Minggu, 27 September 2020 - 03:34 WIB

Minta Kubu 02 Buktikan Klaim Kecurangan, Mahfud: Siapa yang Bohong Akan Ketahuan!

Hukum itu perlu bukti, kalau dia katakan dapat 52 juta, karena ada perubahan di sini, di sini, di mana itu? Tunjukkan formulir nomor berapa, TPS berapa, bedanya berapa. Kalau itu (dgital forensik) tidak bisa secara hukum, secara ilmiah bisa

Oleh : Aisyah Isyana | Kamis, 20 Juni 2019 | 23:20 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Mahfud MD menyebut orang-orang yang melakukan kebohongan dan berdrama dalam memberikan keterangan di sidang sengketa Pilpres, pasti akan ketahuan. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengimbau masyarakat untuk terus memantau jalannya sidang sengketa pilpres di MK.

"Siapa yang bohong akan ketahuan, siapa yang berdrama akan ketahuan, kan gitu. Rakyat kan tidak bodoh," kata Mahfud di Kantor Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Jakarta, Kamis (20/6).

Sejauh ini, Mahfud menilai keterangan sejumlah saksi yang dihadirkan tim hukum Prabowo-Sandi, masih mentah. Salah satu contohnya, Mahfud menyebut keterangan keponakannya, Hairul Anam, yang disebutnya hanya sebatas persepsi tanpa bisa memberi bukti.

Baca juga :

Menurutnya, setiap saksi harus bisa menunjukkan bukti dari setiap klaim kecurangan yang disuarakan. Mahfud menilai, sejauh ini bukti yang disampaikan tim hukum Prabowo hanya berupa digital forensik saja. Mahfud menyebut bukti digital forensik itu tak bisa dikatakan sebagai bukti yang menguatkan terkait klaim terjadinya penggelembungan suara.

"Hukum itu perlu bukti, kalau dia katakan dapat 52 juta, karena ada perubahan di sini, di sini, di mana itu? Tunjukkan formulir nomor berapa, TPS berapa, bedanya berapa. Kalau itu (dgital forensik) tidak bisa secara hukum, secara ilmiah bisa," ujarnya.

Untuk itu, Mahfud berharap agar hakim MK dapat menuangkan argumentasi yang jelas dalam menilai setiap butir pernyataan saksi dari tim Prabowo-Sandi pada pertimbangan putusannya nanti. Dia menegaskan, setiap kesaksian yang dianggap salah harus disertakan dalil dan fakta-fakta pendukung.

"Itu namanya MK yang benar. Jangan hanya mengatakan gugatan dikabulkan, misalnya, atau gugatan ditolak. Jangan hanya begitu," ujarnya.

"Ya ini pengalaman saja, bukan karena saya. Dulu tahun 2009 ramenya bukan main, begitu saya putus jam 4, jam 5 sore udah selesai semua tahun 2009. Karena kita argumennya jelas, setiap dalil itu dibahas," kata Mahfud menambahkan.





#Mahfud MD #Mahkamah Konstitusi #Sidang MK #Sidang Sengketa Pilpres 2019 #Sidang Gugatan Pilpres #Saksi Prabowo Meragukan #Tim Hukum Prabowo-Sandi


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






9 jam yang lalu

Kecelakaan Beruntun di Sumbar, 5 Orang Luka Parah

Beritacenter.COM - Terjadi kecelakaan beruntun di Jalan Lintas Sumatera Kilometer 125, tepatnya di Nagari Sinyamu,..
10 jam yang lalu

Tok! Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Resmi Ditahan

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian resmi menetapkan tersangka kepada EF yang diketahui merupakan pelaku..
11 jam yang lalu

Jokowi : Keselamatan Rakyat Prioritas yang Paling Utama

Beritacenter.COM - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) mengajak semua pihak untuk terus bekerja..
12 jam yang lalu

KKP Amankan Dua Pelaku Penangkapan Ikan Dengan Bahan Kimia Berbahaya

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan..
13 jam yang lalu

SELAIN KALTENG, Pemerintah Siapkan Daerah Ini Untuk PROGRAM LUMBUNG PANGAN

Beritacenter.COM - Pemerintah menggelar rapat terbatas melalui video conference mengenai lanjutan pembahasan food..
14 jam yang lalu

TERNYATA...! Harta Gibran Jadi Cawalkot Solo Hanya Segini...

Beritacenter.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan dua pasangan calon yang bakal bertarung dalam perhelatan..
14 jam yang lalu

JANGAN BIARKAN BAHTERA NKRI TENGGELAM

Angkat jempol buat Jokowi. Lima tahun memerintah, dia mampu mengembalikan harkat martabat bangsa. Paling tidak..
16 jam yang lalu

Jokowi Resmikan Tol Pekanbaru-Dumai Secara Virtual

Beritacenter.COM - Ada yang berbeda di Ruang Garuda Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/09/2020)...
17 jam yang lalu

3 Manfaat Konsumsi Salak untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Buah salak merupakan buah yang sering kita temui. Hampir semua orang menyukai buah salak. Tapi..
18 jam yang lalu

Polisi Gerebek Pabrik Ekstasi di Tanggerang

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polres Tanggerang menggerebek sebuah rumah di di Jalan Palem, Kelurahan Poris,..
19 jam yang lalu

KKP Kelolah Budidaya Ikan Sidat, Ini Alasannya

Beritacenter.COM - Kementrian Kelauatan dan Perikanan (KKP) membudidayakan ikan sidat di Indonesia. Ikan sidat..
20 jam yang lalu

Akhir Pekan, Prediksi Cuaca di Jakarta

Beritacenter.COM - Hampir seluruh wilayah DKI Jakarta akan cerah berawan pada akhir pekan. Namun, untuk wilayah..
1 hari yang lalu

Akhyar: Sejatinya Paslon Ikut Pilkada Untuk Menang, Bukan Mengatasi Covid-19

Beritacenter.COM - Calon Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengatakan bahwa sejatinya calon kepala daerah..
1 hari yang lalu

Tanggapan DPR Soal Sanksi Sosial Pelanggar Protokol: Jadi Objek Lelucon!

Beritacenter.COM - Anggota DPR dari Fraksi PAN, Intan Fauzi menyoroti perihal penerapan sanksi sosial bagi para..
1 hari yang lalu

Pemerintah Buka Tower 8 Wisma Atlet Untuk Isolasi Mandiri Pasien OTG

Beritacenter.COM - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 akan membuka Tower 8 Wisma Atlet Kemayoran untuk..
1 hari yang lalu

dr Reisa Sebut Sebagian Besar Klaster Covid-19 di Indonesia Berasal dari Keluarga

Beritacenter.COM - Juru Bicara Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro menyampakan bahwa terdapat 1.100..
1 hari yang lalu

Sempat Melawan, Polisi Tembak Pelaku Rampok-Bunuh Ibu Anak 1 di Binjai

Polisi tangkap seorang pria berinisal GZG (20) warga Desa Lau Mulgap Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Ia..
1 hari yang lalu

Jelang Pilkada Jabar, Ridwan Kamil Tegaskan Netralitas ASN Harga Mati

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil menegaskan bahwa sikap netral dalam Pilkada serentak 2020 merupakan hal..
1 hari yang lalu

Luhut Ngaku Marahi Semua Orang Menkes Usai Dicurhati Masalah Obat

Beritacenter.COM - Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut..
1 hari yang lalu

Kapitra Nilai Desakan Pemutaran Film G30S/PKI Hanya Alat Propaganda

Beritacenter.COM - Pengacara kondang yang juga tokoh gerakan 212, Kapitra Ampera mengingatkan sejarah kelam yang..
1 hari yang lalu

Tersangka Pelecehan di Soetta yang Ditangkap di Toba Samosir Ternyata Punya Anak-Istri

Beritacenter.COM - Tersangka pelecehan terhadap wanita di Bandara Soekarno-Hatta, EF, ditangkap polisi di wilayah..
1 hari yang lalu

Reyhard Sinaga 'Predator Seks' Kejahatannya Akan Difilmkan

Beritacenter.COM - Masih ingatkah dengan kasus pemerkosaan terbesar dalam sejarah Ingris yang dilakukan oleh pria..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi