Wednesday, 24 Jul 2019
Temukan Kami di :
Kriminal

Penyebar Paham Sesat Sensen Rasul di Garut Terancam 5 Tahun Bui

Aisyah Isyana - 18/06/2019 23:55

Beitacenter.COM - Penyebar paham sesat yang menyebutkan Sensen Komara sebagai Presiden dan juga rasul di Kecamatan Caringin, Garut, Jawa Barat, Hamdani (48), terancam dihukam 5 tahun penjara. Polisi menyebut pelaku melanggar pasar makar dan penodaan agama.

"Tersangka ini diancam kurungan penjara selama-lamanya lima tahun," kata Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, sebagaimana dilansir Antara, Selasa (18/6/2019).

Baca juga :

Hamdami yang merupakan warga Kampung Babakan Limus, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Garut, telah ditetapkan polisi sebagai tersangka. Budi mengatakan, tersangka telah menunjukkan diri terang-terangan melakukan tindak pidana penodaan terhadap agama, sebagaimana yang terncantum dalam pasal 156 a KUHP tentang penistaan agama dan Pasal 64 tentang perbuatan pidana yang berulang.

"Unsur pasal barang siapa dengan sengaja dimuka umum mengeluarkan perasaan atau perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia," katanya.

Budi menjelaskan, tersangka juga sudah mengakui jika dirinya menyebarkan selebaran kertas dan mengakui bahwa Sensen Komara sebagai rasul dan Presiden RI. Dalam tulisan yang disebarkan Hamdani, tertulis Sensen sebagai presiden, rasul dan juga Imam Negara Islam Indonesia.

"Kami amankan untuk mengantisipasi reaksi warga yang dapat mengganggu keamanan di masyarakat," kata Kapolres.

Sejauh ini, polisi baru mengamankan satu orang tersangka terkait kasus tersebut. Sementara prihal kemungkinan ada atau tidaknya tersangka dan pengikuti Sensen lain, Budi mengaku pihaknya masih melakukan pendalaman.

"Belum ada tersangka lain, ini murni dia berbuat sendiri ingin menimbulkan keresahan membuat sensasi," katanya.




Berita Lainnya

Polisi Tangkap Anggota BIN Gadungan di Sidoarjo

23/07/2019 23:55 - Fani Fadillah

Remaja Yang Tawuran Digunduli Polisi

23/07/2019 14:19 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA