indonesia. Namun apa yang diharapkan Singapura itu kemudian gagal di tangan Jokowi.

Menjelang Pilpres 2019, kini Singapura tidak bisa lagi berdiam diri. Mereka melihat jika Jokowi akan memimpin Indonesia lima tahun ke depan, maka Singapura yang kecil itu akan disaingi total oleh Indonesia. Oleh karena itu Singapura mencoba mendukung lawan Jokowi, Prabowo agar ketakutan Singapura tersaingi Indonesia tidak menjadi kenyataan.

Para pejabat elit Singapura pun kini mencoba bermain. PM Singapura Lee Hsien Loong dalam instagramnya dengan bangga menggugah pertemuannya dengan Prabowo. Bahkan Loong tak segan mendoakan Prabowo agar menjadi Presiden RI.

Bersama Arab Saudi, Australia, Inggris, Singapura memang dikenal sebagai proxy Amerika Serikat, sedang berusaha memenangkan Prabowo pada Pilpres 2019 ini Itulah sebabnya saat ada kegiatan 212, Dubes Arab Saudi secara tidak langsung mendukung Prabowo.

Ketika KKB membantai para pekerja jembatan di Papua, Prabowo menolak berkomentar karena kaum separatis Papua itu didukung oleh Partai Hijau Australia. Pun ketika Australia berencana memindahkan dubesnya ke Tel Aviv, Prabowo sama sekali tidak mengecam namun secara tidak langsung mendukung rencana Australia itu.

Jelas jika Jokowi tetap menjadi Presiden Indonesia ke depan, maka dalam waktu lima tahun lagi, akan banyak kemajuan Indonesia yang membuat Singapura semakin tersaingi.

Oleh karena itu sebelum impian buruk itu terjadi, Singapura bersama dengan negara proxy lainnya berusaha melengserkan Jokowi lewat Prabowo.

Semoga mencerahkan pengertian kita secara comprehensive

Harjono , SH





#Berita Center #Prabowo Subianto #Kekuatan Asing Prabowo #Indonesia Rapuh


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






39 menit yang lalu

Masyarakat Berikan Dukungan dan Semangat ke KPU Lewat Karangan Bunga

Beritacenter.COM - Komisi Pemilihan Umum(KPU) dibanjiri oleh karangan bunga dari masyarakat yang memberikan dukungan..
58 menit yang lalu

Tim Jaguar Polres Depok Amankan PSK dan Pria Bawa Celurit

Beritacenter.COM - Tim Jaguar Polres Depok mengamankan pengendara motor yang membawa celurit dan wanita pekerja malam..
1 jam yang lalu

TKN Izinkan Pendukung Rayakan Kemenangan Jokowi-Ma'ruf

Beritacenter.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin memberikan izin untuk merayakan kemenangannya..
2 jam yang lalu

Kompolnas : Jangan Nodai Pemilu 2019

Beritacenter.COM - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengucapkan bela sungkawa atas gugurnya 9 anggota polri..
2 jam yang lalu

Pemilu 2019 Selesai, Erick Tohir : Stop Saling Hujat, Kita Satu Bangsa

Beritacenter.COM - Pesta Demokrasi pemilihan Presden 2019 sudahlah berakhir, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) calon..
3 jam yang lalu

Demi Datangkan Paul Pogba, Real Madrid Rela Korbankan Satu Pemain

Beritacenter.COM - Klub raksasa Spanyol, Real Madrid terus bebenah dengan mendatangkan pemain bintang. Salah satunya..
11 jam yang lalu

KPU Himbau Dua Kubu Hentikan Klaim Kemanangan

Beritacenter.COM -Masing-masing kubu peserta pemilu yang saling mengklaim kemenangan diminta agar menghentikan klaim..
12 jam yang lalu

Lombok Tengah Digoncang Gempa 5,0 SR

Beritacenter.COM - Gempa bumi berskala 5.0 skala richter(SR) mengguncang Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat..
13 jam yang lalu

Aplikasi Website KPU Down, Ini Tanggapan Praktisi IT Security Indonesia

“Namun bisa juga karena kelebihan akses yang tidak sesuai dengan kapasitas fisik di infrastruktur. Yang lagi..
13 jam yang lalu

Web KPU Down, Begini Tanggapan Praktisi IT Security

“Namun bisa juga karena kelebihan akses yang tidak sesuai dengan kapasitas fisik di infrastruktur. Yang lagi..
13 jam yang lalu

Suami Temukan Istrinya Tewas dalam Mobil di Parkiran Hotel Sawah Besar

Beritacenter.COM - Seorang perempuan bernama Indrawari Ciptadi (44) ditemukan tewas di dalam mobilnya yang..
13 jam yang lalu

9 Polisi Gugur Saat Amankan Pemilu

Beritacenter.COM - Dalam menjalankan tugas mengamankan dan menyukseskan jalannya Pemilu 2019, ada beberapa anggota..
14 jam yang lalu

Pro Prabowo Laporkan Lembaga Survei, Kompolnas: Harusnya ke Bawaslu, Bukan Bareskrim

Bahwa seluruh laporan terkait urusan Pemilu termasuk hasil Quick Count adalah yurisdiksi atau kewenangan Bawaslu pada..
14 jam yang lalu

Pemilu 2019 Selesai, Relawan Jokowi Setuju 'Cebong-Kampret' Dikubur

Beritacenter.COM - Pesta demokrasi Pemilu 2019 telah selesai dilaksanakan, direktur relawan Joko Widodo-Ma'ruf Amin,..
14 jam yang lalu

Klaim Kemenangan Prabowo Cederai Akal Sehat

Beritacenter.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor..
15 jam yang lalu

Sujud Kemenangan Di Pilpres 2019 "Prabowo" Gak Malu Seperti 2014

Beritacenter.COM - Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengatakan kubu Pasangan Prabowo-Sandiaga tidak belajar..
15 jam yang lalu

Kompolnas Apresiasi TNI-Polri Sukses Amankan Pemilu dan Minta Semua Pihak Tunggu Hasil KPU

Beritacenter.COM - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengapresiasi TNI-Polri atas keberhasilannya mengamankan..
16 jam yang lalu

TOP...! Jokowi-Amin Menang 85% Di Prancis

Beritacenter.COM - Pasangan Capres dan Cawapres Nomor Urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin berhasil meraih 85 persen suara..
17 jam yang lalu

Prabowo Deklarasi Kemenangan, KPU: Tunggu Perhitungan, Sudahi Klaim Kemenangan

KPU menyediakan publikasi mengenai hasil penghitungan suara agar sudahlah klaim-klaim dari masing-masing pihak itu..
17 jam yang lalu

"Suara Prabowo Tenggelam" Di Kandang Banteng, Kasian Dech....!

Beritacenter.COM - Politisi PDI Perjuangan sekaligus Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo merasa terkejut..
18 jam yang lalu

Jokowi-Ma'ruf Menang Telak atas Prabowo di Kamboja dan Frankfurt

Beritacenter.COM - Capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi- Ma'ruf Amin, unggul suara atas Prabowo-Sandiaga Uno di..
18 jam yang lalu

Omong Besar...! Dikandang Zulkifli Hasan Dan Rizieq Shihab "Prabowo Keok"

Beritacenter.COM - Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi