Senin, 27 Mei 2019 - 04:22 WIB

Berikut Pidato Lengkap Eggi Sudjana yang Menjeratnya Jadi Tersangka Makar

Oleh : Aisyah Isyana | Kamis, 09 Mei 2019 | 13:57 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Advokat Eggi Sudjana ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar dan keonaran. Penetapan tersangka terhadap anggota Penasihat Persaudaraan Alumni 212 ini bermula dari pidatonya di Rumah Kertanegara, Rabu (17/4/2019).

Saat itu, Eggi berpidato di depan kediaman capres 02, Prabowo Subianto, di Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam pidatonya, Eggi menyerukan ajakan 'people power' kepada para pendukung Prabowo-Subianto yang hadir di lokasi.

Baca juga :

Berikut pidato lengkap Eggi Sudjana yang membuatnya terjerat kasus dugaan makar : "Dalam posisi saya sekarang penasehat dari Persaudaraan alumni 212. Dalam konteks analisis, kalau 2014 itu Prabowo dikalahkan dengan 8 juta suara itu sebenarnya sudah teratasi ketika 2016, sampai kemarin 2018. Ada alumni 212 bisa mengumpulkan 13 juta orang di Monas. Artinya, 8 juta itu tidak ada apa-apanya. Yang kedua kita semua menjadi saksi. Setiap Prabowo datang ke daerah atau Prabowo kampanye tidak ada yang sepi. Betul?

Tapi kita bisa tunjukkan ketika Jokowi datang ke tempat kampanye masih banyak yang sepi. Maka ini anomali. Tidak mungkin kesepian dari konteks dia datang untuk kampanyenya itu, menjadi menang. Tidak mungkin. Anomali, dimana?

Oleh karena karena itu, saudara. Jika temuan-temuan kecurangan ini semakin terang benderang. Dan kemarin saya ke Malaysia juga sudah jelas, terang benderang. Sebelum pemilu malah sudah dicoblos. Itu bukan curang lagi, perbuatan haram dalam konteks pemilu.

Maka, jika terus semua kecurangan ini diakumulasi, saya dengar tadi, insya Allah sekitar jam 7, jam 8, akan diumumkan resmi apakah betul ada kecurangan serius. Maka analisis yang sudah dilakukan pemimpin kita juga bapak Prof DR Amien Rais, kekuatan people power itu mesti dilakukan. Setuju? Berani? Berani? Kalau people power itu terjadi, kita tidak perlu lagi mengikuti konteks tahapan-tahapan, karena ini udah kedaulatan rakyat. Bahkan mungkin ini cara dari Allah untuk mempercepat Prabowo dilantik. Tidak harus menunggu 20 Oktober. Inilah kekuatan people power. Insya Allah. Tapi kita berharap, tetep persatuan Indonesia harus dijaga. Tidak boleh kita pecah antar bangsa. Ini yang bikin brengsek elite-elite saja. Terima kasih. Assalamualaikum warahmaatullahi wabarakatuh."

Atas perbuatan, Eggi Sudjana disangkakan dengan Pasal 107 KUHP dan/atau Pasal 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

Rencananya, Eggi Sudjana akan diperiksa di di Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya, sekira pukul 10.00 WIB, Senin (13/5). Pada surat panggilannya, Eggi diminta untuk hadir memberikan keterangan sebagai tersangka dalam dugaan makar.

Tertera dalam surat itu, Eggi Sudjana ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara/makar dan atau menyiarkan suatu kabar yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat sebagaimana diatur dalam Pasal 107 KUHP dan atau pasal 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946. Adapun tiga pasal tersebut berbunyi:

Pasal 107
(1) Makar yang dilakukan dengan maksud untuk menggulingkan Pemerintah diancam dengan pidana paling lama lima belas tahun.
(2) Pemimpin dan pengatur makar tersebut dalam ayat (1) diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun.

Pasal 110 ayat 1
Pemufakatan akan melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 104,106,107 dan 108 dihukum sama dengan kejahatan itu.
Pasal 110 ayat 2,
1e. Mencoba membujuk orang lain supaya ia melakukan menyuruh melakukan atau turut melakukan kejahatan itu atau memberi bantuan atau kesempatan, ikhtiar atau keterangan untuk kejahatan itu.
2e. Berikhtiar akan mendapat atau akan memberikan bagi orang lain kesempatan, ikhtiar atau keterangan untuk melakukan kejahatan itu.
3e. Sedia barang yang diketahuinya, bahwa barang itu guna melakukan itu.
4e. Menyiapkan atau mempunyai rencana untuk melakukan kejahatan itu, yang akan diberitahukan kepada orang lain.
5e. Berikhtiar mencegah, menghalangi atau menggagalkan sesuatu daya upaya pemerintah untuk mencegah atau menekankan orang melakukan kejahatan itu.

Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946
Barang siapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga, bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya dua tahun.





#Pilpres 2019 #People Power #Kasus Dugaan Makar #Eggi Sudjana #Makar


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






6 jam yang lalu

Jokowi Ingatkan BW Agar Tak Rendahkan Institusi

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi pernyataan Ketua Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi, Bambang..
8 jam yang lalu

Muhammadiyah: Usut Tuntas Perusuh di Aksi 22 Mei

Beritacenter.COM - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta agar mengusut tuntas kerusuhan yang terjadi pada..
10 jam yang lalu

Warga Cianjur Geger Ada Mayat Pria Berlumuran Darah di Kebun Teh

Beritacenter.COM - Warga Kampung Tegalega, RT 4 RW 1, Desa Mekarwangi, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur,..
11 jam yang lalu

Jokowi dan HIPMI Burber di Hotel The Ritz Carlton

Beritacenter.COM - Presiden Jokowi menghadiri buka bersama dengan para pengusaha yang terhimpun dalam Himpunan..
11 jam yang lalu

Sandi Sebut 94% Pangan Dikuasai Kartel, TKN: Lebay, Seolah Masih Kampanye Saja

Beritacenter.COM - Saat menghadiri acara silaturahmi dengan Laskar Pangan Dunia, Cawapres 02 Sandiaga Uno menyatakan..
13 jam yang lalu

Daftar Tuntutan Prabowo-Sandi: Jadi Presiden atau Pemilu Ulang!

Beritacenter.COM - Kubu 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno resmi melakukan gugatan Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi..
14 jam yang lalu

Ini Cuitan Mustofa Nahrawarda yang Buat Dirinya Jadi Tersangka Hoax

Beritacenter.COM - Terkait kasus penyebaran hoax alias berita bohong soal kerusuhan 22 Mei 2019, anggota BPN Prabowo..
15 jam yang lalu

Polisi Tetapkan Anggota BPN Jadi Tersangka Hoax Kerusuhan 22 Mei

Beritacenter.COM - Terkait kasus penyebaran berita palsu alias hoax tentang kerusuhan 22 Mei 2019, polisi menetapkan..
15 jam yang lalu

Ini Bukti Gugatan Hasil Pilpres Prabowo-Sandi ke MK Banyak Berupa Link Berita

BeritaCenter.COM – Prabowo-Sandi melalui tim hukumnya menggugat hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK)...
15 jam yang lalu

TKN Sindir BW Soal Rezim Korup: Gaya-gaya Narasi Menyerang, Kayak Dia Bersih Saja

Saya kira nggak layak bicara rezim korupsi, mahkamah kalkulator, dan lain-lain. Gaya-gaya dengan narasi menyerang..
16 jam yang lalu

Kecewa Dengan Ucapan BW Soal Rezim Korup, Eks Hakim MK: Ini Berbahaya Sekali

BeritaCenter.COM – Pernyataan tim hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto soal rezim korup saat menggugat hasil..
16 jam yang lalu

Soal Isu Kekerasan Aparat di Aksi 22 Mei, Kompolnas: Yang Dilakukan Polisi Cukup Baik Meski Belum Sempurna

BeritaCenter.COM – Munculnya isu kekerasan yang dilakukan oleh aparat terhadap massa aksi 22 Mei ditanggapi..
17 jam yang lalu

Polisi Tangkap Anggota BPN Mustofa Nahra Terkait Hoax Kerusuhan 22 Mei

BeritaCenter.COM – Aparat kepolisian menangkap anggota BPN Prabowo-Sandiaga, Mustofa Nahrawardaya di rumahnya..
17 jam yang lalu

Cari Petunjuk, Polisi Masih Olah TKP di Mako Brimob Purwokerto yang Ditembaki OTK

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian masih belum mengetahui pelaku dari penyerangan Mako Brimob Purwokerto. Saat ini,..
17 jam yang lalu

TKN Jawab Tudingan BW Soal Rezim Korup: Seperti Orang Bersih Saja

BeritaCenter.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menjawab sindiran Ketua Tim Hukum Prabowo..
18 jam yang lalu

Ngotot Ajukan Gugatan Hasil Pilpres ke MK, Kubu Prabowo Masih Sodorkan Bukti Link Berita?

Beritacenter.COM - Kubu Prabowo-Sandiaga Uno tetap bersikukuh menggungat keputusan KPU memenangkan Jokowi-Ma'ruf di..
19 jam yang lalu

Polisi Dalami Akun Penyebar Hoax Bocah Tewas Dipukuli Brimob di Kampung Bali

Beritracenger.COM - Bekalangan ini, warganet dihebohkan dengan hoax tewasnya seorang bocah yang disebut dipukuli..
20 jam yang lalu

Hoax Pemukulan Bocah di Kampung Bali, Pria 'Pemasok Batu' Akui Dirinya Niat Kabur

Beritacenter.COM - Belakangan ini, media sosial dihebohkan dengan hoax soal anak dibawah umur yang disebut tewas..
1 hari yang lalu

Penembak Pos Mako Brimob Purwokerto Gunakan Senjata Laras Panjang

Beritacenter.COM - Kasus penembakan di Pos Penjagaan Mako Brimob Batalyon B Pelopor Kompi 3 Watumas, Purwokerto,..
1 hari yang lalu

Kena Azab, Kebakaran Hebat Melanda Israel Usai Serang Palestina

Beritacenter.COM - Kementerian Luar Negeri Israel meminta bantuan kepada luar negeri. Bantuan pesawat-pesawat pemadam..
1 hari yang lalu

Polisi Selidiki Pelaku Pembakar Pos Polantas di Jawa Tengah

Beritacenter.COM - Peristiwa pos polisi yang terbakar kembali terulang setelah sebelumnya sempat terjadi di Solo...
1 hari yang lalu

Juru Parkir Langsung Modar Setelah Ancungkan Parang ke Anggota TNI

Beritacenter.COM - Seorang juru parkir di Blitar ditangkap anggota TNI setelah mengancam anggota TNI dengan sebilah..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi