Wednesday, 26 Jun 2019
Temukan Kami di :
Politik

TERBONGKAR...! Ternyata "Prabowo" Minta-minta Demokrat Bergabung Dengan Koalisinya...

Indah Pratiwi Budi - 21/05/2019 15:32

Beritacenter.COM - Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik mengungkapkan selama ini demokrat tak pernah punya utang kepada kolasisi Prabowo-Sandi.

Ia menegaskan, bahwa selama ini Demokrat sudah berjuang sekeras-kerasnya dalam koalisi.

“Kami kirim kader ke garis depan. Beri ide dan kritik. Strategi dan taktik. Jejak kami nyata. Padahal tak dapat coattail effect dari Prabowo-Sandi. Meski tak kebagian kardus dan perolehan suara turun,” tulis Rachland di akun Twitter @RachlanNashidik.

Menurutnya, perjuangan di koalisi Indonesia Adil Makmur berakhir saat pencobolosan pemilu dilaksanakan.

Selain itu, ia mengatakan bahwa Partai berlambang Mercy itu tak pernah memohon bergabung dengan koalisi 02.

“Silahkan tanya pada Pak Prabowo sendiri. Kami tak pernah memohon bergabung dengan koalisinya. Adalah Pak Prabowo yang datang pada kami, bukan sebaliknya. Saat itu kami tengah berjuang membuat poros ketiga. Kami memutuskan bergabung meski tak kebagian kardus dan AHY ditelikung,” ucapnya.

Karena itu ia menegaskan, tidak ada aturan memberi sanksi jika tak bergabung dengan koalisi.

“Komitmen telah kami tunaikan. Meski tak dapat apapun, baik kardus, perolehan suara, apalagi ucapan terimakasih. Kami terima takdir politik Partai kami dalam Pemilu 2019 demi demokrasi,” tulisnya.

Demokrat, lanjut dia mengatakan tak mau tenggelam dalam kegalauan Prabowo yang merasa menang walaupun sebenarnya sudah kalah telak. Demokrat memilih untuk move on karena posisi partai sudah aman melampaui threshold 4% untuk menjadi peserta Pemilu 2024 mendatang.
Sikap mereka pun berubah, tidak menentang sikap Prabowo terang-terangan dengan menyatakan mundur dari koalisi, tetapi memilih untuk mendukung jalan konstitusional mengenai perkara Pemilu.

Kaim kekompakan yang ditunjukkan kubu 02 hanyalah gimmick belaka, sejatinya mereka tak ada yang satu suara. Publik selama ini telah dipertontonkan politik amburadul di tengah demokrasi yang harusnya kita anggap sudah dewasa, tapi ternyata belum juga.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA