Jumat, 15 Nopember 2019 - 00:40 WIB

Inilah Rekam Jejak "Keburukan" Dua Pengacara Prabowo-Sandiaga

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 29 Mei 2019 | 10:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Kredibilitas dua pengacara Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjajanto dan Denny Indrayana dipertanyakan. Pasalnya, keduanya terjerat kasus hukum dan statusnya hingga saat ini belum jelas.

Advokat senior sekaligus salah satu warga binaan di Lapas Sukamiskin, Otto Cornelis (OC) Kaligis bahkan meminta agar kasus hukum yang menjerat Denny Indrayana segera dilimpahkan ke pengadilan.

Sebelumnya pada tahun 2015 lalu Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Mabes Polri setelah melalui gelar perkara, resmi menetapkan Denny Indrayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Payment Gateway di Kemenkumham.

Menurut Kaligis, kasus korupsi yang ditangani polisi berbeda dengan yang diproses KPK. Kaligis menegaskan, usai dirinya ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK, dirinya langsung dicekal bepergian ke luar negeri, rekening pribadi diblokir bahkan langsung ditahan.

“Beda dengan perlakuan yang sangat diskriminatif terhadap tersangka Denny Indrayana. Setelah menjadi tersangka Polri, tidak dicekal dan dibiarkan pergi ke Australia, setelah kembali jadi pengacara Meikarta dan sekarang beracara di Mahkamah Konstitusi (MK) melawan pasangan pemenang Pilpres, Joko Widodo-Ma’ruf Amin,” kata Kaligis melalui surat yang dikirimkan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian seperti diterima Jarrak.id, Sabtu, (25/05/2019).

Kaligis juga mengungkit kasus Praperadilan yang diajukan Komjen (Pol) Budi Gunawan yang ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK, yang waktu itu menjabat sebagai Wakapolri. Sebagai pihak yang ditunjuk sebagai kuasa hukum, kata Kaligis waktu di pengadilan dengan hakim tunggal Sarpin ternyata diketahui bahwa Ketua KPK, Abraham Samad dalam menetapkan tersangka tidak didasarkan kepada dua alat bukti yang sah.

“Sekarang polisi-pun mempetiskan kasus Abraham Samad. Selanjutnya hasil penyidikan penyidik terhadap Bambang Widjojanto dalam kedudukannya sebagai pengacara waktu itu, (kasusnya, red) juga dihentikan melalui deponeering. Jelas dengan deponeering, Bambang Widjojanto masih menyandang status tersangka. Kini Bambang Widjojanto diangkat sebagai pegawai DKI dengan mendapat gaji yang asalnya dari uang negara. Apakah memang demikian, keadaan hukum kita yang diskriminatif?”

Sekalipun Kaligis melihat ada kesan diskriminatif, dirinya masih berkeyakinan bahwa kasus hukum yang menjerat beberapa nama di atas akan ditindaklanjuti oleh Kapolri, dan segera dilimpahkan ke pengadilan.

“Akhirnya demi keadilan dan persamaan hukum, saya memohon agar perkara korupsi Denny Indrayana dan perkara pidana Abraham Samad segera dilimpahkan ke pengadilan. Dan juga melalui surat ini, saya memohon agar Jaksa Agung juga melimpahkan perkara pidana Novel Baswedan ke pengadilan sesuai perintah pengadilan. Saya juga memohon agar deponeering Abraham Samad dan Bambang Widjojanto yang tidak memenuhi unsur deponeering, agar dicabut kembali, dan tidak sesuai dengan asas perlakuan bahwa semua orang sama di mata hukum. Oleh karena itu, mereka juga harus diadili,” tandas Kaligis.

Sementara itu anggota TKN Jokowi-Ma’ruf, Inas Nasrullah Zubir meminta Mahkamah Konstitusi (MK) mewaspadai sepak terjang Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto (BW) dalam sidang perselisihan hasil Pilpres 2019 nanti. Sebab, BW punya rekam jejak hitam penanganan hukum ketika menghadirkan saksi palsu dalam sidang sengketa Pilkada Kotawaringin Barat pada 2010.

“Jejak ‘korupsi’ hukumnya, jelas ada terutama dalam kasus saksi palsu. Dia menjadi tersangka pada 2010,” ujar Inas saat dihubungi di Jakarta, Senin (27/5/2019).

Kala itu, Inas melanjutkan, penyidik kepolisian sesungguhnya telah mempunyai bukti untuk menjerat BW dalam kasus saksi palsu sengketa Pilkada Kotawaringin Barat. Setelah kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan, justru dikesampingkan demi kepentingan umum (deponering) oleh Jaksa Agung.

“Ingat, deponering itu mengesampingkan perkara yang sudah ada buktinya dengan alasan demi kepentingan umum. Jadi, bukan tidak ada bukti, melainkan penegakan hukum terhadap BW saat itu dikorbankan demi kepentingan umum,” ujar Inas Nasrullah Zubir.

Masih soal deponering kasus BW dulu, Inas Nasrullah Zubir mengingat hal tersebut pernah dipersoalkan oleh DPR. Bahkan, Wakil Ketua DPR dari Gerindra, Fadli Zon, termasuk yang vokal memprotes Jaksa Agung karena mengesampingkan perkara BW. “Tetapi sekarang kita lihat sendiri, mereka (BW dan Fadli Zon) berada di kubu yang sama,” kata Inas Nasrullah Zubir.

Kala itu, Fadli memprotes penghentian kasus BW yang dinilainya terlalu dipaksakan, padahal perlu ada kepastian dan penegakan hukum atas kasus tersebut.

“Sekarang apakah Fadli Zon tetap menuntut kepastian hukum kasus BW dulu?” kata Inas Nasrullah Zubir meyakini banyak banyak masyarakat Indonesia yang tetap meminta kasus BW tersebut dibuka lagi.





Fokus : Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK


#BW #Prabowo Gugat Ke MK #Gugatan Pilpres 2019 #Gugatan Hasil Pilpres 2019 #BW Rendahkan MK #Bambang Widjajanto #Bambang Widjajanto Pengacara Prabowo Di MK


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






22 menit yang lalu

Pihak Sekolah Terkejut Ratusan Siswa Siswi Kedapatan Simpan Video Porno

Beritacenter.COM - Dalam razia gabungan antara guru dengan petugas Satpol PP Kabupaten Sragen merazian ponsel-ponsel..
54 menit yang lalu

3 Daerah Ini Berpotensi Tsunami

Beritacenter.COM - Gempa bumi dengan berkekuatan 7,1 skala richter(SR) terjadi di Jailolo, Maluku Utara (Malut)...
1 jam yang lalu

Peringatan Dini Tsunami Dikeluarkan BMKG Untuk Sulawesi Utara dan Maluku Utara

Beritacenter.COM - Peringatan tsunami langsung dikeluarkan oleh pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan..
2 jam yang lalu

Jokowi Perintahkan Menkes, Sediakan Obat Murah Untuk Masyarakat

Beritacenter.COM - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto siap melawan gratifikasi terhadap dokter. Pemberian komisi..
2 jam yang lalu

Awas, Ada 7 Aliran Dinyatakan Sesat oleh MUI dan Korpakem

Beritacenter.COM - Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Korpekam) melaporkan ada 13 aliran..
3 jam yang lalu

Apa Salahnya Gibran Rakabuming Raka Menjadi Calon Walikota Digagalkan?

Anak Presiden mau jadi apa saja siapa yang melarangnya? Kita tidak bisa mengatur anak Presiden untuk jadi ini dan itu..
3 jam yang lalu

Sertifikasi Pernikahan Tuai Polemik di Tengah Masyarakat

Beritacenter.COM - Perencanaan sertifikasi pernikahan dari Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan..
4 jam yang lalu

74 Tahun Menerjemah Pancasila

Pancasila memiliki lima pase era mulai Era Penggalian di Ende oleh Bung Karno, Era merumuskan di BPUPK , Era..
4 jam yang lalu

Pembacok Ustaz di Pasuruan Jalani Tes Kejiwaan, Polisi: Hasilnya Mungkin Seminggu Lagi

Beritacenter.COM - Polisi memastikan penyidikan kasus pembacokan terhadap ustaz di Pasuruan masih terus berlanjut...
5 jam yang lalu

Pesan PSK Melalui WeChat Ternyata Yang Datang Pacarnya Sendiri

Beritacenter.COM - Kecanggihan teknologi saat ini memberikan kemudahan bagi penggunanya dalam mencari kebutuhan..
5 jam yang lalu

Jokowi Minta Tindak Tegas Aparat Yang Peras Pelaku Usaha

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo mengaku kerap mendapat laporan banyaknya oknum Polisi dan Jaksa yang..
6 jam yang lalu

Sembunyikan Sabu dalam Microwave, Gadis 17 Tahun Ditangkap di Bandara Semarang

Beritacenter.COM - Gadis berusia 18 tahun diamankan petugas Bea Cukai Tanjung Emas di Bandara Jenderal Ahmad Yani..
6 jam yang lalu

Netizin "Sindir" Prabowo Salah Milih Jubir Yang Caper....

Beritacenter.COM - Belum lama ini kita dibuat kaget dengan penunjukkan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai juru bicara..
7 jam yang lalu

MUI Semprot PA212: Dasarnya Apa Halangi Ahok Jadi Bos BUMN

Beritacenter.COM - Sekertaris Jenderal Mejelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki..
7 jam yang lalu

Tak Banyak Bicara, Ini Kata BCL Soal IG di Unfollow Melly Goeslaw

Beritacenter.COM - Melly Goeslaw tengah menumpahkan kekecewaanya kepada sejumlah artis, diantaranya Bunga Citra..
7 jam yang lalu

Astaga...! Cari Rumput Subarman Tewas Terjatuh Kejurang Sedalam 10 meter

Beritacenter.COM - Kecelakaan menimpa Subarman (50) warga Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, terjatuh ke jurang Ngingrong..
8 jam yang lalu

PT TIE Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Karhutla di Riau

BeritaCenter.COM - Wadir Reskrimsus Polda Riau, AKBP Fibri Karpiananto menjelaskan, pihaknya telah menetapkan dua..
8 jam yang lalu

Gara-gara Bakar Sampah, Seorang Kakek Tewas Terpanggang

Beritacenter.COM - Kartomo Semin (85) warga Padukuhan Wonosobo, Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, ditemukan..
8 jam yang lalu

Bantah Rizieq Soal Surat Cekal, Mahfud Md: Itu Surat Dilarang Keluar, Urusan Dia dengan Arab Itu!

Yang dikirim ke saya itu bukan surat pencekalan. Bukan alasan pencekalan. Tapi surat dari Imigrasi Arab Saudi bahwa..
8 jam yang lalu

Windyana Rizki, Pelaku Layanan Threesome Dituntut 1 Tahun Penjara Oleh Hakim

Beritacenter.COM - Perkara threesome, atau seks bertiga yang dibongkar Polrestabes Surabaya, disidangkan di..
9 jam yang lalu

Usai Bertemu Nasdem, PKS : Ada Dua Partai Lagi Yang Akan Datang ke Kami

BeritaCenter.COM - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menjelaskan, usai bertemu dengan..
9 jam yang lalu

Polri Harus Berani Tangkap Ustad-ustad Ini, Jangan Takut Dibilang Anti Islam!

Beritacenter.COM - Pasca peristiwa bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11) pagi, Polri didesak agar..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi