Senin, 20 Januari 2020 - 10:20 WIB

Mulutnya Kaya Sampah, Desmond : Arif Puyono Pengrusak Koalisi Jenderal Kardus

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 18 Mei 2019 | 16:18 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Bertutur tak beraturan, bersikap tanpa santun. Ini lah gambaran sosok Arif Poyuono yang kerap membuat sensasi baru dengan segala keonaran dari kedunguannya.

Ia berteriak menyerukan para pendukung Prabowo-Sandi agar tidak membayar pajak bila Jokowi-Ma’ruf Amin memerintah Indonesia. Sikap konyol Arif ini bukan kali pertama dilakukannya.

Sebelumnya, dia juga sudah membikin heboh jagat perpolitikan nasional dengan mengusir Partai Demokrat dari koalisi pendukung Prabowo-Sandi.

Politisi yang bicara asal bacot memang sering menimbulkan polemik yang tak produktif. Bahkan polemik yang ditimbulkannya justru menunjukkan kepicikan dan kedangkalan wawasan mereka tentang berbangsa.

Coba kita cermati ajakan Arief Poyuono kepada pendukung paslon Prabowo-Sandi agar menolak membayar pajak, karena pertimbangan kubunya dinyatakan gagal.

Napun, sikap Arief Poyuono tak sepaham dengan pemikiran Ketua DPP Partai Gerindra dan Sekretaris Fraksi Gerindra di DPR Desmond J Mahesa.

Desmond malah menilai Poyuono sebetulnya cocok untuk menjadi bagian dari pendukung kubu penguasa Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan rival Prabowo. Soalnya, Poyuono selama ini dinilai merusak koalisi.

“Kalau saya melihat, Arief Poyuono ini cocoknya sebagai bagian dari kekuasaan. Arief Poyuono merusak. Kalau dia berbicara soal mengusir orang, itu semua kan merusak. Padahal perbedaan itu biasa, kalau Demokrat berbeda itu biasa, biarlah sejarah yang menilai,” kata Desmond.

Jika benar Desmond bermaksud menyerang capres petahana, maka tuduhan itu perlu dikaji lagi. Faktanya kubu petahana adalah pihak yang berkepentingan dengan pengelolaan pemerintahan saat ini. Sama halnya jika kembali dipercaya oleh rakyat, maka sangat keterlaluan kalau Desmond menuding petahana akan senang seandainya ajakan Poyuono direspon oleh pendukung Prabowo, dan dengan demikian akan semakin tumbuh para pengemplang pajak.

Namun jika maksud Desmond hanya bermaksud mempertahankan citra positif kubunya, serta menyerang secara pribadi kepada rekan separtainya itu, cara kurang pas pun tetap kita anggap telah dilakukan Desmond, karena seakan-akan kubu petahana diciprati getah atas apa yang dilakukan oleh kubu mereka.

Selebihnya, kita sepaham dengan Sekretaris Fraksi Gerindra itu, manakala disebutnya Poyuono merusak dan membakar Koalisi Prabowo-Sandi. Bahkan kita bisa menilai lebih jauh dari sekedar menyetujui penilaian Desmond.

Sikap Arif Poyuono yang sering menimbulkan polemik dan menunjukkan kepicikan serta kedangkalan wawasan berbangsa. Dirinya lebih terlihat sebagai orang yang sedang mencari panggung, gemar menyemburkan serangan kepada siapa pun yang berakibat kerenggangan di internal koalisi.

“Kami tidak mau menghukum orang yang aneh-aneh. Kami menuntut orang ini sadar. Sudah dikirimi SP-1, sudah ditegur, tapi masih saja…. Ini karena wataknya saja. Itu sudah diperingatkan,” kata Desmond.

Sebelumnya, Arif Poyuono menyeru masyarakat yang tak terima dengan pemerintahan hasil Pilpres 2019 menolak membayar pajak. Sebagaimana diketahui, Prabowo Subianto sebagai capres yang juga didukung Gerindra menyatakan menolak hasil Pemilu 2019.

“Langkah-langkah yang bisa dilakukan masyarakat yang tidak mengakui hasil pemerintahan dari Pilpres 2019 di antaranya tolak bayar pajak kepada pemerintahan hasil Pilpres 2019 yang dihasilkan oleh KPU yang tidak legitimate. Itu adalah hak masyarakat karena tidak mengakui pemerintahan hasil Pilpres 2019,” kata Poyuono dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (15/5) kemarin.

Poyuono juga pernah mengusir Partai Demokrat keluar dari koalisi Indonesia Adil Makmur. Soalnya, SBY tampak memperagakan sikap tak jelas di mata Poyuono.

“Demokrat sebaiknya keluar saja dari Koalisi Adil Makmur. Jangan elitenya dan Ketum kayak serangga undur-undur ya. Mau mundur dari koalisi aja pake mencla-mencle segala,” kata Poyuono dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (10/5).

Arief mungkin meniru cara sang panutan menyerang ke kiri dan ke kanan. Kalau diibaratkan hubungan orangtua dan anak, buah jatuh tak akan jauh dari pohon, maka kelakuan kader partai pun tak akan beda jauh dengan pemimpin di partai itu sendiri.

Kerawanan-kerawanan seperti ini di sinyalir akan menimbulkan gesekan semakin kuat, jika saja mereka berhasil mendapatkan mandat dari rakyat.

Poyuono merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra. Namun posisinya dinilai justru membahayakan Koalisi Indonesia Adil Makmur Prabowo-Sandiaga. Poyuono bak api berbahaya di dalam koalisi.

“Arief Poyuono kan kesannya membakar gitu lo,” kata Ketua DPP Partai Gerindra dan Sekretaris Fraksi Gerindra di DPR Desmond J Mahesa, kepada wartawan, Kamis (16/5/2019).





Fokus : Koalisi Kardus


#Jokowi Presiden Ku #Jokowi Orang Baik #Jokowi Orang Hebat #Koalisi kardus #Prabowo Presiden-Presidenan #Prabowo Panik Kalah #Prabowo ditinggal pendukungnya


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






12 menit yang lalu

Peneliti Temukan Planet Super Bumi

Beritacenter.COM - Peneliti dari astronom sebelumnya mengumumkan keberadaan planet ekstra seukuran Bumi yang..
1 jam yang lalu

Lagi, 5 WNI Diculik Kelompok Jahat Abu Sayyaf

Beritacenter.COM - Kelompok militan Abu Sayyaf kembali menculik lima nelayan Indonesia di perairan Malaysia pada..
1 jam yang lalu

Natuna Diusik China, Indonesia Rangkul 2 Negara Jadi Tameng

Beritacenter.COM - Zona Ekonomi Ekslusif yang diterobos oleh kapal-kapal China membuat pemerintah Indonesia bersikap..
2 jam yang lalu

Liverpool Makin Dekat dengan Juara Liga Inggris 2019/2020 Pasca Menaklukkan Manchester United

Diketahui juga dalam pertandingan itu, Virgil van Dijk dan Mohammad Salah berhasil mencatatkan namanya masing-masing..
2 jam yang lalu

Polsel dan Rekening Dibobol, Uang Ratusan Juta Lenyap

Beritacenter.COM - Nasib malang menimpa wartawan senior Ilham Bintang saat liburan akhir tahun di Autralia. nomor..
2 jam yang lalu

Melihat Perkembangan di Pasaran, Bisnis Emas Semakin Banyak Peminat...

Lebih lanjut Sandra juga menyebutkan jika melihat analisis permintaan (demand) dan penawaran (supply) emas di..
2 jam yang lalu

Polda Metro Turunkan 6 Ribu Personel Amankan Demo KSPI di DPR

Beritacenter.COM - Polda Metro Jaya menurunkan 6.000 personel gabungan untuk mengamankan Demo Konfederasi Serikat..
2 jam yang lalu

Spotify Kini Tak Hanya Sediakan Music untuk Manusia tapi Untuk Hewan Peliharaan Juga

Diketahui juga jika keputusan merilis daftar putar tersebut didapat setelah mengobservasi bahwa hampir 74 persen..
2 jam yang lalu

Ekspresi Kesedihan yang Mendalam Pangeran Harry dan Istrinya saat Keluar dari Kerjaan Inggris

Selain kehilangan dana publik, Harry dan Meghan juga diharuskan membayar GBP2,4 juta (setara Rp42 miliar) yang telah..
13 jam yang lalu

PT SMA Bantah Tudingan PHK Sepihak Puluhan Karyawan

Beritacenter.COM - PT Sentra Misnan Abadi (SMA) dituding telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak..
14 jam yang lalu

DPR Cium Mafia Migas di Pertamina Seperti Kentut

Beritacenter.COM - Anggota Komisi VII DPR, Kardaya Warnika merasakan ada praktik mafia migas (minyak dan gas) di PT..
17 jam yang lalu

Polisi Ditabrak Saat Bertugas, Kompolnas: Bukan Hanya Pelanggaran Lalu Lintas, Patut Diduga kejahatan

Beritacenter.COM - Kompolnas menyampaikan duka dan prihatin atas musibah yang menimpa anggota Polri bernama Briptu..
18 jam yang lalu

Ini Kronologi Sebelum Tergulingnya Bus Purnamasari yang Tewaskan 8 Orang

Beritacenter.COM - Nuraeni (48) salah satu penumpang yang selamat dari kecelakaan maut Bus Purnamasari di Turunan..
20 jam yang lalu

Pembacok Brutal di Bandung Salah Sasaran, Ini Target Sebenarnya...

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan dua pelaku pembacokan yang mengakibatkan seorang..
21 jam yang lalu

52 Ambulan Bawa 8 Jenazah dan Puluhan Korban Bus Maut Ciater ke Depok

Beritacenter.COM - Puluhan mobil ambulan dikerahkan untuk membawa delapan jenazah dan puluhan korban luka akibat..
22 jam yang lalu

Penemuan Ladang Ganja di Gunung Guntur Hebohkan Warga Garut, Polisi Buru Pemiliknya

Beritacenter.COM - Ladang pohon ganja ditemukan anggota TNI di kawasan Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat...
23 jam yang lalu

Banjir Rendam Ratusan Rumah Warga di Dua RW di Kecamatan Paseh Bandung

Beritacenter.COM - Wilayah Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilaporkan terendam banjir setinggi..
1 hari yang lalu

Diduga Rem Blong, Berikut Detik-detik Tergulingnya Bus Maut Tewaskan 8 Wistawan Depok

Beritacenter.COM - Sedikitnya delapan orang meninggal dunia dalam kecelakaan maut bus terguling di Ciater, Kabupaten..
1 hari yang lalu

Tidak Mau Dengerin Intrusi Presiden Masalah Banjir, Peneliti : Anies Punya Agenda Terselubung

Beritacenter.COM - Sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempertahankan ide naturalisasi soal penanganan banjir..
1 hari yang lalu

Mewaspadai Gerakan Radikalisme di Indonesia

Penyebaran paham radikal di Indonesia masih masuk dalam kategori mengkhawatirkan. Salah satu sebabnya penyebaran..
1 hari yang lalu

Resmi !! Ashley Young Bergabung ke Inter Milan

Beritacenter.COM - Inter Milan resmi mendatangkan pemain baru dari Manchester United Ashley Young dan menjadi pemain..
1 hari yang lalu

Selalu Mangkir, Polisi Akan Panggil Paksa Anak Kiai Jombang yang Lakukan Pencabulan

BeritaCenter.COM – Anak kiai di Jombang, MSA (39) selalu mangkir tiap kali dipanggil polisi untuk diperiksa..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi