Rabu, 11 Desember 2019 - 12:04 WIB

Fakta-fakta yang Unik Selama Sidang Perselisihan Hasil Pemilu Pilpres 2019 di MK

Sidang yang dimulai Rabu (19/06/2019) pukul 09.00 WIB dan baru berakhir Kamis (20/06/2019) sekitar pukul 04.55 WIB itu mendengarkan 14 saksi fakta dan dua saksi ahli.

Oleh : Sari Intan Putri | Kamis, 20 Juni 2019 | 11:09 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi fakta dan ahli dari pemohon, tim hukum capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengungkap sejumlah fakta menarik.

Sidang yang dimulai Rabu (19/06/2019) pukul 09.00 WIB dan baru berakhir Kamis (20/06/2019) sekitar pukul 04.55 WIB itu mendengarkan 14 saksi fakta dan dua saksi ahli.

Berikut fakta-fakta menarik :

1. Berkas tak tersusun

Di awal persidangan, Hakim anggota Mahkamah Konstitusi (MK) Saldi Isra menyampaikan sebagian berkas berisi bukti pemohon tak bisa diverifikasi dan disahkan majelis. Beberapa berkas tak tersusun rapi sebagaimana ketentuan dalam hukum acara.

Mahkamah memberi kesempatan pihak pemohon memperbaiki susunan berkas alat bukti hingga pukul 12.00 WIB. Pemohon menyanggupi permintaan Mahkamah.

"Kalau melewati batas waktu implikasinya tidak bisa disahkan dalam persidangan ini," kata Saldi.

Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto (BW) pasrah bila alat bukti itu tidak sanggup disusun sesuai waktu yang telah ditentukan.

"Kalau yang belum (tersusun) seperti ini akan kami tarik, ini untuk memudahkan Mahkamah," ujar BW.

2. DPT Invalid Berbelit

Saksi pertama, Agus Muhammad Maksum, mengaku menemukan 17,5 juta daftar pemilih tetap (DPT) bermasalah atau invalid. Anggota hakim MK Enny Nurbaningsih mempertanyakan ketiadaan bukti fisik untuk membuktikan temuan itu.

Menurut Eny dalam bukti bernomor P-155 itu menyebutkan adanya Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) yang tidak sesuai. Enny meminta pernyataan Agus dikonfrontasi dengan bukti fisik itu.

Namun pemohon kesulitan menghadirkan bukti fisik itu. Alasannya, keterbatasan mesin fotokopi membuat bukti fisik tersebut tak bisa diserahkan.

"Karena ini (bukti fisik P155) penting sekali. Sehingga kita tahu clear sekali di mana kemudian NIK yang tidak sesuai termasuk KK yang tidak sesuai itu dari 17,5 juta," kata Enny.

3. Gertakan hakim ke Bambang Widjojanto

Hakim MK Arief Hidayat menggertak Bambang Widjojanto (BW) saat Mahkamah mendengarkan keterangan saksi bernama Idham Amiruddin. Arief sempat menanyakan soal lingkup daftar pemilih tetap (DPT) yang akan dijelaskan Idham.

Arief bingung dengan jawaban Idham yang mengaku akan menjelaskan permasalahan DPT secara nasional, sedangkan Idham selama ini tinggal di Makassar. Dalam penjelasaannya, Idham mengaku menerima DPT secara nasional dari DPP Gerindra saat berkunjung ke Jakarta.

Arief masih heran Idham bisa menjelaskan DPT nasional. Pernyataan Arief itu kemudian disanggah BW. Eks Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu tak terima saksinya dicecar soal asal usul tempat tinggal. BW mengaku berasal dari kampung, namun bisa mengakses dunia melalui kampung.

BW meminta hakim mendengarkan keterangan yang akan disampaikan Idham. Arief justru meminta BW setop berbicara.

"Pak Bambang setop, kalau Pak Bambang tidak setop, saya suruh keluar," tegas Arief.

4. Saksi korban pembacokan

Pakar teknologi informasi (TI) Institut Teknologi Bandung (ITB) Hermansyah menjadi saksi untuk kubu 02. Hermansyah merupakan korban pembacokan di Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) KM 6 pada 12 Juli 2017, yang dipicu saling bergesekan antarmobil.

Dalam kesaksiannya, Hermansyah menyoroti kesalahan input data sistem informasi penghitungan suara (situng) KPU. Ia juga memberi keterangan kinerja penginput data dan tim verifikator dari KPU.

Dalam penulusuran dugaan kecurangan, ia mengaku, mendatangi KPU pusat dan KPUD Bogor pada 3-4 Mei 2019 guna mengecek proses Situng. Ia mengatakan banyak kelemahan dari sisi pelaporan. Ia mengklaim mendapatkan informasi 73 ribu kesalahan di sisi input dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

5. Amplop cokelat

Majelis Hakim MK menerima beberapa amplop berwarna cokelat berkaitan penyimpanan hasil surat suara. Amplop itu berasal dari saksi pemohon capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bernama Betty Kristiana.

Awalnya Betty mengungkapkan ia menemukan dokumen dalam amplop cokelat yang bertanda tangan pada Kamis, 18 April 2019 pukul 19.30 WIB di Kecamatan Juwangi, Boyolali, Jawa Tengah. Amplop itu diserahkan kuasa hukum Prabowo-Sandiaga ke Mahkamah. Kubu 02 meyakini itu merupakan bukti adanya kecurangan.

Pihak termohon, Komisi Pemilihan Umum (KPU), mencurigai amplop cokelat itu. Ada beberapa tulisan yang dinilai identik dari setiap amplop tersebut.

"Ada kecenderungan tulisan sama dengan spidol biru. Kami mohon memotret karena tulisan serupa, padahal (amplop) dari TPS berbeda," kata Komisioner KPU Hasyim Asy'ari.

6. Saksi berstatus terdakwa

Rahmadsyah, saksi pihak pemohon capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ternyata berstatus terdakwa. Ia juga terbukti berbohong terkait izin ke kejaksaan untuk menghadiri persidangan PHPU Pilpres 2019.

Ia mengaku menjadi tahanan kota. Status tahanan kota yang disandang berasal dari Kejaksaan di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Rahmadsyah juga mengaku ke Jakarta untuk menemani orang tuanya yang sakit dalam surat pemberitahuan ke kejaksaan.

Sebelumnya, Rahmadsyah menyandang status terdakwa karena dinilai melanggar Pasal 27 ayat (3) UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sidang perdananya berlangsung di Pengadilan Negeri Kisaran, Selasa, 30 April 2019.

7. Gunakan robot untuk menilai kecurangan

Saksi Hairul Anas Suaidi mengaku menemukan sejumlah kecurangan dalam Pemilu 2019 yang terekam dalam robot yang dibuatnya. Robot bernama Robot Tidak Ikhlas itu, diklaim menemukan beberapa bukti kecurangan pascahari pencoblosan. Bukti yang berhasil didapat dalam sistem informasi hitung (Situng).

Hairul mengaku hasil temuan robotnya itu telah diserahkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk ditindaklanjuti. Hingga akhirnya Bawaslu mengambil sikap agar KPU dapat memperbaiki Situng.

8. Persidangan 20 jam

Sidang PHPU dilakukan maraton dengan memeriksa seluruh saksi. Persidangan menghabiskan waktu hingga 20 jam.

Ketua tim kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, sempat menginterupsi saat sidang belum selesai hingga pukul 00.00 WIB. Namun, Ketua Majelis Hakim Anwar Usman memutuskan melanjutkan sidang hingga pemeriksaan saksi dan ahli yang diajukan tim kuasa hukum Prabowo-Sandiaga selesai semua.

Sekitar pukul 03.00 WIB, gantian pemohon yang mengajukan sidang ditunda karena mereka kelelahan, namun juga tidak dikabulkan Majelis Hakim MK. Sidang baru berakhir pukul 05.00 WIB,

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda memeriksa saksi dan ahli yang dihadirkan pihak termohon, yakni KPU. Sidang akan dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB, Kamis (20/06/2019).





#Politik #MK #Mahkamah Konstitusi #KPU #Pemilu 2019 #Jokowi-Ma'ruf Amin #Yusril Ihza Mahendra #Pilpres 2019 #Sidang MK #TKN Jokowi-Ma'ruf Amin #Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK #Bawaslu #Sidang Sengketa Pilpres 2019 #Ketua MK #Kuasa Hukum 02 #Kuasa Hukum 02 Bikin Hoaks #Bambang Widjojanto #Hasyim Asyari #Bambang Widjojanto Bikin Hoaks #Sidang Sengketa Pemilu #Sidang Gugatan Pilpres #Saksi di Sidang Sengketa PIlpres 2019 #Sidang Lanjutan Gugatan Pilpres 2019 #Sidang PHPU #Anwar Usman #Kuasa Hukum 01 #Saksi Kubu 02 #Arief Hidayat #Idham Amiruddin


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






22 menit yang lalu

Indeks Kerukunan Umat Beragama 2019: Papua-NTT- Bali Teratas, DKI Jakarta-Jabar dan Aceh Diposisi Bawah

BeritaCenter.COM - Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) untuk tahun 2019 telah dirilis. Papua, NTT dan Bali menempati..
22 menit yang lalu

Jual Narkoba Ke Pelajar, 6 Pelaku Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Enam tersangka pengedar sabu dan pil dobel L, yakni Nur Kholid (20), Abdul Rachman (22), Edwin..
27 menit yang lalu

Disebut Tahun 2020 Indonesia Krisis Ekonomi, TNI: Kami Siap Bantu Pemerintah

Beritacenter.COM - Tentara Nasional Indoneaia (TNI) sangat siap membantu negara Indonesia untuk bisa melewati krisis..
37 menit yang lalu

Kumpulkan Pejabat Hingga Pengusaha AS, KPK Bicara Bahaya Korupsi

BeritaCenter.COM – Para pejabat, pengusaha hingga pengamat ekonom hadir dalam seminar tinggi yang diadakan..
52 menit yang lalu

Tragis! Remaja di Gowa Tewas Tenggelam, Awalnya Dikira Nge-prank

BeritaCenter.COM - Seorang remaja di Tombolo Pao, Gowa, Sulawesi Selatan tewas tenggelam karena korban dikira lagi..
57 menit yang lalu

Rakit Dan Jual BOM, Seorang Pria Berhasil Diamankan Polisi

Beritacenter.COM - Pria berinisial AB, warga Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, diamankan pihak kepolisian setelah..
59 menit yang lalu

Napoli Pecat Carlo Ancelotti

BeritaCenter.COM – Napoli telah resmi memecat Carlo Ancelotti dari jabatan pelatih tim utama. Keputusan itu..
1 jam yang lalu

Polisi Ditusuk Oknum TNI Karena Cemburu

Beritacenter.COM - Seorang angota polisi tertusuk benda tajam di Pamekasan, Madura pada Selasa (10/12). Korban..
1 jam yang lalu

Meski Anak Kobra, LIPI Minta Masyarakat Waspada dengan Bisanya yang Mematikan

BeritaCenter.COM – Belakangan marak teror anakan kobra di berbagai daerah. Bahkan jumlahya bisa mencapai..
1 jam yang lalu

Gara-gara Rem Tak Berfungsi, Bus Harapan Baru "Hajar" Motor dan Tiang Listrik

Beritacenter.COM - Diduga akibat rem blong, Bus Harapan Baru Nopol AG 7134 UY yang dikemudian Abdul Syain warga Desa..
1 jam yang lalu

PM Malaysia Berencana Mundur dari Jabatan

Beritacenter.COM - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berjanji akan menyerahkan jabatannya kepada penerusnya,..
1 jam yang lalu

Manfaatnya ke Masyarakat Tidak Ada, TGUPP Anies Hanya Jadi Beban APBD

BeritaCenter.COM - Penasihat Fraksi PDIP DPRD DKI, Pantas Nainggolan mengingatkan Gubernur Anies Baswedan agar..
1 jam yang lalu

Bobol Kotak Amal, Pemuda 13 Tahun Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Remaja berinisila JA (13), harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah, kepergok mencuri uang..
1 jam yang lalu

Polisi Ringkus 3 Karyawan Gojek Gadungan Yang Tipu Puluhan Orang

Beritacenter.COM - Ditreskrimsus Polda DI Yogyakarta meringkus 3 karyawan Gojek gadungan lantaran melakukan penipuan..
1 jam yang lalu

Musim Hujan Melanda, Pemkab Lima Puluh Kota Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

BeritaCenter.COM – Musim hujan datang banjir pun terjadi dan melanda 6 kecamatan di Lima Puluh Kota Sumatera..
2 jam yang lalu

Banyak Kampus Terpapar Wahabi, ITB Awasi Aktivitas yang Ancam Pancasila dan NKRI

BeritaCenter.COM – Rata-rata Universitas di Indonesia terpapar wahabi yang berujung pada sikap intoleran dan..
2 jam yang lalu

Tukang Becak Tagih Janji ke Gubernur Anies, Begini Responnya...

Beritacenter.COM - Janji Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal becak bisa masuk kembali ke ibu kota mendapat..
2 jam yang lalu

Dubes Agus Maftuh: Ada Tiga Syarat Agar Rizieq Shihab Bisa Cepat Pulang

BeritaCenter.COM - Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyatakan siap membantu Habib..
2 jam yang lalu

Kota Sydney Diselimuti Asap Beracun

Beritacenter.COM - Kota Sydney, Australia dikepung asap beracun lantaran kebakaran hutan dan lahan telah terjadi..
3 jam yang lalu

Abu Sayyaf Bakal Berhadapan Dengan Kopassus

Beritacenter.COM - Komando Pasukan Khusus(Kopassus) milik TNI AD diminta agar diterjunkan untuk membebaskan tiga..
4 jam yang lalu

Petir Menyambar Rumah Warga, 1 Orang Tewas Terpental dan Hangus

Beritacenter.COM - Petir menyambar permukiman warga di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Dua warga tersambar..
4 jam yang lalu

Evan Memaafkan Bek Vietnam Yang Menginjak Kakinya Hingga Cedera

Beritacenter.COM - Gelandang timnas U-22 Evan Dimas Darmono harus keluar lapangan setelah mengalami cedera di menit..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi