Wednesday, 26 Jun 2019
Temukan Kami di :
News

Polisi Dalami Akun Penyebar Hoax Bocah Tewas Dipukuli Brimob di Kampung Bali

Aisyah Isyana - 26/05/2019 09:10

Beritracenger.COM - Bekalangan ini, warganet dihebohkan dengan hoax tewasnya seorang bocah yang disebut dipukuli polisi di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polisi dengan tegas memastikan hal itu hoax dan temgah mengusut netizen yang menyebarkan berita bohong yang membuat gaduh ditengah masyarakat tersebut.

"Masih melakukan pendalaman terhadap kasus akun yang menyebarkan berita hoax tersebut. Kami bisa buktikan akun tersebut sebagai penyebar berita hoax. Akan kami tindaklanjuti," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, Sabtu (25/5).

Baca juga :

Menurutnya, ada pihak yang menyandingkan foto korban meninggal dunia dalam kerusuhan 22 Mei dengan video penangkapan perusuh bernama A alias Andri Bibir (30) oleh aparat Brimob. Alhasil masyarakat mengira foto korban tewas dan video penangkapan saling terkait.

"Hal yang menunjukkan orang dalam video tersebut adalah tersangka Andri Bibir dari pakaiannya. Dia menggunakan kaus hitam dan celana jins yang sudah dipotong pendek. Sesuai dengan di video. Sedangkan kabar hoax yang disebarkan di akun Twitter adalah bukan foto yang bersangkutan. Kami tahu ada yang menempel video tersebut dengan gambar korban lainnya," ucap Dedi.

"Tidak benar kalau korban adalah anak 16 tahun. Tidak benar anak dalam foto tersebut meninggal karena kejadian dalam video tersebut," sambung dia.

Dedi menegaskan, bahwa penyebar hoax dalam kasus ini terancam dijerat Pasal 45 dan 28 Undang-undang Nomor 29 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Pasal 14 ayat 1 dan 2, Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

"Ancaman hukuman di atas enam tahun karena hoax ini menimbulkan kegaduhan," tandas Dedi.

Sekedar diketahui, pihak kepolisia sendiri sudah mengklarifikasi soal hoax video viral bocah yang disebut tewas dipukuli Brimob. Polisi menegaskan bahwa fakta yang terjadi dalam video itu adalah upaya petugas meringkus A alias Andri Bibir, yang merupakan penyulai batu saat pendemo yang rusuh didepa Bawaslu pada 22 Mei kemarin.

Tak hanya meyediakan stok batu, Andri juga menyediakan air untuk para pedemo yang terkena gas air mata. Air itu digunakan untuk membilas mata agar tidak perih saat terkena gas air mata dan dapat kembali melanjutkan aksi anarkis mereka.

Pihak kepolisian pun belakangan mengetahui perbuatan Andri dan meringkusnya Kamis (23/5), sekira pukul 06.00 WIB. Namun, saat hendak ditangkap, Andri yang melihat anggota Brimob langsung berupaya kabur hingga akhirnya dirinya dipukuli seperti video yang beredar.




Berita Lainnya

Polisi Minta Warga Tak Demo saat Putusan MK

25/06/2019 23:20 - Fani Fadillah
Kemukakan Pendapat


BOLA