Wednesday, 22 May 2019
Temukan Kami di :
News

Geram Atas Tudingan Pemilu Curang, Menhan: Gak Liat Mereka Mati Karena Pemilu!

(Mereka yang memandang pemilu curang) perlu melihat itu. Curang apa, sudah setengah mampus orang, apalagi yang mati-mati itu. Enggak lihat mati karena Pemilu, ngawur aja

Aisyah Isyana - 24/04/2019 08:44

Beritacenter.COM - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu naik pitam atas adanya tudingan sejumlah pihak yang menyebut adanya kecurangan di KPU. Ryamizard mengatakan, yang menjelekkan KPU sudah sangat tidak menghargai kerja keras mereka di Pemilu 2019.

"(Yang) Menjelekkan KPU tuh tidak pakai otak apa. Lihat yang bekerja setengah mati itu, harus dihargai itu, kok malah tidak menghargai mereka," kata Ryamizard usai memberikan pengarahan ke prajurit Kodam IV Diponegoro di Makodam IV Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/4/2019).

"(Mereka yang memandang pemilu curang) perlu melihat itu. Curang apa, sudah setengah mampus orang, apalagi yang mati-mati itu. Enggak lihat mati karena Pemilu, ngawur aja," geramnya.

Baca juga :

Menurutnya, memang masih terdapat beberapa kekurangan dan pelanggaran pada Pemilu 2019. Namun, dia memastikan pelanggaran itu masih terbilang kecil dibandingkan tingginya partsipasi masyarakat yang berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya.

"Kalau saja kurang sedikit dari 100 juta sekian (yang menggunakan hak pilih), kalau ada 1.000-2.000 curang ya namanya orang pasti ada lah, tapi dibanding dengan 100 juta lebih itu luar biasa tidak ada apa-apanya," terangnya.

Oleh karenanya, Purnawirawan jenderal bintang empat itu mengaku salut dan memberikan apresiasi sebesar-besarnya untuk para penyelenggara Pemilu. Terlebih, terhadap sejumlah petugas yang bahkan tak hanya mengorbankan waktu dan tenaga, malah ada yang bertaruh nyawa.

"Makanya tadi saya bilang saya kasihan, saya salut, saya hormat. Itu adalah pahlawan bagi kita semua. Coba lihat ada yang sakit, capai, mati (karena) capai, dan lain-lain. (Lalu) ada orang turun mobil menjelek-jelekkan KPU segala macam itu enggak pakai otak apa?" tukasnya.

"Lihat dong kerja di lapangan setengah mati. Hujan-hujanan, kelelahan, teler di jalan, itu ada polisi perempuan di jalan. Kok enggak ada penghargaan kepada mereka. Mereka setengah mati, itu kita hargai, pahlawan," tandas dia.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA