Selasa, 25 Pebruari 2020 - 19:12 WIB

Bualan UAS kepada Prabowo tentang Wangsit Kemenangan Prabowo

Bisa saja Somad menyampaikan itu secara rahasia empat mata. Tapi hal itu memang tidak membuat elektabilitas Prabowo bertambah. Maka dengan lancang, Somad menjual pesan ulama khawas tadi demi kepentingan kampanye Prabowo. Padahal pesan seperti itu multi tafsir dan mestinya tidak disebarkan tanpa ijin.

Oleh : Sari Intan Putri | Rabu, 24 April 2019 | 14:21 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Ustad Abdul Somad (UAS) adalah PNS yang gesit. Di balik sikapnya yang seolah-olah la syarqiyah wala ghorbiyah (tidak ke timur tidak pula ke barat) itu, ternyata ia mendukung Prabowo. Pernyataannya memang berbelit-belit. Somad berlagak penyambung lidah ulama khawas (saleh), untuk menyampaikan pesan gaib kepada Prabowo.

Tapi kenapa itu dilakukan UAS di depan publik?

Bisa saja Somad menyampaikan itu secara rahasia empat mata. Tapi hal itu memang tidak membuat elektabilitas Prabowo bertambah. Maka dengan lancang, Somad menjual pesan ulama khawas tadi demi kepentingan kampanye Prabowo. Padahal pesan seperti itu multi tafsir dan mestinya tidak disebarkan tanpa ijin.

Pendek kata, ia memang pendukung Prabowo. Tapi tetap ingin jadi PNS yang baik dan tidak kena penalty. Dan ia menyampaikan hal itu di saat yang tepat. Video Somad disebar-luaskan di akhir masa kampanye. Maksudnya sebagai gong. Untuk mengejutkan lawan politiknya. Titik krusial yang tak bisa lagi ditangkal.

Dukungan Somad itu bergaya malu-malu kucing. Mulutnya berkata netral, tapi sikap dan arah ucapannya sedang mengiklankan Prabowo. Cara itu memang murahan. Namun karena ia seorang ustad yang dikarbitkan kelompok tertentu, maka semua itu terlihat wajar dan bernilai tinggi. Setidaknya bagi pemuja Somad di Sumatera Barat dan Riau sana.

Ia tampil eksklusif di TV bersama Prabowo. Gayanya meyakinkan sebagai seorang orator ulung. Di sana, Prabowo mengikuti drama penuh keharuan itu dengan menitikkan air mata. Dua aktor yang saling melengkapi.

Video kampanye terselubung itu dengan cepat berkelebat di medsos bak demit. Menembus sekat dan Batasan. Saya membayangkan, jamaah Somad bertakbir dengan lantang ketika mereka melihatnya. Atau mengikuti drama Prabowo yang menitikkan air mata. Mereka percaya sungguh-sungguh dengan wangsit itu. Kemudian muncul anggapan, Tuhan telah berpihak pada mereka.

Somad dengan sadar masuk dalam strategi politik Prabowo. Ia jurkam terselubung. Hebatnya, ia bisa dengan leluasa cuci tangan. Bahwa itu bukan kampanye. Padahal dengan jelasnya publik bisa menilai, kelas Somad hanya ustad penggembira.

Secara nasional, Somad effect memang kecil. Tapi untuk Sumatera Barat dan Riau, itu cukup untuk menguatkan barisan dan mencuri suara lawan. Memang bukan hanya faktor Somad. Yang paling utama menggerogoti nalar kritis Sumatera Barat dan Riau adalah hoax dan fitnah. Dua tahun sebelum Pilpres, hoax bergentayangan seperti hantu di sana.

Orang-orang lapangan menyerah. Kepala daerah yang katanya menyatakan dukungan kepada Jokowi, ternyata hanya omong kosong. Mereka tidak bekerja. Atau jangan-jangan, malah menjadi musuh dalam selimut?

Somad dengan bisikan dari langitnya menjadi legitimasi bagi pendukung Prabowo. Sebelum hari H, mereka begitu jemawa. Seolah-olah rombongan sebelah baru saja berkunjung ke Tuhan dan mendapat kabar mengejutkan. Sampai hari ini, delusi Somad itu dianggap sebagai kebenaran. Mereka menolak quick count, salah satu dasarnya wangsit Somad tadi.

Dengan kata lain, Somad harus ikut bertanggung-jawab atas delusi yang dia sebarkan kepada jamaahnya. Kata-kata Somad itu menjadi landasan kebenaran. Orang-orang fanatik itu meyakini, yang bisa mengalahkan wangsit yang dibawa Somad itu hanya kecurangan.

Orang-orang dengan mudah tercuci otaknya dengan delusi Somad. Ditambah dengan ngototnya Prabowo, mereka tidak hanya mencurigai KPU, bahkan sampai menghancurkan TV mereka sendiri. Karena mereka menganggap, semuanya telah berkomplot untuk mengalahkan Prabowo. Padahal Somad yang sok-sokan mewartakan kabar langit. Ia menjadi salah satu biang keladi kekisruhan ini.

Dengan Bahasa penjual obat kuat, Somad membranding dirinya tak butuh apa-apa dari istana Prabowo. Trik itu dilakukan untuk meninggikan nilai tawarnya. Cara jualan yang jika mentok akan mudah berkelit, misalnya dengan kalimat klise, “Umat menghendaki saya jadi Menteri Agama…”

Sayangnya, branding seperti itu sudah sangat mentah untuk orang kita. Orang timur yang pandai bermain kata-kata. Negeri yang, Menteri Agamanya saja bisa nyolong uang negara.

Omong kosong Somad itu melahirkan kebebalan berjamaah. Sekarang, pendukung Prabowo tak mau mendengar kebenaran dari manapun. Keyakinan mereka, hitungan quick count curang. Tapi untuk partai pendukung Prabowo tidak. Bahkan PKS melonjak kegirangan karena mengetahui kursi mereka bertambah.

Kampanye yang dilakukan Somad itu sebenarnya jahat dan keji. Efek buruknya bisa mengendap lama. Tapi karena ada embel-embel agama, karena ia seorang ustad, bualan Somad itu dijadikan bukti bahwa kemenangan Prabowo telah mendapat restu Tuhan. Selain itu, pasti curang.

Jika terjadi konflik dan perpecahan karena bualan Somad tentang wangsit kemenangan Prabowo sebelumnya, maka ia juga harus menanggung dosanya. Mulut licin itu harus menerima karmanya…

Kajitow Elkayeni





#Politik #Prabowo #Islam #Abdul Somad #Uas #Pemilu 2019 #Pilpres 2019


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






37 menit yang lalu

Soal RSCM Kebanjiran, Komisi IX: Jangan Memalukan RI di Forum Internasional

Memantau kegiatan RSCM, mantau anggarannya juga, mantau Kemenkes maupun rumah sakit. Kita pantau. Jangan sampai..
49 menit yang lalu

IMF Sebut Ada Jutaan Perusahaan China Dalam Ambang Kebangkrutan

Beritacenter.COM - Hutang-hutang perusahaan-perusahaan China terus melambung saat ini dimana mereka sedang berjuang..
1 jam yang lalu

Militer Rusia Siapkan Senjata Super Canggih Yang Bisa Bikin Lawan Jadi Melongo

Beritacenter.COM - Militer Rusia akan diperkuat dengan persenjataan laser, sistem hipersonik dan sistem presisi..
1 jam yang lalu

RSCM Kebanjiran Lagi, Komisi IX: Pompa Air Hanya 2-3, Padahal Kebutuhan Saat Ini 10!

Beritacenter.COM - Banjir kembali menggenangi area Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), pagi tadi. Tak hanya karena..
2 jam yang lalu

Pulau Ini Akan Jadi Tempat Karantina WNI dari Virus Corona

Beritacenter.COM - Pulau Sebaru ini akan menjadi tempat karantina WNI yang akan dipulangkan dari kapal World Dreams..
2 jam yang lalu

Polda Metro Dalami Otak Rusuh Penyerangan AEON Mall JGC Cakung

Beritacenter.COM - Polisi mengamankan satu orang terkait insiden penyerangan di AEON Mall Jakarta Garden City,..
2 jam yang lalu

Krisis Pemain Depan, Manchester United Diminta Rekrut Kavani

Beritacenter.COM - Legenda Arsenal, Robin van Versie menilai Manchester United harus merekrut Edinson Cavani dari..
2 jam yang lalu

Permukaan Air di BKT Nyaris Meluap ke Jalan

Beritacenter.COM - Permukaan air sungai di Banjir Kanal Timur(BKT) nyaris meluap yang saat ini terpantau lebih tinggi..
2 jam yang lalu

Astaga! 63 Warga Palangka Raya Positif Terkena Virus Mematikan

Beritacenter.COM - Sepanjang tahun 2019, sebanyak 63 warga Ibu kota di Provinsi Kalimantan Tengah positif terjangkit..
3 jam yang lalu

Banjir Buat 3.565 Warga Mengungsi, Ini 40 Titik Lokasi Pengungsian di Jakarta

Beritacenter.COM - Curah hujan yang tinggi di wilayah Jakarta belakangan ini, berimbas banjir yang menggenangi..
3 jam yang lalu

Selain di Aeon Mall, Warga Tangerang Blokade Jalan Tol Dituding Penyebab Banjir

Beritacenter.COM - Warga Tangerang melakukan pemblokadean jalan Tol Tangerang menuju Jakarta di Gerbang Tol Bitung,..
3 jam yang lalu

BPBD DKI: Banjir Genangi 10,74% RW di Jakarta, Cawang Mencapai 2 Meter

Beritacenter.COM - Hujan yang mengguyur Jakarta belakangan ini, berimbas banjir yang menggenangi sejumlah wilayah...
4 jam yang lalu

Kejam dan Sadis, Suami Bacok Kepala Istri Hingga Tewas di Depan Kedua Anaknya

Beritacenter.COM - Kasus kekerasan dalam rumah tangga(KDRT) terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur dimana seorang suami..
4 jam yang lalu

Soal Kerusuhan di Aeon Mall, Polisi : Tidak Ada Penjarahan

Beritacenter.COM - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menegaskan bahwa tidak ada penjarahan yang..
4 jam yang lalu

Polisi Tangkap Seorang Pria Diduga Terlibat Kericuhan Mall AEON JGC

Beritacenter.COM - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan, pihaknya..
4 jam yang lalu

Mundurnya Mahathir dari Perdana Menteri Membuat Malaysia Terombang-ambing

Beritacenter.COM - Mundurnya Perdana Menteri(PM) Malaysia Mahathir Mohammad membuat pemerintahan terombang-ambing di..
4 jam yang lalu

Ancam Bunuh Pakai Kapak, Dukun di Bandung Cabuli Anak Tirinya

Beritacenter.COM - Seorang pria paruh baya bernama Supriadi alias Eyang Anom (50) warga asal Kabupaten Bandung Barat..
5 jam yang lalu

Terobos Banjir di Gajah Mada, Rahmat Tewas Ditempat

Beritacenter.COM - Seorang warga bernama Rahmat Hidayat (48) meninggal dunia dalam kecalakaan tunggal saat menerjang..
5 jam yang lalu

5 Negara di Timur Tengah Ini Sudah Terkena Virus Corona

Beritacenter.COM - Ada 5 negara di timur tengah yang baru mengkonfirmasi kasus virus corona masuk ke wilayahnya...
5 jam yang lalu

Wilayah Kota Tangerang Dikepung Banjir

Beritacenter.COM - Deras hujan mengguyur wilayah Jabodetabek sejak malam hingga pagi hari yang membuat kota Tangerang..
5 jam yang lalu

Banjir Tak Kunjung Surut, Dua Warga Cipinang Melayu Tewas Tersetrum Listrik

Beritacenter.COM - Hujan deras tak kunjung surut membuat seluruh wilayah DKI Jakarta terendam banjir. Akibatnya, dua..
6 jam yang lalu

Dimana-mana Banjir "Anies Ngumpet", #AzabGabenerBodong Jadi Trending Topik

Beritacenter.COM - Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya menyebabkan beberapa ruas jalan dan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi