Selasa, 28 Januari 2020 - 16:46 WIB

Fakta-fakta yang Unik Selama Sidang Perselisihan Hasil Pemilu Pilpres 2019 di MK

Sidang yang dimulai Rabu (19/06/2019) pukul 09.00 WIB dan baru berakhir Kamis (20/06/2019) sekitar pukul 04.55 WIB itu mendengarkan 14 saksi fakta dan dua saksi ahli.

Oleh : Sari Intan Putri | Kamis, 20 Juni 2019 | 11:09 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi fakta dan ahli dari pemohon, tim hukum capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengungkap sejumlah fakta menarik.

Sidang yang dimulai Rabu (19/06/2019) pukul 09.00 WIB dan baru berakhir Kamis (20/06/2019) sekitar pukul 04.55 WIB itu mendengarkan 14 saksi fakta dan dua saksi ahli.

Berikut fakta-fakta menarik :

1. Berkas tak tersusun

Di awal persidangan, Hakim anggota Mahkamah Konstitusi (MK) Saldi Isra menyampaikan sebagian berkas berisi bukti pemohon tak bisa diverifikasi dan disahkan majelis. Beberapa berkas tak tersusun rapi sebagaimana ketentuan dalam hukum acara.

Mahkamah memberi kesempatan pihak pemohon memperbaiki susunan berkas alat bukti hingga pukul 12.00 WIB. Pemohon menyanggupi permintaan Mahkamah.

"Kalau melewati batas waktu implikasinya tidak bisa disahkan dalam persidangan ini," kata Saldi.

Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto (BW) pasrah bila alat bukti itu tidak sanggup disusun sesuai waktu yang telah ditentukan.

"Kalau yang belum (tersusun) seperti ini akan kami tarik, ini untuk memudahkan Mahkamah," ujar BW.

2. DPT Invalid Berbelit

Saksi pertama, Agus Muhammad Maksum, mengaku menemukan 17,5 juta daftar pemilih tetap (DPT) bermasalah atau invalid. Anggota hakim MK Enny Nurbaningsih mempertanyakan ketiadaan bukti fisik untuk membuktikan temuan itu.

Menurut Eny dalam bukti bernomor P-155 itu menyebutkan adanya Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) yang tidak sesuai. Enny meminta pernyataan Agus dikonfrontasi dengan bukti fisik itu.

Namun pemohon kesulitan menghadirkan bukti fisik itu. Alasannya, keterbatasan mesin fotokopi membuat bukti fisik tersebut tak bisa diserahkan.

"Karena ini (bukti fisik P155) penting sekali. Sehingga kita tahu clear sekali di mana kemudian NIK yang tidak sesuai termasuk KK yang tidak sesuai itu dari 17,5 juta," kata Enny.

3. Gertakan hakim ke Bambang Widjojanto

Hakim MK Arief Hidayat menggertak Bambang Widjojanto (BW) saat Mahkamah mendengarkan keterangan saksi bernama Idham Amiruddin. Arief sempat menanyakan soal lingkup daftar pemilih tetap (DPT) yang akan dijelaskan Idham.

Arief bingung dengan jawaban Idham yang mengaku akan menjelaskan permasalahan DPT secara nasional, sedangkan Idham selama ini tinggal di Makassar. Dalam penjelasaannya, Idham mengaku menerima DPT secara nasional dari DPP Gerindra saat berkunjung ke Jakarta.

Arief masih heran Idham bisa menjelaskan DPT nasional. Pernyataan Arief itu kemudian disanggah BW. Eks Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu tak terima saksinya dicecar soal asal usul tempat tinggal. BW mengaku berasal dari kampung, namun bisa mengakses dunia melalui kampung.

BW meminta hakim mendengarkan keterangan yang akan disampaikan Idham. Arief justru meminta BW setop berbicara.

"Pak Bambang setop, kalau Pak Bambang tidak setop, saya suruh keluar," tegas Arief.

4. Saksi korban pembacokan

Pakar teknologi informasi (TI) Institut Teknologi Bandung (ITB) Hermansyah menjadi saksi untuk kubu 02. Hermansyah merupakan korban pembacokan di Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) KM 6 pada 12 Juli 2017, yang dipicu saling bergesekan antarmobil.

Dalam kesaksiannya, Hermansyah menyoroti kesalahan input data sistem informasi penghitungan suara (situng) KPU. Ia juga memberi keterangan kinerja penginput data dan tim verifikator dari KPU.

Dalam penulusuran dugaan kecurangan, ia mengaku, mendatangi KPU pusat dan KPUD Bogor pada 3-4 Mei 2019 guna mengecek proses Situng. Ia mengatakan banyak kelemahan dari sisi pelaporan. Ia mengklaim mendapatkan informasi 73 ribu kesalahan di sisi input dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

5. Amplop cokelat

Majelis Hakim MK menerima beberapa amplop berwarna cokelat berkaitan penyimpanan hasil surat suara. Amplop itu berasal dari saksi pemohon capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bernama Betty Kristiana.

Awalnya Betty mengungkapkan ia menemukan dokumen dalam amplop cokelat yang bertanda tangan pada Kamis, 18 April 2019 pukul 19.30 WIB di Kecamatan Juwangi, Boyolali, Jawa Tengah. Amplop itu diserahkan kuasa hukum Prabowo-Sandiaga ke Mahkamah. Kubu 02 meyakini itu merupakan bukti adanya kecurangan.

Pihak termohon, Komisi Pemilihan Umum (KPU), mencurigai amplop cokelat itu. Ada beberapa tulisan yang dinilai identik dari setiap amplop tersebut.

"Ada kecenderungan tulisan sama dengan spidol biru. Kami mohon memotret karena tulisan serupa, padahal (amplop) dari TPS berbeda," kata Komisioner KPU Hasyim Asy'ari.

6. Saksi berstatus terdakwa

Rahmadsyah, saksi pihak pemohon capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ternyata berstatus terdakwa. Ia juga terbukti berbohong terkait izin ke kejaksaan untuk menghadiri persidangan PHPU Pilpres 2019.

Ia mengaku menjadi tahanan kota. Status tahanan kota yang disandang berasal dari Kejaksaan di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Rahmadsyah juga mengaku ke Jakarta untuk menemani orang tuanya yang sakit dalam surat pemberitahuan ke kejaksaan.

Sebelumnya, Rahmadsyah menyandang status terdakwa karena dinilai melanggar Pasal 27 ayat (3) UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sidang perdananya berlangsung di Pengadilan Negeri Kisaran, Selasa, 30 April 2019.

7. Gunakan robot untuk menilai kecurangan

Saksi Hairul Anas Suaidi mengaku menemukan sejumlah kecurangan dalam Pemilu 2019 yang terekam dalam robot yang dibuatnya. Robot bernama Robot Tidak Ikhlas itu, diklaim menemukan beberapa bukti kecurangan pascahari pencoblosan. Bukti yang berhasil didapat dalam sistem informasi hitung (Situng).

Hairul mengaku hasil temuan robotnya itu telah diserahkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk ditindaklanjuti. Hingga akhirnya Bawaslu mengambil sikap agar KPU dapat memperbaiki Situng.

8. Persidangan 20 jam

Sidang PHPU dilakukan maraton dengan memeriksa seluruh saksi. Persidangan menghabiskan waktu hingga 20 jam.

Ketua tim kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, sempat menginterupsi saat sidang belum selesai hingga pukul 00.00 WIB. Namun, Ketua Majelis Hakim Anwar Usman memutuskan melanjutkan sidang hingga pemeriksaan saksi dan ahli yang diajukan tim kuasa hukum Prabowo-Sandiaga selesai semua.

Sekitar pukul 03.00 WIB, gantian pemohon yang mengajukan sidang ditunda karena mereka kelelahan, namun juga tidak dikabulkan Majelis Hakim MK. Sidang baru berakhir pukul 05.00 WIB,

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda memeriksa saksi dan ahli yang dihadirkan pihak termohon, yakni KPU. Sidang akan dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB, Kamis (20/06/2019).





#Mahkamah Konstitusi #Politik #Bawaslu #KPU #MK #Pemilu 2019 #Jokowi-Ma'ruf Amin #Yusril Ihza Mahendra #Pilpres 2019 #Sidang MK #TKN Jokowi-Ma'ruf Amin #Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK #Sidang Sengketa Pilpres 2019 #Ketua MK #Kuasa Hukum 02 #Kuasa Hukum 02 Bikin Hoaks #Bambang Widjojanto #Hasyim Asyari #Bambang Widjojanto Bikin Hoaks #Sidang Sengketa Pemilu #Sidang Gugatan Pilpres #Saksi di Sidang Sengketa PIlpres 2019 #Sidang Lanjutan Gugatan Pilpres 2019 #Sidang PHPU #Anwar Usman #Kuasa Hukum 01 #Saksi Kubu 02 #Arief Hidayat #Idham Amiruddin


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






16 menit yang lalu

Menkopulhukam Menghimbau Aparat Waspadai Terorisme

Beritacenter.COM - Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menghimbau kepada..
26 menit yang lalu

Erick Thohir Kritik Keras Rumah DP Rp 0: Itu Tidak Mendidik!

BeritaCenter.COM – Menteri BUMN Erick Thohir memberikan kritikan keras terhadap penyedia hunian yang merapkan..
37 menit yang lalu

Dirjen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot, Ini Alasannya

BeritaCenter.COM - Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly menegaskan telah mencopot Dirjen Imigrasi Ronny..
41 menit yang lalu

Polisi bongkar Bisnis Esek-Esek di Apartemen Kalibata City

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil membongkar bisnis prostitusi yang melibatkan anak di bawah..
48 menit yang lalu

Polisi Ringkus 4 Pelaku Pembobol ATM di Jakut dan Bekasi

BeritaCenter.COM – Empat orang pelaku pembobol ATM berhasil diringkus aparat kepolisian dari Polres Jakarta..
59 menit yang lalu

Menkes Tegaskan Belum Ada Pasien Terjangkit Virus Corona Sampai Saat Ini

BeritaCenter.COM – Wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, China, kini sudah menyebar banyak negara. Namun..
1 jam yang lalu

Polisi Ringkus 4 Orang Pelaku Pembobol Mesin ATM

Beritacenter.COM - Sebanyak 4 orang pelaku pembobol mesin ATM diamankan petugas Satreskrim Polres Jakarta Utara. Para..
1 jam yang lalu

Polisi Tangkap Pembunuh Rosidah yang Ditemukan Gosong di Ladang Kelapa Banyuwangi

BeritaCenter.COM – Polisi berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan Rosidah yang ditemukan gosong terbakar..
1 jam yang lalu

Putri Arab Lolowah Tertipu Pembelian Tanah dan Villa di Bali

Beritacenter.COM - Putri Raja Arab Faisal, Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud, mempolisikan seorang warga..
1 jam yang lalu

Sang Mega Bintang Cristiano Ronaldo Mengaku Sangat Sedih Atas Meninggalnya Kobe Bryant

Diketahui juga jika Kobe Bryant menjadi korban kecelakaan helikopter bersama dengan penumpang lainnya. Sedikitnya ada..
1 jam yang lalu

Menko PMK Sebut Indonesia Masih Aman dari Penyebaran Virus Corona

Beritacenter.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy..
1 jam yang lalu

Indonesia Keluarkan Travel Warning ke Wuhan

Beritacenter.COM - Indonesia akhirnya mengeluarkan larangan perjalanan atau travel warning ke Provinsi Hubei, China...
2 jam yang lalu

Hidup Berpindah, Ini Kronologi Penangkapan Penculik Cabuli Bocah di Cianjur

Beritacenter.COM - Polisi membongkar kasus penculikan dan persetubuhan terhadap anak dibawah umur di Kecamatan..
2 jam yang lalu

Polisi Tahan Ayah, Kakak dan Sepupu yang Cabuli Siswi SMP di Sulawesi Barat

Beritacenter.COM - Kepolisian telah menetapkan ayah, kakak dan sepupu siswi SMP di Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar)..
2 jam yang lalu

Jelang Pilkada Serentak 2020, Polri Bentuk Satgas Khusus

Beritacenter.COM - Jelang Pilkada 2020, Polri bersinergitas bersama TNI siap mengawal dan menyukseskan pesta..
2 jam yang lalu

Ini Alasan pelaku Curi Pakaian Dalam Milik Dokter Muda di Sulteng

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang pemuda bernama Aprianto alias Anto, warga Desa..
3 jam yang lalu

Akibat Kurang Ngopi, Pria di Bogor Tewas Terjatuh ke Mesin Pemotong Ayam

Beritacenter.COM - Seorang pemuda bernama Supandi tewas usai terjatuh ke dalam mesin pemotong ayam di wilayah Desa..
3 jam yang lalu

Residivis Pembacok Sopir Angkot di Garut Terancam Pasal Berlapis

Beritacenter.COM - Pemuda penggorok leher sopir angkot di Garut, Tegar (23), diketahui pernah terlibat kasus yang..
3 jam yang lalu

Nikita Willy Jadi Duta Antinarkoba

Beritacenter.COM - Nikita Willy dipercaya untuk menjadi Duta Antinarkoba dan nantinya akan mensosialisasikan bahaya..
3 jam yang lalu

Buru Harun Masiku, KPK-Polri Sisir Sejumlah Lokasi

Beritacenter.COM - Tersangka kasus suap Anggota DPR Pergantian Antar Waktu (PAW), Harun Masiku hingga saat ini masih..
3 jam yang lalu

Bagaimana Dampak Ekonomi Dunia Akibat Wabah Virus Corona?

Diketahui juga jika sebenarnya virus mematikan asal China ini juga menggulung optimisme masyarakat terhadap perekonomian.
4 jam yang lalu

Pemain Lama, 3 Pemalak Sadis di Macan Lindungan Ternyata Masih Sekeluarga

Beritacenter.COM - Roni (19), pelaku pemalak sopir truk dan penusuk Aiptu EL di Palembang, Sumatera Selatan, berhasil..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi