Tuesday, 23 Jul 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Jawaban Tim Hukum Jokowi-Amin Bikin Kubu Prabowo-Sandi Babak Belur di Sidang Sengketa Pilpres

Lukman Salasi - 18/06/2019 13:14

BeritaCenter.COM – Tim hukum Jokowi-Ma'ruf Amin menjawab gugatan Prabowo Subianto-Sandi pada sidang lanjutan di Mahkamah Konstitusi (MK). Kubu Prabowo dibuat babak belur oleh jawaban yang disampaikan tim Jokowi di MK.

Kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra memulai jawaban atas gugatan Prabowo-Sandi dengan menjelaskan soal fenomena post-truth politics (politik pasca kebenaran) pada Pemilu 2019.

"Tantangan terbesar yang dihadapi proses Pemilu 2019 ini adalah fenomena politik pasca-kebenaran atau post-truth politics yang menguat beberapa tahun terakhir ini,” kata Yusril dalam sidang gugatan Pilpres di gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Selasa (18/6/2019).

Menurut Yusril, post-truth politics digunakan oleh kelompok tertentu untuk meraih emosi publik saat pemilu dengan memanfaatkan informasi yang tidak sesuai dengan fakta.

“Ciri-ciri post-truth adalah penggunaan strategi untuk membangun narasi politik tertentu untuk meraih emosi publik dengan memanfaatkan informasi yang tidak sesuai dengan fakta yang membuat preferensi politik publik lebih didominasi oleh faktor emosional dibandingkan dengan faktor rasional," ujarnya.

Yusril kemudian menyampaikan sebuah kritikan menohok tim Prabowo-Sandi. Dia menilai tudingan soal kecurangan dan klaim kemenangan yang disampaikan tim 02 hanyalah penggiringan opini tanpa disertai bukti yang valid.

"Oleh karena itu, Pihak Terkait memandang sangatlah penting untuk memilah dan mengkritisi bangunan narasi yang dijadikan dalil-dalil permohonan Pemohon. Narasi kecurangan yang diulang-ulang terus-menerus tanpa menunjukkan bukti-bukti yang sah menurut hukum, klaim kemenangan tanpa menunjukkan dasar dan angka yang valid, upaya mendelegitimasi kepercayaan publik pada lembaga penyelenggara Pemilu dan lembaga peradilan hendaknya tidak dijadikan dasar untuk membangun kehidupan politik yang pesimistik dan penuh curiga," sebut Yusril.

Dia juga menasehati elit kubu 02 agar memiliki tanggung jawab membuat pelaksanaan pemilu menjadi damai dan sejuk. Bukan malah menyebarkan kebohongan dan kebencian.

"Para elite politik memiliki tanggung jawab agar praktik politik di Indonesia tetap mendasarkan diri pada nilai-nilai moral. Penyebaran berita bohong, hoax, fitnah, penggunaan sentimen suku, agama, dan ras yang sempat mewarnai proses Pemilu 2019 ini," ucapnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA