Wednesday, 26 Jun 2019
Temukan Kami di :
News

Hoax Pemukulan Bocah di Kampung Bali, Pria 'Pemasok Batu' Akui Dirinya Niat Kabur

Aisyah Isyana - 26/05/2019 08:08

Beritacenter.COM - Belakangan ini, media sosial dihebohkan dengan hoax soal anak dibawah umur yang disebut tewas dipukuli polisi. Pemuda berinisial A alias Andri Bibir (30), buka suara soal video yang dibumbui hoax pemukulan berujung maut didekat Masjid Al-Huda, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dia mengakui jika orang yang dipukuli dalam video itu adalah dirinya. Sebelum kejadian terjadi, Andri Bibir mengaku tengah tidur. Belum lama beristirahat, Andri kaget mendapati banyak personel Brimob. Dia pun langsung berupaya untuk kabur, namun berhasil digagalkan polisi.

Baca juga : Begini Penjelasan Polri Soal Video Pemukulan Pria di Kampung Bali

"Kebetulan lagi sedang istirahat sempat tertidur dan pagi ketangkap dan sempat saya mau melarikan diri ke belakang ternyata sudah banyak Brimob, akhirnya saya ketangkap di parkiran," kata Andri saat dihadirkan di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta, Sabtu (25/5/2019).

Insiden pemukulan yang videonya viral beredar di medsos itu terjadi di dekat Masjid Al-Huda di Jl Kp Bali XXXIII No 3, RT 02 RW 10, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakpus. Disitu, Andri berupaya kabur, namun berhasil diringkus petugas.

Pihak kepolisian menetapkan Andri Bibir dan 10 orang lainnya sebagai tersangka lantaran merusuh di Aksi 22 Mei di Bawasu. Andri berperan mengumpulkan batu menggunakan tas ransel dan membawa air dengan jeriken.

Penangkapan terhadap Andri bermula saat warga Kampung Duri Barat, RT 015/ RW 008, Kelurahan Duri Pulo, Gambir itu kedapatan mengumpulkan batu untuk para demonstran yang rusuh. Saat ini, Andri bersama perusuh lainnya ditahan di Rutan Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Andri Bibir mengaku dirinya memang sengaja mengumpulkan batu saat aksi rusuh demo didepan Bawaslu terjadi. Dia mengaku sakit hati lantaran terkena gas air mata yang ditembakkan polisi.

"Mengumpulkan batu dan membantu demonstrasi. Awalnya saya ikut-ikutan dan di situ saya kena gas air mata. Saya sakit hati dan saya membantu supaya pendemo semakin lebih mudah untuk mendapatkan batu," jelas Andri, dini hari tadi.

Atas perbuatannya, Andri terancam dijerat dengan Pasal 170 dan atau 214 KUHP karena dinilai telah bersama-sama melawan petugas dan atau bersama-sama melakukan kekerasan terhadap barang atau orang.




Berita Lainnya

Polisi Minta Warga Tak Demo saat Putusan MK

25/06/2019 23:20 - Fani Fadillah
Kemukakan Pendapat


BOLA