Senin, 16 September 2019 - 22:33 WIB

Pemerintah Sudah Kantongi Dalang Kerusuhan 22 Mei

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Jumat, 24 Mei 2019 | 18:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Pilpres 2019 merupakan pertarungan hidup dan mati bagi capres Prabowo Subianto. Apapun cara akan dilakukan untuk mengalahkan Jokowi sekalipun menempuh cara paling biadab seperti membuat kerusuhan 22 Mei 2019 layaknya Mei 1998 agar Jokowi mundur sehingga tidak heran jika tagar #tangkapprabowo menjadi trending topic.

Berdasarkan runtutan peristiwa dan bukti yang dirangkai kepolisian, dapat diduga sutradara dari Aksi 22 Mei dari Kertanegara yakni Prabowo. Ia menjalankan aksinya saat melawat ke Brunei bersama 12 rombongan termasuk Amien Rais pada 16 Mei 2019. Mereka meminta dana cash dari Tomy Soeharto (orang yang mendanai demo 414, 212 dan kehidupan HRS) untuk keberangkatan ke Brunei dimana kekayaan Cendana diacak-acak oleh Pemerintahan Jokowi.

Dalam perjalanan ke Brunei, Prabowo Cs membicarakan skenario kerusuhan 22 Mei dan menggunakan jasa purnawiraan Soenarko untuk menyelundupkan senjata api saat demo berlangsung untuk menargetkan aparat agar disalahkan oleh masyarakat dan berharap terjadi chaos serta masyarakat terprovokasi melawan aparat dan Pemerintah.

Skenario tersebut dilakukan karena keinginan Prabowo Cs menekan KPU lewat aksi massa gagal karena KPU menetapkan hasil Pilpres tanggal 21 Mei 2019, namun niat jahat melakukan kerusuhan jalan terus melalui seruan Neno Warisma untuk menduduki Bawaslu dimana Neno adalah salah satu aktor lapangan dari sutradara Kartanegara.

Satu lagi, adik Prabowo menyuplai mobil ambulance berisi batu yang disangkal oleh Fadli Zon, namun polisi sudah mengantongi banyak barang bukti. Kerusuhan 22 Mei jelas sengaja diciptakan sebab polisi banyak menyita amplop berisi dollar AS, dollar Singapura maupun rupiah. Para perusuh bayaran diperintahkan oleh Prabowo Cs agar tanggal 22 Mei 2019 menjarah mall terdekat dengan KPU dan Bawaslu yaitu Sarinah dan dubes asing.

Berikut hasil temuan penyebab kerusuhan yang dihimpun pihak kepolisian:

1. Ada skenario ciptakan kerusuhan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyebutkan, aksi yang berujung ricuh pada Selasa (21/5/2019) malam di depan gedung Bawaslu dan Rabu (22/5/2019) dini hari di kawasan Petamburan dan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dilakukan oleh perusuh.

Menurut Wiranto, ada skenario untuk membuat kekacauan yang bertujuan menyerang aparat keamanan dan menimbulkan antipati terhadap pemerintahan yang sah. Baca juga: Wiranto Sebut Ada Skenario untuk Menciptakan Kekacauan

“Ada skenario untuk membuat kekacauan, menyerang aparat keamanan, dan menciptakan antipati kepada pemerintahan yang sah,” kata Wiranto, dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu siang.

Aksi oleh kelompok perusuh ini dilakukan hampir bersamaan setelah berakhirnya aksi yang dilakukan oleh massa yang menolak hasil Pilpres 2019.

“Ada perusuh yang melakukan penyerangan asrama keluarga Brimob dan polisi tinggal. Tujuannya menciptakan kekacauan hingga menimbulkan korban. Korban ini kemudian dituduhkan kepada aparat keamanan bahwa aparat keamanan yang melakukan,” kata Wiranto.

2. Massa yang rusuh berbeda dengan massa yang aksi damai di Bawaslu

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan, massa yang datang pada dini hari ke kawasan Tanah Abang dan Wahid Hasyim, Jakarta, bukanlah massa spontan. Ia menyebutkan, massa ini sudah dipersiapkan dan terencana.

“Saya menyampaikan bahwa dari rangkaian tadi, peristiwa dini hari tadi adalah bukan massa spontan, bukan persitiwa spontan, melainkan by design, sudah di-setting,” kata Iqbal dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Rabu (22/5/2019).

Pihaknya menjelaskan, massa tersebut berbeda dengan massa yang berunjuk rasa di depan Kantor Bawaslu pada Selasa (21/5/2019). Sebab, massa ini sudah dibubarkan. “Ini massa setting-an yang memang sengaja untuk rusuh,” kata dia.

3. Massa bayaran

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengatakan, pihaknya menemukan uang dengan jumlah total Rp 6 juta dari para provokator yang ditangkap karena melakukan aksi anarkistis di depan gedung Bawaslu dan Asrama Brimob Petamburan. Bahkan, saat diperiksa, provokator yang mayoritas anak-anak muda ini mengaku dibayar untuk melakukan aksinya.

“Dari yang diamankan ini, termasuk yang di depan Bawaslu, ditemukan di mereka amplop berisikan uang total hampir Rp 6 juta, yang terpisah amplop-amplopnya. Mereka mengaku ada yang dibayar,” kata Tito dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal mengatakan, pihaknya menduga kericuhan yang terjadi setelah pembubaran aksi demonstrasi di depan gedung Bawaslu dipicu oleh massa bayaran. Sejumlah amplop berisi uang pun ditemukan dari massa yang diamankan.

“Ada juga massa yang masih simpan amplop, uangnya masih ada, dan kami sedang mendalami itu,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.

4. Preman bayaran

Aksi massa yang rusuh pada tengah malam hingga dini hari, Rabu (22/5/2019), dilakukan oleh orang yang berbeda dari aksi di depan kantor Badan Pengawas Pemilu. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan aksi yang ricuh dilakukan oleh sekelompok orang bertato.

“Yang menyerang itu preman-preman yang dibayar, bertato,” ujar Wiranto dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu.
Preman tersebut menyerang aparat keamanan, termasuk asrama-asrama kepolisian yang dihuni oleh keluarga anggota.

5. Massa perusuh mayoritas dari luar Jakarta

Dari Selasa (21/5/2019) malam hingga Rabu (22/5/2019) dini hari, polisi berhasil mengamankan 69 orang yang diduga provokator dalam kerumunan pengunjuk rasa di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal, mayoritas mereka datang dari luar Jakarta.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, mayoritas massa dari Banten, Jabar, dan Jateng, serta ada bukti-bukti, ada satu ambulans penuh dengan batu,” katanya dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu.

Dari 69 provokator itu, sebanyak 58 orang ditangkap setelah polisi berusaha memukul mundur massa pengunjuk rasa di depan kantor Bawaslu.

6. Ambulans berlogo partai penuh dengan batu di dekat lokasi aksi

Polisi menemukan ambulans berlogo partai yang di dalamnya penuh dengan batu dan alat-alat di dekat lokasi demonstrasi. Namun, polisi enggan menyebutkan nama partai yang logonya terpasang di ambulans tersebut.

“Ada satu ambulans. Saya tak akan sebutkan ambulansnya ada (logo) partainya, itu penuh dengan batu dan alat-alat. Sudah kami amankan,” ujar Iqbal.

Saat ditanya kembali di mana tepatnya lokasi penemuan ambulans tersebut, Iqbal tak menjawab.

7. Pemerintah sudah tahu dalang kerusuhan

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, pemerintah sudah mengetahui dalang dari aksi kerusuhan yang terjadi setelah unjuk rasa di depan kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (21/5/2019). Wiranto memastikan, aparat keamanan akan bertindak tegas. Hal itu disampaikan Wiranto dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

“Kami sebenarnya, dari hasil investigasi saat ini, sudah tahu dalang aksi tersebut. Aparat keamanan dengan seluruh kekuatan akan bertindak tegas secara hukum,” kata Wiranto.

Wiranto mengatakan, berdasarkan rangkaian peristiwa hingga kerusuhan pecah, pihaknya melihat ada upaya membuat kekacauan nasional. Hal itu, kata dia, terlihat dari pernyataan tokoh-tokoh yang kemudian menyalahkan aparat keamanan atas jatuhnya korban jiwa.





Fokus : Demo Bawaslu


#Jokowi Presiden Ku #Kerusuhan 22 mei #Jokowi Presiden Terpilih #Bawaslu #Tangkap PRABOWO #Tangkap Amien Rais #Prabowo Presiden-Presidenan #Rusuh Demo Bawaslu


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






32 menit yang lalu

Berkunjung ke Riau, Jokowi Sebut Jangan Sampai Karhutla Ganggu Penerbangan

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung bertolak ke Riau pada, Senin (16/9) sore. Setibanya disana,..
56 menit yang lalu

Pegiat Media Sosial : Drama KPK Bergincu Yang Sedang Mengalihkan Isu

Beritacenter.COM - Pegiat media sosial Rudi S Kamri melalui akun facebooknya menyoroti tentang revisi UU..
2 jam yang lalu

Pemprov DKI Akan Gelar Rapat Bahas Trotoar di Tengah Jalan Kalimalang

BeritaCenter.COM - Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho menyampaikan bahwa akan mengadakan rapat dengan Kementerian..
3 jam yang lalu

Tempo yang Berubah Jadi Tempe

Mereka bilang itu kritik... Karena mereka ga bisa membedakan mana kritikan dan mana penghinaan/pelecehan... Apalagi..
3 jam yang lalu

Zohri Siap Rebut Juara di Qatar

Beritacenter.COM - Lalu Muhammad Zohri akan bertanding di Kejuaraan Dunia Atletik yang akan berlangsung di Doha,..
3 jam yang lalu

Presiden Jokowi ke Riau Tangani Karhutla

Beritacenter.COM - Menkopolhukam Wiranto menyebutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat prihatin dan akan serius..
4 jam yang lalu

Manuver Asing Yang Terus Gerogoti Kedamaian Papua, Pemerintah Wajib Ungkap Pelakunya

Pemerintah wajib ungkap dan usut pihak asing yang terus gerogoti kedamaian Papua dengan memprovokasi isu separatis di..
4 jam yang lalu

BJ Habibie Dianugerahi Gelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia

Beritacenter.COM - Persatuan Wartawan Indonesia(PWI) memberikan gelar kepada Presiden Indonesia ke-3 BJ Habibie..
5 jam yang lalu

Sopir Ogah Ditilang, Polisi Sampai Nempel di Kap Mobil

Beritacenter.COM - Sebuah video viral yang memperlihatkan seorang anggota Polantas naik ke kap mobil yang melaju di..
5 jam yang lalu

Begini Sekarang Keadaan Ekonomi Tiongkok Usai Dihajar Perang Dagang

Beritacenter.COM - Perlambatan ekonomi negera Tiongkok terus terjadi akibat perang dagang yang belum kunjung mereda...
6 jam yang lalu

KACAU...! "TEMPO" Sudah Kerasukan Virus "OBOR RAKYAT"

Beritacenter.COM - Majalah Tempo edisi 16-22 September 2019 dengan judul Cover “Janji Tinggal Janji”..
6 jam yang lalu

Bareskrim Bongkar Pabrik Mie Berformalin dan Boraks, Beredar di Jabodetabek Hingga Cianjur

Beritacenter.COM - Bareskrim Polri meringkus produsen mie berformalin dan boraks yang diedarkan di wilayah..
6 jam yang lalu

Direvisi, Sekarang Anak Bisa Laporkan Orang Tua

Beritacenter.COM - Dalam Undang-undang perzinaan yang direvisi oleh DPR RI telah memperluas aturan pasal terkait..
7 jam yang lalu

Curi Ayam Di Rumah Pamannya, Bocah Ingusan Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - DS (15) berhasil diamankan pihak kepolisian setelah terlibat kasus pencurian ayam aduan di rumah..
7 jam yang lalu

Mengungkap Misi Novel "Mengamankan" Bisnis Keponakan Riza Khalid, Benarkah ?

Beritacenter.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan selama ini berjuang keras melakukan..
7 jam yang lalu

Gara-gara Kabut Asap Ribuan Warga Kotawaringin Terserang ISPA

Beritacenter.COM - Kabut asap yang sangat pekat masih menyelimuti Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat..
7 jam yang lalu

Hanya Karena Utang Rp15 Ribu, Nenek 65 Tahun Dibunuh dan Dibakar Tetangga

Beritacenter.COM - Pemuda bernama Abdul Aziz alias adul (20) tega membunuh dan membakar seorang nenek yang tak lain..
7 jam yang lalu

Astaga....! Sales Motor Tewas Terikat Di Hutan Jati Pasuruan

Beritacenter.COM - Penemuan mayat di hutan Jati Pasuruan sempat membuat gempar warga sekitar, pada saat ditemukan..
7 jam yang lalu

Presiden AS Beri Respon Usai Dengar Ada Serangan Teroris di Kilang Minyak Arab

Beritacenter.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Mohammed bin..
7 jam yang lalu

Minta Publik Tak Underestimate ke Pimpinan KPK yang Baru, Mahfud MD: Irjen Firli Pribadi yang Baik

BeritaCenter.COM - Mantan Ketua MK, Mahfud Md meminta masyarakat tak underestimate terhadap pimpinan Komisi..
7 jam yang lalu

Polisi Cokok Dua Pelaku Judi Togel

Beritacenter.COM - MS (44) dan KS (50), berhasil diamankan pihak kepolisian setelah terbukti menjadi mengepul judi..
8 jam yang lalu

DPR Sahkan Pimpinan KPK Yang Baru, Lima Komisioner Terpilih Hadir

BeritaCenter.COM - DPR RI menggelar rapat paripurna siang ini. Rapat paripurna digelar di gedung DPR, Senayan,..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi