Rabu, 19 Juni 2019 - 16:35 WIB

Kegagalan Operasi Eks Anggota "TIM Mawar" Dibalik Kerusuhan Ibu Kota Jakarta

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 12 Juni 2019 | 15:25 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Pada hari Sabtu, 8 Juni 2019, Tempo menurunkan artikel yg menggelitik ttg dalang kerusuhan tgl 21 dan 22 Mei lalu di Jakarta Pusat. Tercatat ada 442 perusuh yg ditangkap polisi dari perkiraan 500 pengacau bayaran yg dimainkan.

Nah, Tempo menuturkan hasil investigasinya, menyebut ada bau mawar pada kerusuhan tersebut. Mawar yang dimaksud adalah nama tim Mawar di internal Kopassus yang dibentuk Prabowo saat menjadi Komandan Kopassus dan tercatat telah terlibat dlm penculikan aktivis pada thn 1998.

Menurut Tempo, salah satu mantan anggota Tim Mawar, Fauka Noor Farid (pensiun dini,pangkat Letkol) ditengarai berada di belakang aksi demonstrasi di sekitar Bawaslu di Thamrin pada 21-22 Mei 2019 yang berujung rusuh. Fauka adalah anak buah Prabowo Subianto di Kopassus. Ia juga ex anggota Tim Mawar yang terlibat penculikan aktivis 1998.

Setelah penulis pelajari dan kordinasi dengan seorang senior mantan Pasukan elit tersebut tentang back ground Fauka. Penulis menilai bahwa kerusuhan yang terjadi tidak di setting dalam format operasi klandestin intelijen yang standard. Dalam operasi penggalangan cipta kondisi besar yang direncanakan dengan benar, maka tidak ada kompromi bagi para support agent dan bahkan handler (Fauka?) apabila gagal, sudah pasti akan dihabisi.

Teori cut out yang dipangkas ini untuk mengamankan upaya penjejakan dari counter intelligence agar tidak mencapai principle agent (penyandang dana dan perencana strategis). Pembunuhan Presiden JF Kennedy tetap menjadi misteri, setelah para cut out dipangkas berjenjang. Ini prinsip ops clandestine dalam operasi conditioning pada high level.

Terlihat perencanaan terbaca
agak kasar, karena Fauka latar belakangnya sbg Parako, titik berat ops Komando Tempur, bisa berdiri sendiri. Kini ada yang menjadi masalah dan kurang diperhatikan pengaruhnya. Disayangkan sebuah opsi besar cipkon sebuah pilpres memainkan kartu yang kurang pas.

Menurut penulis, sedikit banyak ini bisa menyangkut citra Kopassus sebagai pasukan elit kebanggaan kita bersama. Pelaksana adalah mantan anggota Passus , dimana beverapa waktu lalu Menhan AS Patrick Shanahan meminta ke Menhan RI, Ryamizard agar US Special Forces dapat kembali berlatih dengan satuan Kopassus.

Perlu diketahui bahwa intelijen negara lain terus memonitor keterkaitan para relawan ex militer di kubu 02, khususnya yg ex Passus, untuk melihat realitas kemampuan. Jadi sebenarnya ulah kerusuhan itu bukan bagian dari Tim Mawar, tapi ulah perorangan yg kebetulan ex Tim Mawar...

Ini bukan bagian ops intel, tapi sekedar asal terciptanya rusuh saja dengan memainkan preman2 pasar yg tidak terlatih, dan tidak imbang dengan tujuan besarnya political pressure. Karena itu, mereka relatif mudah dihabisi.

Counter yang dihadapinya berat , yaitu sistem keamanan, pertahanan, intelijen, hukum berupa operasi gabungan skala besar antara TNI dengan Polri, juga dengan institusi intelijen dari BIN dan Bais TNI.

Oleh : Marsda Pur Prayitno Ramelan





Fokus : Makar


#Dalang Kerusuhan 22 Mei #Makar #Kerusuhan 22 mei #Kasus Makar #Tim Mawar #Keteribatan Tim Mawar #Mawar


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






15 menit yang lalu

KPU: Rahmat Baequni Sebar Hoaks Berbungkus Ceramah Agama!

Beritacenter.COM - Merespon ceramah Rahmat Baequni yang menyebut petugas KPPS meninggal karena diracun, Komisioner..
45 menit yang lalu

Sidang Memanas! Hakim MK Disebut Tekan Saksi, BW Diancam Dikeluarkan

Beritacenter.COM - Jalannya persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di MK sempat memanas...
1 jam yang lalu

Ini Alasan Pengemudi Ojek Online Rampas HP Bocah

Beritacenter.COM - Sebuah video viral di media sosial seorang pengemudi ojek online GrabBike berinisla BS (43) telah..
1 jam yang lalu

Warga Temukan Mayat IRT Tewas Didalam Sumur

Beritacenter.COM - Warga Kampung Pasiran Jaya dikejutkan dengan adanya penemuan mayat seorang ibu rumah tangga..
2 jam yang lalu

Cegah Konten SARA dan Hoaks, Polri Patroli Group WA

Beritacenter.COM- Polri tegaskan akan terus melakukan patroli di grup pesan singkat Whatsapps (WA) untuk..
2 jam yang lalu

Singgung Bukti - Bukti Dari Prabowo, Yusril : Masih Berantakan, Tidak Jelas

Beritacenter.COM - Tim Hukum Joko Widodo - KH Ma'rfu Amin, Yusri Ihza Mahendra menyinggung mengenai bukti - bukti..
3 jam yang lalu

Sering Gunakan Kata "Manipulatif dan Siluman ", Hakim Tegur Saksi Prabowo - Sandi

Beritacenter.COM - Hakim Konsitusi Suhartoyo menegur saksi dari Prabowo - Sandi, Agus Maksum karena sering..
3 jam yang lalu

Warga Hong Kong Ramai-ramai Lari ke Taiwan

Beritacenter.COM - Masyarakat Hong Kong dikabarkan mengungsi ke Taiwan untuk menghindari cengkeraman RUU Ekstradisi..
3 jam yang lalu

Hoaks Semakin Marak, Begini Cara Polri Memberantas Grup WA

Beritacenter.COM - Polri menegaskan akan menggalakkan patroli siber terkait maraknya hoax atau berita bohong, juga..
3 jam yang lalu

Ini Besaran Dendanya Bagi Yang Telat Bayar Pajak Kendaraan

Beritacenter.COM - Pemilik kendaraan bermotor diharapkan akan kewajiban membayar pajak kendaraannya. Bila tidak maka..
4 jam yang lalu

Bambang Widjojanto Tarik Bukti Formulir C1 dari Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi

Lebih lanjut Majelis juga memberi waktu bagi tim 02 untuk memperbaiki hingga pukul 12.00 WIB. Apabila tidak..
4 jam yang lalu

MK Semprot Saksi Prabowo di Persidangan

Beritacenter.COM - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Aswanto menyemprot saksi kubu Prabowo-Sandiaga, Agus Maksum yang..
5 jam yang lalu

Menhan Ngaku Sudah Bisik-bisik ke Polisi Soal Kivlan Zen

Beritacenter.COM - Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu menanggapi soal surat perlindungan yang diajukan..
5 jam yang lalu

Pindah Agama, Deddy Corbuzier Mantapkan Diri Untuk Memeluk Islam

Beritacenter.COM - Artis Deddy Corbuzier dikabarkan telah mantap memeluk agama Islam. Rencananya, ia akan mengucap..
6 jam yang lalu

Mobil Avanza Tercemplung dari Kapal Feri ke Selat Sunda

Beritacenter.COM - Sebuah mobil Toyota Avanza tercebur ke perairan Selat Sunda dari kapal feri KMP Nusa Putera,..
6 jam yang lalu

Keputusan MK adalah Final

Beritacenter.COM - Indonesia merupakan negara konstitusional, sehingga sengketa yang terjadi di masyarakat harus..
6 jam yang lalu

Diduga Berbohong, Hakim MK Tegur Keras Saksi dari Tim Prabowo

Beritacenter.COM - Dalam sidang sengketa Pilpres 2019 ke ketiga kalinya kembali digelar di gedung Mahkamah..
7 jam yang lalu

Ekonomi Asia Paling Terpukul Usai Presiden AS Tingkatkan Perang Tarif Dagang

Beritacenter.COM - Perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China yang memperlambat volume perdagangan global lebih..
7 jam yang lalu

Grup WhatsApp Rentan Jadi Tempat Penyebaran Hoax

Beritacenter.COM - Tim patroli cyber akan melakukan pengawasan terhadap berbagai grup yang ada dalam layanan pesan..
7 jam yang lalu

Beneran Gugatan Ke MK Mencari Keadilan?

Beritacenter.COM - Itu yang pada demo di MK yang ngakunya bukan lagi dukung Prabowo tapi cuma nyari keadilan, saya..
8 jam yang lalu

Prabowo-Sandi Dilarang Bawa Saksi Lebih ke MK

Beritacenter.COM - Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi meminta ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk memberikan izin bagi pihak..
8 jam yang lalu

Buat Apa, Sidang Sengketa Hasil Pilpres 2019 ?

Beritacenter.COM - Ada yang menarik perhatian saya saat Sandiaga Uno mengatakan, sidang sengketa hasil Pilpres 2019..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi