Selasa, 07 April 2020 - 00:16 WIB

Inilah Rekam Jejak "Keburukan" Dua Pengacara Prabowo-Sandiaga

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 29 Mei 2019 | 10:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Kredibilitas dua pengacara Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjajanto dan Denny Indrayana dipertanyakan. Pasalnya, keduanya terjerat kasus hukum dan statusnya hingga saat ini belum jelas.

Advokat senior sekaligus salah satu warga binaan di Lapas Sukamiskin, Otto Cornelis (OC) Kaligis bahkan meminta agar kasus hukum yang menjerat Denny Indrayana segera dilimpahkan ke pengadilan.

Sebelumnya pada tahun 2015 lalu Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Mabes Polri setelah melalui gelar perkara, resmi menetapkan Denny Indrayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Payment Gateway di Kemenkumham.

Menurut Kaligis, kasus korupsi yang ditangani polisi berbeda dengan yang diproses KPK. Kaligis menegaskan, usai dirinya ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK, dirinya langsung dicekal bepergian ke luar negeri, rekening pribadi diblokir bahkan langsung ditahan.

“Beda dengan perlakuan yang sangat diskriminatif terhadap tersangka Denny Indrayana. Setelah menjadi tersangka Polri, tidak dicekal dan dibiarkan pergi ke Australia, setelah kembali jadi pengacara Meikarta dan sekarang beracara di Mahkamah Konstitusi (MK) melawan pasangan pemenang Pilpres, Joko Widodo-Ma’ruf Amin,” kata Kaligis melalui surat yang dikirimkan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian seperti diterima Jarrak.id, Sabtu, (25/05/2019).

Kaligis juga mengungkit kasus Praperadilan yang diajukan Komjen (Pol) Budi Gunawan yang ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK, yang waktu itu menjabat sebagai Wakapolri. Sebagai pihak yang ditunjuk sebagai kuasa hukum, kata Kaligis waktu di pengadilan dengan hakim tunggal Sarpin ternyata diketahui bahwa Ketua KPK, Abraham Samad dalam menetapkan tersangka tidak didasarkan kepada dua alat bukti yang sah.

“Sekarang polisi-pun mempetiskan kasus Abraham Samad. Selanjutnya hasil penyidikan penyidik terhadap Bambang Widjojanto dalam kedudukannya sebagai pengacara waktu itu, (kasusnya, red) juga dihentikan melalui deponeering. Jelas dengan deponeering, Bambang Widjojanto masih menyandang status tersangka. Kini Bambang Widjojanto diangkat sebagai pegawai DKI dengan mendapat gaji yang asalnya dari uang negara. Apakah memang demikian, keadaan hukum kita yang diskriminatif?”

Sekalipun Kaligis melihat ada kesan diskriminatif, dirinya masih berkeyakinan bahwa kasus hukum yang menjerat beberapa nama di atas akan ditindaklanjuti oleh Kapolri, dan segera dilimpahkan ke pengadilan.

“Akhirnya demi keadilan dan persamaan hukum, saya memohon agar perkara korupsi Denny Indrayana dan perkara pidana Abraham Samad segera dilimpahkan ke pengadilan. Dan juga melalui surat ini, saya memohon agar Jaksa Agung juga melimpahkan perkara pidana Novel Baswedan ke pengadilan sesuai perintah pengadilan. Saya juga memohon agar deponeering Abraham Samad dan Bambang Widjojanto yang tidak memenuhi unsur deponeering, agar dicabut kembali, dan tidak sesuai dengan asas perlakuan bahwa semua orang sama di mata hukum. Oleh karena itu, mereka juga harus diadili,” tandas Kaligis.

Sementara itu anggota TKN Jokowi-Ma’ruf, Inas Nasrullah Zubir meminta Mahkamah Konstitusi (MK) mewaspadai sepak terjang Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto (BW) dalam sidang perselisihan hasil Pilpres 2019 nanti. Sebab, BW punya rekam jejak hitam penanganan hukum ketika menghadirkan saksi palsu dalam sidang sengketa Pilkada Kotawaringin Barat pada 2010.

“Jejak ‘korupsi’ hukumnya, jelas ada terutama dalam kasus saksi palsu. Dia menjadi tersangka pada 2010,” ujar Inas saat dihubungi di Jakarta, Senin (27/5/2019).

Kala itu, Inas melanjutkan, penyidik kepolisian sesungguhnya telah mempunyai bukti untuk menjerat BW dalam kasus saksi palsu sengketa Pilkada Kotawaringin Barat. Setelah kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan, justru dikesampingkan demi kepentingan umum (deponering) oleh Jaksa Agung.

“Ingat, deponering itu mengesampingkan perkara yang sudah ada buktinya dengan alasan demi kepentingan umum. Jadi, bukan tidak ada bukti, melainkan penegakan hukum terhadap BW saat itu dikorbankan demi kepentingan umum,” ujar Inas Nasrullah Zubir.

Masih soal deponering kasus BW dulu, Inas Nasrullah Zubir mengingat hal tersebut pernah dipersoalkan oleh DPR. Bahkan, Wakil Ketua DPR dari Gerindra, Fadli Zon, termasuk yang vokal memprotes Jaksa Agung karena mengesampingkan perkara BW. “Tetapi sekarang kita lihat sendiri, mereka (BW dan Fadli Zon) berada di kubu yang sama,” kata Inas Nasrullah Zubir.

Kala itu, Fadli memprotes penghentian kasus BW yang dinilainya terlalu dipaksakan, padahal perlu ada kepastian dan penegakan hukum atas kasus tersebut.

“Sekarang apakah Fadli Zon tetap menuntut kepastian hukum kasus BW dulu?” kata Inas Nasrullah Zubir meyakini banyak banyak masyarakat Indonesia yang tetap meminta kasus BW tersebut dibuka lagi.





Fokus : Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK


#BW #Prabowo Gugat Ke MK #Gugatan Pilpres 2019 #Gugatan Hasil Pilpres 2019 #BW Rendahkan MK #Bambang Widjajanto #Bambang Widjajanto Pengacara Prabowo Di MK


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






53 menit yang lalu

Nekat!! Pelajar SMA di Tasikmalaya Curi Mobil Milik Mantan Kapolda Jabar

Beritacenter.COM - Polisi berhasil mengamankan satu orang pelajar SMA kelas XI yang nekat mencuri mobil milik mantan..
1 jam yang lalu

Sebar Hoaks Terkait Corona, Dua Pemuda di Jabar Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil memecahkan dua dari 5 kasus penyebaran berita bohong terkait..
2 jam yang lalu

Gegara Uang, Pemuda di Bekasi Aniaya Pacarnya Hingga Tewas

Beritacenter.COM - Seorang pria berinisial H (34) tega membunuh kekasihnya sendiri karena emosi saat dimintai uang...
2 jam yang lalu

Peneliti Akui Obat Ini Diklaim Bisa Bunuh Virus Corona Dalam Waktu 2 Hari

Beritacenter.COM - Para peneliti di Australia mengakui obat bernama Ivermectin bisa membunuh virus corona..
2 jam yang lalu

Kabar Baik ! Satu Pasien Positif Corona di RSUD Jombang Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Kabar baik kembali datang dari Jombang, Jawa Timur, seorang pasien positif corona (COVID-19) yang..
3 jam yang lalu

Luar Biasa, Kakek Ini Lawan Corona Dengan Bagikan Beras dan Uang ke Warga

Beritacenter.COM - Seeorang pria tuadi Solo membagikan beras dan uang tunai dengan menggunakan mobil sport...
3 jam yang lalu

Kejam!! Mamah Muda di Sumsel Aniaya Bayinya Hingga Tewas Gegara Gamau Makan

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang mamah muda di Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunung..
3 jam yang lalu

Tak Perpanjang Kontrak, Wilian Diburu 2 Klub Elite Eropa

Beritacenter.COM - Winger Chelsea, Wilian Borger dikabarkan akan meninggalkan Chelsea pada musim panas 2020. Wilian..
3 jam yang lalu

Karyawan Yang Terkena PHK Diharapkan Ajukan Program Kartu Prakerja

Beritacenter.COM - Ada 1.600 orang di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) mengajukan ke program kartu prakerja...
4 jam yang lalu

Kemenag Keluarkan Aturan Untuk Ibadah Ramadhan di Tengah Pandemi Corona

Beritacenter.COM - Menjelang puasa Ramadan yang dimana ibadah puasa dalam suasana berbeda, seiring terjadinya wabah..
4 jam yang lalu

BNPB Sebut Penerapan PSBB Merupakah Langkah yang Tepat Untuk Hadapi COVID-19

Beritacenter.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mengatakan, penerapan Pembatasan..
4 jam yang lalu

Cegah Penyebaran Virus Corona, 20 Orang yang Berkerumun di Jakut Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Sebanyak 20 orang diamankan petugas kepolisian Polres Jakarta Utara karena tidak mematuhi himbauan..
5 jam yang lalu

Asik Cari Ikan di Sungai Leren, Nelayan di Gresik Hilang Tenggelam

Beritacenter.COM - Seorang nelayan, M Khasan (60) warga asal Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik..
5 jam yang lalu

Pengajuan PSBB di Jabar Terhambat, Ridwan Kamil Minta Kepala Daerah Selidiki 50 Ribu Hasil Rapid Test Corona

Beritacenter.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat sedang berupaya mengajukan pembatasan sosial berskala..
6 jam yang lalu

Mendukung Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Daerah

Covid-19 atau virus corona telah mewabah di berbagai daerah, apalagi dengan adanya masyarakat perantauan yang memaksa..
6 jam yang lalu

Pemda DKI Jakarta Perpanjang Waktu Kerja dari Rumah

Beritacenter.COM - Pemerintah Derah Propinsi DKI Jakarta resmi memperpanjang imbauan pelaksanaan bekerja dari rumah..
6 jam yang lalu

Pemkot Bekasi Gelar Patroli Gabungan untuk Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Beritacenter.COM - Pemerintah Kota (pemkota) Bekasi, Jawa Berat terus menggelar operasi gabungan antara Pemkot,..
6 jam yang lalu

Tidak Hanya Hina Jokowi, Si #GoBlockDah Ali Bahasyah : Pak Said & Pak Amin Kapan Mati ? Cuma Bikin Gaduh...!

Beritacenter.COM - Tidak hanya menghina dan mencaci maki Presiden Joko Widodo, Ali Baharsyah juga menghina Umum Ketua..
7 jam yang lalu

Cegah Covid-19, BIN Berikan Bantuan Ini ke RSUP Jakarta...

Diketahui juga jika bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh perwakilan tenaga medis Poliklinik BIN, Indiani,..
7 jam yang lalu

Sri Mulyani Sebut Ada Bisnis Yang Akan Jadi Pemenang di Tengah Pandemi

Beritacenter.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan tidak semua sektor usaha bisnis mengalami..
8 jam yang lalu

Polda Kepri Berhasil Gagalkan Predaran Sabu Seberat 1 Kg

Beritacenter.COM - Jajaran Satresnarkoba Polda Kepri bersama Tim Gabungan Ditpolairud Baharkam Polri berhasil..
8 jam yang lalu

Polres Tulungagung Buat Inovasi 'Pos Digital Astuti', Pelayan Masyarakat Ditengah Covid-19

Beritacenter.COM - Guna mempermudah pelayanan masyarakat ditengah Pandemi Corona (Covid-19), jajaran Polres..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi