Selasa, 25 Juni 2019 - 23:58 WIB

Aksi 22 Mei 2019, Dipastikan Prabowo Subianto Tak Bisa Lepas Tangan

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini berpendapat pasangan calon presiden-wakil presiden dan elite tak boleh lepas tangan terhadap apa yang mungkin dilakukan para pendukung. Titi berujar, mereka harus ikut bertanggung jawab mendinginkan situasi.

Oleh : Sari Intan Putri | Senin, 20 Mei 2019 | 13:09 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Beberapa pihak meminta kepada Prabowo Subianto untuk melarang para pendukungnya melanggar hukum dalam aksi yang kemungkinan akan digelar saat pengumuman hasil rekapitulasi perhitungan suara pemilihan Presiden, 22 Mei 2019 nanti.

Lebih lanjut diketahui juga jika Prabowo diminta mewanti-wanti agar pendukungnya tak memprovokasi atau terprovokasi hingga berbuat nekat.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini berpendapat pasangan calon presiden-wakil presiden dan elite tak boleh lepas tangan terhadap apa yang mungkin dilakukan para pendukung. Titi berujar, mereka harus ikut bertanggung jawab mendinginkan situasi.

"Mereka harus ikut mengemban tanggung jawab terhadap bagaimana situasi dan kondisi yang berkaitan dengan sikap dan perilaku para pendukung," kata Titi.

Hal ini disampaikan Titi sekaligus mengomentari narasi-narasi siap berbuat nekat yang beredar di media sosial. Salah satunya ialah unggahan Instagram story oleh akun ikhwan_mr212.

Beberapa hari lalu, akun tersebut mengunggah foto seorang remaja laki-laki berpakaian putih. Si pembuat story menulis dirinya "mencium bau surga di tanggal 22 Mei 2019". Dia juga mengaku rela jika "menjadi salah satu yang gugur dalam perjuangan di tanggal 22 Mei 2019". Akun itu kini tak lagi ditemukan dalam kolom pencarian di Instagram.

Titi mengatakan para pendukung memiliki fanatisme dan militansi dukungan yang besar. Menurut dia, paslon dan elite di sekitar mereka harus menetralisasi keadaan agar fanatisme dan militansi itu tak berujung pada aksi nekat yang melanggar hukum.

Titi mengatakan, menggelar aksi dan menyampaikan pendapat memang hak setiap warga negara yang dijamin dalam konstitusi. Namun di sisi lain, narasi-narasi tak percaya hukum yang dibangun kubu Prabowo dapat diartikan lain oleh para pendukung di lapangan.

"Narasi itu, kan, bisa dimaknai secara berbeda di lapangan," ucap Titi.

Pendiri Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Hadar Nafis Gumay berpendapat senada. Hadar mengatakan, Prabowo-Sandiaga perlu memberikan pernyataan tegas agar para pendukung mereka tak berbuat nekat. Di sisi lain, dia juga melihat bahwa ada kelompok-kelompok yang menjadi penumpang gelap mencari momentum 22 Mei sebagai ajang membuat kekacauan.

"Mungkin ada yang punya perjuangan sendiri, kelompok radikal misalnya, tapi mereka melihat momennya sekarang karena ada elite yang ikut di pemilu sekarang membuka ruang untuk itu," kata dia.

Hadar menjelaskan yang dia maksud membuka ruang yakni pernyataan para elite soal tak percaya lagi pada jalur Mahkamah Konstitusi untuk menyikapi hasil pemilu. Sebaliknya, para elite melontarkan narasi soal people power dan kedaulatan rakyat. Hadar menilai narasi itu menjadi semacam ajakan atau imbauan kepada para pendukung untuk aksi-aksi yang berpotensi tak taat aturan.

"Mereka (elite) juga yang membuka itu, jadi mereka juga yang bertanggung jawab untuk menghentikan itu," ucap Hadar.

Hadar berpesan kepada masyarakat agar melawan gagasan-gagasan keliru yang dilontarkan para elite. Dia meyakini masyarakat sebenarnya punya kekuatan untuk tak mengikuti narasi-narasi yang tak tepat tersebut.

Dia mewanti-wanti masyarakat, terutama pendukung para paslon untuk memikirkan betul-betul setiap tindakan. Kata Hadar, jangan sampai lantaran gagasan yang keliru masyarakat lantas tak punya etika, gampang diadu domba, dan berbuat nekat.

"Saya juga berharap para petugas keamanan tangkas, tapi jangan mudah terbawa emosi," kata Hadar yang juga merupakan mantan komisioner KPU ini.

Titi dan Hadar sepakat bahwa Pemilihan Umum 2019 ini menjadi pertaruhan bangsa Indonesia dalam berdemokrasi. Mereka juga mengingatkan sudah ada mekanisme yang mengatur bagaimana menyalurkan keberatan terkait proses dan hasil pemilu.

Titi mengimbuhkan, semangat dan antusiasme pemilu damai yang digaungkan di awal perhelatan ini hingga hari pemungutan suara 17 April lalu seharusnya terus menjadi komitmen semua pihak, demi menjaga mutu demokrasi dan keutuhan masyarakat Indonesia.

"Sebagian besar tanggung jawab itu terletak pada elite karena mereka yang bisa menggerakkan para pendukung dan simpatisan agar tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum dan demokrasi," ujarnya.





#KPU #TKN Jokowi-Ma'ruf Amin #Jokowi-Ma'ruf Amin #Politik #Pilpres 2019 #Bawaslu #Pemilu 2019 #Aksi 22 Mei #22 Mei


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






38 menit yang lalu

Polisi Minta Warga Tak Demo saat Putusan MK

Beritacenter.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mengimbau masyarakat Jawa Barat untuk tidak datang ke Jakarta..
1 jam yang lalu

Jelang HUT Bhayangkara ke-73, Perwira Polri Kunjungi Para Mantan Kapolri

Beritacenter.COM - Sejumlah perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) Mabes Polri mengunjungi rumah para..
1 jam yang lalu

Anies Baswedan Kerap Dikritik Bertubi-tubi, Peneliti LSI: Wajar!

Beritacenter.COM - Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar menilai wajar jika Gubernur Jakarta Anies Baswedan terus..
2 jam yang lalu

Rumor Gerindra Masuk Kabinet, Cak Imin: Pendukung Jokowi Sudah Kegemukan

Beritacenter.COM - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebut koalisi pendukung Joko Widodo..
2 jam yang lalu

Minta Tak Ada Aksi Saat Putusan MK, Cak Imin: Kita Doa Saja di Rumah Masing-masing

Beritacenter.COM - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebut tak perlu ada aksi saat pembacaan putusan..
3 jam yang lalu

Ditahan Terkait Ijazah Palsu, Berikut Kondisi Pelawak Qomar Dibalik Jeruji Besi

Beritacenter.COM - Pelawak senior Nurul Qomar ditahan di Mapolres Brebes, Jawa Tengah, terkait kasus dugaan..
3 jam yang lalu

Ribut Lantaran Tak Diberi Uang oleh Sang Ayah, Pemuda di Langkat Nekat Bakar Rumah

Beritacenter.COM - Hanya karena tak diberi uang oleh sang ayah, pemuda bernama Akhyar (20) nekat membakar rumah...
4 jam yang lalu

Sakit dan Dirawat di RSUD, Risma Akan Dipindahkan dari Ruang VVIP ke ICU

Beritacenter.COM - Wali Kota Tri Rismaharini dilaporkan tengah sakit dan mendapat perawatan di RSUD dr Soewandhi...
5 jam yang lalu

Tak Ada Indikasi Diracun, UGM: Petugas KPPS di Yogya Meninggal Karena Jantung

Beritacenter.COM - Hasil penelitian Lintas Kajian Disiplin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkap penyebab kematian..
5 jam yang lalu

Tak Ada Indikasi Diracun, UGM: Petugas KPPS di Yogya Meninggal Karena Jantung

Beritacenter.COM - Hasil penelitian Lintas Kajian Disiplin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkap penyebab kematian..
5 jam yang lalu

Perkuat Lini Belakang, Inter Tertarik Datangkan Dani Alves

Beritacenter.COM - Inter Milan terus bebenah untuk mengarungi Liga Italia pada musim 2019 - 2020. Usai mendatangkan..
6 jam yang lalu

Pantau Masjid-masjid di Tanah Abang, Polisi Pastikan Tak Ada Massa Radikal Menginap

Beritacenter.COM - Media sosial dihebohkan dengan informasi yang menyebutkan akan ada kelompok radikal yang bakal..
7 jam yang lalu

Polisi: Pelawak Qomar Diduga Palsukan Ijazah untuk Pencalonan Rektor

Beritacenter.COM - Pelawak senior Nurul Qomar ditangkap dan ditahan polisi terkait kasus dugaan pemalsuan ijazah S-2..
7 jam yang lalu

Jelang Sidang Putusan MK, JK Yakin Situasi Kondusif dan Aman

Beritacenter.COM - Menjelang sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK)..
7 jam yang lalu

Ditangkap Terkait Narkoba, Polisi: Jerry Aurum Pemakai Sejak 2016, Tes Urine Positif

Beritacenter.COM - Fotografer Jerry Aurum ditangkap polisi terkait kasus narkoba. Dari tangan mantan suami penyanyi..
8 jam yang lalu

Diduga Palsukan Ijazah, Qomar "4 Sekawan" Ditahan Polisi

Beritacenter.COM - Personel grup lawan 4 Sekawan, Qomar ditahan polisi karena diduga telah memalsukan ijazah..
8 jam yang lalu

Minta Tak Ada Aksi di MK, Wiranto: Jika Nekat Hingga Rusuh, Kami Tangkap!

Kalau ada yang nekat, ada demonstrasi bahkan menimbulkan kerusuhan, saya tinggal cari saja. Tinggal kami cari..
8 jam yang lalu

Menkum HAM Yasonna Laoly Diperiksa KPK

Beritacenter.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna..
9 jam yang lalu

Mantan Suami Denada Ditangkap Terkait Narkoba, Polisi Sita Ekstasi Hingga Ganja

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Jakarta Barat meringkus seorang fotografer profesional, Jerry Aurum, terkait..
9 jam yang lalu

Antisipasi Rusuh, Polisi Himbau Warga Solo Tak Ikut Aksi ke Jakarta Soal Sidang Putusan MK

Beritacenter.COM - Polresta Surakarta menghimbau kepada warga agar tidak datang ke Jakarta untu mengingkuti aksi..
9 jam yang lalu

"Mahalnya Harga Keserakahan dan Ketidaklegowoan"

Beritacenter.COM - Persidangan sengketa Pilpres 2019 di MK kemaren berjalan lebih dari 20 jam. Selesai jam 4.30 WIB..
10 jam yang lalu

Warga Serang Temukan Mayat Ngambang di Kali

Beritacenter.COM - Warga Kabupaten Serang, Banten digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan mengambang di..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi