Rabu, 19 Juni 2019 - 16:25 WIB

Mulutnya Kaya Sampah, Desmond : Arif Puyono Pengrusak Koalisi Jenderal Kardus

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 18 Mei 2019 | 16:18 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Bertutur tak beraturan, bersikap tanpa santun. Ini lah gambaran sosok Arif Poyuono yang kerap membuat sensasi baru dengan segala keonaran dari kedunguannya.

Ia berteriak menyerukan para pendukung Prabowo-Sandi agar tidak membayar pajak bila Jokowi-Ma’ruf Amin memerintah Indonesia. Sikap konyol Arif ini bukan kali pertama dilakukannya.

Sebelumnya, dia juga sudah membikin heboh jagat perpolitikan nasional dengan mengusir Partai Demokrat dari koalisi pendukung Prabowo-Sandi.

Politisi yang bicara asal bacot memang sering menimbulkan polemik yang tak produktif. Bahkan polemik yang ditimbulkannya justru menunjukkan kepicikan dan kedangkalan wawasan mereka tentang berbangsa.

Coba kita cermati ajakan Arief Poyuono kepada pendukung paslon Prabowo-Sandi agar menolak membayar pajak, karena pertimbangan kubunya dinyatakan gagal.

Napun, sikap Arief Poyuono tak sepaham dengan pemikiran Ketua DPP Partai Gerindra dan Sekretaris Fraksi Gerindra di DPR Desmond J Mahesa.

Desmond malah menilai Poyuono sebetulnya cocok untuk menjadi bagian dari pendukung kubu penguasa Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan rival Prabowo. Soalnya, Poyuono selama ini dinilai merusak koalisi.

“Kalau saya melihat, Arief Poyuono ini cocoknya sebagai bagian dari kekuasaan. Arief Poyuono merusak. Kalau dia berbicara soal mengusir orang, itu semua kan merusak. Padahal perbedaan itu biasa, kalau Demokrat berbeda itu biasa, biarlah sejarah yang menilai,” kata Desmond.

Jika benar Desmond bermaksud menyerang capres petahana, maka tuduhan itu perlu dikaji lagi. Faktanya kubu petahana adalah pihak yang berkepentingan dengan pengelolaan pemerintahan saat ini. Sama halnya jika kembali dipercaya oleh rakyat, maka sangat keterlaluan kalau Desmond menuding petahana akan senang seandainya ajakan Poyuono direspon oleh pendukung Prabowo, dan dengan demikian akan semakin tumbuh para pengemplang pajak.

Namun jika maksud Desmond hanya bermaksud mempertahankan citra positif kubunya, serta menyerang secara pribadi kepada rekan separtainya itu, cara kurang pas pun tetap kita anggap telah dilakukan Desmond, karena seakan-akan kubu petahana diciprati getah atas apa yang dilakukan oleh kubu mereka.

Selebihnya, kita sepaham dengan Sekretaris Fraksi Gerindra itu, manakala disebutnya Poyuono merusak dan membakar Koalisi Prabowo-Sandi. Bahkan kita bisa menilai lebih jauh dari sekedar menyetujui penilaian Desmond.

Sikap Arif Poyuono yang sering menimbulkan polemik dan menunjukkan kepicikan serta kedangkalan wawasan berbangsa. Dirinya lebih terlihat sebagai orang yang sedang mencari panggung, gemar menyemburkan serangan kepada siapa pun yang berakibat kerenggangan di internal koalisi.

“Kami tidak mau menghukum orang yang aneh-aneh. Kami menuntut orang ini sadar. Sudah dikirimi SP-1, sudah ditegur, tapi masih saja…. Ini karena wataknya saja. Itu sudah diperingatkan,” kata Desmond.

Sebelumnya, Arif Poyuono menyeru masyarakat yang tak terima dengan pemerintahan hasil Pilpres 2019 menolak membayar pajak. Sebagaimana diketahui, Prabowo Subianto sebagai capres yang juga didukung Gerindra menyatakan menolak hasil Pemilu 2019.

“Langkah-langkah yang bisa dilakukan masyarakat yang tidak mengakui hasil pemerintahan dari Pilpres 2019 di antaranya tolak bayar pajak kepada pemerintahan hasil Pilpres 2019 yang dihasilkan oleh KPU yang tidak legitimate. Itu adalah hak masyarakat karena tidak mengakui pemerintahan hasil Pilpres 2019,” kata Poyuono dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (15/5) kemarin.

Poyuono juga pernah mengusir Partai Demokrat keluar dari koalisi Indonesia Adil Makmur. Soalnya, SBY tampak memperagakan sikap tak jelas di mata Poyuono.

“Demokrat sebaiknya keluar saja dari Koalisi Adil Makmur. Jangan elitenya dan Ketum kayak serangga undur-undur ya. Mau mundur dari koalisi aja pake mencla-mencle segala,” kata Poyuono dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (10/5).

Arief mungkin meniru cara sang panutan menyerang ke kiri dan ke kanan. Kalau diibaratkan hubungan orangtua dan anak, buah jatuh tak akan jauh dari pohon, maka kelakuan kader partai pun tak akan beda jauh dengan pemimpin di partai itu sendiri.

Kerawanan-kerawanan seperti ini di sinyalir akan menimbulkan gesekan semakin kuat, jika saja mereka berhasil mendapatkan mandat dari rakyat.

Poyuono merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra. Namun posisinya dinilai justru membahayakan Koalisi Indonesia Adil Makmur Prabowo-Sandiaga. Poyuono bak api berbahaya di dalam koalisi.

“Arief Poyuono kan kesannya membakar gitu lo,” kata Ketua DPP Partai Gerindra dan Sekretaris Fraksi Gerindra di DPR Desmond J Mahesa, kepada wartawan, Kamis (16/5/2019).





Fokus : Koalisi Kardus


#Jokowi Presiden Ku #Jokowi Orang Baik #Koalisi kardus #Prabowo Presiden-Presidenan #Prabowo Panik Kalah #Jokowi Orang Hebat #Prabowo ditinggal pendukungnya


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






5 menit yang lalu

KPU: Rahmat Baequni Sebar Hoaks Berbungkus Ceramah Agama!

Beritacenter.COM - Merespon ceramah Rahmat Baequni yang menyebut petugas KPPS meninggal karena diracun, Komisioner..
35 menit yang lalu

Sidang Memanas! Hakim MK Disebut Tekan Saksi, BW Diancam Dikeluarkan

Beritacenter.COM - Jalannya persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di MK sempat memanas...
58 menit yang lalu

Ini Alasan Pengemudi Ojek Online Rampas HP Bocah

Beritacenter.COM - Sebuah video viral di media sosial seorang pengemudi ojek online GrabBike berinisla BS (43) telah..
1 jam yang lalu

Warga Temukan Mayat IRT Tewas Didalam Sumur

Beritacenter.COM - Warga Kampung Pasiran Jaya dikejutkan dengan adanya penemuan mayat seorang ibu rumah tangga..
2 jam yang lalu

Cegah Konten SARA dan Hoaks, Polri Patroli Group WA

Beritacenter.COM- Polri tegaskan akan terus melakukan patroli di grup pesan singkat Whatsapps (WA) untuk..
2 jam yang lalu

Singgung Bukti - Bukti Dari Prabowo, Yusril : Masih Berantakan, Tidak Jelas

Beritacenter.COM - Tim Hukum Joko Widodo - KH Ma'rfu Amin, Yusri Ihza Mahendra menyinggung mengenai bukti - bukti..
3 jam yang lalu

Sering Gunakan Kata "Manipulatif dan Siluman ", Hakim Tegur Saksi Prabowo - Sandi

Beritacenter.COM - Hakim Konsitusi Suhartoyo menegur saksi dari Prabowo - Sandi, Agus Maksum karena sering..
3 jam yang lalu

Warga Hong Kong Ramai-ramai Lari ke Taiwan

Beritacenter.COM - Masyarakat Hong Kong dikabarkan mengungsi ke Taiwan untuk menghindari cengkeraman RUU Ekstradisi..
3 jam yang lalu

Hoaks Semakin Marak, Begini Cara Polri Memberantas Grup WA

Beritacenter.COM - Polri menegaskan akan menggalakkan patroli siber terkait maraknya hoax atau berita bohong, juga..
3 jam yang lalu

Ini Besaran Dendanya Bagi Yang Telat Bayar Pajak Kendaraan

Beritacenter.COM - Pemilik kendaraan bermotor diharapkan akan kewajiban membayar pajak kendaraannya. Bila tidak maka..
4 jam yang lalu

Bambang Widjojanto Tarik Bukti Formulir C1 dari Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi

Lebih lanjut Majelis juga memberi waktu bagi tim 02 untuk memperbaiki hingga pukul 12.00 WIB. Apabila tidak..
4 jam yang lalu

MK Semprot Saksi Prabowo di Persidangan

Beritacenter.COM - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Aswanto menyemprot saksi kubu Prabowo-Sandiaga, Agus Maksum yang..
5 jam yang lalu

Menhan Ngaku Sudah Bisik-bisik ke Polisi Soal Kivlan Zen

Beritacenter.COM - Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu menanggapi soal surat perlindungan yang diajukan..
5 jam yang lalu

Pindah Agama, Deddy Corbuzier Mantapkan Diri Untuk Memeluk Islam

Beritacenter.COM - Artis Deddy Corbuzier dikabarkan telah mantap memeluk agama Islam. Rencananya, ia akan mengucap..
6 jam yang lalu

Mobil Avanza Tercemplung dari Kapal Feri ke Selat Sunda

Beritacenter.COM - Sebuah mobil Toyota Avanza tercebur ke perairan Selat Sunda dari kapal feri KMP Nusa Putera,..
6 jam yang lalu

Keputusan MK adalah Final

Beritacenter.COM - Indonesia merupakan negara konstitusional, sehingga sengketa yang terjadi di masyarakat harus..
6 jam yang lalu

Diduga Berbohong, Hakim MK Tegur Keras Saksi dari Tim Prabowo

Beritacenter.COM - Dalam sidang sengketa Pilpres 2019 ke ketiga kalinya kembali digelar di gedung Mahkamah..
7 jam yang lalu

Ekonomi Asia Paling Terpukul Usai Presiden AS Tingkatkan Perang Tarif Dagang

Beritacenter.COM - Perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China yang memperlambat volume perdagangan global lebih..
7 jam yang lalu

Grup WhatsApp Rentan Jadi Tempat Penyebaran Hoax

Beritacenter.COM - Tim patroli cyber akan melakukan pengawasan terhadap berbagai grup yang ada dalam layanan pesan..
7 jam yang lalu

Beneran Gugatan Ke MK Mencari Keadilan?

Beritacenter.COM - Itu yang pada demo di MK yang ngakunya bukan lagi dukung Prabowo tapi cuma nyari keadilan, saya..
8 jam yang lalu

Prabowo-Sandi Dilarang Bawa Saksi Lebih ke MK

Beritacenter.COM - Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi meminta ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk memberikan izin bagi pihak..
8 jam yang lalu

Buat Apa, Sidang Sengketa Hasil Pilpres 2019 ?

Beritacenter.COM - Ada yang menarik perhatian saya saat Sandiaga Uno mengatakan, sidang sengketa hasil Pilpres 2019..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi