Rabu, 19 Juni 2019 - 06:01 WIB

296 Petugas KPPS Meninggal, Begini Analisis Fakultas Kedokteran UI

Oleh : Fani Fadillah | Selasa, 30 April 2019 | 06:27 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Hingga hari Senin (29/4) kemarin, tercatat sudah ada 296 petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal. Selain itu, data Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan ada 2.151 orang petugas KPPS yang mengalami sakit.

Hal ini menunjukkan sistem Pemilihan Umum (Pemilu) yang dilakukan di Indonesia pada 2019 belum memenuhi standar kesehatan. Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam harus ada perbaikan sistem Pemilu supaya hal serupa tidak terulang.

"Bisa dengan mengubah sistemnya supaya lebih berorientasi pada kesehatan, atau syarat petugas KPPSnya yang diperbaiki," kata Prof Ari, Senin (29/4).

Berikut hasil analisis yang dilakukan FKUI terkait kesehatan para petugas Pemilu di Indonesia.

1. Umur petugas terlalu tua

Menurut Prof Ari, data KPU menyatakan sebanyak 70 persen petugas KPPS berusia lebih dari 40 tahun. Riwayat kesehatan mereka tidak diketahui sebelumnya, padahal risiko penyakit kronis makin meningkat seiring usia.

"Dari pengalaman dan keilmuan kita tahu kemungkinan mengalami berbagai penyakit kronis lebih besar di usia lebih dari 60 tahun. Penyakit ini misalnya hipertensi, serangan jantung, hingga kanker," kata Prof Ari.

2. Ada yang punya riwayat sakit

Prof Ari mengatakan, dirinya sempat mewawancarai keluarga 2 petugas KPPS yang meninggal saat menjalankan tugas. Salah satu petugas punya riwayat hipertensi yang tekanan darahnya naik karena beban kerja. Sementara satu lagi kerap merasa sesak napas yang ternyata serangan jantung. Petugas ini hanya 1 jam bertahan di rumah sakit sebelum akhirnya berpulang.

"Kita belum tahu jumlah petugas yang sebelumnya telah sakit. Namun dengan adanya riwayat sakit dan beban kerja yang berat, maka kemungkinan kambuh hingga mengganggu kesehatan petugas KPPS makin besar," kata Prof Ari.

3. Kerja tidak memperhatikan waktu

Seseorang biasanya bisa bekerja dengan optimal dalam waktu 8 jam. Sayangnya petugas KPPS bisa bekerja hingga 20-24 jam bahkan tidak tidur hingga beberapa hari untuk menyelesaikan perhitungan suara.

"Jam kerja seperti ini yang akhirnya meningkatkan risiko kambuh pada petugas yang sebelumnya punya riwayat sakit. Mungkin ke depannya harus ada perbaikan sistem misal giliran (shift)," kata Prof Ari.

4. Lingkungan kerja yang tidak memenuhi syarat

Petugas KPPS umumnya langsung bekerja usai pemungutan suara selesai dilaksanakan. Cuaca panas, dingin, berangin kencang menjadi risiko yang harus dihadapi petugas KPPS.

"Lingkungan kerja yang kurang memenuhi syarat tidak membantu petugas KPPS menyelesaikan tugasnya. Petugas bisa bekerja dengan lebih baik di lingkungan yang sehat dan nyaman," kata Prof Ari.





#Petugas KPPS meninggal


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






6 menit yang lalu

Diringkus Polisi, Pelaku Pembunuh Karyawan Bank di Tapteng Dikenal Warga Tertutup

Beritacenter.COM - Personel Satreskrim Polres Tapteng meringkus pasangan suami istri terduga pembunuh Santi Defi..
1 jam yang lalu

Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di China, 13 Orang Tewas, Ratusan Korban Terluka

Beritacenter.COM - Korban gempa Magnitudo 6,0 di China Barat Daya dilaporkan kembali bertambah. Laporan terupdate..
2 jam yang lalu

Ngaku Jabat Menteri, Ini Motif Hamdani Buat dan Sebarkan Surat 'Sensen Presiden'

Beritaccenter.COM - Pembuat serta penyebar surat 'Sensen Presiden Indonesia' Hamdani (48), telah berhasil diringkus..
3 jam yang lalu

Gabung Real Madrid, Rodrygo Goes: Saya Fans Madrid Sejak Kecil

Beritacenter.COM - Penyerang muda Rodrygo Goes mengaku sangat bahagia dapat bergabung bersama Real Madrid. Menjadi..
4 jam yang lalu

Pasca Gempa M 6,7, Badan Meteorologi Jepang Cabut Peringatan Tsunami

Beritacenter.COM - Pasca gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Niigata dan prefektur lainnya,..
6 jam yang lalu

Penyebar Paham Sesat Sensen Rasul di Garut Terancam 5 Tahun Bui

Beitacenter.COM - Penyebar paham sesat yang menyebutkan Sensen Komara sebagai Presiden dan juga rasul di Kecamatan..
7 jam yang lalu

MK Beri Waktu Tim Prabowo Serahkan Bukti Tambahan Sebelum Sidang Besok

Beritacenter.COM - Tim hukum Prabowo-Sandiaga diberikan batas waktu hingga Rabu (19/6) besok untuk mengajukan alat..
8 jam yang lalu

Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Wilayah Jepang, Berpotensi Tsunami

Beritacenter.COM - Gempa bumi dilaporkan mengguncang negara matahari terbit, Jepang. Gempa terpantau cukup kuat,..
8 jam yang lalu

Jadi Kuri Sabu, Pemuda Asal Aceh Bawa 1,7 Kg Sabu Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Pemuda asal Aceh, Riza (22), harus berurusan dengan polisi lantaran kedapatan menerima narkoba..
9 jam yang lalu

Masa Penahanan Kivlan Zen Diperpanjang untuk 40 Hari ke Depan

Beritacenter.COM - Terkait kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal, penyidik Polda Metro Jaya memperpanjang masa..
9 jam yang lalu

Biadab! 5 Pemuda Tega Perkosa Bocah 13 Tahun, Merekam dan Memviralkan

Beritacenter.COM - Sungguh malang nasib bocah perempuan berusia 13 tahun yang menjadi korban pemerkosaan di Kuala..
10 jam yang lalu

Gelandang Tottenham Hotspurs Tak Ada Minat Gabung ke Manchester United

Beritacenter.COM - Gelandang serang Tottenhm Hotspurs, Cristian Eriksen menegaskan dirinya tidak tertarik bergabung..
10 jam yang lalu

Tepis BW, Tim Hukum Jokowi: Kami Tak Jawab Gugatan Pakai Link Berita

Beritacenter.COM - Bambang Widjojanto (BW), selaku Ketua tim kuasa hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebut kuasa..
11 jam yang lalu

Hakim MK Minta BW Jangan "Lebay" soal Perlindungan Saksi Prabowo-Sandi

Beritacenter.COM - Ketua tim hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto mempermasalahkan soal jaminan perlindungan saksi..
11 jam yang lalu

Polisi Tangkap Dua Kurir Sabu di Bekasi

Beritacenter.COM - Jajaran Satresnarkoba Polres Metro Bekasi Kota, menangkap dua orang kurir narkoba jenis sabu,..
12 jam yang lalu

Menkopolhukam Segera Tanyakan Prabowo terkait Adanya Aksi Demo di Sekitar Gedung MK

Lebih lanjut Wiranto juga menyebut jika aksi demontrasi masih ada di sekitar MK meski berlangsung aman dan damai.
12 jam yang lalu

Pulau Kisar Maluku Barat Daya Diguncang Gempa 4,3 Magnitudo

Beritacenter.COM - Wilayah Pulau Kisar, Maluku Barat Daya (MBD) diguncang gempa berkekuatan 4,3 Magnitudo (M). Gempa..
12 jam yang lalu

Tolak Permintaan Tim Hukum Prabowo, MK Batasi Saksi Hanya 15 Orang dan 2 Ahli

BeritaCenter.COM – Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo menolak permintan tim hukum Prabowo..
12 jam yang lalu

Bawa Sabu 1 Kg dan Ribuan Ekstasi, Sepasang Kekasih Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Upaya peredaran sabu dan ekstasi berhasil digagalkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau...
12 jam yang lalu

KPU ke Tim Hukum Prabowo: Link Berita Bukan Alat Bukti

BeritaCenter.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta MK menolak alat bukti yang diajukan Prabowo-Sandi. KPU..
12 jam yang lalu

Faldo Maldini Sebut Prabowo Tidak Akan Menang Pemilu di MK, TKN : Mereka Tak Solid Lagi

Beritacenter.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menilai koalisi pendukung..
13 jam yang lalu

Bubarkan Diri, Massa Aksi Kawal Sidang MK Berebut Foto Bareng Anggota TNI-Polri

Beritacenter.COM - Massa yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF),..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi