Minggu, 22 September 2019 - 16:08 WIB

Ingin Singkirkan Jokowi-Amin, Ulama Haus Kekuasaan Ini "Dapat Memecah Belah NKRI"

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 02 Mei 2019 | 14:43 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Agama dan politik memang tak selamanya beriringan. Satu sama lainnya selalu bertolak belakang jika diam dalam satu kepentingan untuk mencari pemebenaran

Setidaknya potret kelam politik selalu berupaya mendekatkan agama sebagai tolok ukur yang baik dan dibenarkan oleh kelompoknya.

Hal ini sangat berbahaya ketika agama dan politik berada dalam satu arena seperti halnya yang kita saksikan lewat Ijtima Ulama berjilid-jilid.

Lalu apakah sebenarnya tujuannya?

Dua kali Ijtima Ulama sudah kita saksikan yang hasilnya kita ketahui bersama adalah mendukung capres Prabowo Subianto untuk maju di Pilpres 2019.

Meski tak semua ulama Indonesia mendukung pencapresannya, namun Ijtima Ulama ini ibarat obat manjur tanpa aturan dokter. Hal ini tak ubahnya menjual agama dalam percaturan politik. Yang penting halal apapun caranya.

Hasil Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional III yang di gelar 1 Mei 2019 di Hotel Lor Inn Sentul Bogor, Jawa Barat, memutuskan lima poin yang menegaskan ada kecurangan terstruktur, masif, dan sistematis dilakukan kubu paslon 01 dalam Pilpres 2019, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Satu dari lima poin itu berisikan, “Mendesak Bawaslu dan KPU memutuskan membatalkan atau mendiskualifikasi Pasangan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01,” kata Penanggung Jawab Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional III Yusuf Martak.

Atas dasar itu, ijtimak ulama III memutuskan agar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melakukan langkah menyikapi keputusan yang tertuan dalam lima poin itu.

Prabowo pun tampak hadir dalam tuntuan Ijtima meski telat datang. Kehadiran sang mantan jendral pun seraya mengaminkan keputusan para ulama.

Ulama seharusnya menyebarkan ajaran agama, bukan bermain politik dan memprovokasi rakyat agar bertikai yang menjauhkan nilai Islam sebagai rahmatan lil alamin.

Pemilu sudah usai dan tinggal menunggu hasil penghitungan KPU, namun para Ulama di Ijtima Ulama III selalu membuat kekacauan, memecah belah umat dan NKRI dengan membuat hal-hal kontroversi dan inkonstitusional.

Tim Kampanye Nasional (TKN) 01 Jokowi-Ma’ruf Amin menganggap hasil Ijtima’ Ulama III yang dihelat Rabu (1/5/2019) sebagai langkah yang membingungkan. Bahkan, keputusan agar mendiskualifikasi Jokowi itu dianggap memperkeruh situasi politik usai pilpres 2019.

Juru Bicara TKN Irma Suryani Chaniago mengatakan keputusan tersebut sejatinya tidak pada tempatnya. Sebab, jika memang ulama menganggap terdapat kecurangan pemilu, mereka bisa menggunakan prosedur hukum yang berlaku. Yakni, menggugat secara langsung hasil pemilu kepada Mahkamah Konstitusi (MK), bukan dengan menggelar ijtima’ berjilid-jilid.

Kemudian, ia juga mempertanyakan tindakan para ulama yang membuat keputusan seolah-olah mewakili keinginan masyarakat Indonesia.

“Jadi apa dasarnya mereka meminta diskualifikasi presiden?

Ia juga heran mengapa para ulama doyan melakukan ijtima’ berjilid-jilid untuk menentukan sikap politik. Ini seolah-olah menegaskan bahwa ulama selalu mencari pembenaran atas kondisi yang bertolak belakang dengan keinginan mereka.

“Sudah lah, jangan bikin cerita berjilid seperti itu. Rakyat sudah semakin pintar dan capek dengan hal-hal seperti itu. Jangan memaksakan kehendak, tidak akan bisa karena Indonesia ini negara yang berlandaskan hukum,” jelas dia.

Pesta demokrasi sudah selesai dan Allah SWT sudah menentukan pemenangnya yakni Jokowi-Ma’ruf. Jangan lagi dicari pembenaran yang membenarkan diri sendiri.





Fokus : Koalisi Kardus


#Ijtima Ulama III #Ijtimak Ulama III #Hasil Ijtima Ulama III Menyesatkan #Ulama Haus Kekuasaan


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






2 jam yang lalu

Heboh Surat Trisakti Bakal Beri Gelar Jokowi 'Putera Reformasi', Ini Kata Istana

Beritacenter.COM - Beredar di media sosial sebuah surat dari Universitas Trisakti yang ditujukan kepada Presiden Joko..
4 jam yang lalu

Peringati HUT Satlantas ke-64, Polres Tasikmalaya Gelar Baksos Bedah Rumah dan SIM Gratis

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Tasikmalaya menggelar berbagai kegiatan bakti sosial seperti bagi-bagi sembako..
5 jam yang lalu

Ini Penjelasan BMKG Soal Fenomena Langit Merah Imbas Karhutla di Jambi

Beritacenter.COM - Viral di media sosial video yang menampakkan warna langit di Kabupaten Muaro Jambi berubah menjadi..
6 jam yang lalu

Cari Pesawat Twin Otter, Tim SAR Timika Libatkan Warga Distrik Hoeya

Beritacenter.COM - Pesawat Twin Otter DHC6-400 dilaporkan hilang kontak sejak Rabu (18/9), di wilayah pegunungan..
7 jam yang lalu

Doa Ampuh Agar Terhindar Dari Penyait Bahaya

Manusia tidak akan terhindar dari yang namanya sakit. Karena sakit merupakan sunnatullah, Rasulullah shllallahu..
7 jam yang lalu

Pagi Ini, Korlantas Polri Resmi Luncurkan Smart SIM dan Registrasi SIM Online

Beritacenter.COM - Aplikasi registrasi SIM online diluncurkan Korlantas Polri pagi ini, di Hall Basketball Gelora..
8 jam yang lalu

DPR ke Dahnil, KPK Tak Bisa Dijadikan Alat Kekuasaan

Beritacenter.COM - Juru Bicara Ketum Partai Gerindra Dahnil Anzar Simanjuntak menilai revisi UU KPK adalah upaya..
19 jam yang lalu

Upaya Keras Jokowi Menghalau Binatang Piaraan

Kalau kita cermati beberapa kejadian yang terjadi akhir-akhir ini, mulai gejolak sosial di Papua, gesekan..
20 jam yang lalu

Asing Minta Pasal Terkait LGBT Dihapus dari RKUHP, Ketua DPR: Tegas Kami Tolak

BeritaCenter.COM – Pasal mengenai LGBT dalam RKUHP mendapat tekanan dari pihak asing agar dihapus. Namun, Ketua..
20 jam yang lalu

Mahathir Akan Serahkan Jabatan PM Malaysia ke Anwar Ibrahim

BeritaCenter.COM – Perdana Menteri Malaysia akan segera berganti. Mahathir Mohamad menegaskan akan menepati..
20 jam yang lalu

RUU Pesantren Ditentang Muhammadiyah, Ma'ruf Amin: Yang Dukung Banyak

BeritaCenter.COM – PP Muhammadiyah meminta pengesahan RUU Pesantren ditunda karena dinilai belum mengakomodasi..
21 jam yang lalu

Mengapa Sikap Publik Berbeda Atas Revisi UU KPK Tahun 2015 dengan 2019?

Upaya revisi UU KPK bukan barang baru, tahun 2015 (dan 2016) juga sudah ada upaya revisi UU KPK, namun gagal karena..
23 jam yang lalu

Rumah Baru Presiden di Tanah Papua

Beberapa pekan yang lalu, Presiden RI Joko Widodo menerima kunjungan 61 Tokoh Papua dan Papua Barat di Istana..
1 hari yang lalu

Jelang Lawan Liverpool, Kante Mulai Pulih Dari Cidera

Beritacenter.COM - Gelandang milik Chelsea, Ngolo Kante dipastikan akan bermain melawan Liverpool. Sebelumnya, pemain..
1 hari yang lalu

Satu Pembakar Karhutla Dibekuk Polisi

Beritacenter.COM - Mulyadi (27) warga Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan,..
1 hari yang lalu

Geger !! Ikan Hiu Mati Terjaring Nelayan di Cirebon

Beritacenter.COM - Seekor hiu Paus ditemukan mati dan terdampar di Kawasan Wisata Pantai Ambulu Kecamatan Losari,..
1 hari yang lalu

Harga Emas Antam Kembali Naik Rp 7.000

Beritacenter.COM - Harga indeks emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) alami kenaikan pada akhir pekan. Harga..
1 hari yang lalu

Catat Jadwal Berlakunya Tilang Elektronik di Tol Dalam Kota

Beritacenter.COM - Dirlantas Polda Metro Jaya akan memberlakukan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law..
1 hari yang lalu

Kencangnya Kecepatan Jaringan Internet 5G

Beritacenter.COM - Korea Selatan merupakan negara Asia yang telah menggunakan jaringan internet berteknologi 5G...
1 hari yang lalu

Mungil, Tapi Jangan Anggap Remeh Smartwatch yang Satu Ini...

Smartwatch tersebut diketahui memiliki beberapa keunggulan di bagian baterainya. Dalam penggunaan daya, baterai..
1 hari yang lalu

Antara Novel Baswedan, ICW dan Tempo Ternyata Ada Kepentingan Lahan Basah di KPK

Beritacenter.COM - Temuan terbaru, ternyata di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga ada lahan basah. Lahan yang..
1 hari yang lalu

Ratusan Rumah Ludes Terbakar di Bendungan

Beritacenter.COM - Ada 452 warga kampung Bendungan, Jatinegara, Jakarta Timur menjadi korban kebakaran dengan total..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi