Tuesday, 23 Jul 2019
Temukan Kami di :
News

Kubu 02 Sebut "Mahkamah Kalkulator", Kubu 01: Itu Tidak Etis!

Fani Fadillah - 18/06/2019 16:40

Beritacenter.COM - Saat mendaftarkan gugatan Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Ketua tim hukum paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Bambang Widjojanto sempat menyinggung soal rezim korup dan meminta Mahkamah Konstitusi (MK) tak berubah menjadi "Mahkamah Kalkulator".

Baca juga:

Menanggapi hal itu, tim hukum paslon 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin menilai pernyataan itu sangatlah tidak etis dilontarkan. Pasalnya, kalimat itu dinilai telah merendahkan martabat MK di khalayak.

"Tindakan tidak etis dan merusak martabat Mahkamah ini tidak dapat ditoleransi untuk menjaga martabat dan kewibawaan Mahkamah yang berperan sebagai penjaga konstitusi," kata anggota Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf, Luhut Pangaribuan di Ruang Sidang MK, Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019).

Apalagi, lanjut Luhut, hal itu dapat dinilai sebagai tindakan contempt of court karena disampaikan secara resmi dalam persidangan melalui permohonan tertulis, bukan sekadar opini di luar persidangan.

"Perlu kami ingatkan, pemohon secara tersurat telah melabelkan Mahkamah Konstitusi yang mulia ini dengan “Mahkamah Kalkulator”, sebagaimana tertulis pada halaman 1 permohonan pemohon," tutur Luhut.

Menurutnya, kubu Prabowo-Sandi secara terang-terangan menyebut Mahkamah sebagai "Mahkamah Kalkulator” di bagian awal Permohonan. Bagi tim hukum Jokowi-Ma'ruf, pernyataan itu juga telah meruntuhkan kredibilitas Pemohon dalam membangun seluruh argumennya di hadapan Mahkamah.

"Karenanya, patut bagi Mahkamah untuk menolak seluruh permohonan pemohon karena telah merusak martabat Mahkamah, menyerang integritas Mahkamah, dan menghancurkan kepercayaan terhadap hukum serta merupakan contempt of court," ujar Luhut.

Oleh sebab itu, seluruh petitum permohonan pemohon pada bagian ini patut untuk dikesampingkan secara hukum.




Berita Lainnya

IPW Sebut Polri Sah Daftar Jadi Ketua KPK

23/07/2019 18:47 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA