Rabu, 18 September 2019 - 03:13 WIB

Ancam Presiden dan Ingin Ledakkan Asrama Brimob, Pria Ini Diciduk Polisi

Oleh : Fani Fadillah | Rabu, 12 Juni 2019 | 13:40 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Seorang warga Tapos, Depok, Jawa Barat berinisial YY (29) harus berurusan dengan polisi usai mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus mati serta mengancam akan meledakkan Asrama Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Ucapan itu disampaikannya dalam sebuah WhatsApp Group.

Baca juga:

"Tersangka diduga melakukan tindak pidana pengancaman terhadap Presiden Jokowi dan pengancaman hendak meledakkan Asrama Brimob Polri Kelapa Dua," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Rabu (12/6/2019).

Penangkapan pelaku, kata Dedi, dilakukan oleh Subdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada Selasa, 11 Juni 2019, pukul 11.45 WIB di rumah YY.

"Penangkapan terhadap tersangka YY dilakukan setelah pihak Kepolisian mendapatkan informasi adanya percakapan dalam sebuah WhatsApp Group 'Silaturahmi', yang berisi tulisan tersangka YY. Dalam percakapan grup tersebut tanggal 9 Juni 2019, pukul 22.13 WIB, tersangka YY mengirimkan pesan yang berisi 'Tanggal 29 Jokowi harus MATI'," ujar Dedi.

"Dan pukul 22.16 WIB, di hari yang sama, menuliskan 'Tunggu diberitakan ada ledakan dalam waktu dekat ini di Asrama Brimob, Kelapa Dua, sebelum tanggal 29'," sambungnya.

Sementara itu, Kasubdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Dani Kustoni, mengungkapkan WhatsApp Group dengan nama 'Silaturahmi' beranggotakan komunitas pendukung paslon capres tertentu. Namun Dani tak menyebut siapa paslon yang dimaksud.

"Grup WhatsApp 'Silaturahmi' merupakan komunitas pendukung salah satu pasangan calon presiden dalam Pemilu 2019 yang berisikan 192 orang. Dan tersangka YY merupakan salah satu admin di grup tersebut," jelas Dani.

Di hadapan penyidik Dani menjelaskan, YY mengaku melakukan hal itu lantaran ingin eksis dan ingin dikenal sebagai pendukung militan salah satu paslon di pilpres 2019.

"Selain melakukan pengancaman kepada Presiden dan Asrama Brimob Polri, Kelapa Dua, pada 21 Mei 2019, pukul 08.00 WIB, tersangka datang ke Rumah Aspirasi dan Posko Medis, yang merupakan posko salah satu paslon capres 2019, di Jalan Cut Meutia, Jakarta Pusat, atau di samping Masjid Cut Meutia," terang Dani.

Dari pengakuan YY kepada polisi, Dani menuturkan maksud kedatangan YY adalah menjadi relawan salah satu paslon dalam kegiatan demonstrasi di Bawaslu.

"Atas perbuatan tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 29 juncto Pasal 45 B UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan/atau denda paling bayak Rp 750 juta. Dan/atau Pasal 6 atau Pasal 12 A atau Pasal 14 UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara," ungkapnya.





#Ujaran Kebencian #Penghina Jokowi #Pengancam Jokowi


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






36 menit yang lalu

Bejat !! Tukang Susu di Bekasi Cabuli Bocah SD

Beritacenter.COM - Jajaran Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota mengamankan seorang penjual susu karena berbuat..
2 jam yang lalu

Sulawesi Utara Diguncang Gempa 4,4 Magnitudo

Beritacenter.COM - Wilayah Kota Gorontalo, Sulawesi Utara diguncang gempa berkekuatan 4,4 magnitudo pada Selasa..
3 jam yang lalu

Satpol PP Kota Depok Gelar Razia Miras, Amankan 750 Botol

Beritacenter.COM - Petugas Satpol PP Kota Depok menggelar razia minuman keras (miras) dari berbagai jenis di wilayah..
4 jam yang lalu

Tempo, Topik Utama dan Kepentingan Bisnis

Beberapa waktu ini tempo membuat blunder. Ada banyak reaksi yg terjadi di dunia maya. Sebenarnya cara2 berani yg..
4 jam yang lalu

Makan Ikan Tongkol, Puluhan Siswi Keracunan Massal di Simalungun

Beritacenter.COM - Puluhan siswi di Asrama Putri GKPS Pematang Raya, Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) mengalami..
5 jam yang lalu

Nyambi Jual Sabu, Pedagang Buah Ditangkap BNN

Beritacenter.COM - Anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng mengamankan seorang..
5 jam yang lalu

PARAH...! Novel Baswedan "Tuding" Jokowi Punya Kepentingan Revisi UU KPK

Beritacenter.COM - Tanggapan negatif yang dilakukan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas revisi UU KPK..
6 jam yang lalu

Tempo dan Simbol Negara

Ketika sebuah media melansir satu berita, akan ada 2 kelompok yg bereaksi terhadap berita tersebut. Satu kelompok..
8 jam yang lalu

Robot AI Sophia Ngobrol dengan Menteri Kominfo, Ini Yang Dibahas...

Beritacenter.COM - Robot berteknologi Artificial Inteligence meramaikan acara panggung CSIS Global Dialogue. Dalam..
8 jam yang lalu

Nama BJ Habibie Diusulkan Jadi Nama Jalan di Jakarta

BeritaCenter.COM – Nama mendiang Presiden RI ke-3 BJ Habibie diusulkan menjadi nama jalan di DKI..
8 jam yang lalu

Ada 3 Miliar Orang di Dunia Yang Belum Kenal Teknologi

BeritaCenter.COM – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, ternyata masih banyak yang belum kenal..
8 jam yang lalu

FIFA Tinjau Stadion Manahan Untuk Piala Dunia U-20 2021

Beritacenter.COM - Delegasi FIFA didampingi Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destia meninjau langusng..
8 jam yang lalu

Awas! Modus Pendanaan Terorisme Dengan Minta Sumbangan ke Masyarakat

BeritaCenter.COM - Koordinator Penelitian Penilaian Risiko Nasional PPATK Patrick Irawan mengungkapkan sejumlah modus..
8 jam yang lalu

Perang Dagang Ternyata Dampaknya Lebih Berbahaya dari Perang Dingin

Beritacenter.COM - Perang dagang antara Amerika Serikat(AS) dan China dinilai lebih berbahaya dibanding perang..
9 jam yang lalu

Dengan UU KPK Baru, Pemerintah Dorong Peningkatan Sinergitas KPK, Polisi dan Jaksa Untuk Berantas dan Cegah Korupsi

BeritaCenter.COM - Revisi UU KPK telah disahkan dalam rapat paripurna DPR siang tadi. Materi UU KPK yang baru..
9 jam yang lalu

Demo Mahasiswa Berujung Ricuh di Palembang

Beritacenter.COM - Aksi unjuk rasa mahasiswa dari Gerakan Aliansi Sumsel Melawan Asap di halaman Kantor Gubernur..
9 jam yang lalu

Cabuli Anak Pacarnya Selama 3 Tahun, Rudy Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Rudy (46) berhasil diamankan pihak kepolisian setelah mencabuli anak dari pacarnya..
9 jam yang lalu

Presiden Putin Kutip Surah Ali Imran Untuk Damaikan Yaman

BeritaCenter.COM – Presiden Rusia, Vladimir Putin mengutip salah satu surah di dalam Al Qur’an untuk..
10 jam yang lalu

Ini Langkah-langkah BPPT Atasi Karhutla

BeritaCenter.COM - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan melakukan berbagai hal untuk bisa mengatasi..
10 jam yang lalu

Hakim Vonis Mati 4 Penyelundup Sabu Seberat 1,6 Ton

Beritacenter.COM - Hakim Agung Surya Jaya, Desnayeti dan Eddy Army menjatuhkan vonis mati kepada 4 penyelundup sabu..
10 jam yang lalu

Gawat, Kamu Harus Tahu Bahaya Minum Soft Drink Jika Keseringan

Beritacenter.COM - Minuman soft drink memang bisa melepaskan rasa haus dahaga. Kisah nyata ini diambil dari seorang..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi