Selasa, 25 Juni 2019 - 23:57 WIB

Ini Cuitan Mustofa Nahrawarda yang Buat Dirinya Jadi Tersangka Hoax

Oleh : Fani Fadillah | Minggu, 26 Mei 2019 | 14:15 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Mustofa Nahra

Beritacenter.COM - Terkait kasus penyebaran hoax alias berita bohong soal kerusuhan 22 Mei 2019, anggota BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya ditetapkan jadi tersangka.

Cuitan yang dipersoalkan itu diunggah di akun Twitter @AkunTofa. Cuitan itu menggambarkan ada seorang anak bernama Harun (15) yang meninggal usai disiksa oknum aparat.

"Innalillahi-wainnailaihi-raajiuun. Sy dikabari, anak bernama Harun (15) warga Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat yg disiksa oknum di Komplek Masjid Al Huda ini, syahid hari ini. Semoga Almarhum ditempatkan di tempat yg terbaik disisi Allah SWT, Amiiiin YRA," demikian cuitan di @AkunTofa disertai emoticon menangis dan berdoa.

"Iya benar," kata Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul saat dikonfirmasi.

Dilihat siang ini, cuitan yang dipersoalkan tersebut masih ada di akun Twitter @AkunTofa. Dalam cuitan selanjutnya Mustofa Nahra sempat ikut meluruskan soal informasi tewasnya Harun disiksa oknum polisi setelah melihat pemberitaan di sejumlah media berdasarkan keterangan dari Polri. Namun seperti yang dikatakan Polri, cuitan Mustofa itu kadung menyebar dan menimbulkan keonaran.

Mustofa ditangkap untuk diperiksa karena diduga keras telah melakukan tindak pidana ujaran kebencian berdasarkan SARA dan/atau pemberitaan bohong melalui Twitter. Dia dijerat dengan Pasal 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam surat penangkapan, Mustofa dijerat Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sebelumnya di media sosial ramai disebarkan informasi disertai narasi hoax bahwa ada korban anak di bawah umur bernama Harun Rasyid dipukuli hingga meninggal. Peristiwanya disebut terjadi di dekat Masjid Al-Huda di Jl Kp Bali XXXIII No 3, RT 2 RW 10, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Polri kemudian membantah hoax tersebut. Polri mengatakan peristiwa dalam video tersebut faktanya adalah penangkapan salah seorang perusuh bernama A alias Andri Bibir. Polri memastikan pelaku perusuh itu masih hidup. Peristiwa itu sendiri terjadi pada Kamis (23/5) pagi. Polri menegaskan narasi dalam video yang viral di Twitter hoax.

"Bahwa viral video berkonten dan narasi seolah-olah kejadian tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia akibat tindakan aparat. Ternyata pada kenyataannya orang yang dalam video tersebut adalah pelaku perusuh yang sudah kita amankan atas nama A alias Andri Bibir," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (25/5) dini hari.

Polisi menuturkan Andri Bibir saat kerusuhan pada 22 Mei 2019, menyuplai batu-batu besar untuk para demonstran yang hendak membuat suasana kacau. Andri juga membantu menyediakan air bilas untuk para demonstran yang terkena tembakan gas air mata dengan maksud agar kerusuhan berlanjut.

Polisi sendiri masih mencari pelaku penyebar hoax ini. Kombes Dedi menjelaskan pelaku hoax dapat dijerat Pasal 45 dan 28 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Pasal 14 ayat 1 dan 2, Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

"Saya tegaskan berita Saudara Harun hoax. Polisi tidak berhenti di sini, barang siapa yang memviralkan atau transmisi konten baik bersifat foto, video, dan narasi tidak sesuai kenyataan atau fakta dapat kategorikan berita hoax. Polri akan mendalami mencoba mengungkap menyebarkan akun konten tersebut. Ini berbahaya kalau konten menyebarkan hoax masyarakat pengguna medsos akan terpengaruh," ungkapnya.





#Hoaks #Hoax Kerusuhan 22 Mei #Mustofa Nahra


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






37 menit yang lalu

Polisi Minta Warga Tak Demo saat Putusan MK

Beritacenter.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mengimbau masyarakat Jawa Barat untuk tidak datang ke Jakarta..
1 jam yang lalu

Jelang HUT Bhayangkara ke-73, Perwira Polri Kunjungi Para Mantan Kapolri

Beritacenter.COM - Sejumlah perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) Mabes Polri mengunjungi rumah para..
1 jam yang lalu

Anies Baswedan Kerap Dikritik Bertubi-tubi, Peneliti LSI: Wajar!

Beritacenter.COM - Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar menilai wajar jika Gubernur Jakarta Anies Baswedan terus..
2 jam yang lalu

Rumor Gerindra Masuk Kabinet, Cak Imin: Pendukung Jokowi Sudah Kegemukan

Beritacenter.COM - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebut koalisi pendukung Joko Widodo..
2 jam yang lalu

Minta Tak Ada Aksi Saat Putusan MK, Cak Imin: Kita Doa Saja di Rumah Masing-masing

Beritacenter.COM - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebut tak perlu ada aksi saat pembacaan putusan..
3 jam yang lalu

Ditahan Terkait Ijazah Palsu, Berikut Kondisi Pelawak Qomar Dibalik Jeruji Besi

Beritacenter.COM - Pelawak senior Nurul Qomar ditahan di Mapolres Brebes, Jawa Tengah, terkait kasus dugaan..
3 jam yang lalu

Ribut Lantaran Tak Diberi Uang oleh Sang Ayah, Pemuda di Langkat Nekat Bakar Rumah

Beritacenter.COM - Hanya karena tak diberi uang oleh sang ayah, pemuda bernama Akhyar (20) nekat membakar rumah...
4 jam yang lalu

Sakit dan Dirawat di RSUD, Risma Akan Dipindahkan dari Ruang VVIP ke ICU

Beritacenter.COM - Wali Kota Tri Rismaharini dilaporkan tengah sakit dan mendapat perawatan di RSUD dr Soewandhi...
5 jam yang lalu

Tak Ada Indikasi Diracun, UGM: Petugas KPPS di Yogya Meninggal Karena Jantung

Beritacenter.COM - Hasil penelitian Lintas Kajian Disiplin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkap penyebab kematian..
5 jam yang lalu

Tak Ada Indikasi Diracun, UGM: Petugas KPPS di Yogya Meninggal Karena Jantung

Beritacenter.COM - Hasil penelitian Lintas Kajian Disiplin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkap penyebab kematian..
5 jam yang lalu

Perkuat Lini Belakang, Inter Tertarik Datangkan Dani Alves

Beritacenter.COM - Inter Milan terus bebenah untuk mengarungi Liga Italia pada musim 2019 - 2020. Usai mendatangkan..
6 jam yang lalu

Pantau Masjid-masjid di Tanah Abang, Polisi Pastikan Tak Ada Massa Radikal Menginap

Beritacenter.COM - Media sosial dihebohkan dengan informasi yang menyebutkan akan ada kelompok radikal yang bakal..
7 jam yang lalu

Polisi: Pelawak Qomar Diduga Palsukan Ijazah untuk Pencalonan Rektor

Beritacenter.COM - Pelawak senior Nurul Qomar ditangkap dan ditahan polisi terkait kasus dugaan pemalsuan ijazah S-2..
7 jam yang lalu

Jelang Sidang Putusan MK, JK Yakin Situasi Kondusif dan Aman

Beritacenter.COM - Menjelang sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK)..
7 jam yang lalu

Ditangkap Terkait Narkoba, Polisi: Jerry Aurum Pemakai Sejak 2016, Tes Urine Positif

Beritacenter.COM - Fotografer Jerry Aurum ditangkap polisi terkait kasus narkoba. Dari tangan mantan suami penyanyi..
8 jam yang lalu

Diduga Palsukan Ijazah, Qomar "4 Sekawan" Ditahan Polisi

Beritacenter.COM - Personel grup lawan 4 Sekawan, Qomar ditahan polisi karena diduga telah memalsukan ijazah..
8 jam yang lalu

Minta Tak Ada Aksi di MK, Wiranto: Jika Nekat Hingga Rusuh, Kami Tangkap!

Kalau ada yang nekat, ada demonstrasi bahkan menimbulkan kerusuhan, saya tinggal cari saja. Tinggal kami cari..
8 jam yang lalu

Menkum HAM Yasonna Laoly Diperiksa KPK

Beritacenter.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna..
9 jam yang lalu

Mantan Suami Denada Ditangkap Terkait Narkoba, Polisi Sita Ekstasi Hingga Ganja

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Jakarta Barat meringkus seorang fotografer profesional, Jerry Aurum, terkait..
9 jam yang lalu

Antisipasi Rusuh, Polisi Himbau Warga Solo Tak Ikut Aksi ke Jakarta Soal Sidang Putusan MK

Beritacenter.COM - Polresta Surakarta menghimbau kepada warga agar tidak datang ke Jakarta untu mengingkuti aksi..
9 jam yang lalu

"Mahalnya Harga Keserakahan dan Ketidaklegowoan"

Beritacenter.COM - Persidangan sengketa Pilpres 2019 di MK kemaren berjalan lebih dari 20 jam. Selesai jam 4.30 WIB..
10 jam yang lalu

Warga Serang Temukan Mayat Ngambang di Kali

Beritacenter.COM - Warga Kabupaten Serang, Banten digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan mengambang di..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi