Senin, 06 April 2020 - 00:30 WIB

Mulutnya Kaya Sampah, Desmond : Arif Puyono Pengrusak Koalisi Jenderal Kardus

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 18 Mei 2019 | 16:18 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Bertutur tak beraturan, bersikap tanpa santun. Ini lah gambaran sosok Arif Poyuono yang kerap membuat sensasi baru dengan segala keonaran dari kedunguannya.

Ia berteriak menyerukan para pendukung Prabowo-Sandi agar tidak membayar pajak bila Jokowi-Ma’ruf Amin memerintah Indonesia. Sikap konyol Arif ini bukan kali pertama dilakukannya.

Sebelumnya, dia juga sudah membikin heboh jagat perpolitikan nasional dengan mengusir Partai Demokrat dari koalisi pendukung Prabowo-Sandi.

Politisi yang bicara asal bacot memang sering menimbulkan polemik yang tak produktif. Bahkan polemik yang ditimbulkannya justru menunjukkan kepicikan dan kedangkalan wawasan mereka tentang berbangsa.

Coba kita cermati ajakan Arief Poyuono kepada pendukung paslon Prabowo-Sandi agar menolak membayar pajak, karena pertimbangan kubunya dinyatakan gagal.

Napun, sikap Arief Poyuono tak sepaham dengan pemikiran Ketua DPP Partai Gerindra dan Sekretaris Fraksi Gerindra di DPR Desmond J Mahesa.

Desmond malah menilai Poyuono sebetulnya cocok untuk menjadi bagian dari pendukung kubu penguasa Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan rival Prabowo. Soalnya, Poyuono selama ini dinilai merusak koalisi.

“Kalau saya melihat, Arief Poyuono ini cocoknya sebagai bagian dari kekuasaan. Arief Poyuono merusak. Kalau dia berbicara soal mengusir orang, itu semua kan merusak. Padahal perbedaan itu biasa, kalau Demokrat berbeda itu biasa, biarlah sejarah yang menilai,” kata Desmond.

Jika benar Desmond bermaksud menyerang capres petahana, maka tuduhan itu perlu dikaji lagi. Faktanya kubu petahana adalah pihak yang berkepentingan dengan pengelolaan pemerintahan saat ini. Sama halnya jika kembali dipercaya oleh rakyat, maka sangat keterlaluan kalau Desmond menuding petahana akan senang seandainya ajakan Poyuono direspon oleh pendukung Prabowo, dan dengan demikian akan semakin tumbuh para pengemplang pajak.

Namun jika maksud Desmond hanya bermaksud mempertahankan citra positif kubunya, serta menyerang secara pribadi kepada rekan separtainya itu, cara kurang pas pun tetap kita anggap telah dilakukan Desmond, karena seakan-akan kubu petahana diciprati getah atas apa yang dilakukan oleh kubu mereka.

Selebihnya, kita sepaham dengan Sekretaris Fraksi Gerindra itu, manakala disebutnya Poyuono merusak dan membakar Koalisi Prabowo-Sandi. Bahkan kita bisa menilai lebih jauh dari sekedar menyetujui penilaian Desmond.

Sikap Arif Poyuono yang sering menimbulkan polemik dan menunjukkan kepicikan serta kedangkalan wawasan berbangsa. Dirinya lebih terlihat sebagai orang yang sedang mencari panggung, gemar menyemburkan serangan kepada siapa pun yang berakibat kerenggangan di internal koalisi.

“Kami tidak mau menghukum orang yang aneh-aneh. Kami menuntut orang ini sadar. Sudah dikirimi SP-1, sudah ditegur, tapi masih saja…. Ini karena wataknya saja. Itu sudah diperingatkan,” kata Desmond.

Sebelumnya, Arif Poyuono menyeru masyarakat yang tak terima dengan pemerintahan hasil Pilpres 2019 menolak membayar pajak. Sebagaimana diketahui, Prabowo Subianto sebagai capres yang juga didukung Gerindra menyatakan menolak hasil Pemilu 2019.

“Langkah-langkah yang bisa dilakukan masyarakat yang tidak mengakui hasil pemerintahan dari Pilpres 2019 di antaranya tolak bayar pajak kepada pemerintahan hasil Pilpres 2019 yang dihasilkan oleh KPU yang tidak legitimate. Itu adalah hak masyarakat karena tidak mengakui pemerintahan hasil Pilpres 2019,” kata Poyuono dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (15/5) kemarin.

Poyuono juga pernah mengusir Partai Demokrat keluar dari koalisi Indonesia Adil Makmur. Soalnya, SBY tampak memperagakan sikap tak jelas di mata Poyuono.

“Demokrat sebaiknya keluar saja dari Koalisi Adil Makmur. Jangan elitenya dan Ketum kayak serangga undur-undur ya. Mau mundur dari koalisi aja pake mencla-mencle segala,” kata Poyuono dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (10/5).

Arief mungkin meniru cara sang panutan menyerang ke kiri dan ke kanan. Kalau diibaratkan hubungan orangtua dan anak, buah jatuh tak akan jauh dari pohon, maka kelakuan kader partai pun tak akan beda jauh dengan pemimpin di partai itu sendiri.

Kerawanan-kerawanan seperti ini di sinyalir akan menimbulkan gesekan semakin kuat, jika saja mereka berhasil mendapatkan mandat dari rakyat.

Poyuono merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra. Namun posisinya dinilai justru membahayakan Koalisi Indonesia Adil Makmur Prabowo-Sandiaga. Poyuono bak api berbahaya di dalam koalisi.

“Arief Poyuono kan kesannya membakar gitu lo,” kata Ketua DPP Partai Gerindra dan Sekretaris Fraksi Gerindra di DPR Desmond J Mahesa, kepada wartawan, Kamis (16/5/2019).





Fokus : Koalisi Kardus


#Jokowi Orang Baik #Jokowi Presiden Ku #Jokowi Orang Hebat #Koalisi kardus #Prabowo Presiden-Presidenan #Prabowo Panik Kalah #Prabowo ditinggal pendukungnya


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






4 jam yang lalu

Pasar Tanah Abang Kembali Dibuka Senin Besok

Beritacenter.COM - Pasar Tanah Abang kembali dibuka pada Senin (6/4) setelah sempat ditutup selama satu pekan untuk..
7 jam yang lalu

Sidang Isbat Awal Ramadhan 1441H Digelar Online Pada 23 April

Beritacenter.COM - Kemenag akan menggelar sidang Isbat (penetapan) awal Ramadan 1441H pada 23 April 2020. Sidang..
9 jam yang lalu

Per 12 April, Pengguna Angkutan Umum Diwajibkan Memakai Masker

Beritacenter.COM - Untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) di dalam transportasi umum, Gubernur DKI Jakarta..
10 jam yang lalu

Polisi Tangkap Pemuda Penyebar Hoaks Corona di Puncak Jaya Papua

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan satu orang pemuda yang diduga menyebarkan berita..
10 jam yang lalu

Kapolri Instruksikan Anggotanya untuk Bantu Ekonomi Warga Terdampak Corona

Beritacenter.COM - Pandemi virus corona (COVID-19) sangat memberikan pengaruh besar bagi masyarakat, terutama di..
12 jam yang lalu

Doa Bersama Lawan Covid-19, Polisi dan Ulama di Banjar Gelar Istighosah Virtual

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Kota Banjar menggelar doa bersama atau istigasah secara virtual meeting, Sabtu..
13 jam yang lalu

Covid-19 Tak Akan Pernah Selesai Jika Masyarakat Tak Patuhi Social Distancing

Ya sudah patuhi saja, kalau nggak dipatuhi mau sampai kapanpun nggak akan pernah selesai itu
15 jam yang lalu

Polda Metro Bakal Tindak Tegas Masyarakat yang Tak Indahkan Imbauan Social Distancing

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Metro Jaya tak bosan-bosannya mengimbau agar warga DKI Jakarta senantiasa menerapkan..
16 jam yang lalu

Alhamdulillah, 18 PDP Corona di Cirebon Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Sempat menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit, sedikitnya 18 pasien dalam pengawasan (PDP)..
17 jam yang lalu

Dua Kali Hasil Tes Negatif, Kajari Bantul Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Beritacenter.COM - Sempat menjalani perawatan dan isolasi lantaran positif Corona (Covid-19), Kepala Kejaksaan Negeri..
17 jam yang lalu

Teori Imunitas Yang Sudah Sembuhkan 150 Pasien Virus Corona

Beritacenter.COM - Pasien positif virus corona di Indonesia terkonfirmasi sudah mencapai 2.092 kasus. Dari angka..
17 jam yang lalu

Alasan Cegah Corona dengan Miras Oplosan, 5 Pria di Bekasi Meregang Nyawa

Beritacenter.COM - Entah apa yang ada di pikiran tujuh pria di Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Ditengah pandemi Corona..
1 hari yang lalu

Pemerintah India Ancam Lockdown Diperpanjang

Beritacenter.COM - Pemerintah India melakukan ancaman kepada rakyatnya bahwa lockdown bisa diperpanjang apabila..
1 hari yang lalu

Kabaharkam Sebut Melawan Corona Perlu Sinergitas Pusat, Daerah dan Masyarakat

Beritacenter.COM - Kepala Operasi Terpusat Kontinjensi Operasi Aman Nusa II-Penanganan Covid-19, Komjen Pol Agus..
1 hari yang lalu

Ini Yang Dilakukan Bill Gates Dalam Mencari Vaksin Corona

Beritacenter.COM - Bill Gates pemilik Microsoft mendorong para ilmuan untuk menemukan vaksin virus corona. Saat ini,..
1 hari yang lalu

2 Negara Sahabat Ini Kirim Bantuan Alkes ke RI Bantu Lawan Corona

Beritacenter.COM - Negara Singapura dan Rusia mengirim bantuan kesehatan kepada Indonesia untuk melawan pandemi..
1 hari yang lalu

Wakil Jaksa Agung Tewas Dalam Kecelakaan Mobil

Beritacenter.COM - Sebuah mobil Nissan GT-R alami kecelakaan di Jalan Tol Jagorawi, tepatnya berada di Km 13 B..
1 hari yang lalu

Barcelona Patok Harga Coutinho 80 juta euro, Chelsea Mulai Tertarik

Beritacenter.COM - Chelsea mengajukan tawaran untuk mendatangkan playmeker Barcelona Philippe Coutinho. Barcelona..
1 hari yang lalu

Manfaat Konsumsi Jahe Bisa Cegah Corona

Beritacenter.COM - Jahe merupakan bumbu dapur yang biasa digunakan oleh ibu rumah tangga. Selain untuk bumbu dapur,..
1 hari yang lalu

MUI Sebut Halangi Pemakaman Jenazah Corona Hukumnya Dosa

Beritacenter.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebutkan bahwa mengalangi pemakaman jenazah korban virus corona..
1 hari yang lalu

4 Pemuda di Bekasi Tewas Usai Pesta Miras Oplosan

Beritacenter.COM - Sebanyak empat orang pemuda di Tambun, Bekasi, Jawa Barat tewas seketika usai mengkonsumsi miras..
1 hari yang lalu

Lockdown Bagi Rakyat Kecil

Perumahan mewah di Jakarta konon sudah melakukan lockdown karena ada warga terinfeksi covid-19. Si dia pilih..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi