Sabtu, 21 September 2019 - 08:48 WIB

Aksi 22 Mei 2019, Dipastikan Prabowo Subianto Tak Bisa Lepas Tangan

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini berpendapat pasangan calon presiden-wakil presiden dan elite tak boleh lepas tangan terhadap apa yang mungkin dilakukan para pendukung. Titi berujar, mereka harus ikut bertanggung jawab mendinginkan situasi.

Oleh : Sari Intan Putri | Senin, 20 Mei 2019 | 13:09 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Beberapa pihak meminta kepada Prabowo Subianto untuk melarang para pendukungnya melanggar hukum dalam aksi yang kemungkinan akan digelar saat pengumuman hasil rekapitulasi perhitungan suara pemilihan Presiden, 22 Mei 2019 nanti.

Lebih lanjut diketahui juga jika Prabowo diminta mewanti-wanti agar pendukungnya tak memprovokasi atau terprovokasi hingga berbuat nekat.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini berpendapat pasangan calon presiden-wakil presiden dan elite tak boleh lepas tangan terhadap apa yang mungkin dilakukan para pendukung. Titi berujar, mereka harus ikut bertanggung jawab mendinginkan situasi.

"Mereka harus ikut mengemban tanggung jawab terhadap bagaimana situasi dan kondisi yang berkaitan dengan sikap dan perilaku para pendukung," kata Titi.

Hal ini disampaikan Titi sekaligus mengomentari narasi-narasi siap berbuat nekat yang beredar di media sosial. Salah satunya ialah unggahan Instagram story oleh akun ikhwan_mr212.

Beberapa hari lalu, akun tersebut mengunggah foto seorang remaja laki-laki berpakaian putih. Si pembuat story menulis dirinya "mencium bau surga di tanggal 22 Mei 2019". Dia juga mengaku rela jika "menjadi salah satu yang gugur dalam perjuangan di tanggal 22 Mei 2019". Akun itu kini tak lagi ditemukan dalam kolom pencarian di Instagram.

Titi mengatakan para pendukung memiliki fanatisme dan militansi dukungan yang besar. Menurut dia, paslon dan elite di sekitar mereka harus menetralisasi keadaan agar fanatisme dan militansi itu tak berujung pada aksi nekat yang melanggar hukum.

Titi mengatakan, menggelar aksi dan menyampaikan pendapat memang hak setiap warga negara yang dijamin dalam konstitusi. Namun di sisi lain, narasi-narasi tak percaya hukum yang dibangun kubu Prabowo dapat diartikan lain oleh para pendukung di lapangan.

"Narasi itu, kan, bisa dimaknai secara berbeda di lapangan," ucap Titi.

Pendiri Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Hadar Nafis Gumay berpendapat senada. Hadar mengatakan, Prabowo-Sandiaga perlu memberikan pernyataan tegas agar para pendukung mereka tak berbuat nekat. Di sisi lain, dia juga melihat bahwa ada kelompok-kelompok yang menjadi penumpang gelap mencari momentum 22 Mei sebagai ajang membuat kekacauan.

"Mungkin ada yang punya perjuangan sendiri, kelompok radikal misalnya, tapi mereka melihat momennya sekarang karena ada elite yang ikut di pemilu sekarang membuka ruang untuk itu," kata dia.

Hadar menjelaskan yang dia maksud membuka ruang yakni pernyataan para elite soal tak percaya lagi pada jalur Mahkamah Konstitusi untuk menyikapi hasil pemilu. Sebaliknya, para elite melontarkan narasi soal people power dan kedaulatan rakyat. Hadar menilai narasi itu menjadi semacam ajakan atau imbauan kepada para pendukung untuk aksi-aksi yang berpotensi tak taat aturan.

"Mereka (elite) juga yang membuka itu, jadi mereka juga yang bertanggung jawab untuk menghentikan itu," ucap Hadar.

Hadar berpesan kepada masyarakat agar melawan gagasan-gagasan keliru yang dilontarkan para elite. Dia meyakini masyarakat sebenarnya punya kekuatan untuk tak mengikuti narasi-narasi yang tak tepat tersebut.

Dia mewanti-wanti masyarakat, terutama pendukung para paslon untuk memikirkan betul-betul setiap tindakan. Kata Hadar, jangan sampai lantaran gagasan yang keliru masyarakat lantas tak punya etika, gampang diadu domba, dan berbuat nekat.

"Saya juga berharap para petugas keamanan tangkas, tapi jangan mudah terbawa emosi," kata Hadar yang juga merupakan mantan komisioner KPU ini.

Titi dan Hadar sepakat bahwa Pemilihan Umum 2019 ini menjadi pertaruhan bangsa Indonesia dalam berdemokrasi. Mereka juga mengingatkan sudah ada mekanisme yang mengatur bagaimana menyalurkan keberatan terkait proses dan hasil pemilu.

Titi mengimbuhkan, semangat dan antusiasme pemilu damai yang digaungkan di awal perhelatan ini hingga hari pemungutan suara 17 April lalu seharusnya terus menjadi komitmen semua pihak, demi menjaga mutu demokrasi dan keutuhan masyarakat Indonesia.

"Sebagian besar tanggung jawab itu terletak pada elite karena mereka yang bisa menggerakkan para pendukung dan simpatisan agar tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum dan demokrasi," ujarnya.





#Politik #Jokowi-Ma'ruf Amin #Pilpres 2019 #Pemilu 2019 #KPU #TKN Jokowi-Ma'ruf Amin #Bawaslu #Aksi 22 Mei #22 Mei


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






30 menit yang lalu

Ketika Amerika Serikat Menginginkan Damai, Iran Justru Siap "Perang"

Sebelumnya, Pompeo menyebut serangan terhadap pabrik pengolahan minyak Aramco sebagai tindakan perang. Dia pun..
1 jam yang lalu

KPK Mulai Usut Aliran Dana yang Diterima oleh Imam Nahrawi

Febri Diansyah selaku Juru Bicara KPK menyebutkan jika sumber uang suap sebesar Rp 26, 5 miliar merupakan fee untuk..
2 jam yang lalu

Akhir Pekan, 8 Destinasi Wisata di Bogor Bikin Kamu Ketagihan

Beritacenter.COM - Bogor, Jawa Barat dikenal dengan Kota hujan memiliki banyak tempat wisata yang cocok untuk..
3 jam yang lalu

Juan Mata Puji Para Pemain Muda Manchester United

Beritacenter.COM - Gelandang serang Mancheseter Unietd Juan Mata memuji para pemain muda di klubnya tersebut...
4 jam yang lalu

Daftar ke PDIP, Nurul Qomar Maju Jadi Calon Walikota Depok

Beritacenter.COM - Bursa calon walikota dan wakil walikota Depok di Pilkada 2020 sudah mulai dibuka. Nama - nama yang..
5 jam yang lalu

Kebakaran Melanda Gudang Kayu Jati di Sukoharjo

Beritacenter.COM - Kebakaran besar melanda sebuh gudang kayu di Dukuh Widoro, Desa Genten Kecamatan Baki, Kabupaten..
6 jam yang lalu

Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembunuhan Mahasiswa Timor Leste

Beritacenter.COM - Jajaran Satreskrim Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengamankan dua pelaku pembunuhan..
7 jam yang lalu

Video Porno Guru Purwakarta Viral di Medsos, Ridwan Kamil : Kita Beri Sanksi Tegas

Beritacenter.COM - Sebuah video porno yang diperankan dua oknum guru di Kabupaten Purwakarta beredar di media sosial...
8 jam yang lalu

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Beritacenter.COM - Gunung Merapi, Jawa Tengah kembali menyemburkan awan panas dengan aktivitas vulkanik. Jarak luncur..
9 jam yang lalu

Kebakaran di Ruang Operasi RSUD Natuna

Beritacenter.COM - Sebuah ruangan operasi di RSUD Natuna di Ranai, Ibu Kota Natuna, Kepri terbakar. Akibatnya, para..
10 jam yang lalu

Bareskrim Gagalkan Selundupan Sabu Dari Malaysia

Beritacenter.COM - Bareskrim Mabes Polri berhasil menggagalkan selundupan narkoba jenis sabu dan ekstasi yang dikirim..
11 jam yang lalu

Ketika KPK Dianggap Dewa

Begitu paranoidnya sebagian kita atas UU KPK yg direvisi, sampai Jokowi disangsikan integritasnya atas pemberantasan..
13 jam yang lalu

Optimisme Masyarakat Kepada Komisioner KPK Terpilih

Komisi III DPR mengesahkan lima calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi komisioner KPK periode..
14 jam yang lalu

Indahnya Bawah Laut Wisata Kepulauan Seribu

Beritacenter.COM - Kepulauan Seribu kini akan menjadi ikon pusat konservasi bawah laut. Provinsi DKI Jakarta sendiri..
14 jam yang lalu

Netizen : Membakar Hutan Orang Riau Namun Yang Disalahkan "JOKOWI"

Beritacenter.COM - Akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan kasus kebakaran hutan yang menimpa saudara-saudara kita..
15 jam yang lalu

Disergap, Pelajar SMP SMA Kocar-kacir

Beritacenter.COM - Petugas gabungan Polisi dan Satpol PP Medan melakukan razia ke warnet dan penyedia layanan game..
15 jam yang lalu

Pertemuan Tokoh Papua Dengan Presiden Jokowi Merupakan Langkah Positif

Pasca situasi panas di Papua dan Papua Barat, 61 tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama Papua dan Papua Barat..
16 jam yang lalu

Mahasiswa Surabaya Menggelar Aksi Damai dan Mendesak DPRD Jatim Tolak RUU P-KS

BeritaCenter.COM - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Surabaya menggelar aksi damai di depan DPRD..
16 jam yang lalu

Viral, Ada Ular Berkaki Ditemukan Gosong di Hutan

Beritacenter.COM - Sebuah video viral di media sosial terkait temuan ular berkaki hangus terbakar lantaran kebakaran..
16 jam yang lalu

Buwas Ngamuk Beras Warga Miskin Diganggu

Beritacenter.COM - Direktur Perusahaan Umum(Perum) Badan Urusan Logistik(Bulog) Budi Waseso meminta bantuan pihak..
16 jam yang lalu

Dua Pelaku Penipuan Berhasil Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Rozi dan Rahmatullah, berhasil diamankan pihak kepolisian setelah terlibat kasus tindak pidana..
17 jam yang lalu

Heboh Foto-Video Syur Berseragam PNS, Polisi: Keduanya Guru Honorer di Purwakarta

Beritacenter.COM - Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan foto dan video syur pria dan wanita mengenakan..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi