Rabu, 18 September 2019 - 04:10 WIB

Kegagalan Operasi Eks Anggota "TIM Mawar" Dibalik Kerusuhan Ibu Kota Jakarta

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 12 Juni 2019 | 15:25 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Pada hari Sabtu, 8 Juni 2019, Tempo menurunkan artikel yg menggelitik ttg dalang kerusuhan tgl 21 dan 22 Mei lalu di Jakarta Pusat. Tercatat ada 442 perusuh yg ditangkap polisi dari perkiraan 500 pengacau bayaran yg dimainkan.

Nah, Tempo menuturkan hasil investigasinya, menyebut ada bau mawar pada kerusuhan tersebut. Mawar yang dimaksud adalah nama tim Mawar di internal Kopassus yang dibentuk Prabowo saat menjadi Komandan Kopassus dan tercatat telah terlibat dlm penculikan aktivis pada thn 1998.

Menurut Tempo, salah satu mantan anggota Tim Mawar, Fauka Noor Farid (pensiun dini,pangkat Letkol) ditengarai berada di belakang aksi demonstrasi di sekitar Bawaslu di Thamrin pada 21-22 Mei 2019 yang berujung rusuh. Fauka adalah anak buah Prabowo Subianto di Kopassus. Ia juga ex anggota Tim Mawar yang terlibat penculikan aktivis 1998.

Setelah penulis pelajari dan kordinasi dengan seorang senior mantan Pasukan elit tersebut tentang back ground Fauka. Penulis menilai bahwa kerusuhan yang terjadi tidak di setting dalam format operasi klandestin intelijen yang standard. Dalam operasi penggalangan cipta kondisi besar yang direncanakan dengan benar, maka tidak ada kompromi bagi para support agent dan bahkan handler (Fauka?) apabila gagal, sudah pasti akan dihabisi.

Teori cut out yang dipangkas ini untuk mengamankan upaya penjejakan dari counter intelligence agar tidak mencapai principle agent (penyandang dana dan perencana strategis). Pembunuhan Presiden JF Kennedy tetap menjadi misteri, setelah para cut out dipangkas berjenjang. Ini prinsip ops clandestine dalam operasi conditioning pada high level.

Terlihat perencanaan terbaca
agak kasar, karena Fauka latar belakangnya sbg Parako, titik berat ops Komando Tempur, bisa berdiri sendiri. Kini ada yang menjadi masalah dan kurang diperhatikan pengaruhnya. Disayangkan sebuah opsi besar cipkon sebuah pilpres memainkan kartu yang kurang pas.

Menurut penulis, sedikit banyak ini bisa menyangkut citra Kopassus sebagai pasukan elit kebanggaan kita bersama. Pelaksana adalah mantan anggota Passus , dimana beverapa waktu lalu Menhan AS Patrick Shanahan meminta ke Menhan RI, Ryamizard agar US Special Forces dapat kembali berlatih dengan satuan Kopassus.

Perlu diketahui bahwa intelijen negara lain terus memonitor keterkaitan para relawan ex militer di kubu 02, khususnya yg ex Passus, untuk melihat realitas kemampuan. Jadi sebenarnya ulah kerusuhan itu bukan bagian dari Tim Mawar, tapi ulah perorangan yg kebetulan ex Tim Mawar...

Ini bukan bagian ops intel, tapi sekedar asal terciptanya rusuh saja dengan memainkan preman2 pasar yg tidak terlatih, dan tidak imbang dengan tujuan besarnya political pressure. Karena itu, mereka relatif mudah dihabisi.

Counter yang dihadapinya berat , yaitu sistem keamanan, pertahanan, intelijen, hukum berupa operasi gabungan skala besar antara TNI dengan Polri, juga dengan institusi intelijen dari BIN dan Bais TNI.

Oleh : Marsda Pur Prayitno Ramelan





Fokus : Makar


#Kerusuhan 22 mei #Kasus Makar #Makar #Dalang Kerusuhan 22 Mei #Tim Mawar #Keteribatan Tim Mawar #Mawar


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






33 menit yang lalu

Dua Buruh Tewas Tertimpa Longsor Pasir di Karangasam

Beritacenter.COM - Dua orang buruh galian material tewas seketika terimpa reruntuhan longsing di tebing yang berada..
1 jam yang lalu

Bejat !! Tukang Susu di Bekasi Cabuli Bocah SD

Beritacenter.COM - Jajaran Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota mengamankan seorang penjual susu karena berbuat..
3 jam yang lalu

Sulawesi Utara Diguncang Gempa 4,4 Magnitudo

Beritacenter.COM - Wilayah Kota Gorontalo, Sulawesi Utara diguncang gempa berkekuatan 4,4 magnitudo pada Selasa..
4 jam yang lalu

Satpol PP Kota Depok Gelar Razia Miras, Amankan 750 Botol

Beritacenter.COM - Petugas Satpol PP Kota Depok menggelar razia minuman keras (miras) dari berbagai jenis di wilayah..
5 jam yang lalu

Tempo, Topik Utama dan Kepentingan Bisnis

Beberapa waktu ini tempo membuat blunder. Ada banyak reaksi yg terjadi di dunia maya. Sebenarnya cara2 berani yg..
5 jam yang lalu

Makan Ikan Tongkol, Puluhan Siswi Keracunan Massal di Simalungun

Beritacenter.COM - Puluhan siswi di Asrama Putri GKPS Pematang Raya, Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) mengalami..
6 jam yang lalu

Nyambi Jual Sabu, Pedagang Buah Ditangkap BNN

Beritacenter.COM - Anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng mengamankan seorang..
6 jam yang lalu

PARAH...! Novel Baswedan "Tuding" Jokowi Punya Kepentingan Revisi UU KPK

Beritacenter.COM - Tanggapan negatif yang dilakukan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas revisi UU KPK..
7 jam yang lalu

Tempo dan Simbol Negara

Ketika sebuah media melansir satu berita, akan ada 2 kelompok yg bereaksi terhadap berita tersebut. Satu kelompok..
9 jam yang lalu

Robot AI Sophia Ngobrol dengan Menteri Kominfo, Ini Yang Dibahas...

Beritacenter.COM - Robot berteknologi Artificial Inteligence meramaikan acara panggung CSIS Global Dialogue. Dalam..
9 jam yang lalu

Nama BJ Habibie Diusulkan Jadi Nama Jalan di Jakarta

BeritaCenter.COM – Nama mendiang Presiden RI ke-3 BJ Habibie diusulkan menjadi nama jalan di DKI..
9 jam yang lalu

Ada 3 Miliar Orang di Dunia Yang Belum Kenal Teknologi

BeritaCenter.COM – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, ternyata masih banyak yang belum kenal..
9 jam yang lalu

FIFA Tinjau Stadion Manahan Untuk Piala Dunia U-20 2021

Beritacenter.COM - Delegasi FIFA didampingi Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destia meninjau langusng..
9 jam yang lalu

Awas! Modus Pendanaan Terorisme Dengan Minta Sumbangan ke Masyarakat

BeritaCenter.COM - Koordinator Penelitian Penilaian Risiko Nasional PPATK Patrick Irawan mengungkapkan sejumlah modus..
9 jam yang lalu

Perang Dagang Ternyata Dampaknya Lebih Berbahaya dari Perang Dingin

Beritacenter.COM - Perang dagang antara Amerika Serikat(AS) dan China dinilai lebih berbahaya dibanding perang..
10 jam yang lalu

Dengan UU KPK Baru, Pemerintah Dorong Peningkatan Sinergitas KPK, Polisi dan Jaksa Untuk Berantas dan Cegah Korupsi

BeritaCenter.COM - Revisi UU KPK telah disahkan dalam rapat paripurna DPR siang tadi. Materi UU KPK yang baru..
10 jam yang lalu

Demo Mahasiswa Berujung Ricuh di Palembang

Beritacenter.COM - Aksi unjuk rasa mahasiswa dari Gerakan Aliansi Sumsel Melawan Asap di halaman Kantor Gubernur..
10 jam yang lalu

Cabuli Anak Pacarnya Selama 3 Tahun, Rudy Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Rudy (46) berhasil diamankan pihak kepolisian setelah mencabuli anak dari pacarnya..
10 jam yang lalu

Presiden Putin Kutip Surah Ali Imran Untuk Damaikan Yaman

BeritaCenter.COM – Presiden Rusia, Vladimir Putin mengutip salah satu surah di dalam Al Qur’an untuk..
11 jam yang lalu

Ini Langkah-langkah BPPT Atasi Karhutla

BeritaCenter.COM - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan melakukan berbagai hal untuk bisa mengatasi..
11 jam yang lalu

Hakim Vonis Mati 4 Penyelundup Sabu Seberat 1,6 Ton

Beritacenter.COM - Hakim Agung Surya Jaya, Desnayeti dan Eddy Army menjatuhkan vonis mati kepada 4 penyelundup sabu..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi