Jumat, 21 Juni 2019 - 03:35 WIB

Pemerintah Sudah Kantongi Dalang Kerusuhan 22 Mei

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Jumat, 24 Mei 2019 | 18:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Pilpres 2019 merupakan pertarungan hidup dan mati bagi capres Prabowo Subianto. Apapun cara akan dilakukan untuk mengalahkan Jokowi sekalipun menempuh cara paling biadab seperti membuat kerusuhan 22 Mei 2019 layaknya Mei 1998 agar Jokowi mundur sehingga tidak heran jika tagar #tangkapprabowo menjadi trending topic.

Berdasarkan runtutan peristiwa dan bukti yang dirangkai kepolisian, dapat diduga sutradara dari Aksi 22 Mei dari Kertanegara yakni Prabowo. Ia menjalankan aksinya saat melawat ke Brunei bersama 12 rombongan termasuk Amien Rais pada 16 Mei 2019. Mereka meminta dana cash dari Tomy Soeharto (orang yang mendanai demo 414, 212 dan kehidupan HRS) untuk keberangkatan ke Brunei dimana kekayaan Cendana diacak-acak oleh Pemerintahan Jokowi.

Dalam perjalanan ke Brunei, Prabowo Cs membicarakan skenario kerusuhan 22 Mei dan menggunakan jasa purnawiraan Soenarko untuk menyelundupkan senjata api saat demo berlangsung untuk menargetkan aparat agar disalahkan oleh masyarakat dan berharap terjadi chaos serta masyarakat terprovokasi melawan aparat dan Pemerintah.

Skenario tersebut dilakukan karena keinginan Prabowo Cs menekan KPU lewat aksi massa gagal karena KPU menetapkan hasil Pilpres tanggal 21 Mei 2019, namun niat jahat melakukan kerusuhan jalan terus melalui seruan Neno Warisma untuk menduduki Bawaslu dimana Neno adalah salah satu aktor lapangan dari sutradara Kartanegara.

Satu lagi, adik Prabowo menyuplai mobil ambulance berisi batu yang disangkal oleh Fadli Zon, namun polisi sudah mengantongi banyak barang bukti. Kerusuhan 22 Mei jelas sengaja diciptakan sebab polisi banyak menyita amplop berisi dollar AS, dollar Singapura maupun rupiah. Para perusuh bayaran diperintahkan oleh Prabowo Cs agar tanggal 22 Mei 2019 menjarah mall terdekat dengan KPU dan Bawaslu yaitu Sarinah dan dubes asing.

Berikut hasil temuan penyebab kerusuhan yang dihimpun pihak kepolisian:

1. Ada skenario ciptakan kerusuhan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyebutkan, aksi yang berujung ricuh pada Selasa (21/5/2019) malam di depan gedung Bawaslu dan Rabu (22/5/2019) dini hari di kawasan Petamburan dan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dilakukan oleh perusuh.

Menurut Wiranto, ada skenario untuk membuat kekacauan yang bertujuan menyerang aparat keamanan dan menimbulkan antipati terhadap pemerintahan yang sah. Baca juga: Wiranto Sebut Ada Skenario untuk Menciptakan Kekacauan

“Ada skenario untuk membuat kekacauan, menyerang aparat keamanan, dan menciptakan antipati kepada pemerintahan yang sah,” kata Wiranto, dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu siang.

Aksi oleh kelompok perusuh ini dilakukan hampir bersamaan setelah berakhirnya aksi yang dilakukan oleh massa yang menolak hasil Pilpres 2019.

“Ada perusuh yang melakukan penyerangan asrama keluarga Brimob dan polisi tinggal. Tujuannya menciptakan kekacauan hingga menimbulkan korban. Korban ini kemudian dituduhkan kepada aparat keamanan bahwa aparat keamanan yang melakukan,” kata Wiranto.

2. Massa yang rusuh berbeda dengan massa yang aksi damai di Bawaslu

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan, massa yang datang pada dini hari ke kawasan Tanah Abang dan Wahid Hasyim, Jakarta, bukanlah massa spontan. Ia menyebutkan, massa ini sudah dipersiapkan dan terencana.

“Saya menyampaikan bahwa dari rangkaian tadi, peristiwa dini hari tadi adalah bukan massa spontan, bukan persitiwa spontan, melainkan by design, sudah di-setting,” kata Iqbal dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Rabu (22/5/2019).

Pihaknya menjelaskan, massa tersebut berbeda dengan massa yang berunjuk rasa di depan Kantor Bawaslu pada Selasa (21/5/2019). Sebab, massa ini sudah dibubarkan. “Ini massa setting-an yang memang sengaja untuk rusuh,” kata dia.

3. Massa bayaran

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengatakan, pihaknya menemukan uang dengan jumlah total Rp 6 juta dari para provokator yang ditangkap karena melakukan aksi anarkistis di depan gedung Bawaslu dan Asrama Brimob Petamburan. Bahkan, saat diperiksa, provokator yang mayoritas anak-anak muda ini mengaku dibayar untuk melakukan aksinya.

“Dari yang diamankan ini, termasuk yang di depan Bawaslu, ditemukan di mereka amplop berisikan uang total hampir Rp 6 juta, yang terpisah amplop-amplopnya. Mereka mengaku ada yang dibayar,” kata Tito dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal mengatakan, pihaknya menduga kericuhan yang terjadi setelah pembubaran aksi demonstrasi di depan gedung Bawaslu dipicu oleh massa bayaran. Sejumlah amplop berisi uang pun ditemukan dari massa yang diamankan.

“Ada juga massa yang masih simpan amplop, uangnya masih ada, dan kami sedang mendalami itu,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.

4. Preman bayaran

Aksi massa yang rusuh pada tengah malam hingga dini hari, Rabu (22/5/2019), dilakukan oleh orang yang berbeda dari aksi di depan kantor Badan Pengawas Pemilu. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan aksi yang ricuh dilakukan oleh sekelompok orang bertato.

“Yang menyerang itu preman-preman yang dibayar, bertato,” ujar Wiranto dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu.
Preman tersebut menyerang aparat keamanan, termasuk asrama-asrama kepolisian yang dihuni oleh keluarga anggota.

5. Massa perusuh mayoritas dari luar Jakarta

Dari Selasa (21/5/2019) malam hingga Rabu (22/5/2019) dini hari, polisi berhasil mengamankan 69 orang yang diduga provokator dalam kerumunan pengunjuk rasa di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal, mayoritas mereka datang dari luar Jakarta.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, mayoritas massa dari Banten, Jabar, dan Jateng, serta ada bukti-bukti, ada satu ambulans penuh dengan batu,” katanya dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu.

Dari 69 provokator itu, sebanyak 58 orang ditangkap setelah polisi berusaha memukul mundur massa pengunjuk rasa di depan kantor Bawaslu.

6. Ambulans berlogo partai penuh dengan batu di dekat lokasi aksi

Polisi menemukan ambulans berlogo partai yang di dalamnya penuh dengan batu dan alat-alat di dekat lokasi demonstrasi. Namun, polisi enggan menyebutkan nama partai yang logonya terpasang di ambulans tersebut.

“Ada satu ambulans. Saya tak akan sebutkan ambulansnya ada (logo) partainya, itu penuh dengan batu dan alat-alat. Sudah kami amankan,” ujar Iqbal.

Saat ditanya kembali di mana tepatnya lokasi penemuan ambulans tersebut, Iqbal tak menjawab.

7. Pemerintah sudah tahu dalang kerusuhan

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, pemerintah sudah mengetahui dalang dari aksi kerusuhan yang terjadi setelah unjuk rasa di depan kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (21/5/2019). Wiranto memastikan, aparat keamanan akan bertindak tegas. Hal itu disampaikan Wiranto dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

“Kami sebenarnya, dari hasil investigasi saat ini, sudah tahu dalang aksi tersebut. Aparat keamanan dengan seluruh kekuatan akan bertindak tegas secara hukum,” kata Wiranto.

Wiranto mengatakan, berdasarkan rangkaian peristiwa hingga kerusuhan pecah, pihaknya melihat ada upaya membuat kekacauan nasional. Hal itu, kata dia, terlihat dari pernyataan tokoh-tokoh yang kemudian menyalahkan aparat keamanan atas jatuhnya korban jiwa.





Fokus : Demo Bawaslu


#Bawaslu #Jokowi Presiden Ku #Kerusuhan 22 mei #Jokowi Presiden Terpilih #Tangkap PRABOWO #Tangkap Amien Rais #Prabowo Presiden-Presidenan #Rusuh Demo Bawaslu


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






2 menit yang lalu

Toko Burung di Bekasi Dibobol Maling, 4 Ekor Burung Seharga Rp16 Juta Raib

Beritacenter.COM - Sebanyak 4 ekor burung dicuri dari sebuah toko burung di Bekasi, Jawa Barat. Tak hanya mengambil..
1 jam yang lalu

Jaksa Sebut Vanessa Angel Tak Terlalu Kooperatif Selama Persidangan

Ya kami menyesuaikan (tuntutan) dengan perkara sebelumnya (perkara muncikari). Kami menuntut mereka dengan 7 bulan..
2 jam yang lalu

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Alor NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Beritacenter.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa..
4 jam yang lalu

Minta Kubu 02 Buktikan Klaim Kecurangan, Mahfud: Siapa yang Bohong Akan Ketahuan!

Hukum itu perlu bukti, kalau dia katakan dapat 52 juta, karena ada perubahan di sini, di sini, di mana itu? Tunjukkan..
5 jam yang lalu

Saksi 02 Tak Meyakinkan, KPU: Keterangan Satu Ahli Cukup Menjawab Semua Hal

Cukup. Apa yang dijelaskan oleh Profesor Marsudi tadi menurut saya cukup mampu menjelaskan semua hal yang tadi malam di perdebatkan
6 jam yang lalu

Tolak Dakwaan Jaksa, Pengacara Vanessa Angel Minta Kliennya Dibebaskan

Beritacenter.COM - Dalam sidang nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Negeri (PN) Kota Surabaya, Surabaya,..
6 jam yang lalu

Kualitas Saksi Prabowo Terkait Temuan Amplop Diragukan KPU

Beritacenter.COM - KPU masih mempermasalahkan kesaksian saksi Prabowo-Sandi, Beti Kristiana terkait temuan amplop...
7 jam yang lalu

Timnas Futsal Indonesia Harus Akui Keunggulan Afganistan di Semifinal Piala Asia Futsal U-20

Beritacenter.COM - Skuad Garuda harus berlapang dada usai gagal ke final Piala Asia Futsal U-20. Timnas Indonesia..
7 jam yang lalu

Materinya Dipelintir Saksi Prabowo, Moeldoko Akan Laporkan Hairul Anas

BeritaCenter.COM – Saksi Prabowo-Sandi, Hairul Anas Suaidi, yang dihadirkan saat sidang sengketa Pilpres 2019..
8 jam yang lalu

Selain Memeluk Agama Islam, Deddy Corbuzier Berencana Ganti Nama

Beritacenter.COM -Persenter Hitam Putih, Deddy Corbuzier akan segera menjadi mualaf. Mantan peseulap itu rencananya..
8 jam yang lalu

Saksi Yang Dihadirkan Tak Sebanyak Prabowo, Tim Jokowi: Tak Ada Lagi Yang Harus Dibuktikan

BeritaCenter.COM – Dalam sidang lanjutan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konsitusi besok Jum’at..
8 jam yang lalu

Polisi Tangkap Dua Perampok Sekaligus Perkosa Korban di Sukabumi

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat menangkap dua orang pelaku pemerkosaan sekaligus..
9 jam yang lalu

Kader Malah Main Game Saat Paripurna DPRD, Gerindra: Mungking Jenuh

Beritacenter.COM - Saat mengikuti rapat paripurna, Rabu (19/6/2019) seorang anggota DPRD Kabupaten Garut dari Partai..
9 jam yang lalu

Kyle Walker Resmi Perpanjang Kontrak Bersama Manchester City

Beritacenter.COM - Winger kanana Manchester City, Kyle Walker resmi menambah masa baktinya bersama Manchester City..
10 jam yang lalu

Bagikan 3000 Sertifikat Tanah, Presiden Jokowi Ingetkan Masyarakat Gresik Jangan Asal Gadaikan

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja di wilayah Jawa Timur untuk membagikan..
10 jam yang lalu

Kacamata Inul Disebut Mirip Tukang Las, Ternyata Harganya Bikin "Melongo"

Beritacenter.COM - Baru-baru ini Inul Daratista mengunggah fotonya dengan kacamata oversized. Meski hal itu..
10 jam yang lalu

Sindir Saksi 02 Tahanan Kota, KPU: Ngomong Pelan, Pakai Kacamata Hitam, Meragukan!

Beritacenter.COM - Tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menghadirkan seorang saksi bernama Rahmadsyah pada sidang..
11 jam yang lalu

di Gresik, Presiden Jokowi Bagikan 3.000 Sertifikat Tanah ke Warga

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur, Kamis (20/6/2019). Jokowi..
11 jam yang lalu

Kubu Prabowo Heran Soal Amplop Misterius, KPU: Tanya Saksi Anda Bos!

Beritacenter.COM - Terkait lembaran kertas dan amplop yang dibawa saksi Prabowo-Sandi, Beti Kristiana di sidang..
11 jam yang lalu

Alhamdulillah, Harga Tiket Pesawat Domestik Diputuskan Turun

Beritacenter.COM - Kabar baik datang untuk para pengguna transportasi udara, Kementerian Koordinator Bidang..
11 jam yang lalu

Pilpres Selesai, Kapolres Sukabumi Ajak Masyarakat Bersatu

Beritacenter.COM - Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi mengajak kepada seluruh warga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat..
12 jam yang lalu

Bukan SMS atau C1, Sumber Klaim Kemenangan Prabowo Ternyata dari Keterangan Satu Orang Ini

BeritaCenter.COM – Sumber klaim kemenangan Prabowo-Sandi dalam permohonan pada sidang gugatan Pilpres 2019 di..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi