Rabu, 19 Juni 2019 - 16:12 WIB

Polri Didesak Tangkap Pencetus "People Power"

Oleh : Anas Baidowi | Senin, 20 Mei 2019 | 10:12 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Polri didesak agar menangkap orang yang pertama kali mencetuskan istilah people power yang selalu memprovokasi rakyat. Hal itu disampaikan melalui surat terbuka ditujukan kepada rakyat Indonesia oleh Akademisi dan budayawan Universitas Gadjah Mada (UGM) Bagas Pujilaksono Widyakanigara, Senin (20/5).

"Tangkap orang yang pertama kali memunculkan dan selalu memprovokasi rakyat Indonesia dengan people power. Nggak peduli Genderuwo dari Alas Roban atau Alas Ketanggo, tangkap!" ujar Bagas dalam surat tanpa menyebut nama yang ia maksud.

Berikut ini isi surat terbuka Bagas Pujilaksono selengkapnya.

"Akhir-akhir ini suasana kebatinan rakyat Indonesia diganggu munculnya istilah makar.

Makar adalah upaya politik sekelompok orang dalam merongrong atau menjatuhkan pemerintahan yang sah yang terpilih secara demokratis. Jika makar ditempuh dengan modus people power, maka caranya dengan mengerahkan massa besar untuk menciptakan suasana chaos di masyarakat.

Tidak bisa dipungkiri, people power dalam format demokratis hanyalah cara-cara inkonstitusional dari sekelompok orang yang haus kekuasaan yang tidak siap bertanding secara demokratis dan tidak siap kalah. Ini masalah mental.

Penggantian istilah people power dengan kedaulatan rakyat hanyalah permainan kata-kata yang maknanya sama. Pertanyaannya adalah rakyat mana yang mau dibodohi dengan istilah itu?

Upaya makar ini sebenarnya sudah nampak jauh-jauh hari sebelum proses pemilu berlangsung. Upaya memojokkan KPU yang seolah-olah tidak akan mampu menjalankan tahapan pemilu secara jurdil adalah targetnya. Padahal, KPU adalah lembaga resmi negara yang bekerja di bawah payung Undang-Undang, dilecehkan seenaknya.

Rakyat pun diracuni pikiran dan akal sehatnya dengan gempuran-gempuran fitnah keji, dan hoax yang tujuannya menjungkirbalikkan fakta atau kebenaran diganti dengan fatamorgana kebohongan.

Sebagai contoh, tujuh kontainer berisi kertas suara pilpres yang sudah dicoblos paslon tertentu yang datang dari Tiongkok. Ini fitnah keji dan biadab yang menjatuhkan kredibilitas KPU.

Dan jangan lupa kasus kebohongan berjamaah ala Ratna Sarumpaet: bermunculan sok tokoh-tokoh yang berlagu bicara kesucian, setelah Ratna Sarumpaet mengaku berbohong, secara berjamaah merasa dibohongi dan memposisikan dirinya sebagai korban. Tontonan macam apa ini?

Kombinasi antara politik identitas, sebaran fitnah keji dan hoax terus meningkat menjelang, selama dan sesudah pemilu. Selama proses kampenye istilah people power sering dimunculkan oleh tokoh tertentu. Dimana akal warasnya? Di satu sisi dirinya menuntut proses pemilu berlangsung secara demokratis, namun di lain sisi terus saja ngomong people power.

KPU dituduh curang tanpa argumen rasional dan bukti. Curang... curang... pokoknya curang. Ini bahasa orang kalap yang tidak bisa menerima fakta. Lagi-lagi, ini masalah mental. Wafatnya petugas KPPS juga dipelintir dengan fitnah keji yaitu diracun. Akal sehat sudah nihil. Begitu mudahnya ngomong petugas KPPS meninggal diracun, padahal yang ngomong bukan lembaga resmi negara yang memiliki otoritas bicara soal hal itu. Ngurus negara seperti ngurus WC umum.

Semakin jelas, bahwa rencana makar sudah disiapkan jauh-jauh hari, walau sesekali disuguhi bualan konyol sebagai gambaran ciutnya nyali. Besar pasak daripada tiang.

Munculnya kasus Eggy Sudjana, Kivlan Zein, Permadi, penggal kepala Presiden, pembuat dan penyebar video penggal kepala Presiden, hanyalah rentetan kejadian yang dimotivasi munculnya istilah people power.

People power adalah jalan pikiran orang yang sudah kehilangan akal sehat yang tidak cukup punya nyali untuk berdemokrasi secara beradab. Jadi yang muncul adalah memaksakan kehendak.

Tangkap orang yang pertama kali memunculkan dan selalu memprovokasi rakyat Indonesia dengan people power. Nggak peduli Genderuwo dari Alas Roban atau Alas Ketanggo, tangkap! Saya mohon Polri segera menangkap orang ini.

Saya perhatikan orang ini asal ngomong dan selalu memprovokasi rakyat Indonesia dengan hal-hal comberan. Sudah tua bangka mustinya siap-siap menghadap Tuhan, menebar kebaikan, bicara kebenaran, bukan malah memprovokasi orang dan berperilaku brutal dan konyol. Tangkap!

Surat terbuka ini bukan dalam rangka membela atau menghujat paslon tertentu. Namun, sebagai upaya menjaga keutuhan NKRI, persatuan dan kesatuan bangsa dan tegaknya Pancasila.

Rakyat Indonesia, sadarlah, kalian sedang diperalat untuk kepentingan politik, dan kalian tidak akan pernah dapat apa-apa. Salah-salah, kalian bisa masuk penjara hanya untuk sesuatu yang tidak jelas yang tidak sepadan dengan pengorbanan kalian, kalian korbankan segalanya."





#Berita Center #Berita Kriminal Indonesia #People Power


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






22 menit yang lalu

Sidang Memanas! Hakim MK Disebut Tekan Saksi, BW Diancam Dikeluarkan

Beritacenter.COM - Jalannya persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di MK sempat memanas...
45 menit yang lalu

Ini Alasan Pengemudi Ojek Online Rampas HP Bocah

Beritacenter.COM - Sebuah video viral di media sosial seorang pengemudi ojek online GrabBike berinisla BS (43) telah..
1 jam yang lalu

Warga Temukan Mayat IRT Tewas Didalam Sumur

Beritacenter.COM - Warga Kampung Pasiran Jaya dikejutkan dengan adanya penemuan mayat seorang ibu rumah tangga..
1 jam yang lalu

Cegah Konten SARA dan Hoaks, Polri Patroli Group WA

Beritacenter.COM- Polri tegaskan akan terus melakukan patroli di grup pesan singkat Whatsapps (WA) untuk..
2 jam yang lalu

Singgung Bukti - Bukti Dari Prabowo, Yusril : Masih Berantakan, Tidak Jelas

Beritacenter.COM - Tim Hukum Joko Widodo - KH Ma'rfu Amin, Yusri Ihza Mahendra menyinggung mengenai bukti - bukti..
2 jam yang lalu

Sering Gunakan Kata "Manipulatif dan Siluman ", Hakim Tegur Saksi Prabowo - Sandi

Beritacenter.COM - Hakim Konsitusi Suhartoyo menegur saksi dari Prabowo - Sandi, Agus Maksum karena sering..
3 jam yang lalu

Warga Hong Kong Ramai-ramai Lari ke Taiwan

Beritacenter.COM - Masyarakat Hong Kong dikabarkan mengungsi ke Taiwan untuk menghindari cengkeraman RUU Ekstradisi..
3 jam yang lalu

Hoaks Semakin Marak, Begini Cara Polri Memberantas Grup WA

Beritacenter.COM - Polri menegaskan akan menggalakkan patroli siber terkait maraknya hoax atau berita bohong, juga..
3 jam yang lalu

Ini Besaran Dendanya Bagi Yang Telat Bayar Pajak Kendaraan

Beritacenter.COM - Pemilik kendaraan bermotor diharapkan akan kewajiban membayar pajak kendaraannya. Bila tidak maka..
3 jam yang lalu

Bambang Widjojanto Tarik Bukti Formulir C1 dari Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi

Lebih lanjut Majelis juga memberi waktu bagi tim 02 untuk memperbaiki hingga pukul 12.00 WIB. Apabila tidak..
4 jam yang lalu

MK Semprot Saksi Prabowo di Persidangan

Beritacenter.COM - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Aswanto menyemprot saksi kubu Prabowo-Sandiaga, Agus Maksum yang..
5 jam yang lalu

Menhan Ngaku Sudah Bisik-bisik ke Polisi Soal Kivlan Zen

Beritacenter.COM - Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu menanggapi soal surat perlindungan yang diajukan..
5 jam yang lalu

Pindah Agama, Deddy Corbuzier Mantapkan Diri Untuk Memeluk Islam

Beritacenter.COM - Artis Deddy Corbuzier dikabarkan telah mantap memeluk agama Islam. Rencananya, ia akan mengucap..
5 jam yang lalu

Mobil Avanza Tercemplung dari Kapal Feri ke Selat Sunda

Beritacenter.COM - Sebuah mobil Toyota Avanza tercebur ke perairan Selat Sunda dari kapal feri KMP Nusa Putera,..
6 jam yang lalu

Keputusan MK adalah Final

Beritacenter.COM - Indonesia merupakan negara konstitusional, sehingga sengketa yang terjadi di masyarakat harus..
6 jam yang lalu

Diduga Berbohong, Hakim MK Tegur Keras Saksi dari Tim Prabowo

Beritacenter.COM - Dalam sidang sengketa Pilpres 2019 ke ketiga kalinya kembali digelar di gedung Mahkamah..
6 jam yang lalu

Ekonomi Asia Paling Terpukul Usai Presiden AS Tingkatkan Perang Tarif Dagang

Beritacenter.COM - Perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China yang memperlambat volume perdagangan global lebih..
7 jam yang lalu

Grup WhatsApp Rentan Jadi Tempat Penyebaran Hoax

Beritacenter.COM - Tim patroli cyber akan melakukan pengawasan terhadap berbagai grup yang ada dalam layanan pesan..
7 jam yang lalu

Beneran Gugatan Ke MK Mencari Keadilan?

Beritacenter.COM - Itu yang pada demo di MK yang ngakunya bukan lagi dukung Prabowo tapi cuma nyari keadilan, saya..
7 jam yang lalu

Prabowo-Sandi Dilarang Bawa Saksi Lebih ke MK

Beritacenter.COM - Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi meminta ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk memberikan izin bagi pihak..
8 jam yang lalu

Buat Apa, Sidang Sengketa Hasil Pilpres 2019 ?

Beritacenter.COM - Ada yang menarik perhatian saya saat Sandiaga Uno mengatakan, sidang sengketa hasil Pilpres 2019..
8 jam yang lalu

Parah...! Tim Kuasa Hukum #02 Bikin Narasi Kebohongan Saksinya Terancam

Beritacenter.COM - Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Raja Juli Antoni menilai Tim..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi