Friday, 19 Jul 2019
Temukan Kami di :
Opini

Kisah Tangisan Haru Rasulullah SAW Pernah Membuat Arsy Goncang

Indah Pratiwi - 15/05/2019 12:36

Beritacenter.COM - Dalam sebuah riwayat, dikisahkan Rasulullah SAW yang saat itu sedang bertawaf di Ka'bah, beliau mendengar seseorang yang sedang berdzikir. Kemudian, Rasulullah SAW menirunya dengan dzikiran orang tersebut.

"Ya Karim Ya Karim,"ucap orang Arab Baduwi itu.

Rasulullah SAW pun menirunya dengan membaca "Ya Karim Ya Krim" sambil berdiri di belakangnya. Sontak, orang dari suku Arab Baduwi itu pun menoleh ke belakang, ia merasa seperti diolok-olokkan. Ia terkejut melihat seorang lelaki gagah, tampan yang belum pernah ia kenal berdiri di belakangnya.

"Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, karena aku ini adalah orang Arab badui? Kalau bukan karena ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah,"tanya orang Baduwi yang belum pernah melihat Rasulullah SAW.

Mendengar pertanyaan orang suku Baduwi itu, Rasulullah SAW tersenyum lalu bertanya:"Tidakah engkau mengenali Nabimu wahai orang Arab?," tanya Rasulullah kepada orang Baduwi.

"Belum," jawab orang Baduwi itu. "Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?,"tanya Rasulullah SAW.

"Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan sabdanya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya," kata orang Arab Badui itu pula.

Rasulullah pun berkata:"Wahai orang Arab! Ketahuilah aku ini Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!". Melihat Nabi di hadapannya, dia sontak terkejut seperti tidak percaya yang dihadapannya adalah Rasulullah SAW.

"Tuan ini Nabi Muhammad?," tanya orang suku Baduwi. "Ya," jawab Nabi SAW. Orang Baduwi itu pun tunduk dan mencium kedua kaki Rasulullah SAW.

Dengan seketika, Rasulullah SAW langsung menarik orang Arab Baduwi untuk berdiri seraya berkata:" "Wahal orang Arab! janganlah berbuat seperti itu. Perbuatan seperti itu balasannya dilakukan oleh hamba sahaya kepada juragannya. Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman, dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya."

Saat itu, Malaikat Jibril turun membawa kabar dari langit dan berkata kepada Nabi Muhammad SAW: "Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan berpesan: "Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahwa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar!" .

Jibril kemudian pergi setelah menyampaikan kabar itu. Maka orang Arab itu pula berkata: "Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!", kata orang Arab suku badui itu.

"Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?," tanya Rasulullah SAW kepada orang Baduwi.

"Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa besar maghfirahnya," jawab orang itu. "Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa luas pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa Kedermawanan-Nya!," sambungnya lagi.

Mendengan ucapan orang Baduwi itu, seketika Rasulullah SAW menangis mengingat apa yang diucapkan orang Baduwi itu benar.

Tangisan Rasulullah SAW saat itu membuat Arasy singgasana Allah SWT goncang lantaran para malaikat penjaganya lupa bacaan tasbih dan tahmidnya saat melihat Rasulullah SAW menangis.

Malaikat Jibril pun langsung turun kembali seraya berkata kepada Nabi Muhammad SAW:" "Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan berpesan: Berhentilah engkau menangis! Sesungguhnya karena tangismu, penjaga 'Arsy lupa dengan bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga Ia bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah mengampuni semua kesalahannya dan ia akan menjadi temanmu di syurga nanti!".

Mendapat kabar gembira itu, orang Arab dari suku Baduwi itu pun tak kuasa menahan air mata. Betapa bahagianya ia akan menjadi ahli syurga untuk menemani Rasulullah SAW.

 

Wallahu A'lam Bishawab




Berita Lainnya

Hati-Hati Pada Ulama Modal Surban Dan Gamis

18/07/2019 20:10 - Indah Pratiwi Budi

Terima Kasih Istriku

18/07/2019 16:30 - Indah Pratiwi Budi

Tidak Ada Rekonsiliasi Bagi Pendukung Khilafah

17/07/2019 20:00 - Indah Pratiwi Budi

Pidato Presiden Jokowi Itu tentang Program Kerja

17/07/2019 19:00 - Indah Pratiwi Budi

Mereka Sudah Bertemu. Jangan Menangis Ya, Pret!

17/07/2019 16:50 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA