Rabu, 18 September 2019 - 03:05 WIB

Tolak Provokasi Pemecah Belah Bangsa, Saatnya Merajut Persatuan Nasional

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 12 Juni 2019 | 15:03 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Dunia politik di Indonesia masih berpotensi memanas. Sejak diselenggarakannya pemilihan umum pada 17 April 2019 kemarin banyak sekali kejadian yang menyita perhatian publik. Salah satunya adalah penolakan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno atas hasil dari pemilihan umum tersebut, yang awalnya dilakukan dengan cara provokasi gerakan jalanan bukan sesuai dengan ketentuan yang ada melalui mekanisme hukum. Baru setelah pasca kerusuhan pada 21 dan 22 Mei 2019 , penolakan tersebut disalurkan melalui mekanisme jalur sidang gugatan Pemilu di Mahkamah Konstitusi.

Hasil pemilihan yang telah diumumkan pada tanggal 21 mei 2019 tersebut memutuskan bahwa pemenang Pemilihan Presiden 2019 ini adalah pasangan calon nomor urut 01 Jokowi- Maruf Amin. Akan tetapi Prabowo Subianto menolak hasil pemilu tersebut dan menyatakan bahwa pemilu 2019 ini banyak sekali terjadi kecurangan dan menuduh pihak KPU tidak profesional dan aparat negara tidak netral padahal hal tersebut harus dibuktikan dengan bukti bukti yang sah bukan dengan narasi narasi yang memprovokasi.

Para pendukung paslon nomer urut 02 pun tak tinggal diam dan akhirnya melancarkan aksi di depan kantor KPU serta Bawaslu yang awalnya disebut dengan people power dan selanjutnya diganti dengan Gerakan Kedaulatan Rakyat Aksi tersebut tentunya tidak luput dari aksi anarkis yang membuat masyarakat sekitar merasa terganggu dan bahkan merugi.

Banyak sekali masyarakat yang mengeluh bahwa aktivitas sehari harinya terganggu seperti tidak dapat berangkat untuk bekerja dan bahkan terdapat beberapa korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Terlepas dari sisi politik gerakan tersebut, gerakan kedaulatan rakyat ini telah menyalahi aturan yang ada dan tidak sejalan dengan semangat Pancasila yaitu merusak sila ke-3 “Persatuan Indonesia”.

Selain itu, gerakan inkonstitusional yang terjadi mengancam keamanan masyarakat dan negara. Dapat dilihat dari ditemukannya senjata api, senjata tajam pada lokasi kejadian dan beberapa korban luka bahkan meninggal dunia akibat dari gerakan kedaulatan rakyat tersebut. Kemudian, ditemukannya sebuat mobil ambulans berisi bebatuan yang memang sengaja dipersiapkan untuk membuat kerusuhan sehingga keamanan negara terganggu.

Saat ini para penegak hukum masih terus bekerja mengungkap perstiwa tersebut. Beberapa orang pelaku telah diproses hukum. Diharapkan agar penegak hukum bekerja profesional dan menuntaskan agar kejadian seperti ini tidak boleh terulang dan tidak merusak demokrasi kontitusional Indonesia.

Seperti halnya yang dituliskan di Undang-Undang nomor 20 tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan pokok pertahanan keamanan negara Republik Indonesia pasal 2 C yang berbunyi “Bahwa bangsa Indonesia cinta perdamaian, akan tetapi lebih cinta pada kemerdekaan dan kedaulatannya. Bagi bangsa Indonesia perang adalah tindakan tidak berperikemanusiaan, tidak sesuai dengan martabat manusia.

Oleh karena itu bangsa Indonesia menyadari hak dan kewajibannya untuk ikut serta dalam setiap usaha perdamaian.”. Sebenarnya sikap mereka tidak mencerminkan sebagsi pihak yang mencari keadilan justru lebih terlihat menjadi pihak yang menebar ancaman terhadap keamanan negara.

Tentu tidak semua warga Indonesia bersikap demikian. Munculnya kalimat yang berbunyi ‘Tolak Provokasi Pemecah belah Bangsa, Saatnya Merajut Persatuan Nasional’ membuktikan bahwa masih banyak warga Indonesia yang perduli terhadap persatuan dan kesatuan tanah air ini serta menginginkan sistem demokrasi berjalan dengan baik.

Tentu kalimat tersebut tidak memakan banyak waktu untuk menjadi trending di media sosial dengan harapan masyarakat Indonesia sadar akan rasa cinta tanah airnya dan tentunya siapapun nanti yang terpilih menjadi Presiden adalah keputusan terbaik yang harus dipatuhi karena merupakan keputusan yang yelah sesusi kontitulsional dan semangat demokrasi. Kita sebagai warga masyarakat harus mengesampingkan ego dan mulai berbenah diri untuk membantu negara Indonesia menjadi negara yang lebih maju kedepannya.

Pilihan politik yang berbeda tidak harus menjadi sebuah perpecahan. Kita harus bersatu mensukseskan kepemimpinan nasional demi keberlanjutan pembangunan nasional menuju kemajuan bangsa. Mari kita dukung hasil sidang MK, apapun itu, dengan bersama sama menolak segala bentuk aksi aksi inkonstitusional.

 

 

Oleh : Wilda Khoiriyah (Blogger-Mahasiswi Fak Jurnalistik IISIP)





Fokus : Bersatulah Indonesia


#NKRI Harga Mati #NKRI #Kasus Makar #Makar #Jaga Persatuan Dan Kesatuan Bangsa


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






28 menit yang lalu

Bejat !! Tukang Susu di Bekasi Cabuli Bocah SD

Beritacenter.COM - Jajaran Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota mengamankan seorang penjual susu karena berbuat..
2 jam yang lalu

Sulawesi Utara Diguncang Gempa 4,4 Magnitudo

Beritacenter.COM - Wilayah Kota Gorontalo, Sulawesi Utara diguncang gempa berkekuatan 4,4 magnitudo pada Selasa..
3 jam yang lalu

Satpol PP Kota Depok Gelar Razia Miras, Amankan 750 Botol

Beritacenter.COM - Petugas Satpol PP Kota Depok menggelar razia minuman keras (miras) dari berbagai jenis di wilayah..
4 jam yang lalu

Tempo, Topik Utama dan Kepentingan Bisnis

Beberapa waktu ini tempo membuat blunder. Ada banyak reaksi yg terjadi di dunia maya. Sebenarnya cara2 berani yg..
4 jam yang lalu

Makan Ikan Tongkol, Puluhan Siswi Keracunan Massal di Simalungun

Beritacenter.COM - Puluhan siswi di Asrama Putri GKPS Pematang Raya, Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) mengalami..
5 jam yang lalu

Nyambi Jual Sabu, Pedagang Buah Ditangkap BNN

Beritacenter.COM - Anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng mengamankan seorang..
5 jam yang lalu

PARAH...! Novel Baswedan "Tuding" Jokowi Punya Kepentingan Revisi UU KPK

Beritacenter.COM - Tanggapan negatif yang dilakukan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas revisi UU KPK..
6 jam yang lalu

Tempo dan Simbol Negara

Ketika sebuah media melansir satu berita, akan ada 2 kelompok yg bereaksi terhadap berita tersebut. Satu kelompok..
8 jam yang lalu

Robot AI Sophia Ngobrol dengan Menteri Kominfo, Ini Yang Dibahas...

Beritacenter.COM - Robot berteknologi Artificial Inteligence meramaikan acara panggung CSIS Global Dialogue. Dalam..
8 jam yang lalu

Nama BJ Habibie Diusulkan Jadi Nama Jalan di Jakarta

BeritaCenter.COM – Nama mendiang Presiden RI ke-3 BJ Habibie diusulkan menjadi nama jalan di DKI..
8 jam yang lalu

Ada 3 Miliar Orang di Dunia Yang Belum Kenal Teknologi

BeritaCenter.COM – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, ternyata masih banyak yang belum kenal..
8 jam yang lalu

FIFA Tinjau Stadion Manahan Untuk Piala Dunia U-20 2021

Beritacenter.COM - Delegasi FIFA didampingi Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destia meninjau langusng..
8 jam yang lalu

Awas! Modus Pendanaan Terorisme Dengan Minta Sumbangan ke Masyarakat

BeritaCenter.COM - Koordinator Penelitian Penilaian Risiko Nasional PPATK Patrick Irawan mengungkapkan sejumlah modus..
8 jam yang lalu

Perang Dagang Ternyata Dampaknya Lebih Berbahaya dari Perang Dingin

Beritacenter.COM - Perang dagang antara Amerika Serikat(AS) dan China dinilai lebih berbahaya dibanding perang..
8 jam yang lalu

Dengan UU KPK Baru, Pemerintah Dorong Peningkatan Sinergitas KPK, Polisi dan Jaksa Untuk Berantas dan Cegah Korupsi

BeritaCenter.COM - Revisi UU KPK telah disahkan dalam rapat paripurna DPR siang tadi. Materi UU KPK yang baru..
9 jam yang lalu

Demo Mahasiswa Berujung Ricuh di Palembang

Beritacenter.COM - Aksi unjuk rasa mahasiswa dari Gerakan Aliansi Sumsel Melawan Asap di halaman Kantor Gubernur..
9 jam yang lalu

Cabuli Anak Pacarnya Selama 3 Tahun, Rudy Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Rudy (46) berhasil diamankan pihak kepolisian setelah mencabuli anak dari pacarnya..
9 jam yang lalu

Presiden Putin Kutip Surah Ali Imran Untuk Damaikan Yaman

BeritaCenter.COM – Presiden Rusia, Vladimir Putin mengutip salah satu surah di dalam Al Qur’an untuk..
9 jam yang lalu

Ini Langkah-langkah BPPT Atasi Karhutla

BeritaCenter.COM - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan melakukan berbagai hal untuk bisa mengatasi..
10 jam yang lalu

Hakim Vonis Mati 4 Penyelundup Sabu Seberat 1,6 Ton

Beritacenter.COM - Hakim Agung Surya Jaya, Desnayeti dan Eddy Army menjatuhkan vonis mati kepada 4 penyelundup sabu..
10 jam yang lalu

Gawat, Kamu Harus Tahu Bahaya Minum Soft Drink Jika Keseringan

Beritacenter.COM - Minuman soft drink memang bisa melepaskan rasa haus dahaga. Kisah nyata ini diambil dari seorang..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi